
" Sayang...Maafin Momy, Momy Tela...." Kata Mamah Melati Saat Masuk Ruangan Jacky Namun Perkataannya Tak Ia Lanjutkan Karena Ia Terkejut Melihat Emily berada Di pelukan Jacky..
" Momy," Panggil Jack kaget,
" Momy Kebiasaan Sekali jika Masuk Ke Ruangan ku Tak Pernah Ketuk Pintu terlebih Dahulu," Kata Jack Malah Mengomeli Mamahnya ketika Masuk.
" Kalian....Kalian Berpelukan Tadi, Momy Tidak Salah Lihat Bukan, Kalian Berpelukan," Tanya Momy benar Benar Terkejut karena Melihat Emily Berada Dalam pelukan Jacky.
" Memangnya Kenapa Kalo Aku Memeluk Emily Mom, Dia kan Kekasihku," Kata Jack Jujur.
perkataan Jacky Membuat Emily Mencubit pinggang Jack pelan,
" Kenapa kau Malah Mencubitku, Sayang," Kata Jack Yang Malah Berkata Seperti itu pada Emily.
" Jelaskan Pada Momy,, apa Maksud Perkataan Mu Sayang, Jelaskan Pada Momy," Kata Mamah Melati Semakin Penasaran Saja.
" Maaf Tante...Jacky Hanya......." Kata Emily pelan,
Emily Pikir Mamah Melati tak Suka Jika Ia Berpacaran Dengan Jacky, Karena Melihat Reaksi mamah Melati Seperti Itu, Namun Pemikiran Emily Salah Mamah Melati Hanya Terkejut Saja Karena Jacky dan Emily Sedekat Itu Tadi.
" Emily Memang Kekasihku dan Akan Menjadi Calon Istriku," Kata Jack Yang Malah Memeluk Emily di depan Mamahnya..
Bukannya Marah Mamah Melati Malah Tersenyum Senang Melihat Kedekatan Mereka.
" Benarkah, Lalu Bagaimana Dengan Nilam Sayang," Tanya Mamah Melati,
" Kami Sudah Putus Mom," Kata Jack Pelan,
" Aku Tidak Menyukainya," Kata Jack Lagi.
" Yang Aku Cintai Emily, Bukan Nilam," Kata Jack Lagi Dan Memandang Emily sayang.
" lalu jika Kau Tidak Menyukai Nilam Kenapa Kau Malah berpacaran Dengannya Sayang," Tanya Mamah Melati, penasaran.
" Panjang Mom Ceritanya," Kata Jack.
Jacky Pun Menceritakan Perihal Masa lalunya tentang Darren Sahabatnya, Dan Emily Terus Mendengarkaan apa yang di Ceritakan Jacky pada Momynya.,
Emily Bertanya Tanya, Sahabat Jacky Apakah Darren Yang Ia Kenal,
" Jadi Seperti Itu," Kata Mamah Melati Mengerti.
" ya..Karena Aku Tidak Ingin Melanjutkan Hubungan Yang Tidak Aku Inginkan, jadi Aku Memutuskan Nilam Saja, Karena Aku sama Sekali Tak Punya Persaan Apa pun Padanya," Kata Jack Lagi.
" Yang aku Inginkan hanya Emily, Dan Aku akan Menikahinya," Kata Jack Lembut.
" Momy Senang Kalo Kalian Berpacaran, dan Bahkan Memikirkan Untuk Pernikahan,," Kata Mamah Melati Senang.
" Menikah," Kata Emily Bingung dan Masih Mencerna Perkataan Jack Yang Mengarah Tentang Pernikahan.
" Ya...Aku Kan Pernah berjanji Padamu Saat Aku Tinggal di Apartemen mu, Bahwa Aku akan Menikahimu Jika Aku Kembali Pada Tubuhku," Kata Jack Lembut.
" Bukankah Aku Pernah Berkata Seperti itu padamu," Kata Jack lembut.
" Karena Aku Mencintai mu, Akan Aku Lakukan Dan Aku Tepati Janji Janjiku Itu," Kata Jack Lagi pelan.
" Jacky...Jadi Kau Sudah Mengingat Emily Nak," tanya Mamah Melati Tak Percaya,
" Kau Ingat Semuanya Sayang," Kata Mamah Melati lagi.
" Ya Mom, Aku Sudah Mengingat Semuanya," Kata Jack Pelan.
" Aku Sudah Mengingat Apa Yang Terjadi Saat Aku Tidak Ada Di dalam Ragaku,dan Aku Terkurung Di dalam Botol Pemisah Jiwa, Dan Jika Bukan Karena Emily yang Membebaskan ku, mungkin Aku Sudah...." Kata Jack Lagi dan Tak melanjutkan Kata katanya.
" Berkat Emily, Aku Mempunyai Kehidupan Lagi Mom, Berkat Emily, Aku Hidup kembali, Dan Karena Emily.... Aku Kembali Padamu Mom," Kata Jack Menangis,
" Dan Aku Sangat Mencintai Emily Saat Pertama Kali Aku Melihatnya Mom," Kata Jack Lagi.
" Ya Tuhan, Ternyata Putraku Sudah Mengingat Nak Emily," Kata Mamah Melati Senang.
" Momy Senang Kalo Kalian Ternyata Semakin Dekat Seperti ini," Kata Mamah Melati Menangis.
