
" Aku Benar Benar Harus Mendapat kan Aura Murni Gadis Itu," Kata Aslan Di Suatu Tempat.
" Aura nya Benar benar Begitu Kuat Dan Menggoda," Kata Aslan Lagi...
" Tapi....Bagaimana Caranya," Pikir Aslan Bingung.
" Apa Aku Dekati Darren Saja dan Masuk Kedalam Tubuhnya, Agar Bisa Dekat Dengan Gadis itu, dengan Begitu Aku Mudah Untuk Mendapatkanya," kata Aslan Pelan, dan Ia Pun Tersenyum.
DI TEMPAT LAIN...
" Eh Mil... Gue Kok Akhir Akhir Ini Gak Lihat Pak Darren Ya, Sudah Seminggu lebih mungkin Gak Masuk," Kata Citra Penasaran,
" Iya Ya... Kenapa Ya," Tanya Balik Emily,
" Eh Oneng,, ya Gue Gak Tau Lah, mana Gue Tau Coba," Kata Citra Kesal.
" Hehehehe Ya Kira lu Tau Gitu," Kata Emily pelan.
" eh Mil...Itu Bukannya Pak Darren Ya," Kata Citra Saat melihat Darren Berjalan Memasuki Kampus Namun Pandangan Matanya Seperti Kosong.
" Iya....Tapi Kenapa Rada Beda Ya Cit," Tanya Emily bingung saat melihat Pak Darren seperti itu.
" Masa Sih...Biasa Aja Ah," Kata Citra Pelan.
" Kayanya Lagi Sakit Mungkin, Mil Makanya Kelihatan Beda,," Kata Citra lagi.
" Pagi Pak," Sapa Citra Saat Pak Darren Melewati Mereka.
Darren Tak Menjawab, Hanya Mengangguk dan memperhatikan Emily Sampai Seperti itu.
perhatian Darren Membuat Emily Merasa Merinding...
ADA APA DENGANNYA, KENAPA MELIHATKU SEPERTI ITU, pikir Emily Merasa Bingung.
Darren Pun Berlalu Begitu Saja Dan Meninggalakan Emily berserta Citra Yang Mematung.
" Ada apa Dengan Pak Darren, Kenapa Ia Melihatmu Seperti Melihat musuh saja," Kata Citra Yang Memperhatikan pak Darren tadi.
" Gak Tau Gue, Kaya Benci Banget Liat Gue," Kata Emily lagi.
" Aneh Ya...Biasanya Kan Kalo Lihat Lu, Pak Darren Seakan Memuja, Ini Kok Kaya Lihat Musuh ya," Kata Citra lagi.
" Entahlah...Gue Gak Tau," kata Emily lagi.
" Udah Ah...Kita Masuk Kelas Aja Yuk," Ajak Emily pada Citra.
Emily Dan Citra Pun Masuk Kelas Dan Pelajarannya pun Di Mulai,
*******........********........*******
" Aslan....Kenapa Kau Lakukan Itu Padaku," Kata Darren Lirih.
" Aku Hanya Ingin Mendapatkan Aura Gadis Itu, Hanya Dengan Cara Ini Aku Bisa Mendapatkannya..," Kata Aslan yang merasuki Tubuh Darren sedangkan Darren Berada Di Luar Tubuhnya, Aslan Memasukan Roh Darren Yang Masih Hidup Ke Dalam Tempat Seperti Botol Kecil, Seperti Selama Ini Jacky Terperangkap.
" Aku Mohon padamu, Aslan, Jangan Sakiti Emily," Kata Darren Meminta Namun Apa Pun Yang Darren Katakan Aslan Tak akan Mendengar, Karena Ia Sudah Di Butakan Oleh Kekuatan.
" Hahahaha Apa Aku perduli, Kau Tenang Saja Setelah Aku Selesai Mendapatkan Aura Gadis Itu, Kau Akan Ku Bebaskan Kembali," Kata Aslan Menyembunyikan Botol Itu Di Jas Bajunya.
pertama Tama Ia Memantrai Botol Kecil Itu Agar Tak Bisa Mendengar Suara Darren Lagi...Aslan Yang Merasuki Tubuh Darren Pun Tersenyum Senang..
" Ya Tuhan,,, apa seperti ini keadaan Jacky Saat Ia Koma," Kata Darren di dalam Botol Yang tak Mungkin di dengar Aslan. Soalnya Sejak Dari Tadi Ia Memanggil Manggil Aslan Namun Tak Juga Di Jawab.
" Kenapa Aslan Seperti ini Tuhan, Kenapa Ia Melakukan hal Sama Lagi, Saat Mengambil Roh Jacky, Dan Kini Ia Manggambil Rohku, Namun tubuhku Di Rasuki Dirinya," Kata Darren Pelan.
Darren Mengingat Ingat Semalam, Saat Ia Tertidur Ia Merasa Tubuhnya Terangkat dan Ia Benar Benar Terkejut Saat Melihat Tubuhnya Melayang dan Ia Sendiri melihat Tubuhnya Melayang, Ia Pikir Darren Sedang Bermimpi, Namun Ternyata Nyata, Aslan Yang Telah Membuatnya Seperti ini, Tiba Tiba Roh Darren Tersedot Ke dalam Botol Kecil, dan Ia Pun Pingsan..
ketika Sadar,, Darren Benar-benar Tak Percaya Jika Aslan Berbuat Seperti itu Pada nya,..
