
Tante Mira langsung mengajak Senja ke dapur untuk memasak bersama. Dan selama kegiatan itu tidak lepas dari pandangan Reyhan yang melihat dari lantai atas.
"Mama kenapa tiba-tiba bisa akrab dengan Senja, sejak kapan mereka saling ketemu." monolognya sambil menatap intens interaksi Senja dan Mamanya.
"Senja bisa bantu Tante bersihkan daging dan udang nya?" tanya Tante Mira. "Biar Tante yang siapkan bumbunya.
"Bisa Tante." Senja tersenyum, kemudian berjalan mengambil bungkusan daging dan udang.
"Kalau boleh Tante tahu, tempat tinggal Senja dimana?" tanya Tante Mira sambil mengupas bumbu-bumbu yang dibutuhkan.
"Di Desa X Tante, tempatnya jauh dari kota, makanya Senja ngekos untuk kuliah." jawab Senja dengan tetap fokus membersihkan daging dan udang.
"Jauh juga yah, Tante kira gak bakal sejauh itu." ucap Tante Mira.
"Sudah selesai Tante." Senja menghampiri Tante Mira dengan daging dan udang yang sudah selesai dibersihkan. "Senja buat udang crispy yah Tante." tawar Senja.
"Boleh sayang, biar Tante yang buat semur dagingnya yah." ucap Tante Mira.
"Siap Tante."
Senja langsung menyiapkan tepung bumbu serba guna untuk membuat udang crispy, dengan telur kocok 3 butir, karena udang yang dimasak begitu banyak, maklumlah tante Mira merupakan sosok ibu-ibu yang begitu royal jika menyangkut menu makanan keluarganya.
"Tante biasanya kulit udangnya dikupas gak?" tanya Senja.
"Tergantung sayang, sama aja perasaan rasanya." jawab Tante Mira dengan tetap fokus memasak semur daging.
"Senja kupas yah Tante, ini ukuran udang nya besar-besar, biasanya kulitnya juga jadi lebih tebal, biar makannya enak, dikupas yah Tante." ucap Senja.
"Boleh sayang, khusus udang, kamu masak sesuai kreasi kamu, Tante membebaskan itu." ucap Tante Mira dengan tersenyum menatap Senja.
"Terimakasih Tante."
Senja kembali melanjutkan kegiatan memasaknya, sesuai instruksi Tante Mira, Senja membuat udang crispy dengan kreasinya sendiri. Menambahkan bumbu-bumbu tertentu yang biasa ia gunakan untuk membuat udang crispy lebih lembut di dalam namun renyah dan garing di luar.
"Tante di sini ngelakuin semuanya sendiri?" tanya Senja sambil memasukkan beberapa udang yang siap di goreng ke dalam penggorengan dengan minyak yang sudah panas.
"Gak dong sayang, biasanya ada bi Ida di sini, yang bantuin Tante beres-beres rumah sama masak, tapi karena ini puasa pertama jadi sesuai dengan kebiasaan keluarga Tante, selalu memperbolehkan untuk semua pekerja pulang ke rumah menikmati suasana puasa pertama." jelas Tante Mira.
"Ouh.. begitu Tante." Senja menganggukkan kepala mendengar penjelasan Tante Mira.
"Wah... Tante udah gak sabar nyicipin masakan Senja." ucap Tante Mira ketika melihat udang-udang crispy yang sudah tersaji di atas piring.
"Rasanya sama saja Tante, seperti udang crispy lainnya." Senja tersenyum sambil meletakkan tirisan udang terakhir ke atas piring.
"Jelas beda dong sayang, ini nih udang crispy spesial buatan calon mantu." ucap Tante Mira tanpa sensor, dan dengan jelas terdengar di telinga Senja dan Reyhan yang sedang mengawasi keduanya.
"Calon mantu?" kening Reyhan mengkerut ketika mendengar ucapan Mamanya.
"Apa jangan-jangan.." Reyhan menggantungkan kalimatnya dengan mata yang melotot karena tebakan di dalam pikirannya.
Sementara itu Senja hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan Tante Mira. Lagi-lagi Tante Mira sudah melabeli dirinya dengan kata calon menantu.
"Sudah jam 17:36 WIB, kamu mandi dulu sayang, kamar mandinya ada di kamar tamu sebelah kanan dapur yah." ucap Tante Mira ketika mereka sudah selesai memasak dan menyajikannya di atas meja makan.
Tinggal menunggu waktu setengah jam lagi untuk adzan maghrib.
"Tapi Senja tidak membawa baju ganti Tante, jadi...."
"Ada sayang, tadi baju-baju yang kita cobain ada semua di kamar tamu, Tante sengaja belikan karena tahu kamu akan mandi dan bebersih di sini, gak cukup waktu lagi kalau kamu harus pulang ke kosan sayang." ucap Tante Mira memberikan penjelasan pada Senja.
"Kapan? Perasaan selama Senja nemenin Tante belanja, tidak terlihat Tante sedang membeli baju-baju di toko tadi deh." Senja yang masih bingung kembali bertanya pada Tante Mira.
"Ada sayang, udah yah kamu mandi dulu, Tante juga mau mandi, biar sama-sama segar ketika berbuka puasa." ucap Tante Mira.
"Iya Tante."
Senja langsung berjalan ke kamar tamu sesuai arahan Tante Mira, ia segera mandi dan membersihkan dirinya, mengingat waktu berbuka puasa sudah sebentar lagi.
