EMILY

EMILY
BAG 76



DI TEMPAT LAIN.....


" kenapa Kamu Malah Mendekati Citra dan Emily," Tanya Darren Saat Sampai Di Tempat Tinggalnya.


" Aku Hanya Ingin Tau, Kedua Gadis Itu Memiliki Hawa murni atau tidak, Ternyata Tidak," Kata Aslan Pelan.


" Lalu Bagaimana Dengan Emily, Apa dia Memiliki Hawa murni," Tanya Darren.


" Karena Aku Berharap, Kalo Dia Tidak memilikinya," Ucap Darren Lagi.


" Maksudmu Gadis Yang Satunya," Tanya Aslan dan Darren pun Mengangguk.


" Aku Tidak Tau...Karena Baru Saja Aku Mau Mendekatinya Dia Sudah Keluar karena Mobilmu Sudah Sampai," Ucap Aslan Lagi.


AKU HARAP...EMILY TIDAK MEMILIKINYA, dalam Hati Darren.


" Jadi Aku Tidak Sempat Menghirup Aroma Tubuhnya," Ucap Aslan Lagi..


" Lain Kali Jangan Seperti itu lagi, Kalo ada Orang Yang Melihat Bagaimana," Ucap Darren Kesal.


" Memang Siapa Yang bisa Melihatku, Manusia Biasa Tidak Akan Bisa Melihatku," Ucap Aslan Pelan.


" Aku Tau...Tapi Setidaknya, Jangan Di depan Ku," Kata Darren.


" Aku Tidak Suka Kau Mengendus Endus Orang Seperti Itu, Apa Lagi Jika Kau Lakukan Pada Emily," Kata Darren.


" Kau Menyukai Gadis Itu," Tanya Aslan Pelan.


" Tentu Saja Aku Menyukai Nya," Kata Darren Jujur pada Aslan.


" Tapi...Yang Aku Lihat, Temannya Yang Lebih Menyukaimu, Apa Lagi Di Tubuhmu Sudah Mendapatkan Ajian Pemikat Wanita, Jadi Siapa Pun Wanita Yang Berada Dekat Denganmu Pasti Akan Menyukaimu," Kata Aslan Lagi.


" Tapi...Kenapa Itu Tidak Berlaku Pada Emily," Tanya Darren Bingung.


" Aku Sendiri Tidak Tau, Aku akan Mencari Tau Nanti," Kata Aslan Pelan.


" Kau Boleh Mencari Tau Apa Pun Tentang Emily, Tapi Aku Pinta Kau Jangan Mengganggunya," Kata Darren Lagi, Aslan Hanya Mengangguk dan Mengerti..


DI TEMPAT FRAYOGA...


Mamah Kiona Dan Papah Adam Sedang Menyiapkan Ulang Tahun Untuk Emily.


Kakaknya Akila pun Pulang dan Merayakan Ulang Tahun Emily juga.


" Mah..Emily Tau Tidak Kalo Kita Akan Merayakan Ulang Tahunnya Di sini," Ucap Akila Pada Kiona Mamahnya.


" Belum Tau Sayang, Kita Kan akan Memberi Kejutan Untuk Emily Sayang," Ucap Kiona Senang.


" Akila Rasa, Emily sudah Tau Deh Mah," Ucap Akila.


" Mamah Rasa Juga Begitu Sayang," Kata mamah Kiona Tersenyum.


" Kamu Kan Tau Sendiri Kalo kita Menyembunyikan Sesuatu, Emily Pasti Tau," Kata Mamah Kiona Lagi.


" Mamah Benar, Lalu Apa Yang Akan Mamah Lakukan," Tanya Akila,


" Paling Kita Akan Mengadakan Makan Makan," Kata Kiona Pelan.


" Oh Begitu," Ucap Akila Tersenyum.


" Jadi Mamah Sama Papah Akan Melakukan Hal yang Sama Saat Aku Ulang Tahun," Ucap Akila,


Ketika Akila Berulang Tahun, Tanpa Sepengetahuan Akila Mamah, Papah dan Emily Tiba Tiba Ada Di Sana, Yaitu Amerika, Mamah Dan Papah Serta Emily Sengaja Tak Memberi Tau Akila Kalo Mereka Menemui nya di sana Dan Memberi Kejutan Untuk Akila dan Makan Makan Di sana.


" Iya Sayang." Ucap Kiona senang.


Akila Pun Membantu Mamahnya Memasak Masakan Yang Emily Suka.


" Kita akan Mengundang Siapa Saja Mah," tanya Akila.


" Semua Keluarga Kita," Ucap Kiona.


" Berarti Nenek Juga Ada Kan Mah," Tanya Akila Senang.


" Iya sayang," kata Kiona tersenyum.


" yeeeee bisa Ketemu Nenek," Ucap Akila Senang,


Nenek Yang Di Maksud Nenek Mamahnya Kiona, Mamah Adam sudah lama Meninggal,


" Om Bagas Juga Akan Datang Kan Mah, Sudah Lama Sekali Akila Tidak Lihat Om Bagas," Tanya Akila Lagi.


" Sayang...Om Bagas Kan Pasti sibuk sama Keluarganya, Lagi Pula Om Bagas Kan Gak Ada Di Jakarta," Ucap Kiona Lagi.


" Oh Begitu," Ucap Akila Paham.


" Terus Kalo Tante," tanya Akila, menanyakan adiknya Kiona,


" Tante mana sempat kemari sayang, Tante kamu kan habis melahirkan,Anaknya Yang keDua," Kata Kiona lagi..


" Aah begitu," Ucap Akila Sedih.


