EMILY

EMILY
Bag 85



00 : 30 WIB...


Papah, Mamah, Akilla Dan Citra Semua Sedang Duduk Di kamar Emily.


Ternyata Mereka Semua Akan Tidur Bersama di Satu Kamar.


apa lagi Mamah Dan Papah Emily Tau Kalo Hari Ini Ulang Tahun Emily Yang Spesial.


Mamah Dan Papah Emily Memang Sudah Tau Kalo Di Hari ulang Tahun Emily Yang Ke 20 Tahun, Semua kekuatan Yang Emily Miliki Akan Terbuka dan Tidak Akan Terkunci Lagi dan Itu juga Bisa Di Buka Hanya Oleh Ratu Purbararang...


Tak lama Ratu Purbararang Pun Muncul bersama Pampam Teman Emily yang Tak terlihat...


" Ibunda," Panggil Emily Senang.


Papah, Mamah, Akilla Dan Citra Ternyata Bisa Melihat Ratu Purbararang dan Juga Pampam dengan Mata Telanjang.


" Selamat Malam," Ucap Ratu Purbararang Sopan Nan Lembut.


" Selamat Malam, Ibunda Ratu," Ucap Emily pelan dan Emily Menyapa Pampam Dengan Anggukan.


" Sayang...Jadi...Jadi..jadi ini Ibunda Ratu Purbararang," Tanya Kiona Penasaran.


Karena Baru Pertama Kali Melihat Sosok Ratu Purbararang Dengan Jelas Dan Nyata.


Dulu sewaktu Kiona Melahirkan Emily, Kiona Tak Melihat Dengan Jelas, Namun Ia Yakin jika Yang Ia Lihat Dulu Adalah Ratu Purbararang.


" Mamah, Bisa Lihat Ibunda," Tanya Emily Bingung saat Melihat Mamahnya Ternyata Bisa Melihat Ibunda Ratu.


Adam, Akilla Dan Juga Citra Terpana Karena Baru Pertama Kali Melihatnya Juga,


" Semua Keluargamu Bisa Melihat Ibunda dan Raden Fatih Hanya Hari Ini, Nak," Kata Ibunda Ratu pelan.


" Tapi...Kenapa," Tanya Emily Bingung.


" Karena Ibunda Ingin Keluargamu Tau...Siapa yang Selalu Menemuimu, dan Yang Kau Temui," Kata Ibunda Pelan.


" Dan Ibunda hanya Ingin Membuktikan bahwa Kau Bukan anak Sembarangan dan Bukan anak Biasa," Kata Ibunda Ratu lagi.


" Ibunda Hanya Ingin Membuktikan Kalo Dunia Ibunda Memang Ada, Adanya," Kata Ibunda Ratu Lagi.


" Kami Memang Percaya Ibunda...Bahwa di Dunia Ini Bukan Hanya Manusia Yang Hidup, Alam Jin Pun Sama hidup Berada Di Dunia Ini," Kata Emily Pelan.


" Memang Benar Anakku, Namun Kebanyakan Manusia Tidak Mempercayai Adanya Kami," Kata Ratu.


" Hanya Manusia Beriman Yang Hanya Percaya Pada Kami," Kata Ibunda Ratu lagi.


" Jika Kami Tidak Percaya Adanya Alam Jin, Berarti Kami Tidak Percaya Bahwa Adanya Tuhan Yang Menciptakan Kita," kata Adam Tegas.


" Memang Benar...Tapi Kebanyakan Manusia Menyebut Kami Alam Jin Hanyalah Mitos dan Takhayul Semata," kata Pampam menambahkan.


" Jika Dalam Hati Manusia Tak Mempercayai Adanya Kami, Maka Dia Benar Benar Tak Beriman," Kata Pampam Lagi.


" Kau Benar PAM," Kata Emily.


" Sayang....Apakah Pria Tampan Itu, teman Masa Kecilmu," Tanya Kiona Mamah Emily Berbisik Pada Emily.


" Iya Mah," Ucap Emily dan Emily pun memperkenalkan Kedua Orang Itu pada Keluarganya.


" Mamah...Perkenalkan Ini Adalah Ibunda Ratu," Kata Emily Memperkenalkan Ibundanya Pada Mamahnya.


" Ibunda Ratu Purbararang, dan Ini Teman Masa Kecilku, Pampam Atau Raden Fatih," Ucap Emily Lagi.


" Sebuah Kehormatan Bagi Kami, Bisa Melihat Langsung Wujud Ratu Purbararang Dan Juga Pampam Teman Masa Kecil Emily." Ucap Kiona Pelan dan Sedikit Menunduk.


Papah, Akilla Dan Citra Pun Ikut Membungkuk..


" Dengan Senang Hati.. Karena Keluarga Putriku adalah Keluargaku Juga," Kata Ratu Pelan dan Pampam Hanya Menundukan kepala sebentar Untuk Menghormati Keluarga Emily yang Baru Pertama Kali Melihatnya.


" Maaf Kan Saya Ratu...Apa Saya Boleh Bertanya," Tanya Kiona Pelan, dalam Hati Kiona Ia Merasa Selalu takut jika Suatu Saat nanti Ratu Yang Menitipkan Putrinya Padanya Akan Mengambiilnya.


" Tentu saja, Silahkan, Anda Mau Menanyakan Apa," Tanya Ratu.


" Apa Yang saya Temui 20 tahun Lalu, Adalah Ratu Purbararang sendiri, Setelah Saya Melahirkan Emily Apa Ratu Yang Menemui Saya," Tanya Kiona Penasaran, Ia Ingin Memastikan Bahwa Yang Ia Temui 20 Tahun Lalu benar Adalah Ratu Purbararang.