Sementara itu, Tante Mira sedang di hadang oleh Geri di atas tangga, yang menuntut penjelasan atas banyaknya pertanyaan yang belum terjawab.
"Ma..." rengek Geri karena Tante Mira berjalan begitu saja melewatinya.
"Dia itu Senja, gadis baik hati yang mau Mama jodohin sama Reyhan." ucap Mama Mira akhirnya.
"Kenapa? Kamu mau Mama carikan jodoh juga?" tanya Tante Mira.
"Bukan itu masalahnya Ma, emangnya masih zaman jodoh-jodohan? Terus apa Reyhan mau menerimanya?" tanya Geri.
"Kalau jodohnya itu terbaik kayak pilihan Mama yah masih zaman lah, dan mau tidak mau Reyhan harus mau, kami sudah punya kesepakatan." jawab Tante Mira.
"Kesepakatan? Kesepakatan apa Ma?" tanya Geri lagi, sudah seperti wartawan tv saja.
"Sudah ah, kamu kepo, nanti kamu tahu sendiri, Mama mau mandi, jangan tanya-tanya lagi." Tante Mira langsung melenggang pergi meninggalkan Geri yang masih terdiam.
***
Di sini mereka sekarang, berkumpul bersama di meja makan, menunggu sisa-sisa menit terakhir untuk adzan maghrib.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu rumah, Geri bergegas ke depan untuk membukanya dan melihat siapa yang datang.
"Selamat sore Kak Geri." seorang gadis muda seumuran Senja tersenyum menyapa Geri yang sedang membuka pintu.
"Lo mau ngapain?" tanya Geri.
"Mau buka bersama, aku tahu kalau hari pertama puasa pasti kalian buka bersama, kebetulan aku udah bawakan makanan kesukaan untuk Kak Geri sama Kak Reyhan. Kak Reyhan ada kan?" Geri mengerutkan keningnya mendengar jawaban panjang dari gadis di hadapannya.
"Awas ah, Bella mau masuk, mau ketemu Kak Reyhan." gadis bernama Bella itu langsung masuk tanpa dipersilakan.
Ia berjalan dengan penuh senyuman, menuju meja makan yang ia sendiri sudah tahu tata letaknya.
"Halo semuanya!" Bella berteriak menyapa semua orang yang berada di meja makan.
"Hai Tante, Om." ia tersenyum menyapa Mama Mira dan Papa Alex. "Hai Kak Reyhan." kemudian beralih menyapa Reyhan dengan tatapan memuja.
Bella langsung mendudukkan dirinya di samping Reyhan, walaupun pemilik rumah sendiri tidak mempersilakan dia untuk duduk.
"Kak Reyhan, lihat deh aku bawak ayam rica-rica kesukaan Kak Reyhan, ada pancake keju mozzarella dan jus jeruk." Bella mulai mengeluarkan satu per satu makanan yang ia bawa dari paper bag, dan meletakkan ya di atas meja.
Sementara itu Mama Mira dan Papa Alex hanya memperhatikan bagaimana reaksi Reyhan terhadap Bella.
"Kak Reyhan suka kan?" tanya Bella dengan menampilkan senyum manisnya. Ia bergelayut manja di lengan Reyhan. Sementara Reyhan hanya diam tanpa memperdulikan Bella di sampingnya, bahkan ia tidak merasa terusik dengan tingkah manja Bella. Reyhan malah menatap Senja untuk melihat bagaimana reaksi gadis itu.
"Minggir Lo, ini kursi gue." usir Geri pada Bella.
"Ih gak mau...!" ucap Bella.
"Minggir gak, duduk di seberang sana, samping Senja." ucap Geri yang sudah mengetahui nama Senja dari Mamanya tadi.
Bella langsung mengalihkan pandangannya pada Senja, tatapannya berubah menjadi penuh kebencian. Sedangkan Senja mencoba untuk tetap bersikap tenang meskipun ia tahu, ia sedang berada dalam situasi yang sulit sekarang.
"Cewek murahan." desis Bella. Reyhan menoleh menatap Bella yang sedang menatap benci Senja du hadapannya.
"Pindah Bella." ucap Geri dengan nada datar, yang tandanya ia sudah sangat kesal dibuatnya.
"Iya-iya Kak." Bella akhirnya bangkit dan berpindah duduk di samping Senja.
"Lo cewek murahan, ngapain di sini? Mau jadi benalu kayak Bunda lo itu? Penghancur keluarga orang lain." bisiknya di telinga Senja dengan tangan mencengkram lengan Senja.
Senja hanya bisa menahan sakit di lengan kirinya dengan meremas gamis miliknya.
"Senja sayang, kamu kenapa? Kamu sakit sayang?" tanya Tante Mira khawatir, ketika melihat wajah Senja yang pucat, dengan posisi tangan yang sedang meremas gamis miliknya.
Seketika yang lain langsung memperhatikan Senja.
"Manja, palingan cuma akting aja Tante." sahut Bella dengan sinis.
"Gak apa-apa kok Tante, Senja cuma kecapekan aja." ucap Senja dengan lembut.
"Mau dibatalin puasanya?" tanya Tante Mira dengan lembut.
"Tidak Tante, sebentar lagi juga adzan."
Dan benar saja, selang beberapa detik adzan pun berkumandang. Mereka segera membatalkan puasa dengan minum air putih dan dilanjut dengan memakan beberapa kurma. Setelah itu melaksanakan shalat maghrib berjamaah, baru kemudian makan bersama.