
" Lu Ngerasa Ada Yang Aneh Gak Si Cit, sama Si Bapak Tadi," Tanya Emily penasaran.
" gak Sih Mil, Menurut Gue Biasa Aja," Kata Citra Pelan dan Tak Merasakan Apa pun Atas Kejadian Tadi.
Emily merasa aneh Dengan Si Bapak Tadi.. Sepertinya orang Itu Menyembunyikan Sesuatu...
" Emang Kenapa Mil," Tanya Citra mulai Penasaran Juga..
" Gue Ngerasa Aneh Saja, Sama Tuh Bapak, Kok Dia Marah Marah Gitu Sih, Kaya Menyembunyikan Sesuatu gitu deh, Padahal Kan Kita Cuma Mau Tanya Perihal Kecelakan Yang Berada Di sana, Si Bapak Itu Malah Marah Marah Gak Jelas." Kata Emily mulai Curiga.
" Kalo Lu Merasa Aneh Sama Tuh Si bapak, Kenapa Lu Gak Nanya Aja Sama Hantu Kecil Itu Tadi," Tanya Citra.
" Hantu Kecil Itu Malah Menghilang,, Gue Sampai Cari kemana Mana Tapi Malah Hilang Tuh Hantu," Kata Emily Kesal.
" Aaah Jangan Jangan...Tuh Hantu Kecil Mengenal Si Bapak Itu," Tebak Citra.
" Gue Juga Sih Pikir Begitu Cit," Kata Emily Pelan..
" Mil...lebih Baik Kamu Tidak Usah Ikut Campur Urusan Anak Kecil Itu," Kata Pampam Memperingatkan Emily.
" Kenapa," Tanya Emily penasaran..
" Aku Rasa...Si bapak Tadi Ada sangkut Pautnya Sama Tuh Anak," Kata Pampam Lagi..
" Nah...Lu juga Berpikiran begitukan," Kata Emily Sama.
" Ya...Makannya Lu Jangan Ikut Campur Urusan Mereka," Kata Pampam Lagi..
" Tapi...Gue Ingin menolong Anak Itu PAM," Kata Emily Pelan..
" Tapi Mil,,, ini benar Benar Berbahaya," Kata Pampam Lagi..
" Gue Hanya Ingin Tau, Kenapa Anak Itu Malah Tidak Di kuburkan, Kan Kasian Anak Itu,pam Dia Malah Gak Tenang," Kata Emily pelan.
" Gue Tau...Tapi Ini Berbahaya Mil," Kata Pampam Lagi.
" Lu Ngomong Sama Pampam Ya Mil," Tanya Citra.
" iya... Lagian PAM,, Gue Kan Bisa Bella Diri kalo Tuh Orang Macem Macem Gue Kan Bisa Hajar Tuh Orang Nanti," Kata Emily Yakin.
" Gue Tau Lu Bisa Bela Diri Mil, Cuma Kan Lu Gak Tau Kalo Tuh Orang Berbahaya Apa Tidaknya," Kata Pampam Lagi..
" Lu Bener Juga Sih,, Tapi Kan Ada Lu Nanti Yang Bantuin Gue," Kata Emily Lagi.
" Lagi Pula Ada Citra Juga, Iya Gak Cit," kata Emily tersenyum.
" Iya Iya Aja Deh Gue Mah,, Gue Kan Gak Tau Lu Berdua Ngomongin Apa," Kata Citra Lagi..
" Hehehehe iya...Gue Lupa Kalo Lu Gak Lihat Sama Gak Denger Pampam Ngomong Apa," Kata Emily Tetawa,
" Ya Udah Yuk.. Kita Ke kelas Aja Deh Cit," Kata Emily dan Mengajak Citra Masuk ke Kelasnya.
Emily dan Citra pun Menyelsaikan Kuliah Mereka.. dan Setelah Selesai Menuju Parkiran Emily Pun Menaiki Mobilnya bersama Citra Setelah Di Jalan Emily melihat Sosok Ibu Muda Yang Menyebar Luaskan Surat Kabar dan di sana Tertulis Orang Hilang..
Emily Pun Berhenti Melihat Ibu muda Tersebut saat Menyebarkan Surat Kabar Orang hilang Itu.. Dan Emily Juga Melihat Ada Hantu Anak kecil Berada Di sana Sedang Memperhatikan Ibunya membagikan Foto Hilang Tentangnya.
" Lu Mau Ngapain Mil," Tanya Citra Saat melihat Emily Mau Turun..
" Maaf Kak..Kalo Kakak Lihat Anak Ini tolong Hubungi saya,, Sudah 3 hari Anak Saya Belum Pulang," Kata Si Ibu Muda Itu Pada Emily Ketika Emily Mendekati Si Ibu Tersebut..
Emily memperhatikan Hantu Anak Kecil Itu Yang berada Di samping Ibunya..
" Kasian...Anaknya Ternyata Hilang," Kata Citra Pelan Saat Melihat Foto orang Hilang.
