EMILY

EMILY
BAG 119



DI KAMAR EMILY...


" Ada Apa Dengan Wajahmu, Kenapa Kau Menekuk Wajahmu Seperti itu" Tanya Pampam bingung saat melihat Emily Yang Menekuk Wajahnya Yang Cemberut,


" apa Kau Habis Bertengkar dengan Jacky," Tanya Pampam Saat Melihat Wajah Emily Yang Cemberut, Emily Pun Mengangguk.


" Kenapa Kalian Bertengkar," Tanya Pampam Lagi.


" Aku Hanya berbicara Padanya dan ingin Meluruskan Permasalahan Jacky Dan Darren, Itu Saja, Aku Meminta Pada Jacky Untuk Memaafkan Darren Dan Itu Malah Membuat Jacky Tambah Marah.," Kata Emily pelan.


" Tentu Saja Dia Pasti Akan Marah," Kata Pampam pelan.


" Coba kau Bayangkan Jika kau Berada di Posisinya, apa Kau Juga Akan dengan Mudah Memaafkan nya," Tanya Pampam Pada Emily.


" Aku Hanya Ingin Jacky Tak Menyimpan Dendam Seperti Itu PAM, Bukankah Dendam Seperti itu tidak Baik, apa Lagi Ia Sama Sepertiku yaitu Memiliki Kemampuan yang Spesial, Aku Takut Dendam Yang Ia Miliki Bertambah Besar dan Aku takut Dendam itu merubah Jacky Seperti Moster," Kata Emily lagi.


" Aku Tidak Ingin Jacky Sama Seperti Darren," Kata Emily Lagi.


" Menurutku Darren Memang Tidak Bersalah Karena Ia Di manfaatkan Aslan," Kata Pampam Emily Pun Sama Dengan Pemikiran Pampam Jadi Ia Mengangguk mengerti.


" Namun Jacky Juga tidak Salah jika Ia Menyimpan Dendam Pada Darren," Kata Pampam Lagi.


" Karena Menurut Jacky DarrenLah Yang Melakukan itu Sebelum Ia Koma, dan Bukankah Dia Juga Melihat Wajah Darren Saat Itu juga, Jadi Jacky Tidak Salah Jika Memiliki Dendam Padanya," Kata Pampam lagi.


" Hanya Saja Jika Dendam Itu Tidak hilang...Mungkin Jacky Akan Tetap Hidup Dalam Kebencian, dan Itu Pasti Akan Merubahnya menjadi Orang Pemarah Nantinya," Kata Pampam lagi.


" Kau Memang Benar Menasehatinya, Namun Kau juga Harus Bisa Menyesuaikan Bagaimana Cara Kau Menyampaikannya," Kata Pampam lagi.


" Iya Aku Tau...Dan Untungnya Jacky Sudah Melepas Dendamnya Itu,," Kata Emily Tersenyum.


" Benarkah...Jadi Maksudmu Jacky Sudah Memaafkan Dosenmu Itu," Tanya Pampam Penasaran,


" Entahlah Aku Tidak Tau...Namun Ia Mengatakan Padaku Akan Berusaha Untuk Memaafkannya," Kata Emily lagi.


" Lalu jika Jacky Sudah Berdamai dengan Hatinya, Kenapa Kau Malah Terlihat Cemberut Seperti Itu," Tanya Pampam Aneh.


" Aku Tidak Cemberut, Aku hanya Kesal Saja," Kata Emily pelan.


" Aku Tau Kau kesal. Tapi Kesalmu Itu pasti Ada Alasannya Bukan," Tanya Pampam Lagi.


" Kau Tau... apa Yang Membuat Jack Semarah Itu Padaku," Tanya Emily dan Pampam Pun Menggeleng tanda Tak Tau.


" Dia Pikir Aku Menyukai Pak Darren Dosen Gila Ku Itu, Karena Aku Terus Membelanya," Kata Emily Kesal.


" Makanya Dia Marah Dan Cemburu Gak Beralasan padanya, Padahal Di Hatiku Sedikit Pun Tak Menyukai Nya,," Kata Emily pelan.


" Masa Iya Aku suka Sama Dosenku Itu, iiih Gak Banget," Kata Emily Yang masih Teringat Ucapan Jacky Padanya.


" Lalu Kenapa Kau Tidak Mengatakan Kalo Kau Menyukai Jacky, Bukan Darren, Dosenmu itu,," Tanya Pampam.


" Mana Bisa Aku Mengatakan Itu, Malu Lah PAM," Kata Emily.


" Kau Masih Malu," Kata Pampam Tertawa.


" Astaga Emily...hahahhahaha, Bukankah Kau dan Jacky Sudah Saling Mengenal Lama," Tanya Pampam Lagi.


" Kau Masih Malu Mengakui Jika Kau Menyukainya," Kata Pampam Lagi.


" Hah...Kau Benar Benar Pengecut Emily," ucap Pampam Pelan.


" Aku Bukan pengecut Tau, Bukan Kah Kau Yang Pernah Bilang Padaku, Untuk Tak Berterus Terang Dengan perasaanku padanya, Kau Lupa, Bukankah Kau Yang mengatakan Itu Padaku,Bukan Kah Kau Yang Mengajarkannya Juga Padaku, Agar Tak Terlalu Memperlihatkan Rasa Sukaku Padanya, Kau Lupa Itu Hah," Kata Emily Mengingatkan Pampam Tentang Pembicaraannya waktu Itu.