" Maksud Tante...Tante Tidak Marah," Tanya Emily penasaran.
" Marah...kenapa Tante Harus Marah Sayang, Justru Tante Senang Kalo Ternyata Kalian Berpacaran," Kata Mamah Melati Senang,
" Dan Tante Harap, Kalian akan Segera Menikah," Kata Mamah Melati.
" Tante...Bukankah Itu Terlalu Cepat, Emily Saja Baru Masuk Kuliah,, Setidaknya Emily Ingin Lulus Kuliah Terlebih Dahulu," Kata Emily pelan.
" Memangnya Kenapa Sayang...Bukankah Kalian Bisa Menikah Sambil Kuliah Juga," Kata Mamah Melati Tak Mau Kalah.
" Momy...Aku Dan Emily Kan Baru Saja Berpacaran, Mana Mungkin Kami Langsung Menikah begitu Saja," Kata Jack Yang Mengerti Apa yang Di pikirkan Emily.
" Aku akan Menunggu Emily Lulus terlebih Dahulu," Kata Jack Lembut.
" Baru aku Akan Menikahi nya," Kata Jack Pelan Namun Ia Tak Mau berJanji dengan apa Yang Ia Katakan Barusan Karena Takut Jacky Tiba Tiba Ingin Menikahi Emily Cepat
" Baiklah...Itu Terserah Kalian Saja," Kata Mamah Melati Senang.
" Oia Mom, Apa Momy Tau, Kapan Aku Bisa pulang, Dan apakah Momy Sudah Bilang Pada Dokter Kapan Aku Bisa Pulang," Tanya Jack.
" Baru Saja Momy Mau Menyampaikan Berita Ini, Tapi Momy Malah Lupa karena Saking Senang nya Melihat Kau Dan Emily Berpelukan Seperti itu" Kata Mamah Melati Senang.
" Kau Bisa Pulang Besok Sayang, Dan Tadi Dokter Juga Mengatakan Kalo Kau Sudah Pulih Sepenuhnya," Kata Mamah Melati Lagi.
" Dan Kau Boleh Pulang Besok," Kata Mamah Melati Lagi.
" Jadi Jacky Bisa Pulang Besok Tante," Tanya Emily Senang.
" Iya Sayang...Jacky Bisa Pulang Besok," kata Mamah Melati Senang.
" Syukurlah Tante," Kata Emily Tersenyum.
" Iya Sayang...Jacky, Nak Emily, Tante Keluar Dulu Sebentar ya, Tante Mau Bicara Ditelepon Sama Orang Rumah Dulu, Tante Titip Jacky Ya Sayang," Kata Melati Sebelum Pergi.
" Kau Harus Datang, Dan Membantuku Keluar Dari Rumah Sakit Ini," Kata Jack Tegas Setelah Beberapa Saat.
" Kau Menyuruhku Seakan Aku Itu Pengasuhmu Ya," Kata Emily Bercanda.
" Kau Bukan Pengasuhku, tapi Calon Istriku," Kata Jack Tersenyum.
" Berhentilah Berkata Seperti itu," Kata Emily Kesal.
" Kenapa, Apa Kau Tak Suka," Kata Jack Cemberut.
" Aku Bukannya Tidak Suka, Kau Tau Sendiri Kan Kalo Usiaku Belum 20 tahun, Dan Kau Tau Juga Kan Bagaimana Papahku, Kau Saja Belum Bertemu Papahku," Kata Emily pelan.
" Kau Benar Juga, Aku Belum Bertemu Papahmu," Kata Jack Pelan.
" Hah....Aku tidak Yakin, jika Papahmu Menyukaiku," Kata Jacky Menghela napas.
Emily Tersenyum Melihat Jack Yang Seperti Itu.
" Jika Papahku Tidak Menyukaimu, Apa yang akan kau Lakukan," Tanya Emily pelan.
" Aku akan Meninggalkanmu," Kata Jack Bercanda,
Dan Membuat Emily Kesal.
" Tentu saja Aku Bercanda Sayang, Mana Mungkin Aku Meninggalakan orang Yang Aku Cintai," Kata Jack Lagi.
" Tentu Aku Akan Berjuang Untuk Merebut Hati Papahmu," Kata Jack Lagi.
" Kau Tenang Saja, Aku Yakin Papahmu Akan Menyukaiku," Kata Jack Pelan.
" Apa Kau Yakin," Tanya Emily Tak Percaya.
" Sebenarnya aku Tidak Yakin, Tapi....Aku Percaya, Papahmu Tidak Akan Pernah Memisahkan dua Orang Yang Saling Mencintai," Kata Jack,
" Apa lagi Jika Cinta putrinya," Kata Jack Lagi.
" Ah Iya...Bagaimana Kabar Pampam, Aku Ingin Sekali Bertemu Dengannya," Kata Jacky.
" Pampam...Akhir Akhir Ini Selalu Sibuk, dan Dia Selalu Jarang Ada Di Rumah," Kata Emily lagi.
" Apakah Di Apartemen mu Baik Baik Saja, Emily," Tanya Jack Pelan.
" Baik Baik Saja, Cuma kata Pampam Apartemen yang Aku Tinggali sedikit Agak Aneh," Kata Emily pelan.
" Aneh...Aneh Bagaimana," Tanya Jack Penasaran