
" Om Wowo Itu, Gunderuwo," Kata Emily Pelan.
" Gunderuwo," Kata Kemuning Penasaran.
" Iya...Om Wowo Tadi Yang Gangguin Kakak, Bukan aku," Kata Si Hantu Botak Itu Lagi.
" Maafkan Aku Kalo Begitu," Kata Kemuning Meminta Maaf pada Hantu Kecil Botak Itu dan Hantu Botak Itu Pun Malah Cemberut Pada Kemuning Seakan Tak Mau Memaafkan Atas Perbuatan Kemuning.
" Nama Kamu Siapa Hantu Kecil," Tanya Emily Pelan.
" Namaku Iksan Kak, Aku Tinggal Di Sana," Kata Hantu Kecil Botak Itu Yang Bernama Iksan.
" Jadi Kau Tinggal Di Pohon Besar Itu," Tanya Emily lagi dan Hantu Botak Itu Pun Mengangguk.
" Kau Ini Jenis hantu Tuyul Atau Apa Sih," Tanya Emily penasaran Karena Melihat Iksan Yang Memang Anak Kecil Botak Namun Tak Seperti tuyul, Biasanya Yang Emily Temui Tuyul Itu Pasti Berwajah Yang Di penuhi Bedak Seperti Donat Gula Tepung, Namun Tak Ada Di Iksan Jika Iksan Tuyul Pasti Ia Tak Memakai Baju, Namu Iksan Memakai Baju dan Celana Layaknya Anak Manusia.
" Dia Jenis Arwah Penasaran," Kata Pampam Yang Sedari Tadi Diam Dan Sekarang ikut Bersuara.
" Maksudmu...Dia Manusia Yang Pernah Hidup PAM," Tanya Emily pada Pampam,
" Semua Yang Mati, Pernah Hidup Emily," Kata Pampam Pelan.
" Bukan Itu Maksudku PAM," Kata Emily Memutar Bola Matanya Karena Jengah.
" Maksud ku, Dia Itu Bukan sejenis Jin Atau Apalah Gitu, Maksudku Dia Sejenis Roh," tanya Emily dan Pampam Pun Kembali Mengangguk.
" Kau Mati Tahun Berapa, Dan Kenapa Kau Bisa Mati,De, Apa kau Mati di sini," Tanya Emily Panjang Lebar.
" Entahlah...Aku Lupa Kak, Soalnya Udah Lama Banget, dan Aku Juga Gak Ingat Matinya Kenapa Dan Dimana" Kata Hantu Botak Itu.
KASIAN...ucap Emily Pelan dalam Hati.
" Ini Sudah Takdirnya...Dia Sendiri Yang Memilih Untuk Tetap Tinggal Di Sini," Kata Pampam Pelan.
" Kenapa," Tanya Emily Penasaran.
" Karena Dia Masih Memiliki Seorang Ibu, dan Dia Menunggu Ibunya Untuk Menjemput nya.," Kata Pampam Lagi.
" Jadi Kau Tidak Mau Ke Alam Mu Karena Menunggu Ibumu," Tanya Emily Dan Hantu Botak Itu Pun Mengangguk.
" Iya...Aku Mau Menunggu Ibu Menjemputmu, Baru Nanti Aku Ke alamku Bersama Ibuku,," Kata Hantu Botak Itu Polos.
" Ah...Begitu..." Kata Emily.
" Begini... Perihal Kejadian Tadi, Kemuning Kan Gak Sengaja Melukaimu, Maafkan Dia Saja Ya," Ucap Emily pelan, dan Hantu Botak Itu Pun Mengangguk.
" Baiklah Kalo Begitu...Aku Memaafkannya," Kata Si Botak Sedikit Kecewa Karena Rasa Sakit Di Kepalanya Tak Sebanding dengan Apa Yang Ia Dapatkan.
" Kak Nanti Kalo Kakak Butuh Bantuan, Panggil Aku saja Ya," Kata Hantu Botak Itu Sebelum Menghilang.
" Kasihan dia.." Ucap Emily Pelan..
" Siapa Maksudmu Dia," Tanya Jack Saat Keluar Kamar, Jacky Mendengar Percakapan Emily dengan Entah Siapa, Namun Yang Jacky Dengar Saat Ini Emily Berkata Kasihan Dia, Karena Jacky Penasaran Jacky Pun Bertanya.
" Jacky... Bukankah Kau Sedang Istirahat," Ucap Emily Pelan Dan Menghampiri Kekasihnya Itu.
" Ya...Tapi Aku Tidak Mengantuk," Kata Jack Lembut.
" Siapa yang Kau Maksud Kasihan Dia," Tanya Jacky Lagi.
" Tadi Emily Bertemu Dengan Hantu Anak Kecil Botak," Kata Kemuning.
" Hantu Anak Kecil Botak," Tanya Jacky Lagi, Kemuning Pun Mengangguk.
" Di sini Ada hantu Anak Kecil Botak," Tanya Jacky Lagi, dan Kali Ini Emily Yang Mengangguk.