" Ah....Kau Benar, Aku Yang mengatakan Itu Padamu, Aku Lupa," Kata Pampam Nyengir...


Tak Lama Kemuning Pun Datang Bersama Kekasihnya...


Membuat Pertengkaran Antara Emily dan Pampam Terdiam.


" Asalamualikum," Sapa Mereka Berdua Hampir Bersamaan,


" Hormat Hamba Putri, Raden," Kata Raden Sri Langka Membungkuk Pada Emily Dan Juga Pampam, dan Emily serta Pampam Pun Mengangguk.


" Bangunlah...Kau Tidak Perlu Membungkuk Seperti itu," Kata PamPam tegas.


" iya...Lagi Pula kau Kan Bukan Bawahan Kami," Kata Emily.


" Baik Putri,Raden," Kata Sri Langka Lagi.


" Dan Jangan Memanggilku Putri, Panggil Saja Emily Seperti Kemuning Memanggil Namaku," Kata Emily Lagi dan Sri Langka Pun Mengangguk.


" Sandika Put, Emmm maksud Hamba Emily," Kata Sri Langka Melarat Panggilan Putri Pada Emily.


" Sudahlah Mil, Jangan Memojokan Kekasihku Terus," Kata Kemuning Pelan.


" Aku Tidak MemojokannYa Aku Hanya Memberi Taunya," Kata Emily.


" Awas Ya Jika Kau Hanya Bermain Main Pada Kemuning, Kau Dalam Maslah Besar Nantinya," Kata Emily memperingati Jin Mesum Itu.


" Dan Kau Akan berhadapan Denganku," Kata Emily Lagi.


" Ayolah Emily...Kenapa Kau Malah Menanyakan Hal Hal Yang Tidak penting Padanya," Kata Kemuning Kesal.


" Bukankah Ada Sesuatu Yang Lebih Penting Lagi," Tanya Kemuning Lagi.


" Ah Iya... Untung kau Ingatkan," kata Emily pelan.


" Ah Iya Raden...Aku Ingin Bertanya Padamu," Kata Emily Lagi.


" Aku Ingin Tau Kenapa Kau Memanggil Jacky Kekasihku, Yang Mulia Apa Kau Mengenal nya," Tanya Emily Langsung.


" Maafkan Hamba Putri," Kata Raden Sri Langka,


" Berhentilah Memanggil ku Putri, Aku Bukan seorang Putri," Kata Emily Mendelik Karena Mendengar Seseorang Memanggilnya Putri.


" Maksud Hamba, Nona Emily," Kata Sang Raden Melarat Lagi.


" Saya Melihat Kekasih Nona Adalah Raja Terdahulu Saya Yang Beribu Ribu Abad Tahun Lalu Yang Telah Hilang Karena Di Kutuk, Seseorang," Kata Sang Raden Lagi.


" Dan Saya Benar Benar Terkejut Melihat Raja Telah Kembali," Kata Sang Raden.


" Apa Kau Yakin Jika Jacky Adalah Seorang Rajamu Yang Terdahulu, Mungkin Saja Kau Salah Orang," Tanya Emily Aneh.


" Tentu Saja, Karena Saya Bisa Merasakan aura yang Mulia Kami, Namun Hamba Merasakan Aura Sang Raja Sedikit pudar, Namun Saya Tidak Mungkin Salah Orang," Kata Sang Raden Lagi.


" Karena Saya Mengenal Betul Siapa Sang Raja, Yang sesungguhnya," Kata Sang Raden Lagi.


" Kalo Boleh Tau...dulu,Jacky Dari Kerajaan Mana," Tanya Pampam PenAsaran.


" Raja Kami Berasal dari Kerajaan Sirna Leuweung Bodas, Dan Itu berada Di Jawa Barat,," Kata Sri Langka.


" Dan Saya Adalah Salah Satu Patih di sana," Kata Sri Langka Itu lagi.


" Ah... Aku Baru Mendengar Nama Kerjaan Itu," Kata Emily Bingung.


" Iya...Kami Adalah Kerjaan Yang Tak Semegah Dan Setenar kerjaan Majapahit,Mataram, Atau Pun Padjadjaran," Kata Sri Langka Lagi.


" Oh..." Kata Emily Mengangguk.


" Tapi... Kenapa Jack tidak Mengingat Jika Ia Raja Terdahulu," Tanya Emily lagi.


" Tentu saja, Beliau Tidak Akan Pernah Ingat atau Pun Tau Jika Dulu Dirinya Seorang Raja, Karena Beliau Bereinkarnasi ke tubuh Jacky Kekasih Nona," Kata Sri Langka Lagi.


" Ah Begitu.." Ucap Emily,


Sebenarnya Emily Sangat Banyak Sekali yang Ingin Ia Katakan Namun Ia Urungkan, Karena menurutnya Jika Jack Raja Terdahulu Baik, Mungkin Jacky Juga Baik Baik Saja untuk Sekarang, Mudah Mudahan saja Seperti itu.