
" Aku Tidak Bisa Melupakan Itu Semua Sedetik Pun Emily, Aku Mengingat Semua Yang dia Lakukan padaku, Apa Kau Pikir Aku Akan dengan Mudah Memaafkannya," Kata Jack Lagi.
" Coba Kau Bayangkan...Jika Aku Tak Bertemu denganmu, Apa Yang Terjadi Padaku Emily, Apa Kau Pernah Membayakan Itu Semua," Kata Jack Ngeri.
" Mungkin aku Tak Pernah Ada Di Hadapnmu Sekarang Jika Aku Tak Bertemu Denganmu Saat Itu,," Kata Jack Lagi.
" Mungkin Jika aku Terlambat Bertemu Denganmu, Mungkin Aku Sudah Menjadi Hantu Yang lupa Ingatan," Kata Jacky Lagi.
" Apa Lagi Saat Ini Nyawamu Dalam Bahaya,..Itu Juga Karena Dia Emily," Kata Jack Mengingatkan Emily.
Jacky Benar,,, Semua Itu Adalah Kesalahan Darren, Namun di balik Semua itu Aslan Yang Melakukannya Bukan Darren, Darren hanya Di Peralat Aslan Agar Mau Menurutinya... Namun Emily Tak Bisa Mengatakan itu Karena Saat Ini Jacky Benar Benar Dalam Pengaruh Dendam, Apa pun Yang Ia Katakan padanya Tidak Akan Berpengaruh Padanya, Karena Hati Jacky Di Liputi Api Dendam.
" Aku Tau Jack, Tapi Bukan Salah Pak Darren Jack, Pak Darren Hanya... hanya....Sudahlah...Sudah Sampaikan... Terimakasih Ya," Ucap Emily Pelan dan Tak Bisa Melanjutkan Ucapannya Jadi Ia Memilih Lebih Baik Mengalah Dan Pergi saja Dari Pada Nanti Masalah Menambah Panjang,
" Aku Turun Sekarang," Kata Emily Dan Emily pun Tersenyum pada Jacky Namun Jacky Malah Mengunci Mobilnya Agar Emily tak Bisa Keluar.
" Jack, "Panggil Emily Bingung dan Menatap Jacky Yang Malah Terdiam Seakan Meredam Amarah Di Dalam Hatinya..
" Buka Pintu Mobilnya, Ini sudah Sampai Apartemen ku Kan," Kata Emily Lembut.
" Aku Mau Keluar, Lebih Baik Kau Tenang kan Dulu Hatimu, Agar Nanti Kita Anisa Bicara Baik Baik," Kata Emily Lembut. Namun Jack Tetap Tak Mendengarkan apa Pun Kata Emily.
Di Hati Jack Ia Merasa Cemburu Karena Emily Malah Membela Darren dari pada Dirinya, Sehingga Jacky Berpikir Kalo Emily Menyukai Mantan Temannya itu.
" Apa Kau Menyukai Nya Emily," Tanya Jack Pelan.
" Maksudmu Menyukai Siapa," Tanya Emily Bingung Melihat Jacky Yang Menahan Amarah.
" Darren, Apa Kau Menyukainya," Tanya Jacky Lagi dan Bersuara Dalam Dan Pelan Seakan Menahan Rasa Amarah Yang Bergejolak.
" Apa....Hahahhaa Kau Bicara Apa, Kenapa Juga Aku harus Menyukainya," Kata Emily Merasa Konyol Dengan Apa yang Jacky Tanyakan padanya.
" Karena Kau Selalu Membelanya, Seakan Kau Tak Perduli Apa Yang dulu Aku Rasakan," Kata Jack Pelan dan Menyuarakan Apa Isi Hatinya.
" Ya Ampun Jack, Berhentilah Berpikiran Seperti Itu, Apa Lagi Kau Perpikir Kalo Aku Menyukai Nya," Kata Emily Tak Habis Pikir Mendengar Jacky Yang cemburu Tak Beralasan.
" Lalu...Kenapa Kau Membela nya," Tanya Jack Lembut.
" Aku Tidak Membelanya Jack, Aku Hanya Melihat Dari Sisi Pak Darren Saja, Ia Terpaksa Melakukan itu Semua Karena Terpengaruh Ucapan Aslan Temannya," Kata Emily Pelan.
" apa Kau Percaya Itu Semua," Tanya Jack Pelan.
" Siapa Tau Kan Mereka Sekongkol," Kata Jack Menuduh Darren tak Beralasan.
" Jack...Aku Mohon...Jangan Seperti ini," Kata Emily Lirih.
" Jangan Menjadi Pendendam seperti ini Jack," Pinta Emily Lembut.
" Lalu Aku Harus Bagaimana Emily, Apa aku harus Diam dan Memaafkannya," Kata Jack Yang tak Bisa Mengendalikan Emosinya.
