Arini

Arini
baby air diculik



🐰happy reading😘


Arini dan andreaz pulang bersama, mereka sampai di rumah .


''assalamu'alaikum. ''ucap arini dan andreaz saat masuk kedalam rumah.


''wa'alaikumsalam. ''jawab nyonya rey dan tuan david yang sedang santai di ruang keluarga.


''kalian baru pulang, baby air mana?''tanya nyonya rey yang tak melihat baby air .


''baby air sudah pulang tadi sore, mah. Bersama baby sitter nya. ''ucap andreaz.


''iya, mah. Tadi aku ada banyak kerjaan jadi mbak ranti aku suruh pulang duluan bersama baby air. ''sahut arini .


''masa sih, apa aku gak lihat baby air pulang. kalau begitu coba kalian cek baby air di kamarnya, masalahnya mama kira baby air belum pulang. ''ucap nyonya rey dan itu membuat arini kaget. Mana mungkin baby air belum pulang , pikirnya.


''ya sudah,mah pag. Kita ke atas dulu. ''ucap andreaz.


saat sampai di atas, arini dan andreaz kaget saat tidak mendapatkan putranya di sana.


''kenapa tidak ada, apa di kamar mbak ranti ya mas. ''ucap arini yang mulai merasa khawatir.


''ya sudah, kita lihat di kamarnya. ''ajak andreaz , mereka kembali turun dan masuk kedalam kamar baby sitter putra mereka.


''tidak ada, kenapa mereka tidak ada. Bukankah mereka sudah pulang lebih dulu. ''ucap arini.


''aku sudah bilang, jika baby sitter baby boy bukan orang yang baik. ''ucap andreaz dengan nada sedikit tinggi. Pasalnya ia sudah merasakan firasat tidak enak saat melihat ranti pertama kalinya.


Arini hanya menunduk, air matanya sudah tidak bisa ia bendung . bukan karena ucapan sang suami tapi ia lebih mengkhawatirkan keadaan sang putra.


''ada apa , andreaz?''tanya nyonya rey dan tuan david menghampiri mereka saat mendengar suara andreaz yang agak keras berbicara kepada arini.


''baby sitter yang mamah bawa tidak ada di kamarnya dan putra ku juga tidak ada. ''ucap andreaz yang terlihat gelisah.


''sudah, sayang. Lebih baik kita duduk dulu, kita cari solusinya bersama-sama. ''ajak nyonya rey kepada arini yang sudah sesenggukan.


''jadi bagaimana ceritanya?''tanya tuan david.


''aku hanya menyuruh mbak ranti pulang bersama baby air, karena kasihan baby air jika di toko sampai larut. ''ucap arini.


''kebetulan, sopir kita lagi sakit dan tidak bisa jemput dan akhirnya aku pesan taksi online buat nganter mereka pulang. Aku tidak tahu jika kejadiannya seperti ini. ''ucap arini dengan tangisnya yang semakin menjadi karena mengkhawatirkan sang putra.


''baiklah, sekarang mana ponsel kamu biar papa lihat nomer taksinya dan kita bisa langsung hubungin perusahaan taksi tersebut. ''ucap tuan david.


Arini memberikan ponselnya kepada papa mertuanya.


''bagaimana, pah?''tanya andreaz .


''sudah ketemu, tadi papa telpon pemilik perusahaan dia bilang benar itu taksi milik perusahaannya dan yang membawa taksi tersebut kebetulan seorang bapak-bapak yang tinggal tidak jauh dari komplek kita. ''ucap tuan david.


''ya sudah, pah. Kalau begitu kita ke rumahnya sekarang. ''ucap andreaz yang terlihat sangat gelisah dan tidak tenang.


arini dan nyonya rey mengangguk setuju dan mereka akhirnya pergi ke rumah bapak-bapak tersebut yang berada di belakang komplek perumahan mereka.


tok


Tok


''assalamu'alaikum. ''ucap tuan david.


Ceklek


''wa'slaikumsalam, siapa ya?''tanya bapak-bapak tersebut.


''pak, ini saya yang pesan taksi bapak tadi sore. ''ucap arini dari samping tuan david.


''oh iya, buk. Ada apa ya?.'tanyanya.


''pak, saya mau nanya. Perempuan dan bayi yang tadi sore masuk taksi bapak itu turun dimana ya?''tanya arini.


''oh itu , mbaknya minta turun di depan supermarket yang ada di depan jalan raya itu , buk. Katanya ibu yang suruh untuk berhenti di sana. Yasudah saya berhentikan di sana. ''jelas bapak-bapak tersebut.


