EMILY

EMILY
BAG 87



01 : 30 WIB....


Akhirnya Semua Yang Emily Lalui Terbayar Sudah..


Pampam Kini Bersamanya, dan Kekuatannya Pun Masih Bersemayam Dalam Darah Dan Jiwanya..


Kini Kekuatan Emily semakin Meningkat,


Namun Yang Emily Takut kan Adalah Jika Ia Memiliki Kekuatan itu Ia Semakin Sombong Nantinya.. begitulah Yang Ia Takutkan Saat ini.


Ibunda Ratu juga Memberi Hadiah pada Emily yaitu Mengijinkan Pampam Untuk Terus Bersama Emily Untuk Selama Lamanya..


itulah Kado Spesial yang Emily Dapatkan Dari Ibundanya...


" Aku Pikir Kau Akan Benar Benar Pergi Dariku," Kata Emily Saat Setelah Beberapa Menit Kepergian Ibundanya..


" Dan Aku Pikir Ibunda Akan Memisahkan Kita," Kata Emily Lagi..


" Kau Benar, Sejenak Aku Juga Berpikir Seperti Itu, Aku Juga Berpikiran Sama Denganmu, Aku Pikir Ratu Purbararang Akan Memisahkan Kita," Ucap Pampam Pelan.


" Ternyata Ratu Purbararang Hanya Ingin Membuatmu Mengalahkan Kegelapan Yang Berusaha Menguasaimu," Kata Pampam lagi..


" Memang Apa Maksud Dari Kegelapan Itu, Kenapa Ia Ingin Sekali Menguasai Ku PAM," Tanya Emily Penasaran.


" setahuku...Kegelapan Yang Berusaha Menguasaimu Itu Adalah, Kegelapan Yang Akan Membawamu Ke Jalan Yang Tidak Benar," Kata Pampam Lagi.


" Mungkin Jika Kau Di Kuasainya...Kau Akan Menjadi jahat Dan Kejam, Begitulah Yang Aku Tau," Kata Pampam Lagi..


" Beruntungnya Aku, Karena Aku Bisa Mengalahkan Kegelapan Itu..." Kata Emily Pelan.


" Untung Saja Ibunda Mengatakan Itu Tentangmu," Kata Emily.


" Namun Aku Juga Sedikit Takut, Karena Aku Takut Kehilanganmu Untuk Selama Lamanya," Kata Emily Lagi...


" apa Kau Takut Kehilanganku Emily," Kata Pampam Pelan dan Emily Pun Mengangguk.


" Begitu Juga Aku, Aku Juga Takut Kau Tidak Bisa Lagi Melihatku," Kata Pampam Lagi.


" Percuma Jika Aku Masih Hidup, namun Kau Tak Bisa Melihatku untuk Selama Lamanya," Kata Pampam Pelan.


" Aku Pasti Akan Sedih Berhari Hari atau Berbulan Bulan, bahkan Bertahun Tahun Jika Kau Melakukan Itu Untukku," Kata Pampam Lagi.


" mungkin Aku Lebih baik Memilih Dimusnahkan Ratu Dari pada Hidup Seperti Itu," Kata Pampam Pelan


" Aku Tau...Namun apa pUn Itu Pasti akan Aku Lakukan, Asal Kau Baik Baik saja, PAM," Kata Emily Pelan.


" Aku Tau....Kau Pasti Akan Melakukan Apa pun Untukku," Kata Pampam,


" Karena Kau Memang Sahabat Terbaikku," Kata Pampam Lagi.


" Begitu Juga Aku, Kau Sahabat Terbaik Yang Aku Miliki Selain Citra," Kata Emily Pada Pampam Dan Memperhatikan Citra Yang Tersenyum Padanya.


" Tentu saja Gue Sahabat lu Yang Paling Baik," Kata Citra Lembut.


" Pampam Juga Sahabat Gue, Siapa Pun Sahabat Emily ia Juga Akan Menjadi Sahabat Gue," Kata Citra Pelan.


" Kamu dengar Kan PAM, Apa yang Di Katakan Citra sama Kamu, Dia Aja Menganggap Kamu sebagai Sahabatnya," Kata Emily pelan.


" Terimakasih Citra, Kau Memang Sahabat Terbaik Emily," Ucap Pampam Pelan Namun Apa Pun Yang Pampam Katakan Citra Tak Bisa Mendengarnya...


" Citra Memang Sahabat Terbaikku PAM, Bukan Hanya Citra, Kau Juga Sama," Kata Emily Lagi.


" Aku Tau...Kalo Begitu...Aku Permisi Dulu Mil, Ada Yang Harus Aku kerjakan," Kata Pampam.


Emily Pun Mengangguk,


Pampam Pun Pergi Meninggalkan Emily Dan Citra..


Sedangkan Mamah, Papah dan Akilla Sudah Tertidur...


" Emily...Apa Pampam Masih Di Sini," Tanya Citra setelah Beberapa Saat Pampam Sudah Pergi..


" Tidak...Dia Sudah Pergi.. Katanya Ada Sesuatu Yang Ingin Dia Kerjakan," Kata Emily Lagi...


" Emily, Apa Sahabatmu itu Baik Baik saja Sekarang" Tanya Citra pelan,


" Dia Baik Baik Saja, Cit," Kata Emily Pelan.


