
" Tidak Penting aku Tau Ajian Itu dari Mana," Kata Emily lagi.
" Sebaiknya Kau Segeralah Bertaubat, Sebelum Allah Membalas Perbuatanmu," Kata Emily pelan.
" kau Tau Apa Hah, Bocah Kecil Ingusan," Kata Mbah Reso Marah Karena Ada Yang Berani Menceramahi Dirinya,
" Kau Hanya Bocah Ingusan, Jadi Tidak Akan Pernah Tau Apa Yang Saya Rasakan," Kata Mbah Reso.
" Terima Ini," Kata Mbah Reso Mengeluarkan Ajian Mematikan.
Emily Melawan Dengan Sekuat Tenaga dan Ia Juga Di Bantu Pampam Sahabatnya.
" Musnahkan Saja Semua Kekuatannya Putri," Kata Pampam Pelan.
" dia Tak Layak Memegang Ajian Ajian Ilmu Putih, Namun Di salah Gunakan Pakai Ilmu Hitam," Kata PamPam lagi.
Emily Pun Meminta Pada Tuhannya Agar Menstujui Apa Yang Akan Ia Lakukan,
Tubuh Emily Bergerak Sendiri Dan Merapalkan Mantra Penarik Dan Pemusnah Ilmu Hitam Dari Tubuh Mbah Reso..
Dengan Sekuat Tenaga Juga Mbah Reso Melawan, Ia Tak Mau Jika Kekuatan Yang ia Miliki Di Ambil Bocah Ingusan Yang menurut Mbah Reso Biasa Saja, Mbah Reso Meremehkan Emily Karena Tak Percaya Emily Bisa Melakukannya.
" Mengalahlah..Jika Kau Berbuat Baik Dan Bertaubat, Aku Tidak Akan Memusnahkan Ilmu Yang Kau Miliki, Asal Ilmu Yang Kau Miliki di Gunakan Di Jalan Tuhan, Yaitu Allah SWT pencipta Kita," Kata Emily Pelan.
" Hahhahaa siapa Kau Bisa Memusnahkan Ilmuku Hah, Siapa Kau.." tanya Mbah Reso Yang Meremehkan Emily Karena Emily Seperti Bocah Ingusan Di Mata Mbah Reso.
" Aku Bukan siapa Siapa, Aku Hanya Ingin Mengajakmu Kembali Di Jalan Benar," Kata Emily pelan.
" Hahahhaha Justru Karena Kau Bukan Siapa Siapa, Beraninya Kau Menyuruhku Untuk Bertaubat, Kau Bukan Siapa Siapa, Kau Hanya Bocah Ingusan, yang Tak Tau apa Apa," Kata Mbah Reso Itu Lagi Tersenyum Meremehkan.
" Buka Matamu Lebar Lebar Nenek Tua," Kata PamPam Tegas.
" Jika Di Hatimu tidak Memiliki Sifat Jahat, Kau Akan Tau Siapa gadis ini," Kata Pampam Pelan.
" Lihat, Dan Bukalah Matamu Lebar Lebar, Siapa Yang Berada Di dalam Tubuh Gadis Ini," Kata PamPam lagi.
" Baiklah Jika Itu Pilihanmu, Ilmu Hitammu Harus Aku Musnahkan, Karena Kau Memakainya Di jalan Zolim, Dan Kau Sering Melakukan pada Orang Yang tak Berdosa," Kata Emily Yang Melihat Pekerjaan Mbah Reso yang sesungguhnya Yaitu Suka Menyantet Dan Melukai Seseorang Yang Menyuruhnya.
Emily Memejamkan Mata Dan Merapalkan Mantra Pemusnah Dan pengambil Ilmu Hitam Yang Bersemayam Di Tubuh Mbah Reso...
" Maafkan Aku, Mungkin Ini Sedikit Sakit," Ucap Emily Pelan.
Emily Mengusap Kedua Tangannya dan Mengarhkan tangannya Ke Arah Mbah Reso dari Jarak Agak sedikit Jauh, Mungkin hanya Dua Atau Tiga Langkah.
Berlahan Cahaya Putih Menyelimuti Tubuh Emily, dan Emily Memusatkannya Pada Tubuh Mbah Reso...
Tubuh Mbah Reso Mengejang Kesakitan Ketika Tubuhnya Itu Di selimut Cahaya Putih,
Dengan Berlahan Emily mengambil Semua Ilmu Hitam Yang Berada Di Tubuh Mbah Reso. Kembali Mbah Reso Pun Mengejang Kesakitan.
Mbah Reso Tak Percaya Jika Bocah Ingusan Bisa Melakukan itu Padanya..
" Hentikan....Sakit....Hentikan....Sakit," Kata Mbah Reso Berteriak Kesakitan.
" Ini Tidak Akan Lama, Jadi Tahanlah," Ucap Emily Lagi..
" Ampun....Ampun Nenk, Saya Mohon Ampun, Ampuni Saya," Kata Si Mbah Reso Meminta Ampun Karena Rasa Sakit Di dalam Dadanya Menyerang, Dan Mulutnya pun Berdarah.
" Maafkan Saya Mbah, saya Harus Melakukan Ini, Agar Mbah Tidak Menyalah gunakan Kekuatan Ilmu Hitam Mbah Pada Orang Yang Tak Bersalah," Kata Emily..
