EMILY

EMILY
BAG 104



" Emily...Seharusnya Kau Cepat Masuk Kedalam Tubuhmu, Kenapa Kau Malah Menuju Ke sini," Ucap Pampam Kesal Karena Emily Malah Berkeliaran.


" Tunggu Sebentar, Aku Seperti Melihat Sesuatu," Kata Emily Penasaran,


" Memangnya Kau Lihat Apa," Tanya Kemuning Yang Selalu Mengintili Emily.


" Entahlah, Aku Seperti melihat Bayangan Hitam," Kata Emily.


Emily Penasran Karena saat Pulang Sempat Melihat Bayangan Hitam Yang Habis Dari Kamar Apartemennya dan Itu Juga Lewat Jendela Kamarnya.


" Apa Yang Kau Lihat," Tanya Pampam Lagi ikut Penasaran.


" Bayangan Hitam,..Tadi Aku Melihat Ada Bayangan Hitam Merangkak Dari Jendela Kamar Ku, Karena Penasran Aku pun Mengikutinya," Kata Emily.


" Bayangan Hitam," Tanya Pampam Dan Emily Pun Mengangguk.


" Dan Aku Melihatnya, Dia Berjalan Ke Arah Sini," Kata Emily Pelan.


" Tunggu Sebentar, Bukankah Ini Kamar Pak Darren PAM," Kata Emily Saat Mengetahui Jika Kamar Yang Mahluk hitam Itu Tuju, Malah Ke Kamar Darren Dosen Emily, Emily Tau Ini Kamar Pak Dosen Karena Ia Sering Melihatnya Ke Arah Sini, Dan Pak Darren Juga Pernah Berkata Pada Citra bAhwa Kamar Apartemennya Berada Di Lantai Bawah Emily, Dan Berada Di Kamar No 27, Dulu Saat Citra Antusias Senang Citra Mengatakan Pada Emily, Dan Emily Melihat Sosok Bayangan itu Menuju Ke Kamar Darren,


" Apa Kau Yakin Ini Kamar Dosenmu Itu," tanya Pampam.


" iya Aku Yakin," Kata Emily Pelan.


" Sebaiknya Kita Kembali Pada Tubuhmu Terlebih Dahulu," Kata Pampam.


" tunggu Dulu, Aku Hanya Penasaran Kenapa Bayangan Itu Malah Ke Arah Kamar Pak Darren, Apa Kau Tidak Mau Melihat Sebentar Saja Ke dalam PAM, Aku Penasaran Dengan Bayangan Hitam Itu, Untuk Apa Dia Berada Di kamarku," Tanya Emily Penasaran.


" Baiklah, Tunggu Sebentar," Kata Pampam Menembus Tembok, Kemuning Pun mengikuti Pampam Masuk.


" Siapa Kau," Tanya Si Mahluk Itu Marah Karena Di Ganggu Seseorang.


Karena Penasaran Emily Pun Masuk dan Terkejut Saat Melihat Sosok Mahluk Yang Begitu Tampan Sedang Berdiri Di Ranjang Darren Yang Sedang Tertidur.


" Kau Sendiri Siapa, Kenapa Kau Menyelinap Ke dalam Kamar Sahabatku," tanya Pampam pelan.


" Sahabat.... Jadi kau Sahabat Gadis Ini," Tanya Sosok Itu lagi,


" Jadi Benar...Kau bukan Gadis Biasa," Kata Sosok Itu Yang Ternyata Aslan dan Melihat Ke Arah Emily,


" Aslan.... Kenapa Kau Tadi Menyelinap Kedalam Kamarku," Tanya Emily Penasran.


" Kau tau Namaku," Tanya Aslan.


" Aku Hanya ingin Memastikan, Siapa Dirimu," Tanya Aslan Pelan.


" Ternyata Kau sama Seperti Darren Temanku," Kata Aslan Pelan.


" Apa Kau Sosok Yang selalu Mengikuti pak Darren," Tanya Emily Penasran.


" Iya...Tapi Ralat Kata Katamu, Bukan aku Yang Mengikutinya, Tapi Dia Yang Membutuhkanku," Kata Aslan.


" Kenapa Kau ke Kamarku, Kau Ingin Memastikan Apa Tentangku," Tanya Emily Ketus.


" Aku Hanya Ingin Tau....Apa Kau Pemilik Aura Murni Atau Bukan," Kata Aslan lagi.


" Apa Maksudmu Aura Murni," Tanya Emily Penasaran.


" Jangan Katakan, Kau Adalah Dalang Dari Semua Anak Indigo Yang Koma, Bahkan Sampai Ada Yang Mati Secara Tiba Tiba, Karena Aura Mereka Kau Hisap," Tanya Pampam Geram.


" Hahahhaha...Memang Benar, itu Aku," Kata Aslan Cengengesan.


" Apa Tujuanmu Mengambil Aura Mereka," Tanya Emily Bingung.


" Tentu Saja Untuk Kekuatan," kata Aslan Menyeringai Pada Emily.


" Dan Aku Rasa, Auramu Cukup Lumayan Kuat," Kata Aslan Tersenyum Dan melangkah Maju,


" Jangan Macam Macam," Kata Pampam Maju menghalangi Aslan Tegas.


