Better Days

Better Days
Nafkah Seorang Suami



Senja mengerjapkan matanya, tangannya menjangkau handphone yang ia letakkan di nakas samping tempat tidur. Waktu menunjukkan tepat pukul 02:45 WIB. Ia merenggangkan otot-ototnya sedikit karena takut membangunkan Reyhan yang tertidur nyenyak di sampingnya.


Melihat wajah tampan Reyhan yang tengah tertidur membuat Senja tersenyum tipis.


"Syukurlah aku tidur nyenyak malam ini, jadi tidak menganggu tidurnya Mas Reyhan." gumamnya pelan. "Aneh yah manggil Pak Reyhan dengan sebutan Mas." monolog Senja dengan tersenyum.


Senja bangun dan langsung ke kamar mandi. Mencuci muka, lalu berwudhu, seperti rutinitas hariannya, ia akan melaksanakan shalat sunnah malam. Tanpa mengangguk Reyhan, Senja mulai melaksanakan shalat. Hingga rakaat terakhir dan salam, ia pun melanjutkannya dengan berdo'a. Meminta segala sesuatunya pada yang Maha Pencipta.


Selesai shalat Senja tidak lanjut tidur, ia mengambil Al-Qur'an kecil yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. Membuka pintu balkon, kemudian menutupnya agar udara malam yang dingin tidak menganggu Reyhan. Senja duduk di kursi santai, dan mulai membaca ayat demi ayat, dengan penerangan lampu malam. Karena ini hari jum'at, maka Senja memilih surah Al-Kahf, membacanya dengan pelan dan khusyuk.


Keutamaan surah Al-Kahf ini sudah sangat banyak diketahui oleh semua umat muslim. Makanya setiap hari jum'at atau pada malam jum'at, semua umat muslim berbondong-bondong untuk membaca surah Al-Kahf, karena memang memiliki banyak keutamaan.


Dari Abu Darda', Rasulullah SAW bersabda: “Barang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” (HR.Muslim)


Diampuni Allah SWT.


Sesuai yang terkandung dalam HR. Abu Bakr bin Mardawaih, bahwa Rasullulah SAW bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan memancar cahaya dari bawah kaki sampai ke langit, kelak kelak pada hari hari, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.”


Dijauhkan dari Godaan Setan.


Sebuah hadits oleh Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwa “Sebuah rumah yang selalu dibacakan surah Al-Khafi dan surat Al-Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki setan sepanjang malam tersebut. Dengan demikian, bacalah surat Al-Kahfi agar terhindar dari gangguan setan.”


Mendapatkan Ridha Allah SWT.


Membaca surah Al Kahfi dapat memudahkan mendapat rida Allah SWT. Juga menghindarkan seseorang dari perasaan gelisah.


"Shadaqallahul-'adzim' (صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ)." Senja mengakhiri bacaan pada akhir ayat surah Al-Kahf.


Senja masuk ke dalam kamar, meletakkan Al-Qur'an, dan mendudukkan dirinya di samping Reyhan. Tersenyum mengagumi wajah dosen dingin yang kini menjadi suaminya.


"Gak dosa kan memandangi wajah suami sendiri." kekeh Senja. "Mubadzir kalau gak di lihat, mumpung dia lagi tidur." gumamnya pelan dengan tersenyum.


Senja memberanikan diri menyentuh rahang tegas milik Reyhan, tangannya bergetar. Ia melanjutkan menyentuh kedua alis tebal milik Reyhan, kemudian beralih pada mata, hidung dan terakhir bibir.


"Astaghfirullah." Senja memegang jantungnya yang berdetak lebih cepat.


"Aku sanggup melihatmu begini Mas, tapi apakah aku mampu memberikan apa yang menjadi hakmu? Sedang aku memiliki kekurangan Mas." cairan bening menetes dari kedua sudut mata Senja. Kepalanya terus menggeleng, ia beringsut mundur hingga turun dari ranjang, terduduk di lantai dan kembali menangis mengingat kejadian kelam itu.


Senja segera menghapus air matanya. Mengambil handphone dan melihat masih pukul 03:30 WIB. Ia segera membangunkan Reyhan untuk sahur bersama.


"Mas, Mas Reyhan, bangun Mas." Reyhan menggeliatkan tubuhnya, kemudian bangun dan tersenyum pada Senja.


"Sahur yah?" tanya Reyhan dengan suara serak khas bangun tidur. Senja menganggukkan kepala dengan tersenyum pula.


Remang-remang lampu tidur masih dalam melukiskan senyum manis keduanya. Kini Reyhan segera ke kamar mandi untuk membasuh muka. Sedangkan Senja, ia menghidupkan lampu kamar, dan segera memesan menu untuk sahur.


***


"Hari ini kita pulang, pulang lebih awal, gak papa kan?" tanya Reyhan, menatap Senja yang tengah menikmati makanannya. Kali ini mereka sahur berdua di dalam kamar.


