
" Apa Kau Yakin," Tanya Pampam.
" Aku Tidak Tau Pam," Kata Emily Merasa Bingung Dengan Pilihannya.
" Berusahalah mil, Kau Juga tau Bukan Kalo Jacky Koma Itu Tidak sebentar," Kata Pampam Lagi.
" Jacky Koma Selama Hampir Dua Tahun, Coba Kau Bayangkan jika Kau Menjadi Jack, Ketika Bangun dari Koma, Ditanya Ini Itu dan Di hadapkan Dengan Situasi Yang Berbeda, Apa Yang akan Kau Rasakan Saat Itu, Pasti kau Merasa Bingung Saat itu, Begitu Juga Jack Saat Ini,Yang Jacky Rasakan Pasti Tidak Jauh Beda Dengan Apa Yang Terjadi saat Ini, Paling Tidak Berilah waktu Pada Jacky untuk Mengingatnya," Kata Pampam Lagi.
" Kau Benar... Aku Tidak Memikirkan Sampai Sana," Kata Emily pelan.
" Pelan Pelanlah Mendekatinya.. Jadikanlah Sahabatmu terlebih Dahulu," Kata Pampam Lagi..
" Aku akan Mencobanya," Kata Emily lagi...
" Berusahalah," Kata Pampam,
" Aku Pasti akan Membantumu," Kata Pampam Lagi.
Emily Pun Menghampiri Mamahnya Ketika Sudah Selesai Berbicara Dengan Pampam.
" Siap Pulang Sekarang Sayang," Tanya Mamah Kiona Pelan.
" Mah...Apa Aku Boleh Ke Kamar Jacky Dulu Sebentar," Tanya Emily.
" Tentu Saja Boleh Sayang," Kata Mamah Kiona.
" Lu Mau Gue Temeni Gak Mil," Tanya Citra dan Emily Pun Mengangguk.
" Ya Sudah...Mamah Tunggu di Sini saja Ya Sayang," Kata Mamah Kiona Pelan.
" Iya Mah," Kata Emily.
Emily dan Citra Pun keluar Kamarnya Dan Menuju Kamar Jacky.
" Apa Yang membuat Lu Berubah Mil, Bukankah Lu Tadi Bilang mau Menyerah," Tanya Citra Bingung pada Emily.
" apa yang Di katakan Pampam Sama Lu Mil," Tanya Citra Semakin Penasaran Karena Emily Berubah Pikiran.
" Gue Baru Sadar Cit, Kalo Jacky Koma Itu Tidak Sebentar, Tidak dua Atau Tiga bulan, Justru Jacky Koma Selama Hampir Dua Tahun, Dan Lu Tau Apa yang Di Katakan Pampam Sama Gue," Kata Emily.
" Mungkin Saat Ini Jacky Merasa Bingung, Karena Ingatnya belum Stabil," Kata Emily lagi.
" Paling Tidak..Jacky Butuh Penyesuaian dengan Apa Yang Di ingatkan Jacky," Kata Emily lagi.
" Kalo Gue Sih...Gue akan Dukung Apa Pun Keputusan Lu Mil," Kata Citra Lagi..
" Masuk gak Ya..." Tanya Emily Pelan.
" Masuk Lah..." Kata Citra aneh Melihat Emily Malah Diam Di depan Pintu Kamar Jacky.
" Haaaaah.....Tunggu Sebentar," Kata Emily Menghela napas Gugup...
" Ya ampun Mil, lu Ngadepin Hantu aja Gak Kaya Gini, Giliran Ngadepin Jacky Aja Gugupnya Kaya Mau Ngelawan Medan Perang Aja," Kata Citra bercanda.
" Lu Tau aja Kalo Gue Gugup," Kata Emily malah Nyengir.
" Udah...Masuk Sana," Kata Citra pelan.
Citra Pun Mengetuk Pintu Kamar Jacky..
Tok ...
Tok ...
Tok ...
" Masuk," Kata suara Yang Terdengar Di dalam.
Emily pun Masuk...
" Kau..." Kata Jack Kaget Saat Melihat Emily ternyata Masih Di sana.
" Sory...Apa Aku Ganggu," Kata Emily pelan.
" Tidak...Kau Mau Betemu Raja," Tanya Jacky Pelan.
" Raja Tidak Ada Di sini, Baru saja Keluar," Kata Jack Pelan.
" Tidak.. Aku Gak Nyari Raja Kok," Kata Emily pelan.
" Aku Kesini Mau Ketemu Sama Kamu," Kata Emily lagi.
" Tumben...Kemana Aja Kau 5 Hari Ini,, Mau Pulang... Baru Ingat," Kata Jack Kesal.
" Kau Mau Pamer Padaku Bukan, Karena Kau Bisa Pulang Duluan," Kata Jack Asal.
" Lagi Pula...Biar aku Udah Pulang Pun, Nanti... Aku Bakalan Tetap Kesini Kok jenguk Kamu," Kata Lagi.
