
30 MENIT BERLALU...
Emily Menunggu Jacky Di Mobilnya, Dengan Sabar Emily Menunggu Jacky Yang Berbicara Pada Nilam,
" Mereka Membicarakan Apa Sih, sampai Lama Seperti ini," Kata Emily Menggerutu.
' Kau Ini Bagaimana, Bukankah Kau sendiri Yang Menyuruhnya Berbicara Pada Wanita Itu,' Kata Suara Yang Tiba Tiba Muncul Di sisinya.
" Ya ampun PAM, Lu Bisa Kagak Sih Kalo Muncul Tuh Salam Kek, Kebiasan Banget bikin Gue Kaget Setengah Mati," Kata Emily Kesal karena Pampam Mengangetkannya.
' Sory...Gue Lupa, Asalamualikum," Sapa Pampam.
" Walaikumsalam," Kata Emily Menjawab.
' Ada apa dengan wajahmu,' tanya Pampam yang Melihat Wajah Emily Cemberut Seperti Itu.
" Aku Hanya Kesal Saja," Kata Emily Cemberut.
' Kesal, Pada Siapa,' Tanya Pampam.
" Pada Jacky dan Nilam," Kata Emily Memanyunkan bibirnya.
' Apa kau Cemburu,' Melihat Mereka Bersama,' Tanya Pampam Menggoda Sahabat Kecilnya Itu dan Pampam pun Tersenyum.
" Cemburu...Aku, Mana Mungkin, Aku Hanya Kesal Saja Pada Jacky Kenapa Ia Berbicara Pada Nilam Lama Sekali, Apa Yang Mereka Bicarakan Sampai Lama Seperti Itu," Kata Emily Panjang Lebar..
' Bukankah Kau Sendiri Yang Menyuruhnya Untuk Berbicara Pada Wanita Itu, Lalu Kenapa Kau sendiri Juga Yang Seperti Cacing Kepanasan Seperti Ini,' Kata Pampam.
" Memang Iya...Tapi ini Sudah Hampir Setengah Jam Aku Menunggu Di sini," Kata Emily Kesal.
' Tunggulah...Tidak Mudah Bagi Jacky Berbicara Pada Wanita Itu, Karena Wanita Itu Sangat Mencintai Jacky, Kekasihmu,' Kata Pampam.
" Aku Tau Itu.." Kata Emily Lirih Ia Merasa Bersalah Pada Nilam Karena Sudah Hadir Dalam Kehidupan Mereka.
" Aku Yang Membuat Nilam Seperti Ini," Ucap Emily Lagi.
' Apa Kau Merasa Bersalah,' Tanya Pampam.
" iya...Tapi Aku Sangat Mencintai Jacky, Aku Tak bisa Menjauhi atau dia Menjauhiku," kata Emily Lirih..
' Aku Tau Kau sangat Mencintainya... Karena Semua Yang Kau Korbankan Sebanding Dengan Apa Yang Jacky Lakukan Padamu,' Kata Pampam.
' Karena Aku Yakin...Jacky Juga Sama Mencintaimu,' Kata Pampam lagi.
Tak lama Jacky Pun Keluar Dari Restoran Itu dan Nilam Terus Saja Mengikutinya Di Belakang seakan Tak Mau Jacky Pergi meninggalkannya.
" Berhentilah... Mengikutiku..." Kata Jacky Kasar Ia Benar Kesal Pada Nilam Yang Tak Mau Mengerti Tentangnya.
" Tolong...Jangan Ganggu Hidupku lagi," Kata Jacky Marah.
" Aku Tidak Mau...Jack, Aku Mohon padamu, Jangan Tinggalkan Aku," Kata Nilam Menangis Di Pelukan Jacky.
lebih Tepatnya Nilamlah Yang Memeluk Jacky.
Karena Kesal Emily Pun Keluar , Ia Menghampiri Nilam Yang Benar Benar Terlewat Batas, dan Menariknya dengan Kasar Dari Pelukan Jacky,
Memang Tadi Emily Merasa Kasihan Pada Nilam, Namun Setelah Nilam Memeluk Jacky Seperti Itu Membuat Amarahnya Tak Tertahankan.
Nilam Yang Merasa Tangannya Sakit Karena Ditarik Seseorang Langsung Kesal dan Menepis Tangan Itu Yang Terasa Sakit Di lengannya.
" Sudah Cukup," Kata Emily Kesal.
Nilam Menatapnya Garang..
Gara Gara Dialah Ia Putus Dengan Jacky, Dengan Kesal Nilam Malah Menampar Emily.
PLAK....
" Dasar Wanita Murahan..." Ucap Nilam Geram, Jacky Tak Sempat Menolong Emily Karena Tamparan Nilam Sangat Cepat Tak Bisa Di percaya.
Jacky Benar Benar Tak Nyangka Jika Wanita Yang sahabatnya Cintai Ini Berlaku Kasar Pada Sesama Wanita, Setaunya Nilam Tak Pernah Berbuat Kasar Pada Siapa pun, namun Ia Melihat Nilam Kasar Pada Emily Membuatnya Marah Tak terkendali...
" Apa Yang Kau Lakukan," Kata Jacky Murka Saat Melihat Wajah Putih Emily Berbekas Tangan Nilam.
" Gara Gara Dia...Kau Menjauhiku, Gara Gara Dia Juga Kau Memutuskanku," Kata Nilam Marah dan Bermaksud Menampar Emily Lagi. Namun Jacky Menghalangi Nilam Untuk Menampar Emily Lagi.