" Bukan Hanya Anak Kecil, Di sini Sangat Banyak Hantunya," Kata Emily Pelan.
" Apa Kau Tidak Merasakannya Jack," Tanya Emily.
" Entahlah...Aku Belum Merasakannya," Kata Jacky Pelan.
" Ada Urusan Apa Hantu Botak Kecil Itu, Apa Dia Mengganggumu," Tanya Jacky Lembut.
" Tidak...Dia Tidak Menggaggu ku, Aku Hanya Menyelesaikan Permasalahan Salah Paham ini Saja," Ucap Emily pelan.
" Iya...Ini Kamarku, Tadinya Aku Memilih Kamar Yang berada Di sana," Ucap Jacky Menunjuk Kamar Di Belakang Emily.
" Tapi...Kata Pampam Di dalam Sudah Ada Yang Menempati," Kata Jack.
" Dan Itu Hantu Wanita," Kata Jack Berigidik.
" Iya...Pampam Sudah Mengatakannya Padaku," Kata Emily Tersenyum.
" Berhati hatilah...Di sini Hantunya Sangat Jail Jail," Kata Pampam memperingatkan.
******.......*******........********
" Emily..." Panggil Akilla Tak Sabaran Saat Mengetuk Pintu Kamar Emily dan Citra.
" Kakak Lu Kenapa Tuh," Tanya Citra Saat Masih Mengantuk Karena Akilla Menggedor Pintu Kamar Emily Di Tengah Malam Buta.
" Padahal Ini Baru Jam 1 pagi.." Kata Citra Mengantuk.
" Emily...Buka Pintunya," Teriak Akilla lagi.
" Gue Buka Dulu Pintunya." Kata Emily Pelan.
Emily Pun Membuka Pintu Kamar Emily.
Emily Terkejut Saat Melihat Raut Wajah Akilla Yang Ketakutan.
" Ada apa Kak," Tanya Emily aneh Melihat Kakaknya Yang Seperti Ketakutan dan Memeluknya.
" Kakak Tidur Di Sini Saja Ya, Kakak Takut," Kata Akilla yang Masih Memeluk Emily.
" Memangnya Ada Apa Kak," tanya Citra Penasaran Dan Ia Pun Bangun Tak Mengantuk Lagi.
" Di Kamar Kakak, Ada Hantunya, Dia Ganggu Kakak Terus," Kata Akilla Ketakutan.
" Bahkan Dia Sentuh Sentuh Kakak, iiiiiih Serem," Kata Akilla Ketakutan.
" Awalnya kakak Kira Itu Hanya Mimpi, Tapi Lama Kelamaan Dia Terus Menyentuh Kakak Sampai Intim Seperti itu, Karena Kakak Takut Kakak Berlari," Kata Akilla Ketakutan.
" Sebentar Kak, Aku Mau Berbicara Pada Temanku dulu," Ucap Emily,
" Siapa Dia PAM," Tanya Emily Dalam Batinnya.
" Kamar Yang Kakak Mu Tempati Adalah Pemilik Rumah Ini, Dan Dia Adalah Raden Di Daerah sini, Ya Istilahnya.... dia penguasa Villa ini," Ucap Pampam.
" Apa dia Berbahaya," Tanya Emily Dalam Batinnya.
" Tentu Saja Dia Berbahaya,," Kata Pampam.
" Dan Sepertinya dia Menyukai Kakakmu," Kata Pampam Lagi.
" Apa... Lalu Dia Akan Berbuat Apa pada Kakakku," Tanya Emily Dalam Hati.
" Tentu Saja Akan Menganggu Kakakmu, Bahkan Lebih PaRah Lagi dia Akan Mengambil Sukma Kakakmu Untuk di Jadikan Istrinya Di sini," Kata Pampam Lagi.
" Begitulah Jika Jin Ingin Menguasai Manusia yang Ia Inginkan," Kata Pampam Lagi.
" Kau Lihat...." Ucap Pampam Memperhatikan Leher Akilla Yang seperti Ada Tanda Hitam.
" Di situlah Jin Itu Menandai Kakakmu," Ucap Pampam Lagi. Dan Emily Pun Memperhatikan Leher Kakaknya Yang Seperti Ada Noda Hitam.
" Aku Akan Memberi dia Pelajaran, Karena Sudah Berani Menganggu Kakakku," Ucap Emily Kesal.
" Sabarlah...Aku Tau Kau Marah, Kau Tidak Boleh Gegabah," Ucap Pampam Lagi.
" Aku Hanya Takut Terjadi Sesuatu pada Kakaku PAM," Kata Emily.
" Aku Tau... Tapi Kita Harus Hati Hati, Dia Tidak Bisa Kita Remehkan Emily," Kata Pampam Lagi.
" Lalu...Aku Harus Bagaimana PAM, Mana Mungkin Aku Membiarkan Kakakku Dalam Bahaya," Ucap Emily cemas.
" Lebih Baik...Kau Hilangkan Dulu Noda Hitam Yang Ada Di Leher Kakakmu Itu, Setelah Itu Kau Bisa Memberi Dia Pelajaran," Kata Pampam.