
" Kalo Begitu Kemarilah," Ucap Emily Pelan, dan Membuat Si Penjahat No 2 Senang Karena Emily Sendiri Yang Memintanya.
Jacky Hanya Diam Karena Ia Tau jika Emily Akan Memberi Pelajaran Pada Penjahat Penjahat Itu.
" Hahahaha Kau Lihat, Kekasihmu Yang memintanya padaku, Agar Aku Menemuinya Sendiri," Kata Si Penjahat Itu Senang dan Berbicara Pada Jacky.
" Aku Sarankan padamu, Jika Kau Ingin Hidup, Lebih Baik Kau Pergi, Dan Jangan Mendekatinya, Apa Lagi Menemuinya," Saran Jacky Bermaksud Memberi Tau Pada Pria Itu Agar Tak Mendekati Emily.
" Hahahha Dia Hanya Seorang Gadis, Kau Tau...Dia Terlihat Seperti Gadis Lemah di mataku" Kata Si Penjahat No 2 Itu Terlihat Senang Penjahat itu Tidak Tau Siapa Emily sebenarnya,
" Hahahha Aku Tidak Takut Pada Gadis Lemah," Kata Penjahat Itu Lagi dan Mendekati Emily Dengan Senang.
" Kau Lihat....Aku akan Memuaskan Kekasihmu itu," Kata Penjahat Itu Lagi.
Jacky Menahan Amarah Saat Penjahat Itu Mengatakan Hal Yang Tidak Pantas Pada Emily.
Saat Si penjahat No 2 Mendekati Emily,
" Aku Sudah Berada Dekat Denganmu Gadis Manis, Kemarilah," Kata Si penjahat Itu senang.
Penjahat Itu Pun Mendekati Emily dan Dengan Cepat Penjahat Itu Malah Melayang Terlempar Dan malah Mendarat di Aspal Dengan Kepala Lebih Dulu,
Emily Menggunakan Kekuatannya Untuk Melawan Penjahat Itu,
Dengan Mudah Ia menendang Perut Si penjahat Sampai Terpental Ke aspal.
" Sudah Aku Bilang Bukan jangan Mendekatinya, Kau Malah Tidak Mendengarkan ku," Kata Jack pelan.
" Sialan," Maki Si penjahat No 1 Yang Melihat Temannya Terkapar Tak Sadarkan Diri Karena Menghantam Aspal Dengan Keras.
" Hanya Melawan Gadis Satu Saja Kau Tidak Bisa," Kata penjahat No 1 Kesal melihat Temannya Kalah Dengan Seorang Gadis.
" Tangkap gadis Sialan Itu, Dan Berikan Dia Padaku, Aku Sendiri Yang Akan menjamah Tubuhnya, atau Jika Perlu Aku Sendiri Yang Membunuhnya, Karena Sudah Berani Menghajar Temanku, Bawa Dia Padaku," Kata Penjahat No 1 Pada Ke tiga Temanya.
" Kalian Mau Menangkap Gadisku," Kata Jack.
" Kalian Bagianku," Ucap Jack Sinis.
" Jika Kalian Berani, Hadapi Aku dulu," Ucap Jack Lagi.
Dengan Secepat Kilat Jacky Sudah Melumpuhkan Ke Empat Penjahat Itu dengan Mudah.
" Kalian bilang, Mau Mencicipi Tubuh Calon Istriku, bahkan Kau Mengatakan Akan Membunuhnya, Aku Pastikan Kau Yang Akan Lebih Dulu Mati Sebelum Calon Istriku," Kata Jack Kesal Dan Marah,
" Jika Kau Berani Mendekatinya, Kalian Akan Mati," Kata Jack Marah,
Jacky Menghampiri Penjahat No 1 yang Dari Tadi Mengatakan Hal Yang Tidak Pantas Pada Emily.
" Kau...Bukankah Kau Yang Mengatakan Hal hal Yang Tidak Pantas Pada Calon Istriku," Kaya Jacky Marah.
" Bukankah Kau Juga Yang Mengatakan Akan Membunuh Istriku, Karena Kau Mengatakan Itu, Kau Sendiri Yang Memilih Mati di Tanganku," Kata Jacky Yang Terlihat Murka pada Penjahat No 1.
" Ampun Ampun.. Ampuni Saya Tuan," Kata Si Penjahat No 1 minta Ampun.
Emily Seperti Melihat Sosok Papahnya Di Dalam Diri Jacky,
" Berani sekali Kau Mengatakan Itu, Di Hadapanku," kata Jacky Lagi dan Jacky Benar Benar Murka Saat Mendengar Penjahat Itu Mengatakan Tak senonoh pada Emily.
" Akan Aku Patahkan Tangan Dan Kakimu, Agar Tak Berani Seperti itu lagi, Jika Perlu, Akan Ku kebiri Punya Mu," Ucap Jack Dan Benar Saja Tangan Dan Kaki Salah Satu Penjahat Yaitu penjahat No 1 patah, Jacky Mematahkan Kaki dan Juga Tangannya Namun Ia Tak Melakukan Kebiri Yang Barusan Ia Katakan.
