EMILY

EMILY
BAG 52



" Emily Belum Sadar Sayang..." Jawab Kiona pelan.


Akila pun Mendekati Ranjang Emily dan Duduk DiSana.


" Mil...Bangunlah,, Kakak sangat Merindukanmu," kata Akila Lembut.


" Kakak Sangat Merindukan mu, Bangunlah Mil," Kata Akila lagi.


Suara Detak Jantung Emily Semakin Melemah,


Akila Yang Melihat itu pun Langsung Panik..


" Mamah...Apa yang Terjadi Mah, Kenapa Jantung Emily Berhenti," Tanya Akila Pada Mamahnya.


Kiona Pun sama Paniknya Seperti Akila, dan Memanggil Dokter Karena Jantung Emily Melemah,


Dokter pun Memeriksa Emily Lagi,,


Dokter Juga Bingung...Masa Kritis Kemarin Emily bisa Lewati, Namun Pemikiran Dokter Tentang Kesehatan Emily Memang Sudah Di prediksi, dan Benar Saja Emily kembali Mengalami Masa Kritis. Dan Dokter Berharap Emily Kali Ini Bisa Terselamatkan Lagi.


" Dokter...Tolong Putriku,tolong Selamatkan Putriku," Kata Kiona menangis.


Adam Pun Memeluk Istrinya Yang Menangis.


" Kami Akan Lakukan Semaksimal Mungkin, Kami Harap tuan Dan Nyonya Bersabar," Kata Dokter Satunya Lagi...


Ketika Dokter Berjuang Menolong Emily,


Tiba Tiba Pampam Pun Muncul di depan Ranjang Emily.


" Mil...bangunlah, apa kau akan tetap Seperti ini, apa Kau akan Tetap Diam Seperti Ini Hah, apa kau akan Menyerah Dengan Semua Ini," Kata Pampam pelan.


" Apa kau Mau Perjuangan kita untuk Jacky Sia sia Jika kau Mati, Emily," Kata Pampam Lagi..


" Bangunlah...Aku Tau Kau Kuat, Aku Tau Kau Bukan Gadis Yang Lemah Emily," Kata Pampam lagi.


" Jadi Bangunlah, Aku Ingin Kau Bangun Emily, Jangan Menyerah Dengan Apa Yang Kau Alami Saat Ini,..." Kata Pampam lagi.


" Aku Tau Aku Bukan Gadis Yang Lemah PAM,," Kata batin Emily berkata, Memang tubuh Emily Tak sadar Namun Naluri Dan Hatinya Tetap sadar.


" Aku Hanya Lelah Saja,apa Aku Tidak Bisa Memilih Ikut Ibunda Saja dan Menyerah Untuk semuanya, Aku Benar Benar Tidak Kuat Menahan Sakit Ini PAM," Kata Emily Lagi Yang Ternyata Hati Emily Memang Sadar dan Memilih Diam Karena Ia Merasa Lelah Dan Malah Berpikir ia Ingin Menyerah Saja dan menginginkan Ikut Ibundanya.


" Aku Lelah Pam, Aku Ingin Sekali Merasakan Normal Seperti Anak anak Lainnya, Mungkin Jika Aku Mati..Aku akan Lebih Tenang Dan Bahagia," Kata Emily pelan.


" apa kau Akan Menyerah dengan Semuanya, Kau Tau Emily, Banyak Orang orang Yang malah Menginginkan Anugrah yang Kau Miliki Emily, Dan Kau Malah Mau Melepaskan Segalanya dan Menyerah Begitu Saja," kata Pampam Pelan.


" Dan Apa Kau Tidak Kasihan pada Mamah Dan Papahmu, apa lagi Mamah mu yang Melahirkanmu," Kata Pampam.


" Apa Kau Tidak Mendengar Akila Memanggil Namamu," kata Pampam.


" Kau Jangan Beranggapan Seperti itu Emily, Takdirmu Bukan Sampai Di sini," Kata Pampam.


" Takdirmu Baru Di Mulai Emily," Kata Pampam.


" Kau Harus Kuat, Dan Aku Janji, aku akan Selalu Bersamamu," Kata Pampam lagi.


" Jadi Bangunlah, Jangan Menyerah Dengan Semua Ini," Kata Pampam.


" Apa Kau Pikir, Ibundamu Akan Mengijinkanmu Seperti Ini, dan apa Kau Pikir Ibunda Akan Senang Dengan Apa yang Kau Pikirkan Saat ini," Kata Pampam Lagi.


" Apa Kau Janji Akan Selalu bersama ku," tanya Emily.


" Ya Aku berjanji, Aku akan Selalu bersama mu," Kata Pampam.


" Jika Kau Mati...Aku Juga Akan Mati Emily," Kata Pampam Lagi.


" Bahkan.Jika Kau Memilih Mati Sekarang, Aku Akan Mengikuti Kemana pun Kau Pergi, Bahkan Aku Akan Ikut Mati Bersamamu Juga," Kata Pampam Lagi


" Kau Kan Sudah Mati...Mana Mungkin Kau Bisa Mati Lagi," Kata Emily Yang Malah Bercanda.