" Jika Neng Mau Memusnahkan Ilmu Mbah, Silahkan, Tapi Mbah tidak Ingin Mati Neng," Kata Si Mbah Yang Ternyata Takut Mati.
" tapi Allah SWT, Dia yang Bisa Mematikan Dan Menghidupkan Manusia," Kata Emily Lagi.
" Baiklah...Ampun Neng, Saya Nyerah, Saya Bertaubat Saya tidak akan Menjadi Dukun Jahat Lagi Neng, Ampun," Kata Mbah Reso Setelah Kekuatan Ilmu Hitam Emily Ambil Habis Dan Mbah Reso Pun Mendapat Ganjarannya Yaitu Muntah Darah Yang Begitu Banyak, Karena Berlahan Ilmu Hitam Yang Ada Di Dalam tubuhnya Musnah.
" Kau Berjanji," Kata Emily.
" Saya Berjanji, Saya Tidak Akan Berbuat Seperti itu lagi.." Kata Mbah Reso.
" Satu Lagi Permintaan Saya pada Nenek," Kata Emily Lembut.
Baru kali ini Ada Yang Memanggilnya Nenek, Selama Ini Mbah Reso selalu Mendapat Julukan Mbah Reso, atau Dukun Santet, padanya.
Semua anaknya Pun Memanggil nya Mbah dukun, apa lagi Cucunya Belum Pernah Memanggilnya Nenek, Karena Semua Keluarga Mbah Reso Meninggalkannya Karena Ia Menganut Ilmu Hitam,banyak Anak Dan Cucunya Yang Pernah Jadi Tumbal Dan Korban. jadi Mbah Reso Dijauhi Anak anaknya Karena Memiliki Ilmu Hitam Ini, tak Pernah Sedikitpun Mbah Reso Dapat Kasih Sayang Entah Itu Dari Anak atau Cucunya..
" Nenek... Kenapa Kau Memanggilku Nenek," Kata Mbah Reso Lirih.
" Apa Aku Salah Memanggil Nenek," Tanya Emily Lembut dan Nenek itu pun Menggeleng.
" tidak...Kau Tidak Salah Gadis Muda, Hanya Saja Baru Kali Ini Saya Mendengar Nama Nenek Di telinga Saya, Apa Lagi Panggilan Itu Untuk Saya," Kata Si Nenek sedih.
Emily Pun Menghampiri Sang Nenek,
" Jangan Mendekatinya Emily," Kata Pampam Was was.
Namun EMily tak Menghiraukan Peringatan Pampam Karena Ia Percaya Hati Manusia Masih Bisa Berubah Jika Tuhan Menghendakinya.
" Jika Nenek Mau, Saya Akan Selalu Memanggil Nenek Pada Nenek," Kata Emily Pelan, Memeluk Sang Nenek yang Tengah menangis Karena merindukan Anak Dan Cucunya.
" Kenapa Kau Begitu Baik Padaku Nak, Padahal Aku Tadi Berniat Membunuhmu," Kata Nenek Itu Lirih.
" Itu Tidak Benar, Hidup Dan Mati Seseorang Allah Yang Menentukan Nek, Bukan Nenek atau Pun Aku," Kata Emily Lembut Menyeka Darah Yang Ada Di Mulut Nenek Itu dan Memegang Tangan Keriput Nenek Itu lembut.
" Nenek Janji Tidak Akan Berbuat Perbuatan Jahat Lagi kan," Tanya Emily pelan.
" Jika Nenek Berjanji, Aku Akan Sering Menemui Nenek Kemari," Kata Emily Lagi.
" Benar kah, Apa Kau Berjanji Nak," Kata Mbah Reso Senang." Tanya Mbah Reso.
Emily Pun Menganggukan Kepalanya,
" Apa Permintaan Mu Nak," Tanya Mbah Reso..
" Nanti Saja Setelah Aku Menemui Nenek dalam Wujud yang Sepantasnya," Kata Emily Lembut.
" Baiklah Aku Akan Menunggumu," Kata Mbah Reso Pelan.
" Kemuning...apa Kau Akan Ikut Bersamaku, Apa Dengan Gadis Ini," Kata Mbah Reso Pelan.
" Aku....Ingin Ikut Bersama Dengan Emily Mbah," Kata Kemuning..
" Emily...Jadi Namamu Emily Nak," Tanya Mbah Reso..
" Iya Nek, Nama Saya Emily," Kata Emily Lembut.
" Baiklah Kalo Begitu...Silahkan Kau Ikut Saja Bersamanya," Kata Mbah Reso pelan.
" Kalo Begitu Saya Permisi Nek," Kata Emily Dan Mencium Punggung Tangan Nenek Itu sebelum pergi.
Nenek Itu Terpaku Sejenak...Ia Mengingat Dimana Putra Putrinya Sering Melakukan itu Padanya, Ia Teringat Dengan Anak Anaknya, Dan Ia Pun Terduduk menyesali Semua Perbuatannya, Karena Ulahnya Ia Kehilangan Keluarganya, Karena Ulahnya Ia Juga Di Kucilkan Semua Keluarga Dan Tetangganya.