"Iya gak apa-apa Mas. Mas kan harus mengajar, saya juga harus bimbingan skripsi, jadi tidak apa-apa kalau pulang lebih awal." ucap Senja dengan tersenyum.


"Mau langsung pulang ke rumah baru kita, atau ke rumah Mama?" Reyhan memang sudah menyiapkan rumah baru untuk tempat tinggal ia dan Senja. Ia tidak ingin Senja tinggal di apartemen kecil miliknya, baginya menyenangkan Senja merupakan salah satu bentuk dari kasih sayangnya.


"Boleh pulang ke rumah Mama dulu gak Mas? Mau ikut sahur sama berbuka bareng, sehari saja, sudah itu kita pergi ke rumah Mas." pinta Senja dengan hati-hati.


"Boleh, lebih dari sehari pun boleh." Reyhan tersenyum dan mengusap kepala Senja, membuat Senja tersenyum .


"Iya Mas, terimakasih." ucap Senja tulus.


"Kamu bisa bawa mobil?" Senja menggelengkan kepalanya. "Motor?" lagi-lagi ia menggelengkan kepalanya. Memang pada dasarnya Senja tidak mahir keduanya, itulah kenapa Fara selalu setia menjemput dan mengantarnya kemanapun.


"Gak apa-apa, nanti untuk kuliah atau ketika kamu ingin pergi akan saya siapkan supir, supaya memudahkan kamu." ucap Reyhan.


"Tidak usah Mas, saya bisa naik angkutan umum, taksi, atau goes car, aplikasi online." ucap Senja, ia merasa akan sangat merepotkan Reyhan jika harus mempekerjakan supir.


"Saya hanya ingin memberikan apa yang saya mampu berikan Senja. Kan sudah saya katakan, saya akan berikan hak kamu sebagai seorang istri. Jangan menolaknya, anggap saja ini hadiah untuk kamu." ucap Reyhan.


"Apa tidak berlebihan Mas? Saya tidak ingin merepotkan Mas Reyhan." ucap Senja tidak enak hati.


"Tidak ada yang merasa direpotkan Senja. Nanti sesekali saya juga akan mengantar dan menjemput kamu ke kampus atau kemana pun kamu mau pergi." Reyhan berkata dengan sangat lembut, membuat Senja merasa terharu.


"Terimakasih Mas." Reyhan menganggukkan kepalanya.


"Habiskan makanannya, sebentar lagi adzan subuh."


Reyhan dan Senja melanjutkan kegiatan makannya. Hingga adzan subuh terdengar keduanya sudah menghabiskan menu makan sahurnya. Kemudian segera berwudhu untuk melaksanakan shalat berjamaah.


Shalat berjamaah pun di mulai. Ini kali pertama untuk kedua insan melakukan shalat berdua. Ada perasaan aneh ketika Senja menyalami tangan Reyhan sesudah salam, begitu juga sebaliknya, Reyhan merasakan ini adalah moment yang membuatnya merasakan getaran aneh di dalam hatinya.


Masing-masing berdo'a meminta pada Sang Pencipta, Yang Maha Membolak-balikkan hati. Meminta agar pernikahan ini membawa mereka ke dalam ridho Sang Maha Kuasa.


***


Sementara itu dua insan lainnya, kini tengah tertidur pulas di dalam selimut yang sama, dengan keadaan yang sudah bisa dibayangkan.


Bella mulai tersadar dengan kepala yang terasa berat dan begitu pusing. Ia meremas rambutnya seraya mendudukkan dirinya.


"Sshh, dimana ini." Bella memandangi kamar yang ia tempati saat ini, dengan kepala yang berdengut akibat kebanyakan minum alkohol.


Keningnya berkerut ketika mendapati pria yang tengah tertidur pulas di sampingnya. Bella langsung mengalihkan pandangannya pada area tubuhnya. Raut wajah terkejut terlihat jelas di wajahnya.


"Sial!"


"Fino! Bangun Fino! Bangun bre**sek!" pria yang tengah tertidur pulas itu langsung membuka matanya ketika Bella berteriak dan memukul tubuhnya.


"Sakit Bella!" ucapnya tak kalah keras.


"Gila lo Fin, lo apain gue semalem hah!" teriak Bella dengan wajah marah.


"Santai aja dong Bel, kalo bukan karena lo yang ngegoda, gue juga gak akan mulai duluan." ucap Fino dengan mudahnya.


"Santai lo bilang, sementara lo udah ngambil apa yang gue jaga." ucap Bella.


"Gue akan tanggung jawab, gitu aja repot." ucap Fino kembali, kemudian kembali berbaring tanpa memperdulikan kemarahan Bella.


"ARGH!" dengan kekesalan yang ada, Bella menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos, mengambil pakaian yang berserakan kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tanpa menunggu Fino bangun, Bella langsung pergi meninggalkan kamar hotel. Ia keluar dari hotel seperti tidak terjadi apa-apa.


***


Happy Reading Readers..(´∀`)