
" Aku tidak Tau..dan Aku....." Kata Jack Berbohong.. Dan Tak Mampu Jujur Pada Emily Karena Takut Emily Cemburu pada Nilam.
" Aku Tau.... Kau Pernah memimpikan Nilam Sebelum Kau Sakit, dan aku Juga Tau, kau Bermesraan dengannya," Tebak Emily, Jacky Benar benar Terkejut Saat Mendengar apa Yang Emily Katakan benar Semua, Melihat Reaksi Jacky Yang Memang Benar Emily Pun Mengatakan lagi Pada Jacky.
" Dan Setelah Kau Mencumbunya Bukan Nilam Yang Kau Lihat, tapi Wanita Berkebaya Emas, dan Wanita Ini Sangat Cantik, Sehingga Siapa Pun Yang Melihat Pasti Akan Terpikat padanya," Kata Emily Lagi.
" Dari mana Kau Tau Semua Mimpiku...Sayang," Tanya Jacky Penasaran.
" Aku Melihatnya Di Mimpiku," Kata Emily pelan,
" Apa...Kau Melihatnya Di Mimpimu," Tanya Jack kaget dan Penasaran.
" Kenapa Mimpimu dan Mimpiku Saling Berhubungan," tanya Jack Tak Percaya.
" Aku Tidak Tau...Saat Aku Memimpikan Itu, Aku Terbangun, dan Menyuruh Pampam Untuk Melihatmu Saat Itu Juga, Karena Aku Khawatir Padamu, Dan Juga Firasatku Mengatakan Kau Tidak Baik Baik Saja, Saat Pampam Melihatmu Dia Mengatakan Bahwa Ada Wanita Di dalam Kamarmu Saat Itu, Karena Aku Penasaran, Aku Melihatmu Dengan Cara Merogo Sukma, Dan Aku Sangat Terkejut Saat Tau Kalo Wanita Berkebaya Itu Berada Di Kamarmu," Kata Emily Panjang Lebar.
" Jadi Maksudmu... Mimpi Itu bukan Mimpi Biasa," Tebak Jacky dan Emily pun Mengangguk,
" Aku Menemui Wanita Yang Berkebaya Emas Itu di kamarmu, dan Kau Tau apa Yang hendak Ia Lakukan Padamu," Kata Emily, dan Jacky Menggeleng tanda Tak Tau..
" Dia Ingin Membuatmu Jatuh Cinta, dan Itu Tujuannya Untuk Nilam Mantanmu Itu," Kata Emily pelan.
" Ketika Aku Bertanya Siapa Yang Menyuruhnya, Dia mengatakan Bahwa yang Menyuruhnya itu Adalah, Nilam Mantanmu," Kata Emily Lagi.
" Pertama Aku Juga Tidak Percaya, Kenapa Wanita Sebaik Nilam Melakukan Hal Seperti itu," Kata Emily Pelan.
Jacky Hanya Terdiam Tak Percaya Dengan Apa Yang Ia Dengar, Dan Jacky Benar Benar Tak Menyangka Jika Nilam bisa Melakukan Hal Gila Seperti ini padanya.
" Kenapa Wanita Itu, Melakukan Hal... Seperti Itu," Tanya Jacky Yang Masih Tak Percaya.
" Aku Tidak Tau...Mungkin Karena Ia Mencintaimu, Dan Ia Ingin Kau Mencintainya Juga, Namun ia Melakukannya Dengan Lewat Guna Guna," Kata Emily Lagi.
" Menurutmu,,, Siapa Wanita Berkebaya Emas Itu Sayang," Tanya Jacky Pelan.
" Dia Putri Sri Kemuning, Sang Putri Pemikat," Kata Emily Lagi.
" Siapa Pun Yang Berurusan Dengannya Akan Bertekuk Lutut Padanya, Entah Itu Laki laki Atau Pun Wanita Akan Jatuh Hati Dan Menurut Padanya," Kata Emily Lagi.
" Sri Kemuning...Jadi Itu Namanya," Tanya Jacky Dan Emily Pun Mengangguk.
" Bisa Bisanya Wanita Gila Itu, Menguna Gunaku," Kata Jacky Marah.
" Apa Maksudmu Dia Berurusan Dengan Seorang Dukun," Tanya Jacky Lagi, Dan Emily pun Mengangguk,
" Iya....Dan Nama Dukun Itu Mbah Reso," Kata Emily Lagi.
" Dan Sekarang.. Korban Selanjutnya Adalah Aku, Karena Aku Mengganggu Apa Yang Mbah Reso Dan Sri Kemuning Lakukan Padamu," Kata Emily Lagi.
" Apa....Kenapa Begitu," Tanya Jacky Bingung.
" Karena Aku Merusak Apa Yang Seharusnya Mereka Lakukan padamu," Kata Emily.
" Karena Ulahku Menolongmu, Dia Akan Melawanku, Karena Merasa Tertantang Olehku," Kata Emily Lagi.
" Apa...Lalu Apa Yang Harus Aku Lakukan sayang," Tanya Jacky Cemas.
