EMILY

EMILY
BAG 115



" Emily.... Apa Kau Tau Jika Aslan Dan Dosenmu Itu Berada Di sini Juga," Tanya Pampam Saat Emily baru Sampai..


" Kau Tau Dia Berada Di sini PAM," Tanya Jacky Pensaran.


" Jadi Benar Yang Aku Lihat Tadi, Jadi Benar Benar Dia," Kata Pampam.


" Apa Dia Bertemu denganmu Emily," Tanya Pampam Dan Emily Pun Mengangguk.


" Kau Bertemu Aslan Juga," Tanya Pampam.


" Tidak Aku Tidak Bertemu Dengannya," Ucap Emily ringan.


" Aku Bingung Pada Dosen Itu, Kenapa Tiap Kali Ada Emily Selalu Ada Dia di sana," Kata Jack Penasaran.


" Seakan Dia Sengaja Mengikuti," Kata Jacky Merasa Aneh.


" Kurasa Kau Berlebihan Jack, Kau Dengar Bukan Kalo dia Tidak Sendiri Katanya, Dia bersama teman Temannya," Kata Emily Pelan.


" Dan aku Rasa Tidak Baik Menuduh Jika Tidak Ada Buktinya," Ucap Emily.


" Kau Lihat PAM, Dia malah Membela Dosen Nya Itu Di Banding Aku Kekasih nya," Ucap Jacky Cemberut.


" Aku Tidak Membela nya, Aku Hanya Mengutarakan Isi Pikiranku Saja," Kata Emily Kesal.


" Lagi Pula Kita Tidak Mungkin Mengatakan Padanya Untuk Tak Liburan Di sini Juga, Memangnya Kita Siapa," Kata Emily Lagi.


" Benar Yang Di Ucapkan Emily, Ya walaupun kita Curiga Padanya, Kita Tidak Boleh Menujukan Itu semua Padanya." Ucap Pampam Lagi.


" PAM...Di mana Kemuning, Kenapa Beberapa Hari Ini Aku Tak Melihat nya," Tanya Emily mengalihkan Pembicaraan.


" Dia Sedang Mendekati Hantu Mesum Yang Mengganggu Kakakmu Itu," Kata Pampam pelan.


" Ah...Apa dia Mendapat Informasi yang Kita Cari Ya," Tanya Emily Penasraan.


" Memang Informasi apa Yang Kalian Cari Dari Hantu Itu," Tanya Jacky penasaran.


" Kami Hanya Ingin Tau, kenapa dia Menganggu Kakaku itu saja," Ucap Emily berbohong..


" Ah..." Kata Jack Pelan.


" Kalian Sudah Pulang,, Kenapa gak Langsung Di Bawa Ke Dapur Sih Mil, Kakak Kan Mau Pakai," Ucap Akilla yang Malah Mengomelinya.


" Hehhehe Iya Kak Sory Lupa," Kata Emily Nyengir.


Akilla Pun Membawa Barang Belanjaannya Ke dalam Karena Emily Dan Jacky Ternyata Masih Di luar.


" Ayo Jack, Kita Bantu Kakak Saja Bagaimana," Tanya Emily Dan Jacky Pun Mengangguk.


Seharian Emily Dan Semua Keluarganya di sibukan Dengan Acara Yang Mereka Buat untuk Nanti Malam dan Untungnya Semua Berjalan Lancar Tinggal Menunggu Nanti Malam Untuk Merayakan Akhir tahun.


DI TEMAT LAIN...


" Aku Tidak Setuju... Kau Mau Mengorbankan Emily.. Kau Benar benar Keterlaluan Aslan," Kata Darren Marah.


" Hanya Karena Dia Memiliki Aura Murni Yang Sangat Kuat Kau Mau Mengorbankannya," Kata Darren Marah.


" Aku Tidak Akan pernah Membiarkan Itu, Cukup Jacky Yang Jadi Korban Terdekat ku, Aslan, Jangan Sampai Terulang Korban Seperti Jacky Lainnya," Kata Darren tegas.


" Kau Lihat Aslan... Aku Sehat, Dan Aku Hidup, Sudah Cukup Semua Itu Aslan, Aku Ingin Hidup Normal Tanpa Mengambil Aura Murni Lagi, Aku Sudah Muak Membunuh Orang yang Tak Bersalah Aslan," Kata Darren lagi..


" Maksudmu...Apa Aslan," Tanya Darren Semakin Penasaran pada Aslan Karena Menurutnya Aslan Berubah.


" Hahahaha Kau Pikir Aku Lakukan Itu Demi Dirimu," Kata Aslan Kesal dan Mengeluarkan Semua Kebohongan Yang Ia sembunyikan.


" Tidak Darren, Yang Aku Lakukan Itu Demi Diriku Sendiri," Kata Aslan Jujur yang Membuat Darren Seakan Di hianati.


" Jadi...Selama Ini Kau Membohongiku, Kau Bilang Dengan Menghirup Aura Murni Aku Akan Hidup Lama, Apa Semua Itu Bohong," Tanya Darren penasaran.


