
" Apa..Jadi Roh Darren Berada Di Botol Kecil Yang Waktu Dulu Mengurungku," Kata Jacky Tak Percaya.
Emily Menceritakan Itu Semua Pada Jacky, Karena Menurutnya Jacky Harus Tau, Agar Jaga Jaga Jacky Tak Menemui Darren Yang Bukan Darren Sekarang.
" Aku Tidak MENGERTI PAM, apa Sebenarnya Yang Di Tuju jin Aneh Itu," tanya Jacky Pada Pampam.
" Entahlah Aku Saja Tidak Tau Jack, Apa Yang ia Inginkan," Kata Pampam.
" Lalu Apa Rencana Kalian," Tanya Jacky Lagi...
" Sedangkan Jin Aneh Itu Mengatakan kalo Kita Tidak Ikut Campur ketika Emily menemuinya," Kata Jack Lagi..
" Maka Dari Itu...Kita Harus Cari Ide Yang Bagus Untuk Menjebak Aslan," Kata Pampam Lagi.
" Emily...Apa Kau Masih Ingat Ajian Penghisap Jiwa," Tanya Pampam pelan dan Emily Pun Mengangguk.
" Dia Tidak Tau Bukan jika Kau Adalah keturunan Sang Ratu," Kata Pampam lagi dan Emily Pun Mengangguk.
" Begini Saja... Kau Temui Dia Seorang Diri, Jika Kau Dalam Bahaya, Kau Bisa Bukan Memberi tau Ku Lewat Telepati yang Sering Kita Coba Lakukan dan Itu Berhasil Bukan," Kata Pampam.
" Cobalah Untuk Membujuknya, Paling Tidak Kau Dapatkan Dulu Botol Pemisah Jiwa Itu," Kata Pampam lagi.
" tapi...aku tidak Setuju PAM, Itu Berbahaya," Kata Jacky Tak Setuju.
" Aku Tau, Jack, Tapi Tidak Ada Cara lain," Kata Pampam lagi.
" Kau Tau Bukan, Jika Botol Pemisah Jiwa Itu pecah, Atau Aslan Sengaja Menghancurkan itu, Darren Tak Akan selamat," Kata Pampam ngeri.
" Baiklah...Akan Aku lakukan," Kata Emily tegas.
" Tapi Emily, Aku Takut Kau Kenapa Napa," Kata Jack Takut.
" Aku Hanya ingin Menolong orang Yang Tak Bersalah Jack, Dan aku Juga Ingin Memberi Aslan Pelajaran,," Kata Emily Tegas.
" Tapi Emily..." Kata Jack Cemas.
" Jack,,, Apa Kau Ingin Sahabat mu Itu Tak selamat," Tanya Emily pelan.
" Bukan itu Yang aku Maksud, Aku Takut kau Kenapa Napa," Kata Jack pelan.
" Tentu Saja Aku Juga Cemas Pada Darren, Tapi Aku Lebih Cemas Akan keselamatan mu, Emily," Kata Jack Pelan.
" Kau Lupa....Aku Adalah Emily Putri dari Sang Ratu PURBARARANG, Sudah Tugasku menolong Orang Yang membutuhkan Bantuan ku," Kata Emily.
" Apa Kau Juga Lupa, Aku Sering Bersinggungan Dengan Hal seperti Ini, Tapi Allah Selalu Menolong ku, Bahkan Ibunda Juga Akan Selalu Membantuku," Kata Emily MeyakinKan Jacky,
" Dan PamPam Sudah Pasti Akan Membantuku Jack, Kau Mencemaskan Apa Lagi," Kata Emily pelan.
" Percayalah Pada Emily Jack," Kata Pampam Lagi..
" Baiklah...Tapi Apa yang Bisa Aku Bantu," Kata Jack Menyerah...
Emily Pun Tersenyum..
" Jika Terjadi Sesuatu, Ketika Aku Memberi Tau Pampam lewat Telepati ku, Kau Harus Cepat Cepat, Masuk Ke Dalam Apartemen Darren," Kata Emily Pelan Dan Jacky Pun Mengangguk.
*****.....*****.....*****.....*****
Emily Mundar Mandir di Apartemennya..Ia Merasa Was Was Karena Akan Bertemu Aslan Malam Ini, Entah Kenapa Aslan Meminta Emily Menemuinya Sekarang, Dan Kebetulan Malam Ini Adalah Malam Jum'at dan Kebetulan Juga Malam Ini Malam bulan Satu Suro.
" Kenapa Aslan Memintaku Menyerahkan Aura Murni Sekarang, Dan Juga Bertepatan Di Malam Satu Suro PAM," Tanya Emily bingung,
" Entahlah Emily, Aku Tidak Tau.." Kata Pampam Yang Merasa Ada yang aneh..
" Sebaiknya kau Tidak Menemuinya Emily, Aku Khawatir kau Malah Dalam Bahaya Emily," Kata Pampam lagi.