" Kau Masih Saja Bisa Bercanda, Padahal Kau Dalam masa Kritis seperti itu," Kata Pampam.


" Yang Kritiskan Tubuhku, Jiwa dan Hatiku Kan Tidak," Kata Emily Pelan.


" Kau Ini,, Sekarang Bangun Lah, Emily.. aku Mohon, Bangunlah, Demi Diriku, Mamah Papahmu,Akila Dan Juga Jacky," Kata Pampam lagi.


" Bangunlah,,," Kata Pampam lagi..


Detak Jantung Emily Kembali Normal,, dan Masa Kritis Emily Sudah tertolong Lagi..


" Alhamdulillah," Kata Semua Dokter Yang Menangani Emily bersyukur karena Emily Kembali Terselamatkan.


" Bagaimana Putri Saya Dok," Tanya Kiona Setelah Dokter yang Menangani Emily Keluar..


" Alhamdulilah Kali Ini Nona Emily Selamat lagi," Kata Dokter.


" Alhamdulillah," Kata Kiona Puji Syukur,


" Alhamdulillah Pah, Emily selamat," Kata Kiona Lembut.


" Iya Sayang..." Kata Adam Senang.


" Dokter...Apa Kami Boleh Melihat Anak Kami," Tanya Adam,


" Silahkan Tuan," Kata Dokter.


" Tapi...Minimal Hanya Dua Orang Saja," Kata Dokter lagi.


" Sayang...Mamah Sama Papah Dulu Ya yang Masuk, Nanti Akila," Kata Kiona lembut.


" Iya Mah,, Tidak Apa apa, Mamah Sama Papah Saja Dulu, Akila Nanti Belakangan," Kata Akila Pelan.


DUA HARI KEMUDIAN....


Kini Emily sudah Sadar dan Ia Sedang Di Suapi Mamahnya Makan.


" Makannya Yang Banyak Ya Sayang...Biar Cepat Sembuh," Kata Mamah Kiona Lembut.


" Mah...Apa Jacky Sudah Sadar," Tanya Emily pelan


" Mamah Belum Mendengarnya Sayang," Kata Kiona Lembut.


" Makannya,,,Mily sembuh Terlebih Dahulu Biar Nanti Bisa Melihat Jacky," Kata Kiona Lagi.


" Iya Mah," Kata Emily Pelan.


Taklama Citra Pun Datang Menjenguk Emily,


" Hai Mil,,," Sapa Citra saat Menjenguk Emily.


" Citra..." Kata Emily Senang Saat melihat Citra.


" Bagaimana Kabar lu Mil," Tanya Citra.


" sekarang Gue Udah Agak Mendingan, walau sedikit agak Pusing Sih," Kata Emily.


" Oia...Gue Kesini Sama Raja, Bentar Ya Gue Panggil Dia," Kata Citra Pelan Dan Keluar Lagi Memanggil Raja Yang Menunggu Di Luar.


Tak Lama Citra Masuk Membawa Raja,


" Hai...Gimana Kabar Kamu Mil," Tanya Raja pelan.


" Gue... Alhamdulilah sudah Mendingan Kok," Kata Emily Pelan.


" Maaf Tante Saya Cuma Bisa Bawa Ini Saja," Kata Raja Membawa Bingkisan Buah Untuk Emily dan Memberikannya Pada Mamah Emily.


" Terimakasih Nak," Kata Kiona Pelan.


" Ja...apa Jacky Sudah Sadar," Tanya Emily Pelan.


" Ah...Kakakku Belum Sadar Sih Mil," Kata Raja Pelan.


" Kau Mau Melihatnya," Tanya Raja,


" Tapi...apa aku Boleh Melihatnya," Tanya Emily..


" Tentu saja,," Kata Raja pelan.


" Tante...Apa Emily Di bolehkan Keluar Sebentar," Tanya Raja lagi.


" Boleh Kok Nak," Kata Mamah Emily pelan.


Emily Pun mencoba Berdiri untuk duduk Di Kursi Roda Yang Mamah Kiona Siapkan Didekatnya.


" Apa Kau Bisa Sayang," Tanya Mamah Kiona Lembut.


" Kalo Tidak Bisa Biar mamah Bantu Sayang," Kata Kiona Lagi.


" Emily, Bisa Kok Mah, Mamah Tenang Saja," Kata Emily Tersenyum.


Emily Pun Diantarkan Ke Ruang Jacky dan Itu Juga Di Bantu Raja Adik Jacky.


" Nak Emily,, Nak Emily Mau Lihat Jacky," Tanya Mamah Jacky Pelan.


" Iya Tante,, Boleh," Tanya Emily pelan.


" Tentu Saja Sayang," Kata Mamah Jacky Pelan.


Emily Pun Mendekati Ranjang Jacky dan Memegang Tangan Jacky.


" Jack....Apa kau Mendengarku," Tanya Emily Pelan.


Dan Hanya Mereka Berdua Yang berada Di Dalam, Mamah Jacky dan Raja Meninggalkan Emily dan Jacky Untuk Berbicara..