
23 : 55 WIB.....
Semua Keluarga Emily Sedang Menunggu Detik Detik Terakhir Akhir Tahun.
Walau Pun Hati Emily Merasa Was Was Namun Ia Tetap berusaha Tenang dan Senang.
Ia Tak Mau Siapa pun menghancurkan Kebahagiaan Yang Ia Rasakan sekarang,
Emily Tau Nyawanya Dalam Bahaya, Namun Ia Percaya Kuasa Tuhan yang Menciptakannya Pasti Akan Membantunya Nanti.
Karena Emily Percaya Jika Ia Memiliki Kelebihan Yang di Berikan Tuhan Padanya Berarti Tuhan Percaya Padanya Ia Bisa Menghadapi Semuanya.
dan Emily Juga Yakin Kalo Ibundanya Tidak Akan Tinggal Diam Jika Terjadi SeSuatu Padanya.
" Lu Kenapa Sih Mil," Tanya Citra Saat Melihat Emily terdiam.
" Tidak Apa apa," Kata Emily Tersenyum.
" Ayo Kita Ke sana, kita Mau Menghitung Mundur Waktu," Kata Citra Menggandeng Lengan Emily
" Udah Siap Kan Kembang Apinya," Tanya Akilla,
" Sudah Kok Kak," Kata Citra Senang.
Semua Karyawan Dan Keluarga Emily Memegang Satu Persatu Kembang Api Yang Akan Mereka Nyalakan Nanti Saat Akhir Tahun Di Mulai...
Dan mereka Pun Menghitung Mundur Waktu.
10....
9.....
8....
7....
6....
5....
4....
3...
2....
1.....
" HAPPY NEW YEAR...." teriak Semua Dan petasan Kembang Api Pun Meledak Dengan Indahnya..
" Selamat tahun Baru," Kata Citra Pelan Dan Memeluk Emily.
" Iya Selamat Tahun Baru juga Cit," Kata Emily Senang.
" Selamat Tahun Baru Sayang," Ucap Jack pelan Dan memeluk Emily.
" Selamat Tahun Baru Juga Untukmu," Ucap Emily lembut Dan Mencium Pipi Jack.
" Terimakasih Sayang," Ucap Jack Lembut,
****.....*****.....*****
" Akhirnya Kita Sampai Juga," Ucap Citra Setelah Sampai Rumah...
" Iya...Cape Banget Gue Karena perayaan Tadi Malam," kata Emily.
" Ya Ampun Kalian Kan Masih Muda, Kenapa Lemah Seperti itu," Kata Kiona Tersenyum Melihat Kedua Gadis Muda Yang Terlihat Lemas,
" Kita Kelelahan Mah, " Kata Emily Pelan.
" Ya sudah...Kalian Istirahat lah," Kata Kiona pelan.
Emily dan Citra Pun Masuk Kamar Emily Dan Tertidur di sana.
" Gue Bobo sini dulu ya Mil, Males Pulang Gue Kalo Kurang Bobo Kaya Gini," Ucap Citra pelan.
" Iya..Serah Lu Dah," kata Emily Pelan. dan Tertidur Di Kamar Nyamannya.
SEMINGGU KEMUDIAN...
Setiap Hari, Hari Hari Emily Selalu Di Lewati Dengan Was Was, Karena Selama Aslan Belum Kalah Dan Di Hancurkan Keselamatan Emily Masih Terancam.
Bahkan Pampam Juga mengatakan Pada Ibunda Emily jika Nyawa Emily Dalam Bahaya Dan Ia Juga Meminta Pada Ibunda Agar membantunya Nanti Jika Suatu Saat Aslan Mengganggu Emily, Dengan Senang Hati Ibunda Emily Siap Membantu.
Semenjak Hari Itu Pampam dan Kemuning Tak Pernah Meninggalkan Emily, Kemana Pun Emily Pergi pasti Pampam Atau Pun Kemuning Selalu Menemaninya.
" Belum... Aku tidak Tau Dimana Ia Berada," Kata Pampam Lagi.
" Aku Sudah Mencari dia Dimana Pun, namun Aku Tak menemukannya," Kata Pampam Lagi.
" Ah Begitu.." Kata Emily Cemas.
" Kemuning...Bagaimana Antara Hubunganmu Dengan Raden Sri Langka Itu," Tanya Emily Penasran Perihal Hubungan Kemuning Dan Hantu Jin Mesum Itu.
" Astaga Emily....Aku Hampir Lupa Mengatakannya Padamu," Kata Kemuning Yang Mulai Pelupa Semenjak Berhubungan Dengan Jin Mesum Itu.
" Kenapa," Tanya Emily Penasran.
" Kata Raden Sri langka Ia Ingin Bertemu Dengan Mu, dan Ingin mengatakan Sesuatu Padamu," Kata Kemuning lagi.
" Tentang Apa, Apa Tentang Masalah Jacky," Tanya Emily, dan Kemuning Pun Mengangguk.
" Sri Langka Bilang, Kalo Jacky Adalah Raja Terdahulu Yang Menghilang," Kata kemuning.
