
" Apa Kau Suka," Tanya Jacky lembut.
" Iya...Ini sangat Cantik," Ucap Emily Yang Masih Kagum Dengan Cincin pemberian Jacky.
" Ini...Bukan Cincin Pengikat, Ini Hanya Pemberian Kado Ulang Tahun Untukmu, dan Cincin Ini...pemberian Nenek Moyang Ku, dan Aku Hanya Bisa Memberikan Ini Untukmu," Kata Jack Pelan dan memasangkan Cincin Cantik Yang Ternyata Pemberian Nenek Moyangnya Dulu.
" Karena Kau Separuh Nyawaku, Jadi Aku Memberikan Ini Padamu," Kata Jack Lembut.
Ketika Cincin Itu Terpasang Di jari Manis Emily, Cincin itu Bersinar..
" Lihat Jack...Cincinnya Bersinar," Ucap Emily Kaget saat melihat Cincin Pemberian Jacky Malah Bersinar Di Tangan Emily.
" Apa Yang Di Pakai Emily, Kenapa Bersinar Seperti itu," Tanya Seseorang Itu pada Dirinya Sendiri saat Melihat Cahaya Di Tangan Emily.
" Siapa Sebenarnya Emily," Tanyanya Lagi.
" Kau Benar... Cincinnya Bersinar," Kata Jack Merasa Bingung Juga.
Namun Sinarnya Redup Kembali karena Sudah Bersatu Dengan Tubuh Emily.
" Apa Kau Tidak Merasakan Apa apa," Tanya Jack Penasaran Karena Cincinnya Bersinar Seperti itu.
" apa tanganmu tidak apa apa, Terluka Atau Merasa Sakit Kah," tanya Jacky Semakin Penasaran.
" Tidak Ada, Aku Hanya Merasa Cincin Ini Bukan Cincin Biasa.," Ucap Emily lagi.
" Aku Tidak Tau,, Setau Ku..Saat Nenek Mengatakan Ini Padaku, Ini Adalah Cincin Kepemilikan, dan Cincin Ini akan Menemukan Pemilik Yang Sebenarnya, Selebihnya Aku Tidak Tau Dan Tidak Mengerti," Kata Jack Lagi.
" Lalu Kenapa Kau Memberikan Ini Padaku Jack," Tanya Emily.
" Kata Nenekku Jika Kau Menemukan Pasanganmu berikan Lah Cincin Ini, Dan Kau Akan Tau Bagaimana Cincin Itu Akan Memberitaumu," Kata Jack Menjelaskan pada Emily.
" Karena Aku Mencintaimu, Dan Aku Ingin Kau Menjadi Milikku, Aku Ingin Kau Memiliki Cincin Ini, Karena Aku Ingin Selalu Bersamamu," Ucap Jack Yang Malah Tersenyum, Emily Juga Ikut Tersenyum Mendengar Apa Yang Di Katakan Jacky Padanya, Emily Merasa Tersanjung Dengan apa Yang Di katakan Jacky Padanya..
" Kenapa Kau Malah Tersenyum," Tanya Jacky Lembut.
" Aku Merasa Tersanjung Saja, Kau Mencintaiku Sampai Seperti Itu, Dan Aku Sangat Senang Karena Kau Begitu Mencintaiku" Ucap Emily Lembut.
" Lalu Apa Kau Tau Jawaban Cincin Ini Padamu," Tanya Emily Penasran dan Jacky Pun Mengangguk.
" Apa Yang Cincin Ini Katakan Padamu," Tanya Emily Lagi.
" Rahasia," Ucap Jacky Yang malah Membuat Emily Kesal Padanya.
" Iiiish...Nyebelin," Ucap Emily kesal.
" Ini Rahasia Sayang, Aku Tidak Bisa Memberi Taukannya Padamu," Kata Jack Lembut.
" Aku Kan Hanya Ingin Tau, Apa Jawaban Cincin Ini Padamu," Kata Emily kesal.
" Yang Pasti... Jawabannya sama Dengan Apa Yang kau Rasakan Padaku," Kata Jack Tersenyum.
" Ini Sudah Malam Sayang, Kita Pulang saja Ya," Ajak Jacky Lembut.
" Aku Takut Nanti Papahmu Memenggal Leherku," Ucap Jacky Tertawa.
" Kau Benar Jack, Aku Tidak Mau Mempunyai Kekasih Yang Tidak Punya Kepala," Kata Emily Yang Malah Meladeni Jacky yang Bergurau.
" Apa Kau Pernah Melihat Hantu Tanpa Kepala," Tanya Jacky Yang Malah Bertanya.
" Tentu Saja Tidak, Jangan Sampai Deh Lihat seperti Itu," Kata Emily Merinding.
" Kenapa," Tanya Jack.
" Itu Kan Menakutkan Jack," Kata Emily Merasa Takut.
" Aku Pikir Kau Sering Melihat Hantu Sudah Biasa Tidak Merasa Takut Lagi..Ternyata Kau Masih Takut," Kata Jacky.
" Tentu Saja Aku Takut, Apa Lagi Sama Pocong Kaya Gitu," Kata Emily Berigidig Saat Membayangkan Bertemu Pocong Saat Itu.
" Kenapa Kita Jadi Membahas Hantu Ya," Tanya Jacky Merasa Bingung Dengan Alur Cerita Mereka.