" Hmmmm," Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Jacky, Namun Hatinya Sangat Senang Karena Ternyata Gadis Kecil Yang Selama Ini Ia Khawatirkan Ternyata Perhatian Juga Padanya.
" Aku Boleh Bertanya Padamu," Tanya Jack Pelan.
" Ya..." Kata Emily Pelan.
" Sedekat Apa Hubungan Antara Kau Dan Aku," Tanya Jacky Pelan.
" Dekat.... sangat Dekat," Kata Emily Tersenyum.
" Kau Tidak Bermimpi Bukan, atau Kau Beralasan Mendekatiku Karena Tau Siapa Aku," Kata Jacky Sinis.
" Maksudmu," Tanya Emily Mulai heran dengan Apa yang Di Katakan Jack Padanya.
" Mungkin Saja Kau Berkata Seperti itu Karena Aku Kaya, Tampan, penguasa dan Kau Mengatakan Itu Semua dan Bilang Kalo Kau Mengenalku dan Dekat Denganku," Kata Jack Lagi..
" Hanya Untuk Mendekati Kekayaanku Saja," Kata Jack Sinis.
" Jadi Kau Beranggapan Aku Mengenalmu Hanya Untuk Itu," Kata Emily bingung.
" Iya.. Mungkin Seperti itu," Kata Jack Sama Bingung Juga.
" Hei.....Emang Lu Siapa," Kata Citra Kesal.
" Bokap Emily saja Lebih Kaya Dari Lu, jika gue Harus Ngomong," Kata Citra Kesal,
Emily Hanya Mesem Mesem Saja Mendengar Citra Semarah itu Pada Jacky,
Jacky Belum Tau Kalo Citra Kesal Dan Marah Pasti Bawaannya Emosi dan Ngomongnya Kasar.
Emily Memang Juga Kesal Saat Mendengar Jack Berkata Seperti itu padanya.
Namun Niatnya Untuk Berteman Terlebih Dulu Dengan Jack Mengalahkan Emosinya.
" Asal Lu Tau...Jacky....Kekayaan Lu Gak Sebanding Dengan Kekayaan Bokap Emily," Kata Citra kesal.
" Jika Emily Mau,, Emily Tinggal Bilang Sama Bokapnya Untuk Bikin Lu Bangkrut," Kata Citra Lagi.
" Cuma.... Bukan Itu Yang Emily Harapkan Jack, Bukan Harta Lu yang Emily Cari, Emily Cuma Mau Lu Ingat dia...Itu aja Gak Lebih," Kata Citra Lagi.
Tak Lama Raja Pun Kembali Ke Kamar Kakaknya dan Mendengar Perkataan Citra.
" Ada Apa Ini," Tanya Raja.
" Eh Ja...Kakak Lu Gak Ada Sopan Santunya Ya," Kata Citra Kesal.
" malah Bilang Kalo Emily Mendekati Nya Hanya Untuk Hartanya Saja," Kata Citra.
" Udah Cit,, Kenapa Lu Malah Marah Marah Sih," Kata Emily Bingung Melihat Sahabat nya Emosian Seperti itu..
" Ya gue Marah Lah Mil,, Masa Lu Dikatain Kaya Gitu Lu Gak Marah," Kata Citra.
" Gue Yang Dengernya aja Kesal, apa Lagi Lu Yang Di katainnya Langsung," Kata Citra Kesal.
" Gue Tau... Ja...Bawa Citra Keluar Sebentar Ya," Kata Emily pelan.
" Gue Mau Ngomong Sama Kakak Lu dulu," Kata Emily Pelan.
Raja Pun Membawa Citra Keluar untuk menenangkan Dirinya..
" Kau Tau...Niatku Mendekatimu Hanya Ingin Kau Mengingatku, Bukan Untuk Mendekati Hartamu," Kata Emily Lagi...
" Aku Punya Segalanya Yang Bisa Papahku Berikan Padaku," Kata Emily Lagi.
" Jadi Aku sama Sekali Tak Tertarik Dengan Hartamu itu," Kata Emily lagi..
" Apa Kamu Ingat Berangkas yang Ada Lemari Pakaian Di Apartemenmu dulu," Kata Emily pelan Dan Menyebutkan Dimana Jack Di Kurung Saat Itu.
" Dan Kamu Ingat Ini...." Kata Emily Menunjukan Botol Kecil Yang Dulu Pernah Mengurung Jack Di sana.
Emily Menyuruh Citra Untuk Mengambil Botol Kecil Di apartemen miliknya dan Citra Pun Memberikan Padanya..
" Semoga Kamu Ingat Dengan Botol Kecil Ini," Kata Emily Memberi Botol Itu pada tangan Jack,
Dengan Naluri Yang Jack Miliki Jack Malah Membuang Botol Kecil Itu Menjauh Dari Jangkauannya Seakan Takut Pada Botol Kecil Itu.
" Kenapa Kau Memberikan Botol Aneh Itu Padaku," Tanya Jack Aneh.
" Kamu Tidak Mengingatnya," Tanya Emily lagi.