
nyaman. itulah yang dirasakan air saat berada di rumahnya, awalnya ia bingung dengan rumah yang sekarang ia tempati karena itu adalah rumahnya dengan cahaya tinggal bukan rumah orang tuanya. tapi, setelah ia masuk kedalam rumah , bayangan-bayangan wajah seorang gadis yang sedang tersenyum manis membuatnya sedikit mengingat sesuatu.
"nyaman." batin air saat kakinya melangkah masuk kedalam rumah.
"bagaimana kondisi kalian? apa masih ada yang sakit? " tanya ummi khodijah yang sudah berada di rumah air sejak beberapa jam yang lalu untuk menyambut kedatangan air dan cahaya.
"alhamdulillah, ummi. aku dan dia sudah sehat hanya masih butuh istirahat saja. " cahaya yang menjawab pertanyaan ummi khodijah karena air terlihat diam .
"oh gitu, alhamdulillah kalau begitu. " ucap ummi khodijah yang terlihat bingung dengan ucapan cahaya.
"emm, ummi. arini, bawa air ke kamar dulu. " ucap arini mencoba mengalihkan perhatian ummi khodijah yang masih terlihat bingung.
"iya, sayang. " jawabnya.
arini mendorong kursi roda air menuju kamar, sedangkan cahaya hanya duduk di kursi bersama ummi khodijah dan juga jeng ratu.
"ratu, ummi merasa ada yang tidak wajar disini. " ucapnya.
"apa sudah terjadi sesuatu yang ummi tidak tahu? " tanyanya.
"air mengalami lupa ingatan, ummi. tapi yang tidak bisa ingat hanya cahaya. " jelas jeng ratu.
"innalillah." ucap ummi khodijah.
"sabar, sayang. ummi yakin, suami mu hanya butuh pemulihan dan ummi yakin disini dia pasti akan bisa mengingat istrinya. " ucap umi khodijah menyemangati cahaya dengan terus menggenggam tangan cahaya. Cahaya hanya mengangguk dengan mata yang sudah basah oleh air mata.
"lebih baik kamu istirahat diruang tamu. tadi santriwati juga sudah membersihkannya" ucap ummi khodijah yang perihatin kepada cahaya .
"ayo, sayang. kamu istirahat dulu. " ajak jeng ratu.
ditempat lain, arini mendorong kursi roda air sampai ke kamar. hingga pintu terbuka, suara canda tawa seorang gadis di dalam kamar terdengar jelas di sana.
"mom ! sampai sini aja, aku ingin istirahat dulu. " ucapnya.
"yasudah, kalau perlu apa-apa langsung panggil , mommy. " ucap arini .
"mommy , tinggal dulu. " lanjut arini lalu keluar dari kamar air.
setelah pintu tertutup, air mendorong kursi rodanya menuju tempat tidur. saat sampai ditempat tidur, ia berdiri dengan pelan lalu mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur. semakin terdengar jelas suara manja seorang gadis .
"mas." panggil seorang gadis.
"aww." 'keluhnya memegangi kepalanya yang sedikit sakit.
"kenapa suara itu terdengar tidak asing dan sangat nyata. " ucapnya.
karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang sudah beberapa hari tidak mandi, air pun mencoba berdiri dan berjalan pelan menuju lemari . ia ingin mengambil handuk, tapi ia kaget saat melihat di dalam lemari bukan hanya ada pakaiannya tetapi juga pakaian seorang wanita.
"astarfirullahalazim." ucapnya kaget.
"apa benar ini kamar ku? jika ia, itu berarti gadis itu benar istri ku? " ucapnya penuh tanya.
"aku menjadi suami yang jahat jika memang benar dia istri ku. " ucapnya. walaupun belum bisa mengingat semuanya tapi air tidak bisa mehindar dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
setelah selesai mandi, akhirnya air meminta mommy nya untuk membawanya menemui cahaya di taman belakang rumahnya.
disinilah air dan cahaya berada, di taman kecil yang banyak sekali bunga-bunga cantik.
"apa bunga-bunga ini, kamu yang menanamnya? " tanya air. Cahaya hanya mengangguk dengan mata yang sudah berair.
"maaf, jika belum bisa mengingat semuanya. lakukanlah apa yang menurut mu membuat ku mengingat mu. aku tidak akan melarang, karena aku yakin jika kedua orang tua ku sudah mengatakan kalau kita sudah menikah berarti kita sah secara agama dan negara. jadi tidak ada alasan aku untuk melarang mu melakukan sesuatu kecuali yang bertentangan dengan agama kita. "ucap air tanpa menatap wajah cahaya.
cahaya hanya diam dengan wajah yang sudah dibasahi oleh air mata.
