EMILY

EMILY
BAG 47



" Katakan Sekali lagi...aku Tidak Mendengarnya," kata Jack Pelan.


" Maafkan Aku...Em Aaa Sa Sayang," Ulang Emily Merasa malu dan Gugup.


Jack Yang Mendengar Kata Sayang Dari Mulut Emily Seakan Membuat Hatinya Loncat Loncat..


" Coba saja Kalo Kau Terus Memanggilku dengan Kata Sayang Seperti Itu," Kata Jack Cemberut.


" Aku Pasti Akan Senang Sekali," Kata Jack Lagi..


" Aku Berjanji Padamu... Jika Kau Sudah Kembali Pada Tubuhmu, Apa Pun Yang kau Pinta Aku Akan Turutkan, termasuk Aku Memanggilmu Dengan Kata Sayang," Kata Emily pelan dan Malu Malu.


" Benar kah, Apa Kau Tidak Berbohong Padaku, apa Kau mau berJanji Padaku," tanya Jack.


" Ya...aku Berjanji," Kata Emily lagi.


" Aku pasti akan Menagih Janjimu Nanti," Kata Jack Pelan.


Emily pun tersenyum Mendengar Jack Berbicara Seperti itu.


" Ah Iya...Aku Harus Menelvon Papahku," Kata Emily Mengingat Sesuatu.


" Baiklah...Aku aKan Kekamarku dulu Sebentar," Kata Jack Pelan.


Emily pun Mengangguk, Dan Ia Pun Menelvon Papahnya Untuk Minta Bantuan Darinya..


Emily Ingin Meminta Bantuan Papahnya Perihal tentang Kematian Dea Yang Secara Aneh.


" Syukurlah ternyata papah Mau Menolongku," Kata Emily Tersenyum saat sudah Selesai menelvon Papahnya.


" Menolong Apa Maksudmu," Tanya Jack Saat melihat Emily Tersenyum dan Jack Pun Menghampirinya.


" Menolong Seseorang Yang Sudah meninggal, Tapi Tubuhnya Entah Tau Ada Di mana," Kata Emily Jujur.


" Maksudmu..Orang Tersebut Sudah Meninggal Tapi Tubuhnya Tidak Di temukan," Tebak Jack Benar.


" Iya.." Jawab Emily ringan.


" Memang Kenapa Orang Itu Bisa Meninggal, Kecelakan Atau Bagaimana, Kok Bisa Tubuhnya Tidak Di temukan," tanya Jack Penasaran.


" Yang Mata Batin aku Lihat Sih, Anak Kecil Itu Di tabrak Seseorang, tapi Tubuhnya Malah Di Bawa Sama Orang Yang Menabraknya," Jelas Emily Pelan.


" Jadi.,!!.Anak Kecil Yang di Tabrak Itu," Tanya Jack.


" Maksudmu Orang Yang Membunuh Orang Itu, Em Maksud Aku Anak Itu, Jadi yang Membawa Tubuh Anak kecil Itu Orang Yang Telah Menabraknya.," Tanya Jack.


" Iya.." Jawab Emily ringan.


" Kasihan Orang Tuanya, Mereka Kira Anaknya Itu Menghilang, padahal Yang Aku Lihat Anaknya Ada Di Hadapannya Sedang Memperhatikan nya membagikan Foto dirinya Yang Menurut Ibunya Menghilang.," Kata Emily lagi.


" Kenapa Kau Tidak Mengatakannya saja Pada Orang Tua Anak Kecil Itu," Kata Jack Pelan.


" Lalu... Jika Ibu Anak Itu Berkata, Meminta Bukti Kalo Anaknya Sudah Meninggal, Aku Harus Jawab Apa, Sedangkan Tubuhnya Saja Tidak aku Temukan di sana Di tempat Kejadian," Kata Emily lagi.


" Kau Benar juga," Kata Jack sama Sama Bingung.


" Lalu apa yang Akan Kau Lakukan," Tanya Jack Lagi.


" Aku akan Mecari tau Siapa Yang Sudah Membunuh Anak Itu, Saat aku Di beri penglihatan tadi, Aku Tidak Melihat Wajah Si pembunuh Itu," Kata Emily Pelan.


" Apa Ini Tidak Akan Membahayakan Diri Mu Sayang," Tanya Jack..


" Aku Tidak Tau,," Jawab Emily Ringan.


" Lagi Pula Aku Kan Bisa Bella Diri dan Aku Juga Sangat Jago Berantem Kok, Jadi Kamu Tenang Saja," Kata Emily Tersenyum.


" Aku Tau Kau Sangat Pandai Bela Diri Emily, Tapi Kau Tidak Akan Pernah Tau Jika Orang yang Pernah Membunuh Itu Akan Lebih Menakutkan," Kata Jack..


" Kau Benar Jack," Ucap Pampam Yang Tiba Tiba Nongol Begitu Saja Di Apartemen Emily.


" Aku Sudah Mengatakan Pada Emily, Agar Tak Mau Ikut Campur Urusan Anak Kecil Itu,, Ini Benar Benar Sangat Berbahaya," Ucap Pampam Lagi.


" Tapi...Emily Tak Mau Mendengar Apa Yang Aku Katakan," Ucap Pampam Lagi..


" Mana Mungkin Aku Diam Saja PAM, Kalo Aku Melihat Orang Yang Membutuhkan Bantuanku, Aku Tidak Bisa Diam Begitu Saja PAM, Apa Lagi Anak Kecil Seperti Itu," Kata Emily pelan.


" Apa lagi Dengan Kematian Yang Tidak Wajar Seperti itu, Dan Lagi Pula Dea Juga Harus Mendapatkan Keadilan Yang Setimpal dengan Apa Yang Penjahat Itu Lakukan Padanya. Setidaknya Penjahat Itu Harus Mendapat Hukuman,," Ucap Emily Lagi..