" Ya Tuhan Apa Yang Harus Aku Lakukan," Kata Darren Menangis.
*****......******.......******..…...*****
" Sayang.." Panggil Jack Lembut Saat Mengantar Emily Pulang Kuliah dan Mereka Berada Di Dalam Mobil.
" Ada Apa...Kenapa Kau Terlihat Aneh Seperti ini," Tanya Jacky Pelan.
" Jack...Apa Kau Sudah Berbaikan Dengan pak Darren," Tanya Emily Pelan.
" Sudah...Kemarin kita Bertemu dan Membicarakan itu," kata Jack pelan.
" Ada Apa Memangnya," Tanya Jack Lagi.
" Kok Aku Ngerasa Kalo Pak Darren Bukan pak Darren Jack, Seakan Ada Orang lain Yang memasuki Tubuhnya," Kata Emily Pelan.
" Maksudmu Bagaimana Sayang, Aku Gak Ngerti," tanya Jack Penasaran.
" Tadi Kan Aku Bertemu Dengan Pak Darren, Terus Dia Berlaga Aneh Sekali, Dan Tidak Seperti biasanya.." Kata Emily pelan.
" Dan Anehnya Lagi...Ia Melihat aku Tuh Seperti Melihat Musuhnya Saja, Sampai Menatap Aku Juga Seperti Itu, Menakutkan, Sampai Aku Merinding," Kata Emily lagi
" Benarkah..." Tanya Jack ikut Penasaran...
soalnya yang Ia Tahu dari Darren Dia Menyukai Emily Sampai Tak Bisa Melupakannya, begitu Lah Yang di Ucapkan Darren Padanya Saat Itu. Sehingga Jacky Beranggapan Kalio Darren Baik pada Emily Karena Ternyata Menyukainya. Sampai Darren Mengatakan Padanya Untuk meminta Ijin Untuk Mengatakan Perasaannya pada Emily, Tentu Saja Emily Pasti Menolak Karena Yang Jacky Tau, Emily Menyukainya Dan Juga Sebaliknya Jacky Juga Mencintainya.
jadi Jacky Memberi Kesempatan Pada Darren Untuk Mengungkapkan Perasaannya. Agar Ia Tahu Jika Emily hanya Menyukainya.
Namun Yang Emily Katakan Barusan membuat Jacky Aneh,
BUKANKAH DARREN MENYUKAI EMILY, TIDAK MUNGKINKAN KALO DARREN BERBUAT SEPERTI ITU PADA GADIS YANG DI SUKAINYA. batin Jack Merasa Aneh.
" Jack...Apa Kau Dengar," Kata Emily lagi.
" Maafkan Aku Sayang, Aku malah Melamun," Kata Jack Mengelus Rambut Emily.
" Menurutmu...Ada Yang Aneh Tidak Sih Sama Pak Darren," Tanya Emily lagi.
" Kalo Masalah Itu, Aku Tidak Tau Sayang, Yang Aku Tau, Dia Tidak Mungkin Bersikap Seperti itu Padamu," Kata Jack Yang Membuat Emily Bingung.
" Kenapa," Tanya Emily Aneh.
" Seharusnya Aku Tidak Mengatakan ini Padamu," Kata Jack Lagi.
" Sebenarnya Kemarin Dia Meminta Ijin padaku, Untuk Menyampaikan Perasaannya padamu," Kata Jack Pelan.
" Terus Kau Mengijinkannya," Tanya Emily dan Jack Pun Mengangguk,
" Kenapa Kau Mengijinkannya," Tanya Emily Lagi.
" Karena aku tau Kau Tidak Mungkin Menerimanya, Karena Kau Mencintaiku," Kata Jack Lembut.
" Begitu Juga Sebaliknya Aku Mencintaimu, Jadi Aku Percaya Kau Tidak Mungkin Menerimanya," Kata Jack Lagi.
" Dari Mana Kau Tau Aku Tidak akan Menerimanya," Kata Emily Kesal Karena Jack Malah Mengijinkan Darren Menyampaikan Perasaan Padanya. Jadi Ia Pun Menjaili Jack Saja.
" Maksudmu," Tanya Jack.
" Iya,, dari Mana Kau Beranggapan Kalo Aku akan Menolak pak Darren, Siapa Tau Kan Aku Akan Menerimanya," Kata Emily menggoda Jacky.
" Apa Kau Bilang," Kata Jack Geram Karena ucapan Kekasihnya..
" Katakan Sekali Lagi," Kata Jack Menakutkan.
" Jadi Kau akan Menerimanya Begitu," Kata Jack Kesal.
dan Emily Pun Tertawa....
" Hahahahahha Lihat Jack, Seharusnya Kau Lihat Wajahmu Yang menakutkan itu," Ucap Emily Yang malah Menertawakan Jacky...
" Aku Kan Hany.........." Perkataan Emily Di Bungkam Oleh Bibir Jacky Yang Menguasai Bibir Emily.
Emily Terkesiap Mendapat Perlakuan Itu dari Jacky, sehingga Ia Hanya Diam Mematung.
" Jangan Menggodaku, Jika Kau Lakukan itu Lagi, Kau Akan Mendapat Lebih Dari sekedar Ciuman Saja," Kata Jack Tegas. dan Jack Tersenyum Puas Melihat Emily Yang Terdiam Seperti Itu.