
" Sayang...Apakah Seperti ini," tanya MElati Saat Mengupas Wortel dan Memotongnya Seperti Dadu Kecil.
" Iya Tan... Seperti itu," Kata Emily Pelan.
" Memang Ini Untuk Apa Sayang," Tanya Melati Lagi...
" Nah... Ini kan Buat Saus Untuk Fuyunghai Kesukaan Tante," Kata Emily Pelan.
" Oh Begitu...Terus Apa Lagi Sayang," Tanya Melati.
" Tante Iris Bawang Bombay sama Seperti Wortel Juga," Kata Emily Memberi Tau Melati..
" Ah...Jadi Irisnya Seperti Ini juga Sama," Tanya Melati, dan Emily Pun Mengangguk.
" Apa...Mami Suka Sama Fuyunghai," Tanya Jacky Pelan, Dan Melati Pun Mengangguk,
" sayang...Lalu Ini Isiannya Apa," Tanya Melati Lagi..
" Tante Mau Pakai Apa, kalo Pakai Daging, Jamur sama Sosis Lebih Enak Tan," Kata Emily Lagi.
" Terus Ini Irisnya Kaya Gimana Sayang," Tanya Melati Lagi.
" Seperti korek Api Saja Tan, Tidak Usah Panjang Panjang, Sesuai Selera Tante Saja, Seperti Ini..." Kata Emily Dan Menunjukan Memotong Sosis, Jamur Dan Daging Yang DiSuir Suir,
" Oh Begitu.." Kata Melati Yang Pelan Pelan Paham.
" Sini Biar Tante Saja sayang.." Kata Melati Senang Karena Berlahan Lahan Mulai Paham Dengan Isian Fuyunghai, yang Ia Suka.
" Cit...Tolong Lu Susun Masakan Yang Sudah Mateng Ini Di Meja Makan Ya," Ucap Emily dan Citra pun Menuruti Apa Kata Emily.
Ada SOP Iga, Pelecing Kangkung, Ayam Goreng, sambal hati,
Citra Menyusun Masakan Yang sudah Matang Itu Di meja Makan, dan Citra Pun Di Bantu Raja Untuk Menyiapkan Masakan Beserta Piring Dan Juga Gelas Gelas..
Emily Menyiapkan Teplon Untuk Membuat Fuyunghai...
" Pertama Tante, Kocok Telur Dua Biji Saja," Kata Emily Menjelaskan Pada Melati, dan Melati Mengingat apa Saja Yang Di Masukan Emily.
" Nah Setelah Itu...Kita Masukan Daging, Jamur, Sama Sosis nya, Tapi Sedikit Demi Sedikit saja, Sesuai Ukuran Telurnya Saja," Kata Emily pelan Melati Memperhatikan Apa Yang Emily Lakukan, Karen Melati Ingin Sekali Bisa Memasak Fuyunghai kesukaannya.
" Setelah Itu...Kita Tinggal Penyedap Rasa Saja Tan, Habis Itu Tinggal Di Masak Seperti Kita Mendadar Telur Biasa," Kata Emily Panjang Lebar Menjelaskan Pada Melati.
Melati Mengangguk Paham,
Emily pun Membuat Fuyunghai, Dengan Cekatan Emily Memasak.
setelah Selesai Emily pun Membuat Sausnya,
Emily Memasukan Semua Bahan Bahan Membuat Saus. Melati Memperhatikan Apa Yang Emily Lakukan,
" Sudah Jadi Nih Tan," Kata Emily Ketika Sudah Selesai Membuat Fuyunghai..
" Wah...Tante Boleh Cobain Kan Sayang," Tanya Melati Pelan.
" Boleh Kok Tan," Kata Emily Mengambil Sepotong Dadar yang Tadi ia Buat,
Emily Memberi Melati Fuyunghai Lengkap Dengan Sausnya...
" Waaahh....Sayang Ini Enak Banget," Kata Melati.
" Tante Gak Sabar Mau Makan," Kata Melati.
" Udah Selesai Kok Tan, Kita Tinggal Makan Saja," Kata Emily Tersenyum.
Tak Lama Semua Yang Emily Masak Sudah Siap Di Meja Makan Semua.
Semua Keluarga Jacky Pun Mengambil Tempat Masing Masing dan Duduk Di Meja Makan, Seperti Tak Sabar Ingin Mencicipi Makanan Yang Mereka Masak.
Mereka Pun Makan Dengan Lahap..
Maskan Mereka Sangat Cocok Di Lidah Masing Masing,
********.......*******........******
TIGA HARI KEMUDIAN....
" Kau Harus Hati Hati Emily," Kata Pampam Serius.
" Apa Yang Harus Aku Hati Hatikan PAM," Kata Emily Tak Mengerti.