" Ah...Ternyata Kau Tangguh Juga, Siapa Namamu," Tanya Aslan Pada Pampam.


" Tidak Penting...Kau Tau Namaku, Jika Kau Maju Selangkah Lagi, Nyawamu Melayang Di Tanganku," Kata Pampam Pelan.


" Hahahhaha....Aku Nantikan Itu," Kata Aslan.


" Langkahi Dulu nyawaku," Kata Pampam Tegas.


" Kemuning...Bawa Emily Ke Kamarnya," Kata Pampam,


" Ayo Emily...Kita Tinggalkan Mahluk Aneh Ini," Ucap Kemuning Dan Mengajak Emily Pergi.


" Tapi PAM...Kau Tidak Apa apa Di Tinggal Sendirian," Kata Emily Khawatir Pada Pampam.


" Kau Tenang Saja, Aku Tidak Akan Kenapa Napa, Kembalilah Pada Tubuhmu Terlebih Dahulu, Tidak Baik Untukmu Berlama Lama Di Luar Tubuhmu," Kata Pampam lagi.


" Baiklah... Berhati Hatilah," Kata Emily Dan Ia Pun Meninggalkan Pampam Dan Aslan Yang Sedang Berbicara.


" Apa Kau Tidak Apa apa Emily," Tanya Kemuning Cemas.


" Aku Tidak Apa apa," Kata Emily Setelah Kembali Pada Tubuh Aslinya..


" Kemuning... Tolong Temani Pampam, Aku Takut Dia Kenapa Napa," Kata Emily Cemas.


" Baiklah...Aku Akan Kesana Lagi," Kata Kemuning Sebelum Menghilang.


" Apa Sebnarnya Yang Mereka Lakukan, Kenapa Belum Kembali Juga," Tanya Emily Pada Diri sendiri.


tak Lama Pampam Dan Kemuning Pun Kembali dan Mereka Berdua Baik Baik Saja.


" Kau Tidak Apa apa PAM," Tanya Emily Saat Melihat Pampam.


" Kau Lihat...Aku Baik Baik Saja," Kata Pampam Pelan.


" Siapa Dia PAM, Kenapa Dia Memburu Aura Murni, Dan Apa Tujuannya," Tanya Emily Bingung.


" Dia Adalah Jin dari Timur, Dan Dia Pemburu Aura Murni, Karena Ingin Meningkatkan Ilmu Yang Ia Miliki," Kata Pampam Lagi.


" Lalu...apa Hubungannya Dengan Pak Darren, Kenapa Dia Mengatakan Kalo Pak Darren, Yang Membutuhkannya," Tanya Emily Penasaran.


" Aku Tidak Tau...Ku harap dia Tidak Berbuat Jahat Padamu," Kata Pampam Pelan.


" Apa Dia Mengincarku Sekarang," Tanya Emily Penasaran.


" Kurasa Begitu," Kata Pampam Cemas.


PamPam Merasakan Jika Energi yang Di miliki Mahluk Yang Bernama Aslan Itu Sangat Kuat.. dan Ia Mempunyai Firasat Buruk Tentangnya Yang Akan Mencelakai Emily.


" Lalu...Apa Yang Harus Aku Lakukan PAM," Tanya Emily Bingung.


" Kau Harus Berhati Hati Padanya," Kata Pampam.


" Namun Jika Dia Berani Menyerangmu, Makan kau Harus Menyerangnya juga," Kata Pampam.


" Nanti Aku Akan Mengajarimu Ilmu Penolak Bala," Kata Pampam Serius.


" PAM...Apakah Nenek yang tadi itu Akan Berubah Menurutmu," tanya Emily Setelah Beberapa Saat, Masih Saja Emily Memikirkan Nenek Tua Yang Tadi Ia Lawan.


" Semoga Saja Dia Berubah, Kuasa Tuhan Kita Kan Tidak TAu," Kata Pampam lagi.


" Kau Benar...Mudah Mudahan Nenek Itu Bertaubat," Kata Emily Lagi..


" Aku Mau Tidur Ya, Cape," Kata Emily pelan.


" Apa Aku Boleh Tinggal Di sini," Tanya Kemuning.


" Tentu Saja, untuk Sementara Kau Boleh Tinggal Di sini, Setelah Aku Meminta pada Nenek itu, Terserah kau Mau Tinggal Dimana Saja," Kata Emily pelan.


" Apa...Kau Tidak Bisa Menjadi Tuanku," Tanya Kemuning Sedih.


" Aku sudah Bilang Padamu, Aku Tidak Mau Menjadi Tuan mu," Kata Emily Tegas. Kata Kata Emily Membuat Kemuning Bersedih.


" tapi...Jika Kau Ingin Berteman Denganku, Itu Tidak Masalah," Kata Emily tersenyum.


Kemuning Pun Kembali Tersenyum.


" Apa Aku Boleh Menjadi Temanmu Emily," tanya Kemuning pelan.


" Tentu Saja Bukankah Sekarang Kita Teman," Kata Emily tersenyum.