EMILY

EMILY
BAG 86



" Apa Kau Siap Untuk pergi Dari Dunia Ini," Tanya Ibunda Ratu Pada Pampam.


" jika Memang Takdir Saya Sampai Sini, Saya Ikhlas Ratu," Kata Pampam.


Pampam Tau Jika Tugas nya Selesai...


Bukan Bebas Yang Ia Rasakan..


Melainkan Pemusnahan Yang Akan Ia Dapatkan...


Karena Memang Sudah Tercatat dan takdirnya Seperti Itu..


Keluarga Emily Hanya Bisa Diam Karena Ia Tak Mengerti Dan Tak Tau Apa Yang Harus Mereka Lakukan..


Mereka Hanya Khawatir pada Emily Jika Sudah Sadar Nanti, Pasti Emily Sedih Sekali Apa Lagi Tentang Kematian Pampam Sabahat Baik Emily.


" TIDAK PAM, KAU TIDAK BOLEH MENGATAKAN IYA SAJA PADA IBUNDA," kata Emily Berteriak.


" SEHARUSNYA KAU BILANG PADA IBUNDA, AGAR SELALU BERSAMAKU PAM, KENAPA KAU MALAH IKUT SETUJU SAJA,APA YANG DI KATAKAN IBUNDA PADAMU..," Kata Emily Menangis.


" BUKANKAH KAU BERJANJI AKAN SELALU BERSAMAKU," Ucap Emily Menahan Tangisnya..


" MAH, PAH, TOLONG KATAKAN SESUATU PADA IBUNDA, TOLONG BANTU AKU, MAH ,PAH, TOLONG... AKU MOHON BILANG PADA IBUNDA AGAR TAK MEMUSNAHKAN PAMPAM SAHABATKU,"ucap Emily yang Menangis,


Emily Sangat Takut dan Panik Karena Takut Kehilangan Pampam Sahabat Terbaiknya..


" Maaf Kan Kelancangan Saya Ratu, Apa Ratu tidak Memikirkan Perasaan Emily, Jika Emily Tau Kalo Sahabat Baiknya, Ibundanya Sendiri Yang Memusnahkannya," Ucap Kiona Sopan.


" Saya Tau...Tapi...Ini Memang Sudah Takdir Raden Fatih Seperti Itu," Kata Ibunda Ratu Pelan.


" yA TUHAN APA YANG HARUS AKU LAKUKAN... KENAPA AKU MALAH TERKURUNG DI DALAM KEGELAPAN SEPERTI INI," Kata Emily Yang Malah Terkurung Di Kegelapan.


" KENAPA AKU MALAH TIDAK BISA KELUAR," dalam Hati Emily.


" YA TUHAN AKU INGIN KELUAR, AKU INGIN MEMINTA PADA IBUNDA AGAR PAMPAM SELALU BERSAMAKU," kata Emily Meminta...


" TAPI...BAGAIMANA CARANYA...BAGAIMANA CARA KELUAR DARI SINI," kata Emily Bingung, Terbesit dalam pikiran Emily Ingin Menyerah Namun ia tak Bisa Menyerah begitu saja.


" AKU TIDAK BISA MENYERAH BEGITU SAJA, TIDAK....AKU TIDAK AKAN MENYERAH SEKARANG, APA LAGI SAAT PAMPAM TERANCAM SEPERTI INI," kata Emily Berusaha Terus Untuk Keluar...ia tak Mau Karena Dirinya, Pampam Harus Di Musnahkan Hanya Karena Ia Tak Menjaganya lagi.


" Kau Harus Mengalahkan Kegelapan Yang Nanti Menguasai Dirimu," Kata kata Ibunda Ratu Terbesit dalam ingat Emily Sepintas...


Emily Mengingat Apa Yang Tadi Di Katakan Ibunda Padanya..


" Jadi Ini Yang Ibunda Maksud," Ucap Emily Yang Baru Menyadari Apa Yang Terjadi.


" Baiklah...Aku Akan Menghadapinya," Kata Emily Dan Ia Pun Terdiam...