" Tapi PAM,, Bagaimana Dengan Darren Jika Aku Tak Menemui Aslan," Kata Emily lagi.
" Apa Kau Yakin, Akan Menemuinya," Tanya Pampam cemas,
" Iya Aku Yakin, PAM," Kata Emily,
" Hidup Matiku, Aku Serahkan Semua Pada Pencipta ku, Jika Takdirku Sampai Sini, Aku Ikhlas," Kata Emily Pelan.
" Kau Yang Ikhlas, Tapi Kami Tidak," Kata Pampam Geram.
" Maka dari Itu, Bantu Gue Biar Gue Gak Mati Sia Sia," Kata Emily Malah Bercanda.
*****......******......*****.....*****
" Tidak Kusangaka Kau Ternyata berani Juga Menemui ku Seorang Diri," Kata Aslan Kagum,
Aslan Pikir Emily Tak Akan Berani Menemuinya Seorang Diri.
" Kau Yang Memintaku Seperti Itu Bukan," Kata Emily lagi.
" Sekarang Berikan Botol Pemisah Jiwa Itu Padaku," Kata Emily Pelan.
" Maksudmu Botol Ini," Kata Aslan Memperlihatkan Botol Itu, Dan Ia Memantrai Botol Itu Agar Bisa Dapat Terlihat di dalam nya..
Telihatlah Darren Sedang Duduk Di Botol Kecil Itu,
Darren Benar benar Terkejut Saat Melihat Emily Berada Di Sana.
" Emily Apa yang kau Lakukan di sini," Tanya Darren Tak Percaya Jika Emily Berada Di Aparteman dan Bersama Aslan,
" Pergi Emily Pergi...Kau Dalam Bahaya Emily, Pergilah," Kata Darren Meminta Emily Agar Pergi Dari Apartemanya.
" Aku Akan Membantumu, Keluar Dari Botol Ini Pak," Kata Emily.
" Kau Gila, Nyawamu Dalam Bahaya Emily," Kata Darren,
" Hahahhahahahahhaa, Kau dengar, Dia Bersedia Mengorbankan Auranya Hanya Untuk Menolongmu, Ternyata Perasaanmu Terbalaskan," Kata Aslan asal.
" Apa...Emily Apa Kau Gila, Kau Tau Apa Yang Kau Lakukan, Kau Bisa Mati Emily," Kata Darren Kesal Dan Marah pada Emily Karena Mengorbankan SeSuatu Yang Begitu Berharga Hanya Untuk Dirinya...
" Diamlah...Ini Juga Kan Demi Keselamatan Bapak," Kata Emily Yang malah Kesal Mendengar Omelan Darren Padanya.
" Sekarang Serahkan Botol itu Padaku," Kata Emily Pada Aslan.
" Emily Jangan percaya Pada Aslan, Kau Tidak Mengenalnya Emily," Kata Darren Yang Terus Nyerocos,
" Hahahhaha Apa Kau Ingin Dia Hidup," Kata Aslan Saat Memperlihatkan Botol Kecil Itu Pada Emily, Emily Pun Mengaguk.
" Tapi Aku Tidak..." Kata Aslan Memecahkan Botol Kecil Itu di Depan Mata Emily, Apa Yang Aslan Lakukan membuat Emily Terpana Seakan Tak Percaya Jika Darren Memang Benar Benar Sudah Tak Bisa Tertolong Lagi..
Emily Pun Berusaha Melakukan telepati Pada Pampam secara Diam Diam, Aslan Tidak Tau Jika Emily Melakukan itu Karena Ia Sedang Tertawa Karena Sudah Berhasil Membunuh Darren.
" Hahahhahahahaa.... Apa Kau Pikir aku Akan Memberikannya Begitu Saja Padamu," Kata Aslan Yang ternyata Licik.
Ia Sengaja Melakukan itu Agar Emily Terjebak.
" Kau Membohongiku," Kata Emily Kesal,
" Hahahahhahaa...Apa Kau Pikir Aku Akan Melepaskan Pria Bodoh Itu, Tidak Akan, Aku Sengaja Memisahkan Roh Dan Raganya, Agar Aku Bisa Mengambil Alih Tubuhnya Untuk Selama Lamanya," Kata Aslan Yang ternyata Berpikir Licik Untuk Mengambil Alih Tubuh Darren.
" Apa...Jadi Kau Ingin Menjadi Manusia Aslan," Kata Emily Tak Percaya Ternyata Ada Jin Yang Benar Benar Gila Seperti ini.
" Tentu Saja... Aku Ingin Hidup Kembali, Namun Jika Aku Memiliki Aura Mu, Aku Akan Hidup Abadi," Kata Aslan.
" Kau Tau Apa Artinya Itu, Aku Tak Akan pernah Mati, Hahhahahaha," Kata Aslan Tertawa.
" Kau Benar Benar Sudah Gila Aslan.," Kata Emily Yang Merasa Kesal Setengah Mati Pada Jin Gila Itu.