" Betul...Memang Saya Yang Menemuimu 20 tahun Yang Lalu, Saat Putriku kau Lahirkan," Kata Ratu Purbararang,


" Terimakasih Ratu..." Ucap Kiona Dan Ia Malah bersujud Pada Ratu Purbararang.


" Terimakasih Sudah Memberikan Putri Yang Begitu Istimewa Untuk Kami," Ucap Kiona pelan.


" Bangunlah...Seharusnya Sayalah Yang Berterimakasih Karena Kau Mau Menjaga Dan Merawat Putriku dengan Baik," Ucap Ratu lembut.


" Tentu Tidak...Karena Putriku Mempunyai Darah Darimu," Kata Ratu.


" Jadi Saya Tidak Berhak Mengambilnya Darimu," Ucap Ratu Lagi.


" Terimakasih Ratu..." Ucap Kiona bersyukur.


" Hari Ini Ibunda Akan Membuka Semua Kunci Yang Ada Dalam Tubuhmu, Namun Jika Kegelapan Menguasai Dirimu Nak, Kau Harus Berusaha Sendiri Untuk Melawannya," Ucap Ibunda Ratu Pelan.


" Apa Kau Siap Nak," Tanya Ibunda Ratu...


" Insyaallah Ibunda," jawab Emily Pelan.


" Jika Semua kekuatan Yang Ibunda Kunci terbuka, Kau Harus Siap Menghadapi Semuanya," Kata Ibunda Lagi.


" Emily Siap Ibunda, Apa Pun Yang Terjadi...Jika Memang Ini Semua Sudah Takdir hidup Yang Emily Jalani, Emily Siap Untuk Menerimanya," Ucap Emily Pelan.


" Bagus...Kau Memang Putriku," Ucap Ibunda Tersenyum Karena Melihat Kemiripan Dirinya Pada Emily.


" Semua Kehidupanmu...Akan Di Mulai Sekarang, Dan Kau Jangan Terkejut Bila Semua Kekuatan Yang Kau Miliki Terbuka," Kata Ibunda Lagi.


" Dan Ibunda Hanya Bisa Mengatakan Padamu Nak, Kendalikan lah Semua Kekuatan Yang Kau Memiliki,Dan Hadapi Kegelapan Itu," Kata Ibunda Lagi..


" Apa Kau Siapa Nak," Tanya Ibunda Lagi..


" Hamba Siap Ibunda Ratu," Kata Emily Membungkuk.


" Baiklah..." Ucap Ibunda Dan Ibunda Pun Memposisikan berdirinya Dengan Emily.


" Kemarilah.." Ucap Ibunda Lagi...


Emily Pun Mendekati Ratu Purbararang.


" Raden Fatih..Tolong Kau Berdiri Di belakang Putriku," Kata Ibunda Ratu.


" Siap Ratu," Kata Pampam Pelan dan Pampam Pun Berdiri Di belakang Emily..


Emily Pun Memejamkan Matanya Berlahan..


Ibunda Ratu pun Membacakan Mantra Pembuka Kunci....


Ketika Ratu Purbararang Membacakan Mantra Pembuka Kunci..


Berlahan Tubuh Emily Melayang Ke Atas.


Tubuh Emily Melayang dan Mengeluarkan Cahaya Di dalam Tubuhnya..


Semua Keluarga Emily Menundukan Pandangannya Karena Merasa Silau Dengan Cahaya Yang ada Dalam Tubuh Emily.


Ibunda Ratu Pun Membuka Kunci Yang Ada Dalam Tubuh Emily.


Berlahan Tubuh Emily Berputar berlahan dengan Melayang Karena Ibunda Ratu Sedang Membuka Kunci di tubuh Emily,


Ketika Ibunda Ratu Selesai Membuka Kunci Di Tubuh Emily...Emily Malah Pingsan Karena Merasa Tubuhnya Terbawa Dalam Kegelapan.


Dengan Sigap...Pampam Pun Menangkap Tubuh Emily dan Membaringkannya....


" Ada Apa Dengan Emily....Em...Maksud Hamba Putri Emily, Ratu," Tanya Pampam Penasaran kenapa Emily Malah Pingsan,


" Biarkan Dia...." Kata Ibunda Ratu Yang Terlihat Tenang.


" Tugasmu Sudah Selesai untuk Menjaga Putriku, kau Tau Bukan Tugasmu Sekarang Kemana Raden Fatih." Ucap Ibunda Pada Pampam.


Emily Yang Mendengar itu Berusaha keluar Dari gelap Yang Memeluk Tubuhnya...


TIDAK IBUNDA...JANGAN PISAHKAN AKU DENGAN PAMPAM IBUNDA..teriak Emily Di dalam Kegelapan Yang memeluknya.


Namun Percuma Ibunda Tidak Akan Mendengar apa Yang Emily Teriakan...


" Baik Ratu.." Ucap Pampam yang Merasa Sedih dan Pasrah Karena Harus Berpisah Dengan Sahabat Kecilnya..


Pampam Juga Tau Pasti Suatu Saat Akan Terjadi Seperti ini..


TIDAK...PAM, JANGAN KATAKAN ITU, KAU SEHARUSNYA MEMINTA PADA IBUNDA AGAR SELALU BERSAMA KU, ucap Emily Berusaha Agar di dengar ibunda Ratu Dan Juga Pampam.


Namun Semua Sia sia..


Semua Yang Emily Katakan Sia sia Karena Ibunda Ratu Atau pun Pampam Tak Bisa Mendengarnya..