" Seharusnya Kau katakan Padaku dengan Jelas dan Jangan Mengatakan Teka Teki Yang tak Bisa Aku Tebak, Apa Yang Harus Aku Hindari, dan Siapa Yang Harus Aku Waspadai, Seharusnya Kau Katakan Itu Saja, Bukan Berbelat Belit yang tidak Aku Pahami," Kata Emily Lagi Kesal,
" Aku Tau... Yang Aku Katakan Maksudnya Kau Harus Berhati Hati Pada Makhluk Yang Lainnya, Mereka Sangat Penasaran Padamu, dan Sekarang Kau Sedang Di Buru, Aku Sarankan Kau Harus Berhati-hati Apa Lagi Terhadap Dosen Mu Itu, Aku Rasa Ada Yang Tidak Beres Dengannya," Kata PamPam.
" Aku Tau...Aku Juga Pernah Merasakan Hal Aneh Padanya, Dan Aku Juga Pernah Mendengar Suara Yang Mengelilingi Dosenku Itu, Namun Aku Tak Tau Dia Jenis Apa, karena Aku Tak bisa Melihat Dengan Mataku Sendiri,," Kata Emily Lagi..
" Aku Rasa...Dia Sama Sepertiku jadi Dia bisa Bersembunyi di Balik Kabut Hitam Yang Menyelimutinya," Kata Pampam.
" Apa...Apa Dia Jin Yang Kuat PAM," Tanya Emily Lagi.
" Entahlah Aku Tidak Tau.." Kata Pampam Tak Yakin.
" Yang Aku Tau Dari Ceritamu Tempo Hari Itu, Aku Rasa Dia Bukan Jin Biasa," Kata Pampam Lagi.
" Tapi...Untuk Berjaga Jaga, Kau Harus Berhati Hati Mil," Kata Pampam Lagi.
" Iya aku Tau... Ah Iya...Bagaimana Dengan Kemuning," Tanya Emily lagi.
" Aku Sudah Mengatakan Pada Kemuning, Kalo Kau Akan Membantunya," Kata Pampam Lagi..
" Ah Begitu..." Kata Emily Lagi.
" Jadi Aku Hanya Tinggal Menunggu Mbah Reso Itu Bukan," Tanya Emily Lagi.
" iya...Dan Kemuning Sendiri Yang Akan Memberi Tau kita, jika Mbah Reso Akan Melawanmu," Kata Pampam Lagi.
" Baiklah Kalo Begitu...Aku Juga Penasaran Bagaimana Reaksi Nilam Ternyata Ia Gagal Membuat Jacky Menyukainya," Kata Emily Lagi.
" Tentu Saja Pasti Dia Akan Kecewa," Kata Pampam pelan.
" Aku Juga Tidak Menyangka Ternyata Nilam Mempunyai Hati Yang Seperti itu," Kata Emily Lagi.
" Semua Hati Manusia Tidak Akan Ada Yang Tau, Terkecuali Hamba Dan penciptanya," Kata Pampam Lagi.
" Kau Benar PAM," Kata Emily
" Kau Mau Kemana," Tanya Pampam Setelah beberapa saat Melihat Emily yang Sudah Rapih...
" Jacky Mengajak Bertemu..." Kata Emily Tersenyum.
" Ah Jadi Kau Mau Bertemu Jacky," Kata Pampam Lagi.
" Iya.. Katanya Sih Ada Yang mau Ia Tanyakan," Kata Emily Lagi..
" Ah Begitu." Kata Pampam Singkat.
**********
" Memang Apa Yang Mau Kau Tanyakan Jack," Tanya Emily Ketika mereka Sudah Di sebuah Kaffe dan Duduk Di sana
" Aku Penasaran...Apa Yang Pernah Kau Katakan Tiga Hari yang Lalu," Tanya Jacky.
" Maksudmu Tentang Nilam," Tanya Balik Emily Dan Jacky Pun Mengangguk.
" Kenapa Kau Mengatakan Kalo Nilam Mengirim Guna Guna Padaku," Tanya Jacky penasaran dengan apa Yang Emily Katakan Tiga Hari Yang Lalu Saat Mengunjugi Jacky Ketika Ia Sedang Sakit.
" Aku Memang Mengatakan Yang Sebenarnya," Kata Emily pelan.
" Apa Kau Tak Percaya Jack," Tanya Emily.
" Aku Bukannya Tak Percaya Sayang, Aku Hanya Terkejut Saja, Kok Bisa Seorang Nilam Sampai melakukan hal Seperti itu Padaku," Kata Jack Lagi.
" Mungkin Karena cinta," Kata Emily Pelan.
" Ah Iya...Sebelum Kau Sakit Apa Kau Pernah Meminpikan Seseorang Jack," Tanya Emily pelan.
" Sebelum Aku Sakit," Kata Jack Dan Ia Pun Mengingat Ingat Saat Malam Sebelum Sakit Ia Pernah Bermimpi Bermesaraan Dengan Nilam, dan Entah Kenapa Ia Merasa Ada Yang Aneh Dengan Mimpi Itu ia ingin Sekali Tak Mengikuti Arahan Mimpi Itu Ketika Menyentuh Nilam Di mimpinya. Dan Bukan Nilam Yang Ia Cumbu, Melainkan wanita Cantik Yang Berkebaya Emas. dan Ia Sangat cantik Sehingga Jacky Tak Bisa Menolak Auranya..