" Iya...Ayo Ah Kita Pulang aja," Ucap Emily Yang Malah Tertawa.
Jacky Dan Emily Pun Meninggalkan Tempat Itu Dan Menuju Rumah Mamah Emily Lagi.
22 : 00 WIB....
Tak Lama Orang Itu Pun Melihat Emily Dan Jacky akan Pulang..
" Pulang Juga Mereka," Katanya Lagi.
Emily Dan Jacky Pun Melajukan Mobilnya Lagi..
" Kenapa Kita Lewat Sini Jack," Tanya Emily Bingung Karena Jack Malah Melewati Tempat Sepi.
" Ini Jalan Tercepat Yang Pernah Aku Lewati," Kata Jacky pelan bermaksud Mengambil Jalan Pintas Namun Pandangan Emily Tertuju Pada Seoarang Wanita Yang Berdiri Di Jalan Mobil Jack, Namun saat Emily Lihat Lagi Ternyata Bukan wanita Biasa Melainkan Hantu.
Emily Pun Dengan Cepat Menyuruh Jack Untuk Berhenti.
" Jack..Berhenti," Ucap Emily Saat Melihat Hantu Wanita Menghalangi Jalan Mobil Jack.
Hampir saja Jacky Menabraknya.
" Astaga Kenapa Orang Itu Malah Berhenti di Jalan Kita," Kata Jack Yang Kaget
" Itu Bukan Orang Jack, itu Hantu," Ucap Emily menjelaskan Pada Jacky.
" Hantu..Benarkah," Selidik Jacky Ia Pun Memperhatikan Orang Itu Dengan Seksama,
" Benar...wanita Itu Ternyata Hantu," Kata Jack Tak Percaya.
" Kenapa Dia Menghalangi Jalan Kita," Tanya Jacky Bingung.
" Entahlah Aku Tidak Tau," Kata Emily pelan.
" Aku Akan Bertanya Dulu Padanya.." Kata Emily Lagi, Dan Ia Pun Bertanya Pada Hantu Itu...
" Kenapa Kau Menghalangi Jalan Kami," Tanya Emily Pelan.
" Berputarlah," Jawab Hantu Wanita Itu Yang Terlihat Pucat Dan Banyak Darah Di bagian Tubuhnya..
" Berputar...Kenapa Kami Harus Berputar," Tanya Jack Penasaran.
" Berputarlah Jika Kalian Ingin Selamat," Kata Hantu Wanita Itu Lagi.
" Berputar Lah Sekarang, Jika Kalian mau selamat," Kata Hantu Wanita Itu Lagi Sebelum Menghilang..
" Apa Maksudnya," Tanya Emily Bingung.
Belum sempat Jacky Berputar Balik Sudah Ada 5 Orang Mengeroyoki Mobil Jack.
" Mungkin Hantu Itu Bermaksud Memberi Tau Kita Soal Ini Jack, "Kata Emily Mengerti apa Maksud Dari Hantu Itu..
" Kau Benar," Ucap Jack Yang Sama Sama Paham.
" Tunggulah di dalam, Apa pun Yang Terjadi Jangan Keluar," Ucap Jack Pelan dan Sedikit Was Was.
" Hei...Keluar Bung," Kata Si Penjahat No 1,
" Kami Hanya Meminta Uang Saja," Kata Si Penjahat N0 2.
Jacky Pun Turun Dari Mobilnya.
" Jadi Kalian Cuma Mau Uang Kan, Aku akan Memberikannya, tapi....Biarkan Kami Pergi," Ucap Jack Tegas ia Tidak Mau Mencari Keributan Apa Lagi Di sini Ada Emily Ia Tidak Mau Terjadi Hal Buruk Pada Emily.
" Hahahhaha Kami Tidak Hanya Ingin Uangmu Bung," Kata Si Penjahat No 3,
" Kau Lihat,, Pria Itu Membawa gadis Yang Sangat Cantik," Kata Si Penjahat No 3 Pada penjahat no 1 Dan 2.
" Kalian Jangan Macam Macam," Kata Jack Yang Mulai Paham Pemikiran Mereka.
" Kami Akan Melepaskanmu, Tapi Tidak Dengan Gadis Cantik Itu, Kami Akan Menikmati Tubuh Indahnya Terlebih Dahulu," Kata Si Penjahat Itu Dan Tertawa Senang berbeda Dengan Jacky, Jacky menahan Amarah Saat mendengar Penjahat Itu Melecehkan Emily Di hadapannya.
Emily Yang Mendengar Penjahat Penjahat Itu Melecehkannya sangat Kesal Dan Marah.
" Hei....Memangnya Kalian Berlima Mampu Layani Gue Hah," Kata Emily Yang Malah Kesal Pada Ke 5 Penjahat Itu Dan Ingin Sekali Memberi Pelajaran Pada Kelima penjahat Tersebut Emily Ingin Cepat pulang Karena Papahnya Sudah Pasti Menunggunya, Apa Lagi Sekarang Sudah Pukul Setengah 11 Malam.
" Sayang...jangan Kan Kami Berlima, Aku Sendiri Pun Kuat Melayani Mu Manis," Kata Si Penjahat No 2 Dan Tertawa Senang.
" Kalo Begitu Kemari Lah," Kata Emily pelan yang Masih Di dalam Mobil dan Membukakan Sedikit Pintu Mobilnya