" Aku harus Bisa Melawannya," Kata Emily Bertekad.


Emily Memejamkan Matanya Berlahan...


Emily pun Berusaha Untuk Tenang agar Ia Bisa Menguasi Semua Kekuatan yang Ia Miliki, Kemudian Emily Mempokuskan Semua Kekuatan Yang ada Dalam Tubuhnya, Dan Emily MengenDalikan Kekuatannya. Emily pun Mengeluarkan Semua Kekuatannya Untuk Bisa Keluar Dari Kegelapan Ini..


Dengan Berlahan kekuatan itu mengalir dalam darah Emily dan Emily Dengan Cepat Bisa Menguasai Dan Mengendalikan Kekuatan Itu.


DI Dalam Tubuh Emily Keluar Cahaya Yang Begitu Terang...Dengan Sekuat Tenaga Emily Menghepaskan Cahaya Itu dari Tubuhnya...Dengan Sekali Hentakan Emily Berhasil Keluar dari Kegelapan Itu...


" Tugasmu Sudah Selesai untuk Menjaga Putriku," Kata Ratu Purbararang Lagi..


Pampam Tidak bisa Mengatakan Atau Pun Memprotes kan Apa yang Ia Ingin katakan, Memang Karena Dari Sanalah Pampam Di Ciptakan dan Di Tugaskan Untuk Menjaga Emily hanya Sampai Umur 20 tahun Saja.


" Maaf Kan Hamba Ratu...Apa Boleh Saya Pergi dari Putri Emily Ketika Putri Emily Sadar, Dan Saya Bisa Berpamitan Langsung Padanya," Kata Pampam Sedih.


" Saya Mohon Pada Ratu, untuk Permintaan Terakhir Saya di Dunia Ini, Saya Hanya Ingin Meminta Itu Pada Ratu," Ucap Pampam Lagi.


" ALHAMDULILAH," Ucap Emily Bersyukur Karena Bisa Keluar Dari Kegelapan Itu dan Ia Pun Membuka Kedua Matanya...


" Sayang.." Panggil Mamah Kiona Senang Saat Melihat Emily Terbangun Dari Kegelapan Itu.


Mamah Kiona Pun menghampiri Emily Dan Memeluk Putrinya Agar Tak Tumbang Karena Menahan Badannya Yang Masih Lemas..


" Ibunda...Aku Mohon...Jangan Pisahkan Aku Dengan Pampam," Pinta Langsung Emily Ketika Sadar dan Ia Memohon Pada Ibunda Ratu..


" Syukurlah... Akhirnya kau Bisa Mengalahkan Kegelapan Itu Nak," Kata Ibunda Pelan.


" Ibunda," Panggil Emily Yang menangis Karena Ibunda Ratu Malah Menjawab Yang Lain.


" Ibunda....Aku Mohon Sama Ibunda," Kata Emily Memohon...


" Ibunda Tau Anakku Putri Emily...kau Sangat Menyayangi Raden Fatih..." Kata Ibunda Ratu Pelan.


" Namun tugasnya Memang Sudah Selesai Nak," Kata Ibunda Lagi.


" Tapi....Ibunda, Ibunda Kan Bisa Membebaskannya tidak Harus Memusnahkannya," Ucap Emily Pelan.


" Baiklah Jika Kau Ingin Raden Fatih Bebas Dan Hidup, Ibunda Akan Memberikan Dua Pilihan Untukmu..," Ucap Ibunda Pelan.


" Sekarang Kau Tinggal Pilih... Pertama jika Kau Memilih Raden Fatih Hidup, Kekuatan Semua Yang kau Miliki Ibunda Ambil Kembali," Kata Ibunda Memberikan Dua Pilihan...


" Jika Kau Memilih Kekuatanmu Menghilang... Raden Fatih Akan Bebas dan Hidup, Namun kau Tidak Akan Bisa Melihatnya Untuk Selama-lamanya," kata Ibunda Pelan.


