Arini

Arini
kesedihan arini



🐰happy reading😘


Hancur hatinya saat mengetahui jika sang papa sudah meninggalkannya. Baru saja ia bahagia karena sudah bertemu dengan sang papa tapi takdir berkehendak lain, ia harus ikhlas menerima takdir walaupun rasanya sakit.


''apa papa tidak ingin melihat cucu , papa. ''ucap arini lirih, ia terus mengelus batu nisan sang papa.


''papa , tahu. Aku sangat bahagia saat bertemu dengan papa. aku mengira , papa adalah laki-laki yang tidak bertanggung jawab tapi ternyata aku salah. Papa orang yang paling hebat dalam hidup ku , aku bersyukur menjadi anak mu , pah. ''ucapnya dengan senyum yang menyayat hati siapa pun yang melihatnya. Air mata yang terus mengalir, ia rasanya tidak ingin pergi dari sana .


karena , arini yang tidak kunjung balik ke pesantren andreaz pun berdiri, ia tidak tenang rasanya hanya berdiam diri di sana.


''mau kemana kamu, andreaz?''tanya nyonya rey saat melihat andreaz yang hendak keluar.


''aku tidak bisa, mah. Membiarkan istriku sendirian dalam kesedihan.''ucap andreaz dan langsung pergi dari sana.


''tapi !'' ucapan nyonya rey terputus karena ummi khodijah yang menghentikan. Nyonya rey hanya tidak ingin arini semakin marah dengan andreaz dan rumah tangga anaknya akan dalam masalah.


''sudah, biarkan saja ia menemui istrinya . Arini butuh orang yang menyayanginya saat ini. ''ucap ummi khodijah dengan lembut.


''iya, mah. Biarkan andreaz menemui istrinya , lagi pula ini sudah terlalu lama arini eh maksudnya kak arini di sana.''ucap tama yang masih belum terbiasa memanggil dengan sebutan kakak.


Andreaz berjalan dengan sedikit terburu-buru. Ia sangat mengkhawatirkan istrinya . Saat sampai di makam , tampak sang istri yang sudah tergeletak di pusaran sang papa . Ia pun semakin mempercepat langkahnya.


''sayang !"panggil andreaz dengan wajah khawatirnya.


"sayang !"panggilnya sambil menggoyangkan tubuh istrinya. Karena tidak ada respon , akhirnya andreaz mengangkat tubuh istrinya ala bridal style . Dengan langkah panjangnya membawah sang istri ke pesantren.


"andreaz , arini kenapa?"tanya nyonya rey terlihat panik. semua orang yang berada di sana juga ikut panik saat melihat arini yang tidak sadarkan diri.


"sepertinya, arini pingsan. Lebih baik kamu bawa dia ke kamarnya saja di sebelah sana. "ucap ustadz hasan menunjukan kamar arini yang biasa di tempati nya saat di rumah ustadz hasan.


"biar , ummi siapkan teh hangat dulu. "ucap ummi khodijah dan berlalu ke dapur. Sedangkan yang lain ikut melihat keadaan arini kecuali ustadz hasan dan tama .


andreaz sudah melepaskan hijab serta cadar sang istri, suhu tubuhnya nampak panas sehingga membuat andreaz semakin panik.


"andreaz, lebih baik kamu telpon dokter. Tubuh istri mu panas sekali. "ucap mama rita yang ikut khawatir.


Andreaz pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi dokter keluarganya yang tak lain adalah zain.


"hallo, zain. Bisakah kau ke pesantren sekarang , istriku pingsan. "ucapnya.


"apa ! Kau jangan bercanda , andreaz. Pesantren jauh dari tempat kerja ku. Lebih baik kau cari dokter yang ada didekat sana saja, jika kau menunggu ku kasihan dengan istri mu. "ucap zain dari seberang telpon .


"hais."ucap andreaz frustasi, ia lupa jika sekarang sedang berada di pesantren yang itu artinya jauh dari rumah sakit milik keluarganya.


Ummi khodijah masuk dan membawah segelas teh hangat .


"berikan ini pada istri mu jika sudah sadar, nanti ummi akan panggilkan dokter yang ada di klinik pesantren. "ucap ummi khodijah, ia sempat mendengar saat andreaz sedang menelpon tadi.


andreaz pun mengambil teh hangat yang diberikan oleh ummi khodijah ,dan meletakkannya di atas meja yang ada di samping tempat tidur.


tiba-tiba baby air menangis dan membuat semua orang panik


''mama akan bawa baby air keluar, sepertinya dia ngantuk. ''ucap nyonya rey dan mengajak baby air keluar.


tidak lama setelah nyonya rey keluar, ummi khodijah masuk bersama dokter perempuan.


''dok, tubuh istri saya sangat panas. ''ucap andreaz.


