EMILY

EMILY
BAG 112



" Kurang Kerjaan Banget Gue, Mau Jadi Bini Hantu kaya Lu," Kata Emily Kesal.


" Sudah Sayang...," Ucap Kiona Setelah Selesai Mengemas Baju Baju Akilla, Kiona Dan Akilla tidak Tau Kalo Emily Sedang Berkomunikasi Dengan Hantu Tak Kasat Mata.


" Kakak Sama Mamah Duluan Aja, Aku Mau bicara Sama pemilik Kamar ini dulu," Ucap Emily.


" Tapi... Emily, " Kata Akilla Cemas.


" Kakak Tenang Aja, Aku Gak Bakalan Kenapa Napa Kok, Kakak Harus Yakin, Ok, Sekarang Kakak Sama Mamah Keluar Duluan Aja nanti Emily Nyusul," Kata Emily lagi..


Akilla Dan Kiona Pun Meninggalakan Emily Di Dalam Kamar, Tak Lama Setelah Akilla Dan Kiona Keluar, Pampam Dan Juga Kemuning Masuk Dan Berdiri Di Belakang Emily.


" Ternyata...Kau Punya pengawal juga Gadis Kecil," Tanya Raden Sri Langka.


" Mereka Bukan Pengawal Ku, Mereka Teman Temanku," Kata Emily pelan.


" Dan Jangan Panggil Aku Gadis Kecil," Kata Emily Galak.


" Hahhahahaha Ternyata Kau Pemarah Juga," Kata Raden Sri Langka Terkikik Geli akan Tingkah Emily.


" Aku Semakin Menyukaimu," kata Raden Itu lagi.


" Kenapa Kau Mengganggu Keluargaku," Tanya Emily langsung dan Mendelik Saat Sang Raden Mengatakan padanya Jika Ia Menyukainya...


" Tidak...Aku Tidak Mengganggu Keluargamu, hanya Kakakmu Saja," Kata Raden Sri Langka yang Terus Tersenyum pada Emily, Karena Sang Raden Semakin Penasaran Dan Tertarik Pada Emily.


" Kenapa Kau Mengganggu Kakakku," Tanya Emily Lagi.


" Hahhahahah Aku Menyukainya...Tapi...Setelah Aku Melihatmu, Aku Lebih Tertarik Padamu, dan Juga Tubuhmu..... " Kata Sang Raden Itu dan Memandang Tak Sopan Pada Emily, Membuat Emily Kesal Setengah Mati.


" Dan...Aku pastikan Akan Mendapatkanya," Kata Raden Sri Langka tertawa Mengerikan..


" Jaga Ucapanmu, pada Putri kami..," Kata Pampam Geram Saat mendengar Jin Biasa Itu Mengatakan Hal Yang Tidak Pantas Pada Emily.


" Putri...Apa Maksudmu Gadis Ini Yang Kau Sebut Putri," Tanya Raden Sri Langka Tak Percaya.


" Putri Dari Kerajaan Mana Gadis Ini," Tanya Sri Langka Penasaran dan Memperhatikan Emily Dengan Rinci..


" Aku Belum Pernah Melihatnya Di Mana Pun," Kata Sri langka Itu Lagi semakin Tak Percaya Apa Kata Pampam.


" Dia Adalah Putri dari Kerajaan MajaPahit, dan Seorang Putri Dari Kanjeng Ratu Purbararang,,, Apa Kau Mengenalnya," Tanya Balik Pampam.


Pampam Tidak Ingin berkelahi Jadi Jalan Satu Satunya Iyalah Memberitahukan Siapa Itu Emily, Dan Pastinya Semua Mahluk Yang Berada di Dunia Ini, Tau Akan Namanya Ratu Purbararang, dan Sosok Putri Yang Baru Di Bangkitkan...


" PURBARARANG...." Kata Raden Sri Langka Terkejut namun Ia Tetap Masih Tak Percaya Jika Gadis Ini Adalah Keturunannya..


Karena Pastinya Keturunan Ratu Purbararang Pastinya Bukan Manusia, Begitulah Pemikiran Raden Sri langka Saat Ini.


" Jangan Bergurau....Kau Pikir Aku Akan Percaya Jika Gadis Ini Keturunan Sang Ratu," Kata Sri Langka


" Jangan Membohongiku, Apa Kau Pikir Aku Orang Bodoh Yang Bisa Kau Bodohi," Kata Raden Sri Langka Lagi Semakin Tak Percaya.


" Terserah...Jika Kau Tak Percaya, Aku Sudah Mengatakan Dan memberi Taumu," Kata Pampam.


" Aku Tetap Akan mendapatkannya, Karena Aku Tertarik Padanya," Kata Raden Sri Langka Ngotot.


" Aku sudah Memperigatkanmu, Lebih Baik Kau Jangan Mengusik Sang Putri," Kata Pampam lagi.


" Sudahlah PAM, Mana Ngerti Dia Apa yang kau Katakan," Kata Emily Kesal.