" Vino Sibuk Mah, Lagian Kan Akila Juga Sudah Memperkenalkan Ke Emily Kok mah, Cuma Lewat Vidio Call aja sih," Kata Akila Yang Sudah Memperkenalkan Kekasih Akila yang bernama Vino Pada Emily.


" Jadi Emily Sudah Tau Kalo Kamu Sudah Mempunyai Kekasih," Tanya Kiona Lembut.


" Sudah Mah," Kata Akila Tersenyum.


" Lalu...Apa Kau Tau Kalo Emily Sudah Punya Kekasih," Tanya Kiona Lagi,


" Emily, Sudah Punya Kekasih Mah, Sejak Kapan, Akila Kok Baru Tau Dari Mamah Sekarang," Ucap Akila.


" Apa Kau Ingat, Hantu Yang Di Apartemen Emily Dulu saat itu," Tanya Kiona Pelan.


" Maksud Mamah Hantu Yang Selalu Mengganggu Emily Bukan, Apa Hantu Yang Itu yang Mamah Maksud," Tanya Balik Akila.


" Iya Sayang...Hantu Yang Tinggal Di Apartemen Emily itu Sudah Hidup Kembali Sayang," Kata Kiona Pelan.


" Maksud Mamah Gimana Sih, Akila Gak Ngerti deh Mah," Kata Akila Tak Mengerti.


" Kamu Ingatkan Sayang, Waktu Emily Terbaring Sakit Beberapa Bulan Lalu," Ucap Kiona, dan Akila Pun Mengangguk,


" Sebenarnya Hantu Itu Masih Hidup Sayang, Hanya Jiwanya Yang Tak Bersama Tubuhnya Itu, Ketika Emily Membantu Hantu Itu Kembali Pada Tubuhnya Emily dan Hantu Itu, Malah Tak Sadarkan Diri ketika Tubuh si Hantu Kembali Pada Tubuhnya, Karena Ternyata Ada Orang Jahat Yang Sengaja Membuatnya Seperti itu," Kata Kiona Menjelaskan Pada Akila Putrinya.


" Aaah Begitu," Kata Akila Yang Mengerti Maksud Mamahnya.


" Berarti Hantu Itu Sekarang Sudah Menjadi Manusia Kan Mah," Tanya Akila Lagi.


" Iya Sayang,Dan Namanya Jacky," Kata Kiona Lembut.


" Jacky, Nama Yang Keren, Apa Dia Tampan Mah," Tanya Akila Yang malah Penasaran Dengan Wajah Jacky.


" Menurut Mamah Sih Tampan, Tapi Tidak Setampan Papah, Sayang," Kata Kiona Tersenyum.


" Tentu Saja, Mamah Kan Istri Papah, Jadi Menurut Mamah Papah Yang Tampan," Kata Akila Tersenyum melihat Mamah Nya Yang begitu Mencintai Papahnya..


" Begitulah,,, Jika Kita Mencintai Seseorang Karena Hati dan Akhlak nya, Sejelek Apa pun Orang yang Kita Cinta Di Mata Orang, Di Mata Kita Dia Tetap Tampan Dan Cantik Sayang," Ucap Kiona Lembut.


" Mamah Benar, Pantas saja Papah Sangat Mencintai Mamah, Ternyata mamah Memang Luar Biasa," Ucap Akila Memeluk Mamahnya Sayang.


" Kau Ini Bisa saja, Memuji Mamah" Ucap Kiona Tersenyum dan Akila Pun Senang Melihat Mamahnya Senang.


" Mamah Apa Akila Nanti Yang Telvon Emily Mah," tanya Akila pelan.


" Biar Nanti Mamah Saja Sayang, Emily kan Tidak Tau Kamu di sini," ucap Kiona Lagi.


" Bener Juga," Ucap Akila Tersenyum.


Mamah Kiona Dan Akila Pun Membereskan Semua Yang Akan di persiapkan untuk Kejutan Emily Nanti.


Mamah Kiona Pun Menelvon Emily dan Memintanya Kemari.


APARTEMEN EMILY...


" siapa Yang Telvon Mil," Tanya Citra Saat Emily Baru Selesai Menerima Telvon Dari Mamahnya.


" dari Mamah Kio,..Katanya Nanti Malam Gue Suruh Ke Sana," Ucap Emily.


" Paling Mau Buat Kejutan Untuk Lu Mil," kata Citra Menebak.


" Iya Kayanya," Ucap Emily tersenyum,


" Lu Ikut Kan," Tanya Emily.


" Ya Jelas Dong, Gue Ikut," Kata Citra Senang.


" Apa lagi Ada Makan Makan, Gue Harus Ikut Lah," Kata Citra Senang.


" iya...Kalo Soal Makan Pasti Lu No Satu," Ucap Emily Tertawa.


" iya Dong...Dari Pada Gue Nanti Kelaparan," Kata Citra Asal.


" Ia Udah Kalo Gitu, kita Siap Siap dulu, Siapa Tau Mamah Butuh Bantuan Kita," Kata Emily Lagi..


Emily Dan Citra Pun Mandi Dan Siap Siap untuk Ke Kediaman Prayoga Yaitu Rumah Mamah Dan Papahnya.


30 MENIT KEMUDIAN....


Emily dan Citra pun Sudah Selesai...dan Mereka siap Siap Ke Kediaman Prayoga.


Emily dan Citra Pun Turun Melalui Lift.


" Emily...Citra...Kalian Mau Kemana di Jam Sore Seperti Ini," Tanya Seseorang Saat Melihat Emily dan Citra Naik Lift.


" Pak Darren," Kata Emily Was Was.


" Mas Darren," Panggil Citra senang.


Emily Yang Baru Kali Ini Mendengar Citra Memanggil Darren Dengan Sebutan Mas Membuat Emily Terasa Aneh, Emily Hanya Menaikan Sebelah Alisnya..