''baiklah, pak. saya akan periksa dulu. ''ucap dokter ramah.


''bagaimana, dok?''tanya andreaz , saat dokter selesai memeriksa istrinya.


''saya akan berikan obat penurun panas, istri bapak hanya kelelahan . Paling sebentar lagi juga sadar. ''ucap dokter tersenyum ramah.


''iya, dok. Terimakasih. ''ucap ummi khodijah dengan senyum ramah.


''terimakasih, dok. ''ucap mama rita ikut menimpali.


Setelah dokter keluar, tidak lama arini sadar. Dengan pelan ia membuka matanya, kepalanya terasa sakit.


''sayang, kamu sudah sadar. ''ucap andreaz tersenyum lega.


Arini tidak menjawab, ia mencoba untuk duduk. Dengan sigap andreaz membantu sang istri untuk duduk.


''pelan-pelan, sayang. ''ucap andreaz .


''minum dulu. ''ucap andreaz memberikan teh hangat yang di buatkan oleh ummi khodijah.


''sayang, maaf. ''ucap andreaz tulus.


''iya, kak. Kami minta maaf sudah menyembunyikan hal ini dari mu. ''ucap indah sedih.


''iya, sayang. Mama juga minta maaf, bukan maksud kami menyembunyikan kebenaran ini . Kami hanya tidak ingin kau kembali drop , apalagi kau baru sadar dari tidur panjang mu. ''ucap mama rita yang tampak sangat menyayangi arini.


arini memeluk indah dengan erat, merekapun menangis bersama. Kehilangan seorang panutan dalam keluarga membuat indah dan arini saling menguatkan diri masing-masing. Mungkin mereka bukan ibu sekandung tapi, hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik yang lahir dari rahim yang sama.


''kita bisa melewati ini bersama, kak. ''ucap indah lirih. Arini hanya mengangguk karena tidak bisa berkata apa-apa, tenggorokannya seperti tercekat .


mama rita yang melihat indah dan arini seperti itu , ia juga ikut meneteskan air mata. Haru , sedih itulah yang ia rasakan .


''aku harap, walaupun tanpa papa hubungan kita tetap seperti ini. ''ucap arini menghapus air mata yang ada di pipi indah.


''hmm. ''jawab indah menganggukkan kepalanya lalu kembali memeluk sang kakak.


''ehem, mommy sudah sadar sayang. ''ucap nyonya rey yang baru saja masuk .


arini menghapus air matanya , dengan tersenyum ia merentangkan tangannya kepada baby air.


''sejak tadi dia menangis, mungkin dia haus. ''ucap nyonya rey memberikan baby air kepada arini.


''mah, apa tidak bahaya jika baby air menyusu sekarang kepada mommy nya . Maksud ku, mommy nya kan masih demam. ''ucap andreaz tampak khawatir.


''tidak apa, istri mu demam karena kecapekan bukan karna virus. ''ucap nyonya rey tersenyum.


''ya sudah, lebih baik kita keluar dulu. Biarkan, arini menyusui baby air dulu. ''ucap mama rita dan dijawab anggukan oleh nyonya rey dan indah.


Setelah mama rita, nyonya rey dan indah keluar dari kamar . Sekarang suasana di kamar nampak canggung, baik arini ataupun andreaz sama-sama diam.


''sayang, apa kau tidak memaafkan ku.?''tanya andreaz dengan muka sedihnya.


''kenapa , mas tega tidak memberitahu ku sejak awal. Mungkin berat, tapi aku akan tetap menerima semuanya dengan ikhlas. ''ucap arini yang masih terlihat kesal dengan suaminya.


''iya, aku salah. Maafkan , aku. Aku hanya tidak ingin kau kembali ng-drop , sayang. Kau tahu betapa hancurnya aku saat kau tidak bangun-bangun dari tidur mu. ''ucap andreaz menunduk , ia kembali sedih jika mengingat hal itu.


Arini terdiam , ia melihat suaminya yang begitu sangat menyayanginya. Ia tidak tega jika terus menyalakan suaminya, ia harus ikhlas mungkin memang jalannya seperti itu.


''mas, jangan pernah menundukkan kepala mu di depan istri mu. ''ucap arini , andreaz langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah arini.


arini tersenyum, senyum yang tidak andreaz lihat beberapa jam yang lalu.


''maaf, mas. tidak seharusnya aku menyalahkan mu, ini semua sudah jalannya seperti ini. ''ucap arini menyesal dengan keegoisannya.


''tidak, sayang. Aku yang monta maaf, maaf kan aku. ''ucap andreaz memeluk arini dari samping lalu mencium keningnya mesra.


🐰jangan lupa , vote , like dan hadiahnya🙏🏻😘