" Kau Tidak Harus Melakukan Apa Pun Jack, Kau Tinggal Berdoa saja Untuk Keselamatanku, Itu saja Sudah Cukup Untuk Membantu ku," Kata Emily Lagi, Dan Jacky Pun Mengaguk Sepenuh Hati.
" Lalu... Kenapa Kau Tak Mengatakan Jujur Padaku tentang Mimpimu Itu," Tanya Emily pelan.
" Mungkin Jika aku Tak Melihat Di Mimpiku, Kau Akan Terus Merahasiakannya Dariku," Kata Emily kesal, Karena Jacky Tak mau Jujur dan Mengatakan perihal mimpi Padanya.
" Aku Takut kau Cemburu, Maafkan Aku, Aku Juga Tidak Mau Mengingat Ingat Hal Yang Tidak Aku Inginkan," Kata Jack Pelan.
" Aku Tidak Ingin Mengingatnya, Aku Ingin Melupakan Semua Yang Aku Mimpikan Bersama Nilam Malam Itu, Aku Tidak Mau, Dan Aku Tidak Suka Padanya," Kata Jack Pelan.
" Kau Tau...Saat Kau datang Ke Rumah Ku saat Itu, Aku Benar Benar Bersyukur kau Datang, Saat itu Aku Ingin sekali Melupakan Mimpi Itu, Namun Bayangan Itu Sellau Datang, Namun Ketika Kau Menciumku Waktu Itu, Aku Melupakan Semuanya, Dan Malah Yang Aku Ingat Hanya Ciuman Darimu," Kata Jack Lembut dan Pipi Emily Memerah Karena Mengingat Kejadian Waktu itu.
" Maafkan Aku, Maaf Aku Tak Mengatakannya Padamu," Kata Jack Pelan dan Memegang Tangan Emily Lembut.
" Lupakan Saja, Aku hanya Ingin Kau Tak Menyembunyikan Apa Pun Dariku, Entah Itu Membuatku Kesal Atau Marah, Kau Harus Tetap Jujur Padaku," kata Emily Lagi.
" iya Aku Tau..Maafkan Aku, Aku Hanya Tidak ingin Mengingat, dan Aku juga Tidak Ingin Kau Cemburu Pada Wanita itu," Kata Jacky Lagi.
" aku Memang Cemburu Melihatmu Saat Itu, Tapi...Aku Memang Sudah Memaafkanmu, Jadi Lupakan Saja," Kata Emily pelan.
" Jacky..." Panggil Lembut Seseorang Yang Ternyata Nilam..
Nilam Tak Sengaja Melihat Jacky Yang Berada Di Kaffe dekat Tempat Kerjanya..
Dan Nilam Juga Ingin Memastikan Benar apa Tidaknya Kalo Dukun Yang Ia Temui Bisa Membuat Jacky Tergila gila Padanya...
Nilam Pun Mendekati Jacky Guna Ingin Tau Benar Apa Tidaknya apa Yang Di Katakan Dukun Itu.
" Jacky Sedang Apa kau Di sini," Tanya Nilam pelan Dan Biasa Saja.
Nilam Hanya Ingin Memastikan, Jacky Benar Benar Berubah Apa Tidak.
" Kau Tidak Lihat...Kalo Aku Sedang Kencan Dengan Kekasihku," Kata Jack Kesal, Kenapa Harus Nilam Dan Nilam Yang Selalu Mengikutinya.
KENAPA SIKAPNYA TETAP SAMA, DAN TIDAK BERUBAH...pikir Nilam Aneh.
AKU PIKIR DIA AKAN BERSIKAP LEMBUT DAN MEMUJA PADAKU..pikir Nilam Kecewa.
" Maafkan Aku...Aku Hanya Ingin Menyapamu, Itu Saja, Dan Aku Juga Tidak Akan Mengganggumu lagi, Kau Tenang Saja, Aku Tidak Akan Mengganggu Hubunganmu Dengan Emily, Karena Aku Sudah Ikhlas Melepasmu," Kata Nilam Berbohong, Padahal Dalam Hati Ia Sangat Kesal Karena Rencananya Tidak Berhasil.
Emily Tak Percaya Dengan Apa Yang Nilam Katakan, Sehingga Alis Matanya Terangkat Sebelah.
BENARKAH...APA DIA MENYERAH, dalam Batin Emily.
" Jangan Percaya..." Kata Pampam Yang Tiba Tiba Muncul Di Sebelah Nilam.
Emily dan Jacky Pun Mengaguk.
" Baiklah...Kau Sudah Selesai kan, Sekarang Pergilah...Jangan Menggangguku lagi," Kata Jacky Tegas dan Membuat Kepalan Tangan Nilam Semakin Erat, Karena Menahan Amarah, Entah Itu Pada Jacky Atau Emily.
dan Mau Tak mau Nilam Pun Pergi Meninggalkannya.
" Jangan Percaya Pada Ucapannya," Kata Pampam Lagi.
" Dan Aku Rasa... Dendam Yang Nilam Miliki Sekarang Sangat Besar," Kata Pampam Lagi.
" Kalian Berdua Harus hati Hati... Terutama Kau Emily," Kata PamPam Lagi..