EMILY

EMILY
BAG 62



" Mil..Lu Ngerasa Ada yang Aneh Gak Sih," Tanya Pampam Saat Tiba Tiba Saja Masuk Apartemen milik Emily.


" Maksud Kamu apa Sih PAM," Tanya Emily tak Mengerti apa yang Di katakan Pampam.


" Maksudku, Lu Ngerasa Gak Kalo Apartemen Ini agak Berbeda Sekarang," Kata Pampam Lagi.


" Memang apa Yang Membedakannya," Kata Emily Pelan.


" Aku Selalu Melihat Ada Asap Hitam Di Apartemen lantai Bawah, Dan Aku Selalu Melihat Banyak Hantu Ke sana," Kata Pampam Lagi.


APA YANG DI MAKSUD PAMPAM APARTEMEN YANG DI TINGGALI PAK DARREN YA, tanya Emily dalam Hati.


" memang Apa yang Lu Lihat PAM," Tanya Emily ikut penasaran!


" Aku sering Lihat ada Asap Hitam di Lantai Bawah, dan aku juga Sering lihat Ada sosok Hitam Yang selalu menuju ke arah Sana," Kata Pampam Lagi.


" Lalu...apa Kau pernah Bertemu Orang Yang Tinggal Dilantai Bawah Itu," Tanya Emily Penasaran.


" Pernah Sekali, Orangnya memang Tampan, Dan Kira Kira Seumuran dengan Jacky Kalo Tidak Salah," Kata Pampam lagi.


" Jadi Kau pernah Bertemu dengannya PAM, Apa Yang dia Katakan, apa Dia Tau Kalo Kau Itu Temanku," Tanya Emily lagi.


" Tidak...Aku sama Sekali Tak Mengatakan Apa-apa, karena Saat kami Bertemu ketika aku Di luar Apartemen ini," Kata Pampam Lagi.


" Aku Rasa...Kau Harus Berhati Hati Terhadap Orang itu Emily," Kata Pampam Lagi.


" dan Aku Rasa...Dia Sangat Berbahaya," kata Pampam Lagi..


" Baik...Aku akan Berhati Hati Mulai Sekarang," Kata Emily Lagi.


" Dan Aku Pikir...dia Bukan Orang Baik Baik," Kata Pampam Lagi.


" Iya PAM, Aku Akan Berusaha Untuk Menjauhinya," Kata Emily Lagi,


" Bagaimana dengan Jacky, Apa Dia Sudah Mengingatmu," Tanya Pampam pelan.


" Belum, Aku Rasa Jacky Memang Harus Lebih Di ingatkan Lagi," Kata Emily kesal.


" Kau Tau Pam, Seenak Nya Saja Dia menyuruhku Untuk membuatkan bubur Untuknya Setiap Hari," Kata Emily kesal pada Jacky Yang Seenaknya Saja.


" Tapi Bukankah Itu Bagus, Jadi Kan Kau bisa Lebih Dekat Lagi Dengan Jack," Kata Pampam Lagi.


" Iya Sih...Cuma Kan Perlakuannya Itu Loh yang Seenaknya Saja padaku," Kata Emily Kesal.


" Hahahaha Tapi kamu Suka Kan," Kata Pampam Menggoda Emily,


" Memang iya...Tapi Kan Jack sangat Menyebalkan Saat Ini," Kata Emily Pelan.


" Dia bukan Jacky Yang aku Kenal," Kata Emily lagi.


" Memang Iya... Saat Ini Jacky Memang Menyebalkan," Kata Pampam.


" Tapi kan Saat Ini Jacky Lupa Pada Kita Semua," Kata Pampam Lagi.


" Jadi Kau Harus Memakluminya," Kata Pampam lagi.


" Kau Benar," Kata Emily Sedih.


" Sebenarnya Kapan Jacky Bisa Mengingat Kita," Kata Emily pelan.


" Aku Tidak Tau," Kata Pampam.


" Mudah Mudahan Jacky Mengingat Lebih Cepat, dan Itu Lebih Baik," Kata Pampam Lagi.


****.......******.......******.......*****.......*****


RUMAH SAKIT...


" Sebenarnya...Kapan Kau Bisa Pulang," Tanya Emily Saat menjenguk Jacky dan Membawakan Bubur Untuknya Pagi Pagi Sekali.


Dan Kini Emily sedang Berbicara Pada Jacky,


" Hmmmm Aku Tidak Tau," Kata Jack Ringan


" Ni Bubur Yang Kau Minta," Kata Emily Memberikan Bubur Pada Jacky.


" Hei....Gadis Kecil Kau Tidak Menyuapiku," Kata Jacky Kesal.


" Kau kan Punya Tangan Sendiri," Kata Emily Kesal.


" Yang Sakit Kan Ingatanmu, Bukan Tubuhmu," kata Emily.


" Yang Sakit itu Hatiku Bukan Ingatanku," Kata Jack Tersenyum.


" Hati.." Tanya Emily bingung.


" Ya...Karena Kau Tidak Mau Menyuapiku," kata Jack Lagi yang malah Bercanda.


" jadi Hati Ini Terasa Sakit," Kata Jack Tersenyum.


" Kau Ini...Aku Serius," Kata Emily Yang Ikut Tertawa.


" Aku Senang Saat melihatmu tertawa Seperti itu," Kata Jack lagi.


" Emily....Maafkan aku," Kata Jack Lembut.