''mas, bagaimana ini. Baby air pasti laper, mas. ''ucap arini lirih dalam pelukan sang suami.


Andreaz hanya diam, ia ingin marah tapi ini juga sepenuhnya bukan kesalahan sang istri.


''papa sudah lapor polisi dan mereka akan segera ke sana dan mengecek cctv yang ada di sana. ''ucap tuan david. Andreaz hanya diam, tangannya mengepal kuat di sana . Ia tidak akan membiarkan baby sitter itu jika putranya kenapa-kenapa.


Saat tiba di lokasi, ternyata polisi sudah datang dan sudah memeriksa beberapa cctv yang ada di sana.


''bagaimana, pak?''tanya andreaz dengan antusias.


''dari rekaman cctv yang ada di sini, memang ada seorang perempuan yang membawa bayi , tapi ia tidak masuk kedalam supermarket tapi ia pergi ke arah perkampungan yang ada di sana. ''jelas pak polisi..


''apa perempuannya seperti ini , pak?''tanya nyonya rry memberikan ponselnya.


''iya buk. kalau begitu, kami akan segera menelusuri kampung tersebut dan menyebar luaskan foto tersangka. 'ucap pak polisi.


''saya ikut, pak. ''sahut andeaz.


''saya juga ikut. ''ucap arini . Ia tidak tenang rasanya jika hanya berdiam dan menanti kabar.


''tidak, sayang. Biarkan aku dan bapak-bapak polisi yang nyari baby kita. ''ucap andreaz dengan lembut. Ia merasa bersalah karena sudah membentak sang istri tadi.


''kamu harus janji, mas. Jika kamu akan membawa baby kita pulang. ''ucap arini yang terus menangis dalam pelukan suaminya.


''iya, sayang. Kamu pulang ya, nanti aku kabarin . ''ucap andreaz lalu mengecup kening arini sebelum ia ikut bersama polisi mencari keberadaan putranya.


Ditempat lain


di kontrakan yang sangat sempit, baby air terlihat sedang menangis mungkin karena haus karena sudah lebih dari tiga jam ia tidak menyusu ataupun makan sesuatu.


''kamu, bisa diam gak sih !!!"bentak ranti pada baby air yang terus menangis.


"lebih baik aku kirim pesan saja, supaya ia mau menukar putranya ini dengan suaminya. "ucapnya.tanpa berpikir panjang , ranti mengirim pesan ke arini jika ia akan mengembalikan putranya dengan syarat arini mau memberikan suaminya dan menjadikannya istri dari suaminya itu.


Ranti tidak berpikir jika yang ia lakukan akan membuat dirinya dalam kesulitan kedepannya, ia tidak berpikir siapa yang sedang ia hadapi sekarang . Yang ia pikirkan hanya ingin menjadi istri andreaz dan hidup bersamanya.


Ting


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel arini, dengan cepat ia membuka pesan tersebut . Betapa kagetnya ia saat membaca pesan yang ternyata dikirim oleh ranti, baby sitter anaknya.


"mas, baby sitter baby air mengirim pesan . "ucap arini dan menghentikan langkah andreaz dan polisi yang hendak pergi.


"apa yang dia katakan?"tanya andreaz dengan rahang yang mengeras, ia sudah sangat marah hanya mendengar kata baby sitter.


"dia akan mengembalikan putra kita, dengan syarat aku memberikan suamiku untuknya. "ucap arini terdengar lirih.


"cepat lacak keberadaannya melalui nomer ini. "titah andreaz kepada polisi, ia bagaikan atasan polisi yang memerintah sesukanya.


"baik, tuan. "jawab polisi tersebut. Selama polisi mengacak nomer milik ranti guna mengetahui keberadaannya. Andreaz, mencoba menenangkan sang istri.


"bilang sama wanita itu jika kamu akan menuruti kemauannya itu "ucap andreaz.


"tapi, mas. Mana mungkin aku menyerahkan suami ku kepada wanita lain. "ucap arini .


"aku juga gak akan mau , sayang. Kamu bilang saja seperti itu sisanya biar aku dan polisi yang menyelesaikannya. "ucap andreaz.


dengan terpaksa arini membalas pesan dari ranti, jika ia akan menuruti kemauannya .


Ting


Pesan pun terkirim.


Ranti merasa senang saat membaca pesan dari arini, ia tidak memperdulikan baby air yang terus menangis. Ia hanyut dalam pikirannya sendiri tanpa ia sadari jika diluar sudah banyak polisi.


Tok


Tok


🐰jangan lupa buat like , vote dan komentarnya🙏🏻😘😘😘