EMILY

EMILY
BAG 71



" Ternyata Kau Bisa Melihatku juga," Kata Papih Jacky.


" Hai Om, Namaku Emily," Kata Emily Malah Berkenalan Dengan Papih Jacky.


" Hai Juga Nak, Nama Om, Om Adhi Pratama, Om Adalah Papih Jacky dan Raja," Kata Papih Jacky yang Bernama Adhi Pratama.


" Maaf Om, Apa Yang Tadi Emily Lihat di kamar Depan Itu Om," Tanya Emily Lagi.


" Iya...Aku Kira Kau Tidak Bisa Melihatku, Ternyata Kau sama Dengan Jacky Yang Bisa Melihatku Juga," Kata Adhi Papih Jacky.


" Papih Senang Kau Sembuh Nak," Kata Adhi Papihnya Jacky.


" Ini Semua Berkat Emily Pih, Jadi Aku Bisa Sembuh Dan Kembali Pada Tubuhku," Kata Jack Pelan.


" Benarkah, Terimakasih Nak Emily," Kata Adhi pelan dan Berterimakasih pada Emily,


" Itu bukan Apa apa Om, Mungkin Jika Om berada di Posisi Emily, pasti Om Juga Akan Melakukan Hal Yang sama, Apa Lagi Jika kita Memang Bisa Membantu," Ucap Emily.


" Kau Benar Nak, Mempunyai kelebihan Seperti ini, Memang Kita harus Saling Membantu, Apa Lagi Jika Kita Memang Bisa," Kata Papih Jacky Pelan.


" Om Memang Benar," Kata Emily Tersenyum Mengerti apa yang di katakan Papih Jack,


" Dan Siapa Pria Di sana," Tanya Adhi Pratama Papih Jacky.


Emily Pun mengikuti Pandangan Papih Jacky,


" Ah....Dia Pampam, Teman Baik Emily," Kata Emily Pada Adhi.


" Ah...Jadi Dia Temanmu Nak," kata Adhi pelan, dan Emily Pun Mengangguk.


" Ya sudah Kalo Begitu, papih Pergi dulu, Papih Mau Menemui Momymu," Kata Papih Jacky.


" Memang Momy Bisa melihat Papih," Tanya Jack pelan dan penasaran.


" Tidak...Walau pun Momymu tidak Bisa Melihat Papih, Tapi Papih senang Bisa Melihat Momymu," Kata Papih Jacky.


Dan Papih Jacky Pun Meninggalkan Emily dan Jacky di kamar Tentu di temani Pampam di sana.


" Jadi Beliau Itu Papihmu Jack," tanya Pampam tak percaya.


" Iya...Dia Papihku," Ucap Jack pelan.


" Hmmm begitu...Apakah Beliau Sama Sepertimu Jack, Bisa Melihat Hantu," Tanya Pampam Lagi.


" Tidak, Hanya Aku Yang Bisa Melihat Hantu, dan Kakek Buyutku," Kata Jack Lagi.


" Jadi Kau Masih Turunan Kalo begitu," Kata Pampam.


" Ya... Kelebihan ku di wariskan Kakek Buyut ku Padaku," Kata Jacky Lagi.


" Jack...Apa Papihmu Selalu ada Di sini," Tanya Emily penasaran.


" Aku Tidak Tau,, Karena Sudah Hampir 5 tahun Aku meninggalkan Rumah Tempat Tinggal Momy dan Papihku Ini," Ucap Jack lagi.


" Ah Begitu... Apa kau Senang Melihat Papihmu Jack," Ucap Emily pelan.


" yah...Aku Senang, Sangat Senang," kata Jack Tersenyum.


" Hmmmm, Syukurlah Kalo Kau Merasa Senang Jack," Ucap Emily pelan.


" Ah Iya Jack...Aku Akan Pulang Sekarang," Kata Emily.


" Aku antar," Kata Jack tegas.


" Tidak Usah Jack, Aku Bisa Sendiri," Ucap Emily pelan.


" Aku antar," Ucap Jack Kekeh.


Emily Pun Mau Tak Mau Membiarkan Jack Mengantarnya Pulang,


Emily Pun Berpamitan Pada Momy Jack,


Namun Momy Jack Malah Melarangnya Pulang.


" Loh Kok Pulang Sayang, Tunggu saja Di sini sampai Malam, Lagian Katanya Mau Mengajari Tante Masak," Ucap Melati Momy Jack Pada Emily.


" Lagi Pula...Tante Juga Sudah Menelvon Kiona Untuk Ke sini, Katanya Dia Lagi Di Jalan Sayang," Ucap Melati Pelan.


" Maksud Tante Mamah Emily mau Kesini," Tanya Emily Lagi.


" Iya Sayang, Jadi Kamu Gak Usah Pulang Aja, Tunggu Langsung Di sini," Ucap Melati lembut.


" Tapi Tante...Emily Kan Gak Bawa Baju Ganti, Terus Emily Juga Kan gak Ada Persiapan," Ucap Emily.


" Ah..Em Iya," Ucap Jacky Yang Merasa Bingung Apa Yang Di Katakan Momy nya.


" Tuh Kan,,, Biar Jacky aja Yang Tangani," Ucap Melati Dan Membawa Emily Kembali Kedapur.


