
Emily dan Citra Pun Memesan Nasi Goreng Di Seberang Jalan Apartemennya.
" Lu Gak Lihat ada Hantu di sini kan Mil," Tanya Citra Yang Masih Saja Takut.
" Gak Ada Kok, Di sini Aman, Lu tenang Aja" Kata Emily.
" Lihat.. Penjualnya Saja selalu Baca Sholawat saat Memasak Nasi Goreng Nya," Jelas Emily.
" Berarti Beliau Jujur dalam Berusaha," Kata Emily Lagi.
" Pak Pesen Dua Ya, Yang Pedes," Kata Emily.
" Siap Nenk...Tunggu sebentar Ya," kata Si Bapak Tukang Nasi Goreng..
" Nenk Duduk aja Dulu Di sana," Kata Tukang Nasi Goreng Lagi.
" Bu...Bersihin Dulu Mejanya, Biar Si Nenk Nenk Pada bIsa Duduk," Kata Si Bapak Tukang Nasi Goreng Pada Istrinya..
Istri Si Bapak Pemilik Nasi Goreng Pun Membersihkan Meja dan Kursi Agar Emily dan Citra Bisa Duduk Nyaman.
" Bapak Sudah Lama Jualan Di sini," Tanya Emily pelan.
" Sudah Lama Nenk, Mungkin Sudah 12 tahun Bapak Jualan di sini," Jelas Si bapak Tukang Nasi Goreng.
" Oh Udah Lama Juga Ya Pak," kata Emily.
Mungkin Ada 3 4 orang Yang Makan Di sana.
" Tapi Sering Rame Kan Pak," Tanya Citra Pelan.
" Namanya Juga Jualan Nenk, Kadang Rame Kadang Sepi, Rejeki kan Allah yang Ngatur Nenk, Kita Mah Cuma Bisa berdoa Aja biar Berkah," Kata Si Bapak Tukang Nasi Goreng.
" Bener Pak, " Kata Emily Tersenyum.
" Silahkan Nenk,, Di Makan," kata Si Bapak Tukang Nasi Gorengnya saat menyajikan Nasi Goreng Pesanan mereka.
" Minumnya Mau Pesan Apa Nenk," Tanya Si ibu,
" Teh manis Anget aja deh Bu, dua ya Bu," Kata Emily lagi.
" Iya Nenk, Tunggu sebentar," Kata Si ibu dan Membuat Teh Hangat Manis Untuk Emily dan Citra.
" Silahkan Nenk," Kata Si ibu dan Menyajikan Air Teh Manis Hangat pada Emily dan Citra.
Emily dan Citra Pun Makan Dengan Lahap, Karena Nasi Goreng Nya Memang Benar Benar Enak, Bukan Karena Penglaris Atau Apa, Tapi Penjual Nasi Gorengnya Selalu Membaca Sholawat saat Memasak Dagangannya..
20 : 00 WIB...
Setelah Selesai makan Emily dan Citra pun Kembali Ke Apartemennya.
" Haaaah Kenyang Banget Gue," Kata Citra Pelan.
" Iya...Apa lagi Nasi Goreng Nya Enak Bener," Kata Emily Senang.
" Inimah Bakal Jadi Langganan, Apa Lagi gue Udah Minta No Telvonnya, Tinggal Mesen Deh nanti Kalo Mau," Kata Emily Lagi.
" Iya...Untung Deket Ya Mil," Kata Citra Pelan.
" Iya..."
" Oia Mil, Lu Udah Siapin Semua Keperluan Kuliah Lu Kan," Tanya Citra Pelan.
" Udah Kok, Lagi pula Seminggu Lagi Juga Kan Kita Masuk Kuliahnya," Kata Emily.
" Iya Sih... Udah Ah Gue Ngantuk," Kata Citra dan Langsung Tertidur...
" Lu mau Tidur Gitu aja, Gak Sholat Isa Dulu, udah Jam Segini," Kata Emily pelan.
" Hmmm Gue Ngantuk Mil, Gue Mau Tidur Aja Deh," Kata Citra.
" Ya Udah Deh Terserah Lu aja," Kata Emily dan Menuju Kamar Mandi untuk mengambil Air Wudhu.
KE ESOKAN HARINYA...
Emily dan Citra Pun Mencari Di Mana Rumah Putra Nenek Tua Itu.
" Ini Kan Rumahnya," Tanya Emily Pelan.
" Kayanya Sih Iya," Kata Citra Saat melihat alamat Dan Nama Rumah nya Sama dengan Apa Yang Di Katakan Nenek Tua Itu..
" Kita Tanya Aja Dulu," Kata Emily Pelan.
Emily Pun Mengetuk Pintu itu dengan Sedikit Agak Keras.
Tok...
Tok....
Tok....
Wanita Itu Bingung Siapa Yang Mengunjunginya karena Merasa Tak Kenal Dengan Emily dan Citra.
" Maaf Mau Bertemu Siapa Ya," tanya Wanita Itu.
" Maaf Bu...Apa Ini Rumah Pak Ali," Tanya Emily sopan.
Dan Wanita Itu Pun Mengangguk...
" Ada Yang Bisa Saya Bantu Nak," Tanya Wanita Itu Lagi.
" Maaf Bu...Apa Saya Boleh Bertemu Sama Pak Ali," Tanya Emily Pada Wanita Itu.