" Jadi...Jika Aku Memilih Raden Fatih Hidup, Kekuatanku Ibunda akan Ambil, Ibunda Akan Membebaskan Pampam," Tanya Emily Pelan dan Ibunda Ratu Pun Mengangguk..


" Tidak Apa apa...Ibunda mau Ambil, Ambil Saja Semua Kekuatanku, Atau Perlu Ibunda Ambil Juga Kekuatan Indigoku," Kata Emily Tulus.


" Aku Lebih Baik Kehilangan Kekuatan Indigoku Dari Pada Aku Kehilangan Sahabat Terbaikku," Kata Emily lagi...


" Silahkan Ibunda Ambil Saja," Kata Emily Lembut.


" tapi..Kau Tidak Akan Pernah Melihat Raden Fatih Lagi Nak," Kata Ibunda Pelan.


" Tidak Apa apa, Ibunda, Asalkan Ibunda Tak Memusnahkannya dan Pampam Hidup masih Tinggal Di Dunia Ini, Aku Tak Apa apa, Asal Pampam Bisa Bebas." kata Emily.


" Tidak Mily, Kau Tidak Boleh Berkata Seperti Itu," Kata Pampam Sedih.


" Pam...Aku Hanya Ingin Kau Bebas, Bukan Mati Sia Sia seperti itu," Kata Emily Lembut.


" Tapi Emily," Kata Pampam Takut Emily Tak Bisa Melihatnya Lagi,


Pampam Dan Emily Sama Sama Takut Apa Yang akan Terjadi Selanjutnya..


" Kau Memang Hebat Nak," Kata Ibunda Ratu Tersenyum Melihat Emily Yang Benar Benar Mirip Dirinya.


" Mana Mungkin Ibunda Akan Setega Itu Memisahkan Kalian Berdua," Kata Ibunda Yang tersenyum..


" Maksud Ibunda," Tanya Emily..


" Ibunda Sengaja Mengatakan itu, Agar Kau Bisa Terbebas Dari Kekelapan Yang Berusaha Memelukmu itu Nak," Kata Ibunda Yang Ternyata sengaja Mengatakan Itu Untuk Membuat Emily Bisa Melawan Kegelapan Itu..


" Dan Ternyata Kau Bisa Melawannya," Kata Ibunda Tersenyum.


" Ibunda.." Panggil Emily Menangis Dan Ia Pun Memeluk Ibundanya Sayang..


" Mana Mungkin Ibunda Memisahkan Dua Teman Yang begitu Tulus Satu Sama Lainnya," Kata Ibunda Ratu Pelan.


" Jadi Semua Yang Ibunda Katakan Itu Tidak Benar," Kata Emily Menangis.


" Tentu Saja Tidak Nak,," Kata Ibunda Lembut.


" Maafkan Saya Raden Fatih, Saya Sudah Mengatakan Hal Yang Tidak Tidak Padamu,," Kata Ibunda Yang Meminta Maaf Pada Raden Fatih Yang Menangis..


" Tidak...Ratu....Saya Yang seharusnya Minta Maaf, Karena Saya Pikir ratu Memang akan Memusnahkan Saya," Kata Raden Fatih Jujur.


" Karena Memang Seharusnya Seperti itu yang Saya dapatkan, Saya Benar Benar Ketakutan Ratu," Kata Raden Fatih...


" Maafkan Saya Raden Fatih, Saya Mengatakan Itu Supaya Putriku Bisa Melawan Kegelapan Yang berusaha Menguasai Dirinya," Kata Ibunda Ratu Pelan.


" Ibunda Yakinkan....Kalian Berdua Tidak Akan pernah Terpisahkan untuk Selama Lamanya," Kata Ibunda..


" Itu Yang Bisa Ibunda Berikan Padamu Putriku," Kata Ibunda Pada Emily...


" Terimakasih Ibunda," Kata Emily Pelan.


" Selamat Ulang Tahun Untuk Putri Ibunda Yang Ke 20 Tahun," Kata Ibunda Ratu Lembut.