" Di Otaknya Dia Tuh Hanya Tubuh Wanita Saja, Jadi Apa Pun Yang Kau katakan Tidak Akan Masuk Ke Otaknya Yang mesum Itu," Kata Emily kesal Karena Sedari Tadi Tatapan Raden Sri Langka Selalu Menuju Padanya Dan Tatapan Itu Sangat Tidak Sopan.


Bukannya marah Sang Raden Malah Tersenyum Manis Padanya.


" Kau Memang Pantas Menjadi Istri dan Calon Ratu Di istanaku ini," Ucap Sang Raden.


" Gak Sudi Gue, Cowok Gue Lebih Tampan Dari lu, Mana Mau Gue Nikah Sama Lu Dan Jadi Istri Lu," Kata Emily Kesal.


" Ah...Jadi Kau Punya Kekasih," Tanya Sang Raden.


" Tentu Saja, Dia juga Lebih Tampan Darimu," Kata Emily Mengagung Agungkan Jacky di Belakangnya.


" Hahahhaha...Apa dia lebih Hebat Dariku," Tanya Sang Raden.


" Tentu saja.. dia Hebat Dari Segalanya," Kata Emily.


" Itu Benar..." Ucap Jacky Yang Tiba Tiba Masuk.


Membuat Emily Terkejut Bukan Main dan Sang Raden Tercengang Melihat Siapa Sosok Yang Masuk..


" Ya...Yang Mulia," Tanya Sang Raden Tercengang Saat Melihat Jacky Yang Masuk kamar.


" Jacky...Kenapa Kau Kemari," Tanya Emily bingung Saat Melihat Jacky Yang Masuk Tiba Tiba ke Kamar Akilla.


" Aku Sudah Mendengar Dari Akilla, dan Karena Aku Cemas Aku Menemui mu Kemari," Kata Jack Merangkul Emily Posesif.


Dua sejoli Ini Tak Menghiraukan Bahkan Tak Perduli Dengan Tatapan Aneh Sang Raden Pada Jacky, Hanya Pampam dan Kemuning Yang Penasran Kenapa Sang Raden Mengatakan Yang Mulia Pada Jacky Saat Melihat nya.


" Kau Mengenalnya," Tanya Pampam Pada Sang Raden.


" Tidak Mungkin...itu Tidak Mungkin," Kata Sang Raden Benar Benar Terkejut Melihat Sosok Raja Yang dulu Menghilang tak Jelas Kembali Lagi dan Itu Sekarang berada Di Hadapannya.


" Kenapa Kau Menatapku Seperti itu," Tanya Jacky Pada Sang Raden.


" Ma Maa Maafkan Hamba Yang Mulia," Kata Sang Raden Malah Menunduk dan Bersujud..


" Dia Kenapa PAM," Tanya Jacky Yang malah Bingung.


" Saya Sendiri tidak Tau, Kenapa Dia Berbuat Seperti ini Padamu," Tanya Balik Pampam Aneh.


" Apa Kau Mengenalku," Tanya Jack seperti biasa Dengan Nada Yang Biasa Ia Katakan Jika Pada Seseorang Yang Ia Tidak Suka.


" YangMulia Tidak Mengenaliku," Tanya Sang Raden, Dan Jacky Malah Menggeleng Tanda Tak Mengenal Siapa Sosok Yang Menganggu Akilla Kakak Emily.


" Aku Tidak Mengenalimu...Jika Aku Mengenalimu Aku Tidak Mungkin bertanya Padamu Bukan," Tanya Jacky ringan.


" Hamba....Raden Sri Langka, Fatih Dari Kerajaan Yang Mulia Baginda Raja Sirna Bodas.." Jelas Sang Raden Pada Jacky, Dan Entah Kenapa Ia Sangat Ketakutan Pada Sosok Jacky Saat Ini.


" Apa Yang Mulia Benar Benar Tidak Mengenal Hamba," Tanya Sang Raden Lagi.


" Tidak....Aku Ingin Bertanya...Kenapa kau Menganggu Kakak Dari Calon Kakak Iparku," Tanya Jacky penasaran.


" Hamba....Hamba Menyukainya Yang Mulia," Tanya Sang Raden Lagi.


" Berhentilah memanggilku Yang Mulia,," Kata Jack Tegas.


" Ma Maafkan Saya Yang Mulia," Kata Sang Raden Gugup.


" Dan Jangan Menganggu Calon yang Akan Menjadi Kakak Iparku," Kata Jack pelan.


" Apa Lagi Calon Istriku...Kau Mengerti," Kata Jack Mengucap Seperti Bukan dirinya yang Biasanya Ia penakut.


Sang Raden Pun Mengerti Dan Meninggalakan Kamar Akilla Untuk sementara.


" Kau Hebat Jack." Ucap Emily Saat Hanya Berdua Saja di dalam Kamar..


Jacky Yang Hanya Diam Mematung Seperti Baru sadar Dan Ia Terkejut Kenapa Berada Di Kamar Akilla Bersama Emily..


" Emily...Kenapa Kau Ad Di Sini," Tanya Jack Bingung yang Membuat Emily Semakin Bingung.