Raungan Penjahat Yang Meminta Ampun Pada Jacky pun Tak Ia Dengar.
Semua Teman Penjahat Itu Bergidik Saat Melihat Jacky Dengan Kejam Mematahkan Tangan Dan Kaki Penjahat No 1 yang Ternyata Bos Di Antara Mereka. Penjahat Yang Pingsan Pun Terbangun Mendengar Raungan Bosnya itu.
" Ampun Tuan...Ampuni Kami tolong jangan Bunuh Kami." Kata salah Satu Penjahat meminta Ampun Pada Jacky.
" Jika Kalian Ingin Hidup, Jangan Melakukan Kejahatan Seperti Ini Lagi," Kata Jack Tegas.
" Baik...Baik Tuan, Kami Tidak Akan Berbuat Jahat Lagi," Kata Salah Satu Penjahat Dari Mereka.
" Bawa Ini, Dan Bawalah Dia Ke rumah Sakit," Kata Jack Memberikan Uang Pada Penjahat Penjahat itu Agar Membawa Bos Mereka Ke Rumah Sakit.
" Dan Pergilah Dari Sini..." Kata Jacky membentak Semua penjahat Di sana,
Dengan Secepat Kilat Penjahat Itu Pun Kabur Karena Takut Pada Jacky. Kempat Penjahat Itu Pun Membopong Bos Mereka Dan Membawanya Pergi.
" Ternyata Jacky Dan Emily Bisa Bela Diri, Aku Baru Tau Ternyata Emily Bukan Gadis Biasa, Dia Bisa bela Diri Juga," Ucap Seseorang Itu Lagi yang Dari Tadi Melihat Jacky Dan Emily Berkelahi, dan Orang Itu Tak Henti Hentinya Mengikuti Emily Dan Jacky.
" Aku Harus Pergi Dari Sini, Sebelum Mereka Mengetahui Aku Dari Tadi Mengikuti Mereka," Kata Seseorang Itu Lagi dan Meninggalkan Emily dan Jacky.
" Apa Kau Tidak Apa apa," Tanya Jacky Pada Emily.
" Aku Tidak Apa apa," Jawab Emily Pelan.
" Syukurlah...Ayo Kita Pulang," Ajak Jack Lembut,
Jacky Dan Emily Pun Kembali Melajukan Mobilnya dan Menuju Rumah Kiona Mamahnya Emily.
" Untung Penjahatnya Tidak Terlalu banyak, iya kan," Kata Emily Saat di perjalanan,
" hmmm," Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Jacky.
" Kau Kenapa, Jack," Tanya Emily Saat Melihat Jacky Diam Saja.
" Aku Tidak Suka Cara mereka Menatapmu, Apa Lagi Mengatakan Hal Kotor Padamu," Kata Jack Kesal.
" Namanya Juga Penjahat, Kalo Orang Baik Mana Mungkin Mengatakan Hal Yang Tidak Pantas," Kata Emily Pelan.
" Kau Benar, tapi...Ingin Rasanya Aku Membunuh Mereka saat mereka mengatakan Hal Kotor Padamu," Kata Jack Lagi.
" Bukan Cuma Kau, Aku Saja Yang Mendengarnya Ingin Sekali Mematahkan Leher Mereka," Kata Emily Kesal.
" Terus Kenapa Kau Tidak Melakukannya," Kata Jack.
" Aku Hanya Kasihan Padanya, Bukannya Setiap Manusia Mempunyai Kesempatan Ke dua," Kata Emily Pelan.
" Kau Benar, Memang... Setiap Manusia Mempunyai Kesempatan Kedua," Kata Jack Pelan.
Emily Sangat Kagum Pada Sikap Jacky Yang Memang Benar Benar Baik, Pada Penjahat Saja Ia Begitu Baik, dan Malah Memberikan Uang Pada Penjahat Itu, Agar Bisa Berobat Pada Dokter Karena Jack Yang Mematahkan Kaki Dan Tangan Penjahat itu,
" Kenapa Kau Terus Menatapku Seperti itu," Tanya Jack Saat Emily Terus Memperhatikannya.
" tErnyata Kau Sangat Baik Ya Jack, Pada Penjahat Saja Kau Memberikan Uang," Kata Emily Pelan.
" Kaki Dan Tangannya Kan Patah Karena Aku Yang Mematahkannya, Jika Kaki Dan Tangannya Patah, Bagaimana Dia Bisa Bekerja Nanti," Kata Jack Tersenyum.
" Kau Benar Juga," Kata Emily Tersenyum.
" Jam Berapa Sekarang," Tanya Emily pada dirinya Sendiri Dan Ia Pun Melihat Jam Pada Handphone nya Ternyata Sudah Larut malam
" Ya Ampun..Ini sudah Malam Ternyata, Papah Pasti Marah," Kata Emily Lagi.
" Aku Yang Akan menanganinya," Kata Jack Pelan.
23 : 30 WIB....
Sesampainya Di Rumah Kiona Jacky Dan Emily Pun Turun Dari Mobilnya,
Dan Melihat Adam Sudah Mematung Di depan Pintu Rumahnya..
" Kenapa Kalian Terlambat pulang," Ucap Adam Tegas.