EMILY

EMILY
BAG 48



Baru Saja Emily Menghampiri Citra Pampam Langsung Memperingatkan Emily Tentang Seseorang Yang Berada Di Belakangnya.


" Awas Mil Di Belakang Lu, Menghindar," Kata Pampam Memberi Tau Emily saat seseorang Mau Memukul Emily dengan kayu..


Emily Dengan Sigap Langsung Menghindar.


" Siapa Kau," Tanya Emily..


" Kau Sendiri Siapa, Kenapa Kau Memeriksa Rumah Tua Ini," Tanya Seseorang Itu Lagi.


Emily Mengigat Siapa Pria ini, Pria Ini Adalah Salah Satu Warga Situ yang Pernah Bertemu dengan Emily Beberpa hari Kemarin.


" Bapak....Bapak Yang Kemarin kan," Tanya Emily pelan.


" Kenapa Bapak Menyerang Ku dan Temanku," Tanya Emily Aneh


" Siapa Kau..Kenapa kau Berada Di sini, Apa yang Kau Cari Hah," Tanya Si bapak Itu Ketakutan.


" Aku Hanya Mencari Sesuatu di sini," Kata Emily Pelan.


" Apa yang Kau Cari Hah, Katakan Padaku," Kata Si Bapak Itu Lagi.


" Tubuhku Berada di Dalam bagasi Mobil Ini Kak," Kata Dea Menunjuk salah Satu Mobil berwarna Silver,


Emily Yang Mendengar nya Langsung Melihat Mobil Yang Ia Lihat Didalam Penglihatannya.


" Aku Sedang Mencari Tubuh Seorang Anak Kecil Yang Meninggal Beberpa Hari Lalu," Kata Emily.


" Dan Tubuh Anak Kecil itu..berada Di dalam Mobil Itu," Kata Emily Dan Menujuk Warna Mobil Silver.


Si bapak Itu sangat Terkejut mendengar Emily berkata Seperti itu, Ia Merasa Aneh Dan Bingung Dari Mana Emily Tau ia Menyimpan Tubuh Anak Kecil Itu di Mobil.


" Darimana Kau Tau Kalo Tubuh Anak Itu...Aku Simpan Di Sana," Kata Si Bapak Malah Jujur.


" Apa...Jadi Bapak Yang Membunuh Anak Kecil Itu," Tanya Emily balik..


" Aku Tidak Membunuhnya..." Sergah Si Bapak Itu Kesal.


" Aku Tidak Sengaja Menabraknya," Kata Si Bapak Itu Lagi.


" Karena aku Merasa Panik Aku malah Membawa Tubuh Anak Kecil itu dan Menyimpannya Di Sana," Kata Si Bapak Itu Lagi dan Menunjuk Mobil yang Berwarna silver.


" Aku Tidak Sengaja Menbrak Nya,, Karena Aku Takut dan Panik, Aku Tidak Menguburkan Anak Itu,, Aku menyimpannya Di dalam Mobil," Kata Seorang Pria itu Lagi..


" Semestinya Bapak Memberi tau Ibu anak Itu, Apa Bapak Tidak Tau Kalo Ibu Anak Itu Mencarinya," Kata Emily Pelan.


" kalo Aku Memberi Tau Ibunya, Aku Pasti Bakalan Di Penjara, Aku Tidak Mau Di Penjara," Kata Si bapak Marah..


" Kau Ancaman Bagiku..Kau Harus Mati Juga di sini," Kata Si Bapak Malah Berbicara Seperti Itu..


" Bapak Tenang Dulu... jangan mengambil Keputusan Sendiri Seperti itu," Kata Emily Pelan.


" Jika Bapak Mau Membunuhku, Jangan Salahkan Aku Jika Aku Berbuat Kasar Padamu," Kata Emily...


" Kau Hanya Seorang Anak Perempuan, Lagi Pula Kau Sendiri Di sini, Sangat Gampang Bagiku Untuk Membunuhmu," Kata Si Bapak Itu Kejam.


Bapak Itu Tidak Tau kalo Emily Sangat Pandai Bela diri dan Sangat Jago dalam Berkelahi,


" Baiklah...Terserah Bapak Saja, Jangan Salahkan Aku Jika Nanti Kau Terluka," Kata Emily.


" Diam Kau," Kata Si Bapak Itu Menyerang Emily dengan Kayu Yang Tadi Ia Pakai Untuk Memukul Emily.


Dengan Sigap Emily Menghindar Dan Langsung Menendang Tangan Yang Memegang Kayu Itu Hingga Terlepas,


Si Bapak Itu Mengaduh Kesakitan..


Dengan Cepat Emily Menendang Perut Si Bapak Itu Hingga Terjungkal Kebelakang,


" Lebih Baik Bapak Serahkan Diri Bapak Pada Polisi," Kata Emily Pelan.


" Aku Tidak Mau," Kata Si Bapak Merintih Kesakitan.


" Lebih Baik Aku Mati...Dari Pada Harus Mendekam Di Penjara," Kata Si Bapak Itu Lagi..