" Namun Jika Kau Ingin Lebih Jelas Lagi, Lebih Baik Kau Menemuinya," Kata Kemuning Lagi.
" Benar Kata Kemuning, Jika Kau Penasaran Siapa Jacky, lebih Baik Kau Temui Dia," Kata Pampam menambahkan.
" Menemuinya Dimana, Ke puncak Gitu, iiih Males Banget Gue," Kata Emily Males.
" Ya Gak Gitu Dong Mil, Aku Kan Bisa Bilang Padanya Kalo Kau Ingin Bertemu, nanti Dia Yang menemuimu Di Sini," Kata Kemuning.
" Oooooh," Hanya Itu yang Keluar Dari Mulut Emily.
" Baiklah...Bilang Padanya Aku Mau Bertemu Dengannya, Dan Temui Aku Di Rumah," Kata Emily dan Kemuning Pun Mengangguk,
" Kalo Begitu...Aku Akan Memberi tau nya," Kata Kemuning Sebelum Pergi.
" Iya Berhati Hatilah..." Kata Emily pelan.
" PAM...Apa Benar Jack Adalah Seorang Raja Dulu," tanya Emily.
" Aku Tidak Tau.." Kata Pampam Pelan.
" Seharusnya Kau Lebih Pokus Pada Aslan, Jika Jacky Memang Seorang Raja, apa Salahnya, toh Kau Juga Seorang Putri Bukan, Jadi Apa Salahnya Jika Jacky Seorang Raja," Kata Pampam lagi.
" Kau Benar Juga, Tidak Seharusnya Aku Memikirkan Itu, Apa Kau Tau Jacky Seorang Raja Yang Bagaimana Terdahulu," Tanya Emily Yang Kekeh Penasaran.
" Kau Ini," Kata Pampam Tersenyum.
" Jika Kau Memang Penasaran Dengan Raja Jacky, Tunggulah Jin Mesum Itu Mengatakannya Padamu," Kata Pampam lagi.
" Lihat...Rajamu Sudah tiba," Kata Pampam saat Melihat Mobil Jacky Baru saja Terparkir Di Depan Gerbang Kampus Emily.
Emily Pun Tersenyum saat melihat Jacky Yang Baru Saja Turun Dari Mobil Mewahnya..
" Jagalah Matamu, Jangan Sampai keluar," Goda Pampam Saat Emily Tersenyum seperti itu.
" Berhentilah menggodaku Pampam," Kata Emily Kesal.
" Aku Kesana Dulu Ya PAM," Kata Emily Menghampiri Jacky.
" Ku Harap..Kau dan Jacky Hidup Bahagia," Gumam Pampam.
Sesaat Pampam Melihat Sekelebatan Hitam yang Bersembunyi dengan Secepat Kilat Pampam Pun Mengikuti Sekelebatan itu.
" Hai Sayang.." Sapa Jack Saat Melihat Emily Menghampirinya Dengan Lembut Jacky Pun Mencium Pipi Emily dan Memeluknya.
" Kita Pulang Sekarang," Tanya Jack Dan Emily Pun Mengangguk.
" Apa Kau Sudah Berbaikan Dengan Temanmu Itu," Tanya Emily Penasran Akan Hubungan Jacky Dan Darren saat Ini.
" Siapa Maksudmu Temanku, Aku Tidak Punya Teman, kau Ingat," Kata Jacky Yang Ternyata Masih Marah Pada Darren.
" Ternyata kau Masih Marah Ya," tanya Emily Dan Jacky Tetap Diam Tak Menjawab.
" Aku Membencinya, Karena Dia Tega Mengorbankan Sahabatnya sendiri Hanya Karena Ia Ingin Hidup Lama," Kata Jack Kesal Karena Sahabatnya seperti Itu.
" Aku tau Yang Kau Rasakan Jack, Tapi Cobalah Berdamai dengan Semua Ini," Kata Emily pelan.
" Kenapa kau Terus Saja Membela Nya, Padahal Dia Hampir saja Mencelakaiku, Bahkan Kau Juga Sekarang Dalam Bahaya Emily," Kata Jack Tegas.
" Aku Tau...Tapi Bukan dia Yang Bersalah Atas Semua Ini Jack, Kuharap Kau Mengerti apa Yang Aku Katakan ini," Kata Emily pelan.
" Kau Yang Tidak Mengerti aku Emily, Apa Kau Pikir Setelah Apa Yang Dia Lakukan padaku, Dan keluargaku Aku Akan Dengan Mudah Memaafkannya, Tidak Emily," Kata Jack Mengeluarkan Unek Uneknya.
" Apa Kau Pikir Selama Dua Tahun yang Dia Lakukan padaku, Sehingga Aku Hidup atau Tak Hidup Jauh Dari Keluarga dan Tubuhku, Aku Akan Mudah Melupakan Itu, Tidak Emily Aku Bahkan Tidak Bisa Melupakan Itu Semua," Kata Jack Yang masih Menyimpan Dendam Pada Darren.