" Kau Memang Baner Emily, Tapi Kau Harus Berhati Hati Jika Mau Membantu Anak kecil itu," Ucap Pampam..


" Iya Aku Tau Pam,," Kata Emily.


" Memang Berapa Usia Anak Itu, dan Sudah Berapa Hari Ia Meninggal," Tanya Jack Penasaran.


" 10 tahun, dan Anak Itu Baru 3 hari Meninggal," Jawab Emily pelan.


" Ah...Apa Anak Itu Terlalu Pintar Atau Bagaimana, Kenapa Ia sudah Tau Kalo Dirinya Sudah Meninggal," Tanya Jack Lagi.


" Ya...Aku Juga Pikir Begitu, Mungkin Anak Itu Sangat Pintar," Kata Emily sama Bingung Juga.


Karena Baru Pertama Menemukan Seseorang Yang Meninggal langsung Mengerti Kalo Dirinya Sudah Meninggal,


Selama Ini Emily Selalu Bertemu Dengan Orang Yang Meninggal Namun Tidak Pernah Sadar Dengan Kematiannya..


*****.........*****...........*****.….…..******


KEESOKAN HARINYA....


Emily Pun Kembali Ketempat Jadian, Dan Tiba Tiba Dea Datang Dan akan Memberi Tau Emily Sesuatu,


" Kak...apa kakak Bisa Mengikutiku Nanti," Kata Dea Pelan.


" Memang kau Mau Kemana," Tanya Emily penasaran.


" Aku Akan Memberi Tau Kakak Sesuatu Tapi....." Tiba Tiba Saja Dea Berhenti Bicara Karena Emily Di tegur Seseorang.


" Sedang Apa kau Disini," Tanya Seseorang Itu Pada Emily.


" Pak Darren," Kata Emily Terkejut Saat melihat Pak Darren Berada Di Sana.


" Saya...Saya Sedang Membaca Pak, Ya Saya Sedang Membaca," Kata Emily Berbohong, Emily Tidak Ingin Pak Darren Tau Tentang Apa yang Ia Lakukan.


" Di tempat Seperti ini," Tanya Pak Darren merasa Aneh.


" Bapak Sendiri Sedang Apa Di sini," Tanya Balik Emily.


" Aku Yang Bertanya Kenapa Kau Yang Malah Balik Tanya," Tanya Darren aneh.


" Maaf Pak Saya Permisi," Kata Emily Tak Mau Berdebat dengan Dosen Yang Terkenal Jutek Ini.


Emily Pun Kembali Ke kampusnya Ia Tak Mau Mengambil Resiko..ketahuan Oleh Dosennya.


Emily pasti Akan Kembali Nanti Tapi Bersama Sahabatnya..


*****.....…....*****...........*****..........******


" Lu Yakin Mil..Kalo Lu Lihat Anak Kecil Itu Ke Sini," Tanya Citra.


" iya...Gue Lihat Dea Berlari Kemari," Kata Emily saat mengikuti Dea Yang Ingin Memberi Tau pada Emily Sesuatu,


Karena Penasaran Dengan Apa Yang Akan Dea Katakan Emily Pun Kembali Ketempat Tadi,


Dan Emily Pun Mengikuti Dea Dan Menuju Rumah Tua Yang sudah Rapuh...


Dan Di sana terdapat Mobil Yang sudah Tidak Di pakai Berjejer Di sana.


" Lu Yakin Mil...!! Nih Tempat Serem Banget Sih Mil," Kata Citra Takut saat Melihat Sekeliling Begitu Menyeramkan.


" Gue Juga Gak Tau Cit, Tapi Dea Menuju Kesini Tadi,," Kata Emily Pelan.


" Tapi Sekarang Dia tidak Ada," Kata Emily Lagi..


Emily dan Citra Pun Melihat Lihat Di sana,


" Gue Rasa...Gue Pernah Lihat Nih Mobil Deh Cit, Tapi Dimana Ya," Kata Emily Seperti Mengingat Sesuatu dengan Mobil Yang Berwarna Silver itu.


" Lu Ingat Ingat Dulu Deh Mil, Lu Pernah Lihat Mobil Ini Dimana," Tanya Citra yang Ikut Penasaran.


" Entahlah..Gue Gak Tau," Kata Emily Berusaha Mengingatnya.


Tak Lama Dea pun muncul Dan Menujuk Mobil Salah Satu DiSana.


" Eh Mil Lu Mau Kemana," Tanya Citra Saat Melihat Emily Malah Mendekati Mobil yang Ada Di Rumah Itu.


" Bentar..Gue Mau Lihat ke sana Sebentar," Ucap Emily Penasaran,


Dea Terus Saja Menunjuk bagasi Mobil Belakang yang Berwarna Silver..


YA TUHAN...GUE INGET WARNA MOBIL INI, dalam Hati Emily.


INIKAN MOBIL YANG GUE LIHAT DI PENGLIHATAN GUE SAAT ITU,,dalam Hati Emily mengingat Saat Melihat Dea ditabrak Mobil tersebut.


YA TUHAN....MOBIL INI YANG MEMBUNUH DEA, dalam Hati Emily Lagi


" Cit...Gue Ingat Ni Mobil Yang......" Kata Emily Bermaksud memberitau Citra Namun Emily Malah Melihat Citra Yang Tergeletak Tak Sadarkan Diri..


" Cit....Citra...Lu Kenapa," Panggil Emily Saat Melihat Citra Yang Tergeletak dan Emily terkejut Melihat Citra Tak sadar Diri..


Emily pun Menghampiri Citra Dan Membangunkan Citra Pelan..


" Mil Awas Di belakang Lu," Kata Pampam memberitau Emily