" Syukurlah, kalo Pampam Baik Baik saja, Gue Sangat khawatir jika Sesuatu Terjadi Pada Pampam, apa Lagi Saat Mendengar Ratu Purbararang Akan Memusnahkannya...Gue Benar-benar sangat Mengkhwatirkannya.. dan Gue Juga mengkhawatirkanmu Juga dan Mungkin Kau Akan....." kata Citra Tak Melanjutkan Apa Yang Ia Katakan,


" Iya...gue Tak Tau Jika Terjadi Sesuatu Pada Pampam, Mungkin gue Tak Akan Pernah Memaafkan Diri gue Sendiri.." Ucap Emily Sedih.


" Benar.. lu Kan Selalu Bersamanya, Gue Juga Pasti Akan Merasakan Hal Yang Sama Sepertimu," Kata Citra Lagi..


" Oh Ia...gue Lupa...Dari Tadi Handphone Lu Berbunyi Melulu," Kata Citra Saat memberikan hp Emily Padanya.


" Tadi Waktu Gue Lihat Itu Dari Jacky," Ucap Citra Lagi.


" Ah Begitu..." Ucap Emily Saat Melihat Beberapa Panggilan Dari Jacky.


Tak Lama Handphone Emily Kembali Berbunyi..


JACKY📲 Call......


" Dari Siapa... Jacky Ya," Tanya Citra Dan Emily Pun Mengangguk.


" Gue Angkat Telvon dulu Ya," ucap Emily Pada Citra Dan Citra Pun Mengangguk.


Emily Pun Duduk Di Ruang Tamu Dan Menerima Telvon Dari Jacky..


JACKY : hai...Hany...Apa Kau Sudah Tertidur...


Tanya Jacky Saat Menelvon Emily.


EMILY : belum,,, Maaf Tadi Aku Gak Sempat Angkat,


JACKY : apa kau Baik Baik Saja,


EMILY : aku Baik Baik Saja...


JACKY : syukurlah...Apa Pampam Masih Bersamamu,


tanya Jacky penasaran. karena Yang Ia Tau Jika Emily Ulang Tahun Yang Ke 20 Pampam Akan Meninggalkannya..


EMILY : alhamdulilah Ibunda Mengijinkan Pampam Untuk Terus Bersamaku,


JACKY : Syukurlah Kalo Begitu... Oia...Selamat Ulang Tahun Ya Sayang... Besok Aku Akan Menjemputmu Untuk Kuliah,


EMILY : ah ia....


JACKY : kalo Begitu... Aku Tutup Ya Telvonnya..Selamat Malam Sayang...


EMILY : iya Selamat Malam Juga...


Emily pun kembali Ke kamarnya Dan Tidur Bersama Keluarganya...


KE ESOKAN HARINYA....


08 : 00 WIB...


" Emily....Bangunlah, Apa Kau Tidak Akan Kuliah Untuk hari Ini.." Kata Pampam Saat Membangunkan Emily Yang Masih Tertidur Lelap..


Mamah, papah dan Akila Sudah Keluar dari Kamar Emily Pagi Sekali..


Sedangkan Citra Baru Saja Keluar Dari Kamar Emily..


Sebelum Keluar Citra Juga Membangunkan Emily Namun Emily Tak Kunjung Bangun...


dan Citra Pun Menyerah Meninggalkan Emily, Karena Citra Masuk pagi..


Citra Pun Mau Tak Mau Berbicara Pada Pampam, Ia Tak Tau Pampam Ada Apa Tidak Nya Di Sana, Namun Ia Tetap Meminta Pada Pampam Untuk Membangunkan Emily Nanti...


Citra Tidak Tau Kalo Pampam Sudah Berada Di sana dan Mendengar Citra berbicara Padanya..


" Emily... Bangun Lah..." Kata Pampam Lagi...


Emily Pun Menggerakkan Badannya dan Bangun Berlahan..


" Memang Jam Berapa Sekarang PAM," Tanya Emily Yang Masih memejamkan Matanya..


" Jam 8 Pagi..." Kata Pampam Pelan.


" Ya ampun PAM...Ini Baru Jam 8 Pagi... Gue Giliran Masuk Siang tau," Kata Emily Dan Kembali Tertidur Lagi..


" Ah Begitu...Maafkan Aku, Aku Tidak Tau Kalo Kau Masuk Siang," Kata Pampam.


Emily Pun Tertidur Lagi...


" Sayang..." Panggil Kiona Lembut Setelah Jam 11 siang..


" Bangun Nak, Ini Udah Siang Sayang, Bukankah Kamu Kuliah siang nak," Tanya Kiona Lembut...


" Jacky Sudah Ada Menjemputmu," Kata Kiona Lagi.


" Apa.... Jacky Mah," Tanya Emily Bangun Seketika Setelah Mendengar Mamahnya Menyebut Nama Jacky.


" Iya Sayang... Jacky Sudah Menunggumu Nak," Ucap Kiona Lagi..


" Sekarang...Kau Mandi Dan Dandan Yang Cantik," Ucap Kiona Lagi..


" Ia Mah...Kalo Gitu Emily Mandi Dulu Ya," Kata Emily Langsung Bangun Begitu Saja..


" Nama Jacky Saja Kau Langsung Bangun," Kata Pampam kesal Karena Emily Langsung Bangun Sedangkan saat Ia Membangunkannya Dari Tadi Emily Tak Bangun Bangun..


Emily Hanya Tersenyum Mendengar Pampam Berbicara Seperti itu padanya..