
Kakek Tua Penunggu Bukit Telaga Bodas Tersebut Terkejut Melihat Emily Bisa Mengambil Kujang Itu Dengan Mudah.. dan Ia Pun Sujud menyembah Pada Emily Karena Meragukan Keturunan Ratu Purbararang..
" Ampuni Hamba Kanjeng Putri...." Seru Kakek Tua itu Takut dan Bersujud menyembah Di depan Kaki Emily.
Emily Yang Merasa Aneh Karena Di Sembah Seperti Itu Langsung Memegang Bahu Kakek Tua Tersebut untuk Bangun dari Kakinya..
" Kenapa Mbah Malah Bersujud dan Menyembah Pada Saya, Yang Pantas Mbah Sembah Dan Bersujud Hanya Pada Allah Mbah, Bukan Pada Saya," Jelas Emily pelan.
" Saya Tau Kanjeng Putri...Tapi Saya Sudah kurang Ajar Pada Kanjeng Putri," Kata Kakek Tua Itu Lagi Menyesal.
" Maafkan Saya Kanjeng Putri...Saya Benar Benar tidak Tau Kalo Kanjeng Putri Adalah Putri Kandung dari Kanjeng Ratu Purbararang," Jelas Kakek Tua Itu Lagi..
" Sudah Saya Katakan Tadi Bukan,, Kau Malah Tidak Percaya...Dasar Kakek Tua," Kata Raden Fatih Kesal.
" Maafkan Saya Raden,,, Saya Juga Tidak Mengenali Raden...Karena Raden Menutupi Wujud Asli Raden," Jelas Kakek Tua Itu Yang melihat Wujud Asli Raden Fatih.
" Tidak Apa apa Mbah,, Yang Sudah Ya Sudahlah, Saya Hanya Di tugaskan Ibunda Untuk Mengambil Kujang Ibunda Kembali," Kata Emily Lembut.
" Saya Minta Maaf Karena Sudah Mengganggu Mbah," Jelas Emily Pelan.
" Saya Yang Seharusnya Minta Maaf Kanjeng Putri,, Karena Saya Tidak Bisa Menjamu Kanjeng Putri Dengan Baik," Kata Kakek Tersebut.
" tidak Apa apa Mbah...Saya Berterimakasih Karena Mbah Sudah Mengijinkan Saya Untuk Masuk Ke Wilayah Mbah," Kata Emily Lagi..
" Kalo Begitu Saya Permisi Mbah," Kata Emily Pelan.
" Silahkan Kanjeng Putri.." Kata Kakek Tua Itu Sopan.
" Assalamualaikum," Kata Emily Pelan.
" Waalaikumsalam,," Jawab Mbah Itu Sopan.
" Ternyata Benar Rumor Kalo Putri dari Ratu Purbararang sudah Bangkit itu Bukanlah Omongan Belaka..Dan Rumor Itu Mengatakan Kalo Ratu Purbararang Membangkitkan Ratunya Dunia Yaitu Putrinya," Gumam Kakek Tua Itu Yang Sudah Mendengar Rumor yang Beredar Di Alam Ghaib Tentang Emily si Putri Dunia..
Emily, Citra Dan Pampam Pun Kembali Menyusuri Jalan Yang Tadi Mereka Lalui..
" Mil...Kita Gak istirahat dulu Gitu,, Gue Cape Nih Mil," Kata Citra..
" Gue Sih Bukan apa apa Cit,, Gue Cuman Takut Hewan Aja," Kata Emily takut dan Ngeri Saat Membayangkan Ada Binatang Buas..
" Di sini Tidak Akan Ada Hewan Buasnya Mil, Yang Ada Hantu Hantu Yang Penasaran Padamu," Kata Pampam Menjelaskan Kalo Di Bukit Telaga Bodas Ini Tak Pernah Ada Hewan Buas Yang Ada Malah Hantu Hantu..
" Gue...Sih Gak Takut Sama Hantu Pam, Yang Gue Takut Itu...Orang Sama Hewan Buas," Kata Emily Pelan.
" iiih Lu mah...Malah Nakutin Lagi.." Kata Citra Pelan.
" Ini jam Berapa sih Mil," Tanya Citra Lagi.
" Kalo Di Lihat Dari Jam Gue,, udah Pukul 21 : 40," Kata Emily pelan.
" What...Udah Jam 10 Malam Kurang,,, Gila...Ini sih Udah Malam Mil," Kata Citra Takut.
" Ya Makanya...Kita Harus Cepat Turun Dari Bukit Telaga Bodas Ini," Kata Emily Pelan.
" Gilaaa...Tadi Kita Sebelum Kesini Aja Hampir 4 Jam Kan Kita," Kata Citra..
" Itukan Waktu Kita Di Bingungkan Sama penjaga Telaga Bodas Ini, Ya Sekarang Gak Akan Lah,, Jadi Gak Bakalan Nyampe 3 Atau 4 jam," Kata Emily Lagi..