" mas. "ucapnya dengan bibir sedikit bergetar.
" aku akan berusaha membuat mu mengingat hal-hal indah tentang kita dan aku tidak akan menyerah. "ucap cahaya.
entah keberanian dari mana, walau ia belum bisa mengingatnya tapi hatinya yang yakin membuat air menarik tubuh cahaya dan masuk kedalam pelukannya.
" maaf, sering membuat mu bersedih seperti ini. terus bantu aku untuk mengingat semuanya. "ucap air.
cahaya sangat menikmati pelukan dari air, pelukan yang memberikannya rasa aman, nyaman dan kekuatan.
" aku tidak bisa melakukan lebih dari ini, tunggulah sampai aku mengingat semuanya. "ucap air setelah melepaskan pelukannya.
cahaya menghapus air matanya, ada sedikit kelegaan di hatinya saat mendengar ucapan air.
.
" kamu mau kan dorong aku masuk kedalam. "ucap air dengan lembut serta senyum diwajahnya.
" iya, mas. "jawabnya dengan lembut.
karena cahaya yang sudah begitu sehat , sehingga ia tidak perlu memakai kursi roda. berbeda dengan air, karena dirinya yang masih sering pusing jadi disarankan untuk tetap memakai kursi roda saat keluar dari kamar.
" ayo, sayang. sini, makanannya sudah siap. "ajak arini dengan tersenyum saat melihat anak dan menantunya masuk kedalam rumah.
cahaya mendorong kursi roda air ke meja makan, dimana semua orang sudah berkumpul di sana.
" biar, mommy saja yang sayang. kamu duduk aja. "ucap arini saat cahaya hendak menyendokkan nasi kedalam piring.
" makasih, mom. "ucapnya.
mereka makan dengan hikmat hingga suara air menghentikan dentingan sendok .
" mom, dad. mama ratu, apa boleh aku dan cahaya tinggal berdua disini. maksud ku bukan untuk mengusir kalian, hanya saja aku ingin lebih fokus untuk mengingat semuanya. "ucap air.
" tentu, sayang. mommy dan yang lain sangat bahagia mendengarnya. semoga kalian bisa melewati ujian ini dengan ikhlas. "ucap arini yang bahagia mendengar keinginan sang putra.
" mama , juga bahagia. nanti sore kami akan ke rumah pondok dulu setelah itu kami akan pulang. "sahut jeng ratu yang sangat mendukung keinginan air.
" terimakasih, mom, ma. doakan kami bisa melewati semuanya. "ucapnya.
" amin. "ucap semua orang yang ada di ruang makan.
setelah acara makan, cahaya dan air kembali ke kamar . awalnya cahaya hanya mengantar air ke kamar mereka tapi hal yang tak terduga di ucapkan air membuatnya ikut masuk kedalam kamar.
" kamu, mau kemana? "tanya air saat cahaya ingin pergi dari kamar mereka.
" aku... "ucapnya bingung.
" kenapa? bukankah ini kamar kita, bagaimana aku bisa mengingat tentang kita jika kita saja tidak satu kamar? "tanya air dengan lantang. cahaya hanya tertegun mendengar ucapan air yang tanpa ragu memintanya untuk satu kamar dengannya.
" ayo ! Kenapa malah ngelamun. "ucap air yang gemas melihat ekspresi cahaya yang kaget.
"ah iya, baiklah. " jawabnya gugup.
tidak lama terdengar suara adzan berkumandang dari masjid pesantren yang menandakan jika telah masuk sholat ashar.
"alhamdulillah, sudah ashar. aku akan membersihkan diri dulu dan setelah itu kita sholat berjamaah. " ucap air. dengan pelan ia berjalan ke kamar mandi.
"apa, kamu tidak mengambil pakaian ganti terlebih dahulu? " tanya cahaya.ia takut jika air lupa dengan pakaian gantinya.
"kenapa aku harus membawa pakaian ganti ke kamar mandi, nanti saja setelah selesai mandi. kamu siapkan saja di atas tempat tidur. bukankah kita suami istri. " ucap air dengan senyum dan lembut. walaupun ia merasa canggung nantinya tapi ia ingin membiasakan diri dihadapan cahaya.
setelah berucap seperti itu, air pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.