" Apa Kau Bodoh...Sampai Sekarang Pun Kau Masih Hidup Bukan, Aku tidak Membohongimu, Memang Benar Jika Kau Menghirup Aura Murni kau Akan Tetap Hidup, Tapi....Apa Kau Tidak Mendengarkan apa Yang Mbah Harupat Bilang, Hanya 10 Aura Murni Yang Kau Ambil dan Kau Akan Sehat Kembali," Kata Aslan.


" Dan Kau... Bukankah sudah Lebih Dari 10 Aura Murni Yang Kau Ambil," Kata Aslan Lagi.


" Aku Hanya Menipumu...Karena Setiap Kali Kau Menghisap Aura Murni ke dalam Tubuhmu, Aku Semakin Kuat Dan Kuat," Kata Aslan..


" Jadi Aku Mengatakan Dan Berbohong Padamu untuk Mengambil Aura Murni untuk Dirimu, Namun Sebenarnya Itu Untuk Diriku Sendiri, Hahahahahha," Kata Aslan Yang Mulai Kesal Karena Kini Darren Tak Mau Menurutinya Lagi sehingga ia Sengaja Mengatakan semuanya Karena Ia Muak,Kesal Dan Marah Pada Darren Yang Mulai Lemah Karena Wanita.


" Jadi Kau Memanfaatkanku, untuk kepentingannya sendiri," Tanya Darren Tak Percaya.


" Tapi...Kenapa Aslaan, Kenapa," Tanya Darren Sedih.


" Bukankah Kita Teman," Kata Aslan Pelan.


" Teman....Hahahahhahaa...Apa kau Pikir Jin Dan Manusia Bisa Berteman," Tanya Aslan Tak Percaya.


" Tidak Ada... Manusia Selalu Memperbudak Jin, Tidak Ada Kata Teman, dan Apa Kau Pikir Aku Percaya Kau Mau Berteman Denganku.,hahahhahaha.... Kau Sangat Konyol Darren, Mana Mungkin Aku Percaya semua Itu,," Kata Aslan yang Sudah Kesal Karena Semasa Hidupnya Ia Selalu Di peralat Oleh Manusia sehingga Ia Sedikit Pun Tak Percaya Jika Manusia Bisa Berteman Dengan Jin Bangsanya.


Karena Perlakuan Mbah Harupat Padanya Ia Tak Percaya Lagi Pada Manusia,,


" Kenapa Kau Seperti Ini Aslan," Kata Darren Tak Percaya.


" Kenapa... Itu Semua Ulah Manusia, Yang Hanya Bisa Memperalat Bangsa Kami, Apa Kau Pikir Setelah Itu Kami Akan Percaya Pada Manusia Hah," Kata Aslan Marah.


" Aku Sudah Muak, Ikut Dan Jadi Bawahan mu, Aku Ingin Bebas...dan Kau Tak Usah Lagi Menggangguku," Kata Aslan Lagi.


" Tapi...Aku Tidak Pernah Menganggapmu Bawahanku Aslan, Justru Aku Menganggap Kau Sahabat ku, teman Ku, Bahkan Saudaraku," Kata Darren Pelan.


" Aku Hanya Ingin Kita Hidup Baik Baik saja Aslan, Tanpa Mengambil Aura Murni Atau Korban Anak Indigo lagi, Hanya Itu,"Kata Darren Mengingatkan Aslan.


" Apa Kau Pikir Aku Bisa Hidup Seperti itu, Tidak Darren, Aku Tidak Bisa, Aku Tidak Mau Di peralat Manusia Lagi, Aku hanya Ingin Menjadi Jin Yang Lebih Hebat Lagi, dan Menguasai Manusia," Kata Aslan Tak Mau Mendengarkan Darren.


" Baiklah Aku Akan Membebaskan Mu dan Aku juga Tidak Akan Membuat Kau Merasa Menjadi Bawahan ku Lagi,, Tapi Aku Mohon Jangan Sakiti Dan Korbankan Emily, Dia Tidak Bersalah Aslan," Kata Darren Tegas.


" Hahahahhahaa...Apa Kau Pikir Aku Akan Mendengarkan Mu Hah, Tidak Akan...Aku akan Mengambil Aura Milik Gadis Itu," Kata Aslan Pergi.


" Tidak Aslan...Jika Kau Menyentuhnya...Kau Akan Berhadapan Denganku," Kata Darren Tegas.


" Benarkah...Hahahhaa Kau Bisa apa Manusia, Menyentuhku saja Kau Tidak Bisa," Kata Aslan Yang Sudah Mulai Hilang Kendali.


" Apa Kau Pikir Kau Bisa Mengalahkanku Hah," Kata Aslan Yang Mulai Marah dengan Sikap Darren yang Mulai Melawan Padanya.


" Bukan Aku Yang Akan Mati...Tapi Kau," Kata Aslan Sebelum Menghilang...


" Aslan....Aslan...Aslan... Kembali," Teriak Darren Memanggil Nama Aslan.


" Ya Tuhan...Kenapa Kau Jadi Seperti Ini Aslan," Gumam Darren Sedih.