" Paling Satu Jam Saja Sudah Nyampe Kita Malah Gak Nyampe Satu Jaman Lah, 30 MENIT saja Paling Sampai ke Pemukiman Penduduk," Kata Emily lagi..
" Nah...Lihat. Kita Udah Sampai Kan," Kata Emily saat Pertama Kali Melihat Rumah Penduduk Yang Tadi Sore Ia Lihat yang Sekarang Di Sinari Cahaya Lampu yang Redup Bukan Listrik..
Memang Benar Benar Aneh,,, Sewaktu Emily dan Citra Naik Ke bukit Telaga Bodas Tersebut Sangatlah Lama dan Memakan waktu Berjam-jam.
" Udah Yang Penting...Kita Berdua Selamat aja Cit," Kata Emily lagi..
" Lu Bener Juga," Kata Citra pelan.
Sebelum Emily dan Citra Memasuki Pemukiman dan Menuju Mobil Yang Ia Parkir di sana Emily dan Citra Di Hadang Sosok Putih..
Emily dan Citra Benar Benar Terkejut Melihat Sosok Tersebut..
" Astagfirullah'Alajim," Kata Emily Terkejut Saat Melihat Sosok Pocong yang Menghalangi Jalannya.. Citra Malah Sembunyi di Belakang Emily Ia Memejamkan Matanya Karena Takut Benar Menghadapi Pocong Tersebut.
" Heh...Lu Ngapain Sih Malah Ngalangin Jalan Gue Cong," Kata Emily Kesal walaupun Sedikit Takut Emily Memberanikan Diri Karena Baru Kali Ini Ia Bertemu Lagi Dengan sosok Yang Ia Takuti lagi..
Dulu Sewaktu Kecil Emily Juga Pernah Bertemu Pocong seperti Itu dan Emily Benar Benar Takut Padanya dan Saat Itulah Pampam Datang membantu Emily Mengusir Pocong Tersebut Pampam Pun Menjadi Sahabat Emily sejak Itu..
" Mau apa Kau Mengganggu," Kata Raden Fatih Di depan Emily.
Pocong Itu malah Mengangguk Anggukan Kepalanya dan Seperti Meledek Raden Fatih Atau Pun Emily..
" iiih Ni Pocong Malah Meledek," Kata Emily Kesal.
" Biar Saya Saja Putri," Kata Raden Fatih Tenang..
" Eh PAM...Gue Tuh Udah Besar Bukan Anak Kecil Lagi Yang Takut Pocong...Gue Emang Masih Takut Sih, Cuma Kalo Gue sembunyi Terus Gimana Gue Bisa Hadapinya," Kata Emily Panjang Lebar.
Raden Fatih Pun Tersenyum Melihat Emily yang Memang Benar Benar Sudah Dewasa..
" Maafkan Saya Putri..." Kata Pampam Membungkung Dan Undur dari Depan Emily.
" Heh Cong...Gue kan Gak Tau ya..salah Gue apa Sama Lu," Kata Emily.
" Kenapa Lu Malah Ngalangin Jalan Gue," Tanya Emily lagi..
" Neng Teh Saha...Kunaon Neng Teh Aya Didie," Tanya Pocong Tersebut.
Emily Yang Mendengar Pocong Itu Berbicara bahasa Sunda seperti Yang Selalu Mamahnya Katakan.. sedikit Mengerti apa Yang Di katakan Pocong Tersebut.
" Maaf Nih Ya Cong,, Bukannya Gue Gak Sopan atau Gimana, Gue Juga Kan Masuk Desa Lu Ini Gak Sembarangan, Gue Juga Udah Minta Ijin Sama Pemilik dan penunggu desa Ini," Jelas Emily..
" Kalo Lu Gak Percaya Lu Temui aja Mbah Gatot Subroto," Kata Emily Menyembut Sesepuh Desa Tersebut yang Menunggu Desa Bukit Telaga Bodas.
" Ooh Neng teh Atos Patepang Sareng Mbah Gatot," Tanya Pocong Lagi.
" Iya...Gue Udah Ketemu sama Mbah Gatot," Kata Emily pelan.
" Jadi Maaf Gue Mau Pulang...jadi Jangan Halangi Jalan Gue," Kata Emily Lagi.
" Kalo Lu Masih Halangi Gue...Gue Sleding Lu,, Nanti Lu Gak Bisa Bangun Bangun," Kata Emily Bercanda..
Pocong Itu Pun Menyikir Dari Jalannya Emily dan Citra..
" Maaf Neng,," Kata Pocong Tersebut.
" Saya Mah Cuma Ngajagaan Desa Saja Biar Tidak Di Ganggu Orang orang Anu Jahat," Kata Pocong Tersebut dengan berbicara Bahasa Indonesia yang Masih Kurang..
" Tidak Apa apa,, Pak Cong," Kata Emily..
" Iya Neng Maaf Abdi Teh Ngaganggu,, Nya Atos Saya Permisi Juga Atuh Neng, Sampurasun,," Kata Pocong Tersebut Sebelum Pergi.
" Rampes," Jawab Emily Pelan..