" Kita Tunggu Mamahmu Ya Sayang, Ayo," Ajak Melati Lembut.


Emily Pun Kembali Kedapur Dan Menunggu Mamahnya Datang.


Jacky Pun Kembali Ke Kamarnya Dan Memesan Pesanan Yang Tadi Di Minta Momynya.


Jacky Pun Memesan Baju Untuk Emily serta Alat Make-upnya untuk Emily, dan Menunggu Ada Yang mengantrkannya.


" Aku Harap, Baju itu Akan Cocok untuknya," Ucap Jacky Tersenyum.


Tak Lama Mamah Emily Pun Sampai, dan Langsung Di Ajak Melati Kedapur.


Papah Emily Tidak Bisa Datang, Karena ada Pekerjaan Yang Tak Bisa Ia Tinggalkan,


Mereka Berdua Memang Benar Benar Seperti Teman Yang Sudah Lama saja, Emily Benar Benar Bingung Melihat Kedekatan Melati dan Mamah Kiona yang Memang Sedekat Itu.


Mereka Berdua Pun dengan Asik Mengerjakan Pekerjaan Dapur,


Emily Hanya Tersenyum melihat Dua Wanita yang Memasak Dengan Asyik itu.


" Kiona...Apakah Putrimu Memang Benar Pandai Memasak," Tanya Melati Pada Kiona.


" Emily Memang Pandai Memasak, Dari Kecil Hobinya Masak masak," Kata Kiona Tersenyum.


" Sampai Sekarang Pun Dia Jago Sekali Masak, Bahkan Lebih Jago dari Pada Aku Yang Mamahnya Sendiri," Kata Kiona Senang.


" Bukan Hanya Jago Masak, Emily Juga Jago Bela diri," Kata Mamahnya Lagi.


" Waaah Benar Benar Wanita Idaman ya Jeng," Kata Melati Menggoda Emily.


" Memang, Tapi Untuk Di jadikan Istri sekarang Kayanya Tidak Mungkin," Ucap Kiona Pelan.


" Kenapa," Tanya Melati Penasaran Kenapa Kiona Berkata seperti Itu.


" Karena Emily Masih Kecil, Kakaknya Saja Belum Menikah," Kata Kiona Pelan.


" Lagi Pula, Papah Nya Tidak Mungkin Mengijinkannya Untuk Cepat Cepat menikah," Kata Kiona Lagi.


" Karena Emily Paling Di sayang Papahnya," Kata Kiona Lagi.


WAAH...JACKY HARUS MENGHADAPI PAPAHNYA EMILY TERLEBIH DAHULU, dalam Hati Melati.


BARU BISA MENIKAHI EMILY, dalam Hati Melati lagi.


" Ah Begitu...Padahal Jeng Saya Ingin Sekali Memiliki Anak Perempuan, Apa Lagi Seperti Nak Emily," Ucap Melati Pelan.


" Kau kan bisa Menganggapnya putrimu, Walaupun Emily memang Bukan Putrimu, kau anggap Saja Dia putrimu," Ucap Kiona Lagi.


" Aku Tidak Masalah, Karena Memang Emily Anak Spesial," Kata Kiona Tersenyum.


" Tadinya...Aku Ingin Menikahkan Emily Dengan Raja Atau Pun Jacky, Aku sendiri Tidak Tau," Kata Melati Jujur,


" Tapi...Jika Papahnya Tidak Mengijinkan, Berarti Harapanku untuk menjadikan Emily Menantu, Sirna," Ucap Melati Melankolis.


" Ya ampun Jeng...Emily Kan Belum Genap 20 tahun, Dan Emily Juga Masih Kecil, dan Baru Masuk Kuliah," Kata Kiona Pelan.


" Jadi Mana Mungkin Emily Menikah Cepat Cepat," Kata Kiona Lagi.


" Kalo Kau Ingin Mengaggap Emily Putrimu, Tidak apa apa, anggap Saja Emily Putrimu," Ucap Kiona Lagi.


" Mamah Seperti menjual ku Saja," Kata Emily Pura Pura Cemberut.


" Yang Menjualmu itu siapa, Anak Nakal," Tanya Kiona Lembut.


" Mamah, Mamah Memberikan Aku Pada Tante Melati padahal Aku Kan Anakmu," Kata Emily Yang Malah Bergurau.


" Apa Kau Tidak Menginginkan Ku Lagi Mah," Ucap Emily pura Pura Menangis.


" Hentikan...Dasar Anak Nakal," Ucap Kiona Tertawa karena Melihat Tingkah Putrinya Yang Seperti itu.


" Tante Lihat...Mamah Sudah Tidak Mau Mengakuiku, sebagai Anaknya Lagi." Kata Emily dan Berlari ke pelukan Melati dan Malah Bermanja Pada Melati.


" Hahahaha Kalian Ini sangat Lucu," Kata Melati tertawa senang Karena Melihat Kedua Orang Yang Aneh Ini, padahal Mereka Ibu dan Anak.


" Hahahaha Emily memang Seperti Itu, Jeng," Kata Kiona Yang Malah Ikut Tertawa..Emily pun Ikut Tertawa Karena Kedua Wanita Yang Ia Sayangi Tertawa.


Jacky Hanya Tersenyum Melihat Tiga Orang Yang tertawa Senang.