" Oh tunggu Sebentar, Silahkan Masuk Dulu Nak," Kata Wanita Itu Lagi Dan Menyuruh Emily dan Citra Masuk,
Emily dan Citra pun Masuk dan Duduk Di Kursi Ruang Tamu Milik Pak Ali.
" Ade Ade ini siapa," Tanya Pak Ali Sopan dan bertanya Pada Emily dan Citra Sopan.
" Ada Perlu Apa Sama Saya," Tanya Pak Ali..
" Maaf Pak Sebelum nya...Bukan Maksud Kami Untuk Mengganggu Bapak atau pun Ibu," Kata Emily Pelan.
" Cuma Saya Tidak Tau Harus Berkata Apa, Karena Ini Amanah dari Orang Tua Bapak," Kata Emily.
" Siapa Maksud Kamu Nak," Tanya Pak Ali Mulai Penasaran.
" Ibu Bapak Bernama Ibu Zulaikha Retno Andini, Apakah Nama Ibu Bapak Beliau," Tanya Emily Pada pak Ali,
Dan Pak Ali pun Mengangguk,
" Saya Tidak Tau Harus Berkata Apa Sama Bapak, Tapi Beliau Bilang Pada Saya Kalo Kematian Beliau Itu Bukan Karena Bapak, Tapi Karena Kecelakaan," Kata Emily Pelan.
" Dan Beliau Bilang,, Bapak Jangan Menyalahkan Semua Itu Karena Bapak," Kata Emily lagi dan Memberi Tau semua Pada Pak Ali Apa Yang Nenek Tua Itu Katakan.
Pak Ali Begitu Terkejut Saat Mendengar Emily berkata Seperti Itu, dan Sedikit Tak Mempercayai Apa yang Di katakan Emily.
" Maaf Pak,, Bukannya Saya Mau Ikut Campur Atau bagaimana," Jelas Emily.
" Saya Cuma Ketitipan Amanah Dari Ibunya Bapak," kata Emily.
" Selebihnya Itu Terserah Bapak, Bapak Mau Percaya Apa Tidaknya," Kata Emily Lagi.
" Dan Ini....." Kata Emily Memberikan Sesuatu Seperti jam Tangan Mewah Milik Ibunya Pak Ali.
" Beliau Menitipkan Ini Pada Saya, Agar bapak Menyimpannya," Jelas Emily Lagi.
ketika Emily Memberikan Jam Itu Pada Pak Ali..Ia Pun Menangis Dan Berlutut.
Benar Saja Jam Yang Emily berikan Adalah Jam Tangan Milik Ibunya dan Itu Adalah Pemberian Darinya Saat Ulah Tahun Ibunya.. Pak Ali Tau Betul karena Pak Ali Memberikannya pada ibunya Saat Itu,
" Ya Tuhan....Ibu..." Panggil pak Ali Dan Ia Pun Menangis dan Langsung Pingsan...
Emily Yang tau Kalo Pak Ali Akan Bertemu Ibunya Ia Pun Mengikuti Pak Ali ke alam Bawah sadarnya..
Dan Emily Melihat Nenek Itu Sedang Mengelus Ngelus Kepala Putranya yang Menangis. Pak Ali Belum Sadar Kalo Dirinya Pingsan dan Sedang Berada Di Alam Bawah Sadarnya..
" Apakah Ibuku Ada Disini," Tanya Pak Ali Di sela Tangisnya dan Emily Pun Mengangguk.
" Beliau Ada Di dekat Bapak," Kata Emily Pelan.
" Ibu.....Maafkan Aku Bu...Aku Benar Benar Tidak Sengaja Bu,, Aku Minta Maaf Bu, Aku Minta Maaf," Kata Pak Ali Menangis Histeris.
" Lupakanlah Nak,,, Itu Bukan salahmu, Lagi pula Ibu sudah Memaafkan Mu Nak, Ibu Minta berubahlah Nak, Demi Kebaikanmu," Kata Nenek Pelan dan Samar Samar Pak Ali Pun Mendengar Apa yang di katakan Ibunya.
" Aku Janji Bu...Aku akan Berubah Bu,, Aku Minta Maaf Bu... Aku Minta Maaf," Kata Pak Ali Lagi dan Samar Samar Pak Ali Juga Melihat wajah Ibunya.
" Ya Tuhan....Apa ini Benar Benar ibu," Tanya Pak Ali Pada Emily dan Emily pun Mengangguk.
" Ya Tuhan Ibu... Ini Benar Ibu," Ucap Pak Ali Tak Percaya.
" Iya Nak...Ini Ibu," Kata Nenek itu lembut.
" Berhentilah Menyalahkan Dirimu Sendiri Nak," Kata Nenek Itu lagi dan Nenek Itu Pun Memeluk Pak Ali.
" Karena Ini Bukan Salahmu Nak, Ini Kecelakan," Kata Nenek Itu lagi.
" Ibu Tau Kau tadinya Mau Menyelamatkan Ibu, jadi Lupakan Lah Nak, Jangan Menyalahkan Dirimu Terus Nak," Kata Nenek Itu Ikut Menangis..
" Tapi Bu....Ini semua Salah Ali Bu,,," Kata Pak Ali Malah Menangis Lagi.
" Nak...Ini semua Bukan Salah Kamu Nak, Mungkin Ini sudah Takdir Ibu," Kata Nenek Itu lagi.
" Ibu Minta Jangan Menyalahkan Diri mu lagi Ya Nak," Pinta Nenek Itu Lembut.