" Apa Benar Apa yang Kau Ucapkan, Kau Tidak Berbohong Padaku Kan, Kau Tidak Sedang Membodohiku Kan," Tanya Si Bapak Pada Emily.


" Itu Memang benar," Kata Adam Yang Tiba Tiba Berada Di sana dan Langsung Memegang Kedua Tangan Si Bapak.


" Kau Tidak Akan Di Hukum Berat Jika Kau Mengakui Semua Kesalahanmu," Kata Adam Dan Memegang Tangan Si Bapak Itu karena Takut si Bapak Tersebut Kabur.


" Apa Lagi...Bukankah Kau Tidak Sengaja Menabrak anak Kecil Itu," Jelas Adam Lagi.


"Jika Kau Mengakuinya Hukumanmu Akan Di Ringankan," Kata Adam Lagi.


" Papah," Panggil Emily terkejut Melihat Papahnya Berada Di sana.


" Papah, Kenapa papah Bisa Ada Di sini," Tanya Emily.


" Citra Yang Memberi Tau Papah," Kata Adam.


Ternyata Citra Sudah Sadar Sedari Tadi Dan Ia Diam Diam Mengirim Chat Pada Papah Emily Dan Menujukan Lokasi Dimana Emily dan dirinya Berada.


" Lu Baik Baik aja Kan Cit," Tanya Emily Saat Melihat Citra Yang malah Duduk Bersila di sana, Citra Masih Merasa Sakit dan Pusing Di bagian Kepalanya, Mungkin Karena Pukulan Tadi,


" Gue Baik Baik Aja Mil, Cuma Kepala Gue Agak Sakit Sedikit,Lu Sendiri Gak Apa apa Kan," Tanya Citra.


" Gue Gak Apa apa," Kata Emily.


Tak Lama Polisi Pun Datang Dan menangkap Si Bapak Yang Tadi Di pegang Adam.


Polisi Juga Menemukan Bukti Kalo Tubuh Anak Kecil Itu Berada Di dalam Bagasi Mobil yang Berwarna Silver.


Ibu Dea Juga Berada Di sana Karena Papah Emily Yang Memberi Tau Kalo Tubuh Anaknya Sudah Di temukan,


" Ya Allah Dea....Anak Ibu," Kata Si Ibu Histeris Saat Melihat Jasad Dea Yang Di temukan.


" Apa Benar Ini Putri Ibu," Tanya Polisi Pada Ibunya Dea.


" Benar Pak,, Ini Tubuh Putri Saya," Kata Ibu Dea Menangis.


" Saya Minta Maaf,, Saya Tidak Sengaja Menabrak Putrimu," Kata Si Bapak Itu Menangis.


" Karena Saya Panik Dan Takut Saya Malah Membawa Tubuh Putrimu dan Menyembunyikannya Di sana," Kata Si Bapak Itu Lagi.


" Saya Minta Maaf, Saya Benar Benar Minta Maaf," Kata Si Bapak menyesal Dengan Apa Yang Ia Lakukan.


Si Bapak Itu Pun Di Bawa Polisi.


" Ya Allah Putriku, Dea," Kata Ibu Dea Menangis.


" Maaf Bu,, Saya Dari kemarin Kemarin Ingin Memberi Tau Ibu, kalo Dea Sudah Meninggal, Tapi...Saya Belum Mendapat Bukti dan Menemukan Tubuh Dea," Kata Emily Pelan.


" Tidak Nak, Justru Ibu Berterimakasih Padamu Nak, Terimakasih Sudah Menemukan Tubuh Putri Ibu, Dea," Kata Ibu Itu Berterimakasih.


" Sama Sama Bu," Kata Emily Pelan.


" Terimakasih Kak, Terimakasih Sudah Menemukan Tubuhku," Kata Dea Tersenyum.


" Sama Sama Dea,, Maaf Kakak Hanya Bisa Membantu Dea Sampai Sini saja," Kata Emily Pelan.


" Apa Dea Ada Di sini Nak, Apa Kau Bisa Melihat dan Mendengarnya," Tanya Si Ibu Lagi.


" Dea Memang Berada Di sini Bu, Dea Ada Di Depan Ibu," Kata Emily.


" Dea Sayang...Maafkan Ibu Nak, Ibu Sangat Menyayangi Dea, Yang tenang Ya sayang Di sana," Kata Si Ibu Pada Dea.


" Bu...Maafin Dea Ya Bu, Dea Tidak Bisa Membahagiakan Ibu, Maafkan Dea Bu," kata Dea Menangis.


" Dea Bilang..Maafkan Dea Bu, Dea Tidak Bisa Membahagiakan Ibu," Kata Emily Mengikuti apa Kata Dea.


" Tidak Apa apa Sayang,, Ibu Sangat Bahagia, Ibu Bahagia Mendapatkan Putri sebaik dan secantik Kamu Nak," Kata Ibu Dea Berusaha tersenyum.


" Ibu Sayang Padamu Nak," Kata Ibu Dea Lagi.


" Terimakasih Kak,,, Dea Sayang Ibu," Ucap Dea Tersenyum dan Menghilang..