" Anaknya Tidak Hilang...Dia Sedang Bersamanya," Kata Emily pelan.
" Apa...tapi Ini Kok..." Kata Citra bingung.
" Anak Itu Sudah Meninggal, Dan Anak Itu Adalah Hantu Yang Mengikutiku Tadi," Kata Emily lagi.
" Apa...Jadi Hantu Anak Kecil Itu Anak Si Ibu Ini," Tanya Citra.
Emily Sangat Sedih melihat takdir Anak Kecil Itu yang Di Pisahkan Dari Ibunya..
" Kasihan Sekali Si Ibu Itu..Dia Tidak Tau Kalo Anaknya Sudah Meninggal," Kata Citra Sedih.
" Ya... Memang Kasihan..Tapi Kalo Kita Memberitau kalo Anaknya Meninggal padanya, Dia Tidak Akan Pernah Percaya, Karena Jasadnya Belum Di temukan," Kata Emily Pelan.
" Kau Benar Mil..Kasihan Sekali Ibu Itu," Kata Citra.
" Kak..." Panggil Hantu Anak Kecil Itu saat Melihat Emily dan Menghampirinya.
" Tolong Bantu Aku Kak, Aku Tidak Ingin Melihat mamahku Terus mencariku, Padahal Aku Sudah Meninggal, Tolong Temukan Tubuhku Kak,Aku Mohon Padamu Kak, tolong aku,, Aku Ingin Mamahku Tau Kalo Aku Sudah Meninggal,," Kata Hantu Kecil Itu Lagi..
" Kakak Akan Berusaha Membantumu," Kata Emily Tekad..
Emily Ingin Dea Mendapat Keadilan, Dan Emily Ingin Melihat Orang yang Sudah Membunuhnya Itu Di penjara sesuai Apa Yang Ia Lakukan Pada Dea dan Ia Harus Bertanggung Jawab Atas Kematian Dea.
" Lu beneran Mau Bantu Anak Itu Mil," Tanya Citra..
" Ya....Gue Akan Membantunya. Dea Harus Mendapatkan keadilan Cit," Kata Emily bertekad.
" Jadi Namanya Dea," Tanya Citra pelan.
Ketika Citra melihat Nama Yang Ada Di dalam Selembar Kertas Pencarian Orang Hilang, Citra Melihat Nama Anak Itu..
Nama : Dea Ananda Pransiska.
" Dea Ananda Pransiska," Ucap Citra Saat menyebut Nama Anak Kecil Itu..
" Lalu Apa yang Mau Lu Lakuin Mil," Tanya Citra Lagi.
" Gue Harus Minta bantuan Bokap Gue Cit," Kata Emily lagi.
" Cuma Dia Yang Bisa Menemukan tubuh Anak Ini Nanti," Kata Emily lagi.
" Tentunya Dengan Bantuan Anak Ini," Kata Emily Lagi.
" Haaaah....Masalah Demi Masalah Selalu Saja Datang Ya Mil, Padahal Kita Belum Juga Selesai Dengan Masalah si Jacky,, Datang Lagi Masalah ini," Kata Citra Lelah dengan Kehidupan Yang Emily Jalani.
" Itulah Hidup Cit, Kita Tidak Boleh Menyerah," Kata Emily semangat.
" Lu Hebat Ya...Tetap Semangat Begini, Kalo Gue Jadi Lu,, Gue Mungkin Sudah Gila," Kata Citra pelan.
" Makanya...Lu Harusnya Bersyukur bisa Normal Kaya Gitu," Kata Emily lagi.
" Iya Iya.." Kata Citra Tersenyum.
" Udah Yuk Ah...Kita Pulang," Kata Citra Mengajak Emily pulang..
*******...…..******..…...******.…....******
" Hhaaaah...Akhirnya Nyampe Juga," Kata Emily Saat Sudah Sampai Apartemennya.
" Kamu sudah Pulang Sayang," Tanya Jacky Saat Melihat Emily Sedang Duduk di Ruang Tamu dan Baru Pulang.
" Hmmmm...mana Pampam Jack," Tanya Emily Balik.
" Bukan Kah Yang Menyambutmu Pulang Itu Aku.. Tapi Yang di Tanya Malah Pampam Bukan Aku," Kata Jacky Mengomel.
" Hehehehe Maaf," Kata Emily tersenyum Melihat Tingkah Jacky Yang Seperti anak Kecil
" Maafkan Aku Jacky, Bukan Maksud aku Seperti itu," Kata Emily Lagi.
" Kau Harus Meminta Maaf Padaku Dengan Kata "Maafkan Aku Sayang"," Kata Jack Lembut.
" Apa....Apa Aku Harus Berkata Seperti itu," Tanya Emily malu.
" Tentu Saja..Kau Kan Kekasihku," Kata Jacky Lagi.
" Baiklah...Maafkan Aku Sayang," Kata Emily lembut dan Pelan Hingga Membuat Jack ingin mendengar nya lagi karena Suara Emily Yang Begitu Menggoda.