" Aku Tidak Bisa Emily, Aku Bukan Kau Yang Bisa Memaafkan Siapa Saja Yang Sudah Mencelakaimu," Kata Jack Lagi..
Emily Tak Tau Harus Berkata Apa, yang Emily Inginkan Jacky Tak Seperti Ini, ia Tak Mau Hati Jacky Terpenuhi Dendam, apa Lagi Darren Sudah mengakui semua Kesalahannya, Bahkan Darren Juga Pernah Menawarkan jika Jack Tak Terima Itu semua...Ia Bisa Memanggil Polisi dan Menangkapnya, Namun Jack Tak Lakukan itu..
Bukankah....Semua Manusia Bisa Memiliki Kesempatan Kedua...
dan Mungkin Jika Jacky Memaafkan Darren Darren Bisa Berubah Dan Kembali Menjadi Darren Yang Baik Seperti Darren Sahabatnya terdahulu.
" Tidak Ada Gunanya Aku Mengatakan Apa pun padamu Jika Di hatimu masih Tersimpan Dendam," Kata Emily Pelan.
Namun Jack Tak Melakukan apa pun Yang Emily Pinta, Ia Tetap Mengunci Pintu Mobilnya..
" Jack..." Panggil Emily Kesal.
" Buka Pintunya," Kata Emily Menahan Amarah.
Namun Jack Tetap Diam Tak Menggubris Apa Pun Yang Emily Katakan.
Emily Melihat Jack Seakan Sedang Berperang dengan dirinya Sendiri...
" Jacky..." Panggil Emily Lagi..kali Ini Dengan Nada Marah.
Jacky Merasa Kemarahan Emily Benar Benar Besar Karena Baru Kali Ini Emily Marah Seperti ini padanya, Jadi Ia Berpikir Kalo Berbuatannya Memang Sudah Keterlaluan.. Jacky Merasa Kalo Dendam Di Hatinya Membawa Masalah Bagi Dirinya Dan Emily.
Jacky Pun Menarik Nafas Panjang Dan Berpikir Jernih...
Bukannya Jack Mengikuti Apa Yang Di Pinta Emily Untuk membuka Pintu Mobil, Jack Malah Menghadap nya Dan memeluk Emily.
Emily Pikir Jack Akan Marah Padanya Karena Ia Berteriak Padanya Namun Jack Malah Memeluk Emily.
" Maafkan Aku Emily," Kata Jack Di pelukan Emily Yang Terdiam.
" Aku Minta Maaf, Karena Dendam Yang Aku Rasakan pada Darren teramat Besar Membuat Aku Terlihat seperti Moster Di Matamu," Kata Jack Memeluk Emily Dan Menangis.
" Aku Hanya Tidak Bisa Melupakan Itu Semua, Sayang," Kata Jack Di pelukan Emily.
Emily Pun Membalas Memeluk Jacky Lembut.
" Justru...Jika Kau tidak Bisa Melepas Dendammu itu, Kau Akan seperti Moster Jack, Aku Tidak Mau Kau seperti Itu," Kata Emily Memeluk Jack Sayang.
" Aku Tau...Perasaanmu Saat Koma dan Saat Kau Tak Berada Di Tubuhmu Saat Itu," Kata Emily Pelan.
" Apa Kau Lupa, Aku Bersamamu saat Itu," Kata Emily Lagi.
" Dan apa Kau Lupa Yang Menginginkan Siapa Yang membuatmu Seperti Ini Mati Itu Aku Jack, Itu aku, Apa Kau Lupa Itu Semua," Kata Emily pelan.
" Namun Ketika Aku Tau Siapa Yang Melakukan itu, Aku Sadar...Dendam Tidak Baik Untuk Kita Jack, Malah Itu Akan Membuat Kita Seperti Dirinya, Bahkan Lebih PaRah Darinya," Kata Emily lagi.
" Aku Hanya Ingin Kau Tidak sama Seperti dirinya Jack, itu Saja," Kata EMily.
" Mungkin Jika Kau Memaafkannya, Dia Bisa Berubah,dan Menjadi Lebih Baik Lagi Jack," Kata Emily Lagi.
" Mungkin Setelah Mendapat perminataan Maaf Dari Mu, Dia Bisa Hidup Lebih Tenang," Kata Emily pelan.
" Apa Kau Mengerti Maksudku," Kata Emily Dan Jacky Pun Mengagguk Faham.
" Kalo Begitu...Bisa Kah Kau Membuka Pintu Mobilnya Untukku Aku Ingin Masuk APARTEMEN ku," Kata Emily pelan.
" Tidak Bisakah Kau Menemani ku Sebentar," kata Jack Lirih dan Emily Pun Tersenyum.
" Aku Hanya Ingin Kau Temani, Aku Tidak Ingin Sendiri," Kata Jacky Lagi..