Emily Tak Bisa Melawan Karena Semua Yang Di Katakan Nilam Memang Benar adanya.
" Hentikan, Sudah Cukup," Kata Jacky Benar Benar Marah Pada Nilam.
" Kau Sudah Keterlaluan," Kata Jack Lagi.
" Bukan Salah Emily, Aku Yang Salah, Karena Tak Mengatakan Kalo Aku Sama Sekali Tak Menyukaimu dari Dulu,," Kata Jack Tegas.
" Kau Harus MENGERTI." Kata Jacky Menekankan Setiap Kata Yang Ia Ucapkan,
" AKU MENCINTAI EMILY LEBIH DARI NYAWAKU SENDIRI," kata Jacky Mengatakan Semua Apa Yang Ia Rasakan.
" AKU SAMA SEDIKIT PUN TIDAK PERNAH MENYUKAIMU, BERAPA KALI HARUS AKU KATAKAN PADAMU HAH," kata Jacky Lagi.
" Yang Aku Cinta Hanya Emily Seorang," Kata Jacky.
" Jadi Jangan Salahkan Emily, Semua Salahku, Karena Aku Tak Akan Melepaskan Emily Sampai Kapan pun, Kau Mengerti," Kata Jack Tegas.
" Kenapa...." Teriak Nilam Marah...
" Kenapa..Bukankah Gadis Ini Baru Kau Temui Beberapa Bulan Saja, Tapi Kau Mengatakan Kalo Kau Mencintainya," Kata Nilam Marah.
" Sedangkan Aku...Aku Yang Menemanimu Sejak Lama Bahkan Lama Sekali saat Kita Kuliah, Tapi Kau Tak Pernah Memandangku," Kata Nilam Lirih Mengeluarkan Semua Amarah Yang Ia Rasakan.
" Kau Baru menemui Gadis Itu beberapa Bulan Jack, Dan Kau Mengatakan Kalo Kau Mencintainya," Kata Nilam Tak Percaya Dengan semua Ini.
" Aku Mengenal Emily Lebih Dari Sebulan Dua Bulan, Aku Sudah Mengenalnya Saat Aku Koma," Kata Jacky.
" Saat Koma, Aku Tak Pernah Melihatnya Datang Keruangan saat kau Koma," Kata Nilam Semakin Tak Percaya Apa Yang Jacky Katakan.
Menurut Nilam Jacky Melantur, Bukankah Orang Koma Tidak Bisa kemana Mana,
Nilam Beranggapan Jika Jacky Salah Mengenal Emily,
" Aku Tak Pernah Melihat Gadis Ini Datang Keruangan mu saat Itu," Kata Nilam,
" Aku yang Selalu Menemanimu," Kata Nilam pelan.
" Kau...Hah...Tidak Mungkin, Mamiku Mengatakan Kau Tak Pernah Datang," Kata Jack Marah,
" Jadi Berhentilah Mengarang Cerita," Kata Jack Lagi..
" Aku Tidak Bohong Padamu Jack, Aku Selalu Menemanimu Setiap Saat, Namun Mamimu Selalu Mengusirku, dan Tak Mengijinkan Aku Untuk Menemanimu," Kata Nilam Panjang Lebar. Ia Tak Mau dirinya Dan Juga Jacky Salah Faham. Menurut Nilam Mungkin Mami Jacky yang Mengadu Domba Dirinya dan Ia Membela Dirinya Karena takut Mami Jacky Berbicara Tidak Tidak Pada Jacky dan Membuat Jacky Membencinya.
" Aku Tidak Perduli," Kata Jacky Sinis,
" Aku Lebih Berterimaksih Pada Mamiku, karena Menjauhkan Mu dari Hidupku," Kata Jack Lagi.
" Aku Sangat Tersiksa Saat berada Di dekatmu," Kata Jacky Lagi.
" Jadi Tolong...Jangan Menganggu Kehidupanku Lagi," Kata Jack Tegas.
" Ayo Sayang..." Ajak Jacky pada Emily dan Membiarkan Nilam Terdiam DiSana..
tak Lama Nilam Pun Ambruk Terduduk Di Lantai, Ia Menangis Meratapi Nasib Cintanya..
Dari Kejauhan Seseorang Memperhatikan Pertengkaran Mereka Sedari Tadi.. Namun Yang Ia Fokuskan Hanya Seorang Yang Berada Di samping Emily...
" Siapa Orang Itu.." Tanya Seseorang Pada Dirinya Sendiri.
*******.....******.......******
" Apa Pipimu Masih Sakit," Tanya Jacky Lembut Dan Memegang Pipinya.
" Sedikit," Ucap Emily Pelan.
" Kenapa Kau Tidak Melawannya," Tanya Jacky.
" Bukankah Kau Sangat Jago Berkelahi," Tanya Jacky Lagi, Tak Percaya Jika Emily Hanya Diam Saja Tanpa Membalas apa Yang Nilam lakukan Padanya.
" Untuk Apa," Kata Emily Pelan.
" Jika Aku Melawan, Hanya Akan Memperkeruh Suasa Saja," Kata Emily Lagi.
" Lebih Baik Aku Diam, Karena Yang Nilam Katakan Padaku Memang Benar," kata Emily Lirih.
" Itu Tidak Benar," Kata Jack Lembut.