" Kau Memanggilku Apa Tadi." Tanya Emily Yang Mungkin Salah Dengar Karena Jacky Memanggil Namanya.


" Bukan Itu Yang kau Katakan Tadi," Kata Emily Cemberut.


MAAFKAN AKU SAYANG..INGIN RASANYA AKU MENGATAKAN KALO AKU SUDAH MENGINGATMU, dalam Hati Jack Pelan.


TAPI...UNTUK SAAT INI, AKU BELUM BISA, kata Jack dalam Hati.


" Kemana Kekasihmu," Tanya Emily setelah Beberapa Saat,


" Siapa Maksudmu," Kata Jack Sengaja.


" Tentu saja Nilam, Siapa lagi,! Bukan Kah Kau Sendiri yang Mengatakan kalo Dia Kekasihmu," Kata Emily kesal.


" Apa Kau Kesal, Apa... Kau Cemburu," Tanya Jack Pelan


" Untuk apa aku Kesal dan Cemburu Hah, Kau Sendiri Saja Tak Mengingatku," Kata Emily lagi.


" Maka Dari Itu...Aku Minta maaf," Kata Jack Lembut


" Maafkan Aku Emily," ucap Jack Lembut.


" Tumben Sekali Kau Memanggil Namaku, Biasanya Kau Selalu Memanggilku Gadis Kecil, Walau Aku Bukan Gadis Kecil," Kata Emily Cemberut.


" Kau Memang Masih Gadis Kecil, Umurmu Saja Belum Genap 20 tahun," Kata Jack.


" Aku Bukan Gadis Kecil Tau...Dan Umu....." Perkataan Emily Terhenti Karen merasa Ada Yang Aneh Dengan Jacky.


" Kau Ingat Usiaku Belum 20 tahun," Tanya Emily penasaran.


" Jack....apa kau Mengingatku," Tanya Emily lagi .


" Aku Hanya menebaknya Saja," Kata Jack Mengeles.


" Aah...Begitu, Aku Pikir kau Mengingatku," Kata Emily Lagi dan Merasa Sedih.


" Kenapa Kau Ingin Sekali Aku Mengingatmu," Tanya Jack.


Karena Penasaran Jack Menanyakan Itu Pada Emily.


" Karena Kau Sudah Berjanji Padaku," Kata Emily pelan.


" Memangnya...Kau Ingin Menikah Denganku," Kata Jack Lembut.


Emily Merasa Jacky Aneh, Belum Sempat Emily Berkata Ke Arah Sana Jacky Malah Menanyakan Pernikahan,


Emily Baru Sadar Kalo Ternyata Jacky Sudah Mengingatnya,


" Jack..." Panggil Emily Lembut.


" Ya...Ada apa," Tanya Jack.


" Apa Sekarang Kau Mau Menolak Ku," Kata Jack Bertanya Lagi dan menetap Emily Lembut.


Jack Sengaja Berkata Seperti itu, Ingin Tau Apakah Emily Menyadarinya...


" Jack..." Panggil Emily Lagi Dan Ia Pun Memeluk Jacky dan Menangis Di Pelukan Jacky.


" Kenapa Kau Menangis, Emily," Ucap Jack Memeluk Emily.


" Kau mengingatku Jack, Kau Ingat Padaku," Ucap Emily Di pelukan Jack,


" Sejak Kapan Kau sudah Mengingatku, Kenapa Kau Merahasiakan dariku," Kata Emily menangis Di pelukan Jacky,


" Aku Minta Maaf Emily, Aku Memang Sudah Mengingatmu Sejak Kau Tunjukan Botol Pemisah Jiwa Itu, Dari Sanalah Aku Mengingatmu," Kata Jack Tersenyum.


" Syukurlah kau Sudah Mengingatku," Kata Emily pelan.


" Terimakasih," Kata Emily tersenyum.


" Kenapa Kau Bilang Terimakasih Padaku," Tanya Jack Pelan.


" Memang Kau Pikir Jika Aku Sudah Mengingatmu, kau Akan Lepas Dariku," Kata Jack Memeluk Emily.


" Tidak Akan, Aku Tidak Akan Melepasmu lagi," Kata Jack Memeluk Emily.


" Memang Siapa Yang Kau Maksud Lepaskan," Kata Emily.


" Aku kan Bukan Tawananmu," Kata Emily Lagi.


" Memang Kau Bukan Tawananku, Tapi Kau Kekasihku," Kata Jack pelan.


" Kau Ingat Saat Aku Masih Koma, dan Saat aku Masih Tinggal Di Apartemen milikku...ah tidak...Milikmu karena Apartemen ku sudah Menjadi Milikmu," Kata Jack pelan.


" Bukankah Kau Sudah Setuju Menjadi Kekasihku," Kata Jack Lagi Dan Menatap Emily Lembut.


" Kau Memang Sudah Mengingatnya Jack,," kata Emily pelan.


" Tentu Saja Aku Ingat, Bahkan Aku Ingat Teman Kecilmu Pampam," Kata Jack Lagi.


" Dimana Dia...bukankah Dia Selalu Bersama mu," Kata Jacky Lagi.


" Jacky...Aku Senang kau Ingat Padaku," Kata Emily dan Memeluk Jacky Lagi.


" Kenapa Kau Memeluk Kekasihku," Kata Seseorang yang Tiba Tiba Masuk Ke ruangan Jacky,