
Sesampainya di rumah, Arini langsung segera bersih bersih dan mengganti pakaiannya dengan baju piyama berwarna merah satin, dan tanpa hitungan menit dia langsung tertidur pulas namun tidak dengan Devandra yang masih berjibaku dengan handphonenya
Devandra turun ke bawah menuju ke ruang tamu, dia tampak sedang menunggu seseorang hingga tidak lama kemudian bunyi bel pintu terdengar dari luar, Devandra langsung segera membuka pintu dan disana tampak asisten pribadinya berdiri didepan pintu
"Masuk" perintah Devandra menyuruh asisten pribadinya itu masuk ke dalam
Ryan sang asisten pribadinya itu langsung masuk ke dalam, dan duduk di sofa ruang tamu
"Mau minum apa?" tanya Devandra sambil berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan minuman
"Nanti aku ambil sendiri, saat ini sedang tidak haus" jawab Ryan asisten pribadinya Devandra
Devandra langsung membuatkan kopi hitam untuknya dan bau harum semerbak kopi memenuhi di ruangan itu
"Ada kabar apa?" tanya Devandra sambil mengaduk kopinya dan kemudian menyesap kopinya
" Keluarga kamu menanyakan keberadaan kamu terus, kamu seperti menghilang begitu saja" jawab Ryan sambil menatap Devandra dengan nada suara serius
Namun Devandra tidak memperdulikan hal itu, dia seakan akan tidak menggubris perkataan dari Ryan
"Bagaimana dengan kantor, apa semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Devandra berusaha menghindari pembicaraan mengenai topik dari keluarganya
"Semuanya berjalan dengan baik bahkan kabar baiknya PT dua Nusantara mau bekerjasama dengan kita, dua hari lagi kita akan bertemu dengan pimpinan utamanya" jawab Ryan dengan cekatan
Devandra yang mendengar itu langsung mengangguk puas, Ryan menatap sekeliling ruangan
"Dimana isteri mu itu?" tanya Ryan menatap Devandra kali ini dia bertanya sebagai seorang teman dekat
"Tidur di atas, dia kecapekan" jawab Devandra sambil berjalan menghampiri asisten pribadinya Ryan
"Kamu ga berencana memperkenalkan dua ke keluarga besar kamu?" tanya Ryan dengan nada ingin tahu
"Setidaknya untuk saat ini belum, aku menunggu dia siap dulu" jawab Devandra pendek
"Ingat kamu harus siap dengan segala konsekwensinya, kamu tahu sendiri kan keluarga kamu seperti apa" kata Ryan memperingatkan Devandra
Devandra hanya diam, tidak mengiyakan apalagi menyanggah perkataan dari Ryan asisten sekaligus temannya itu
Ryan adalah teman Devandra selama mereka bersekolah di luar negeri, hanya saja nasibnya Ryan kurang beruntung, ayahnya bangkrut perusahaannya merugi besar pada saat dia masih kuliah di luar negeri, hampir putus sekolah untungnya Devandra langsung menolongnya untuk membiayai yang kuliahnya, apalagi Devandra tahu Ryan adalah seorang anak yang jenius yang tidak banyak bicara
Ryan sendiri tahu sekolahnya ditanggung oleh Devandra, dia berusaha keras menunjukkan prestasinya dan dia juga bekerja keras dengan bekerja paruh waktu untuk setidaknya bisa mencukupi kebutuhannya selama ada di luar negeri, dan sebagai rasa terima kasihnya Ryan mengabdikan diri penuh kepada Devandra, dia menjadi asisten pribadi yang paling setia untuk seorang Devandra
"Aku cuman bisa mendoakan semoga pernikahan kalian langgeng dan awet" ucap Ryan kepada Devandra
" Thanks bro atas doanya" jawab Devandra
"Ya sudah kalau ga ada hal yang penting lagi, aku mau pulang dulu" ucap Ryan sambil berdiri
"Ya sudah aku tunggu anda di kantor" balas Ryan sambil tertawa
"Oh iya satu lagi tolong rahasiakan mengenai pernikahan aku dengan keluarga aku sendiri, belum saatnya memberi tahukan mereka" kata Devandra dengan suara tegas kepada Ryan
"Siap kamu tenang aja bro, selama kamu belum ada omongan aku juga tidak akan bicara apa apa dulu" jawab Ryan
"Tapi bagaimana jika keluarga kamu tidak mau menerima isteri mu itu, apa kamu sudah menemukan jalan keluarnya?" tanya Ryan kepada Devandra dengan wajah yang serius
Devandra langsung menghela nafas panjang "Belum aku pikirkan masalah itu, liat saja nanti" ucap Devandra dengan nada datar
Ruang tamu itu kembali menjadi hening, tidak ada percakapan diantara keduanya
"Aku berharap semuanya akan baik baik saja " ucap Ryan memecahkan keheningan di ruang tamu tersebut
"Semoga saja" Jawab Devandra sambil berharap
"Ya sudah aku pamit dulu, besok kita ketemu di kantor, hari ini sangat melelahkan sekali" ujar Ryan sambil menghela nafas panjang
"Memangnya kenapa?" tanya Devandra ingin tahu sambil menatap Ryan yang sedang merenggangkan tubuhnya
"Banyak perjanjian perjanjian kerjasama yang harus aku pelajari sebelum aku berikan ke kamu untuk ditandatangani belum lagi tadi papah kamu meminta aku untuk mencari tahu keberadaan kamu dimana karena beberapa hari ini menurut dia kamu menghilang tanpa kabar" jawab Ryan sambil berdiri dan berjalan ke pintu depan
"Besok aku akan ke rumah utama, untuk memberi kabar kepada keluarga aku" ucap Devandra sambil mengikuti Ryan dari belakang
"Aku pamit dulu kalau begitu' ucap Ryan sambil membalikkan badan menghadap ke Devandra
"Kalau begitu hati hati di jalan, langsung pulang jangan kelayapan" ujar Devandra sambil membuka pintu depan
"Kamu kaya ga tau aku saja, aku itu orangnya paling malas kemana mana kalau tidak penting penting banget" ucap Ryan sambil mendengus
"Makanya carilah pendamping hidup" ujar Devandra sambil tertawa yang dibalas dengan cibiran dari Ryan
Sepeninggal Ryan, Devandra langsung mengunci pintu depan, dan setelah dipastikan semuanya aman, Devandra langsung menuju ke lantai dua untuk bergabung dengan Arini isterinya yang saat itu sudah tertidur pulas dan bermimpi indah
Devandra membaringkan tubuhnya yang lelah itu disebelah Arini, dia memiringkan posisi tidurnya agar dapat melihat Arini yang tertidur pulas, sambil tersenyum dia membelai rambut Arini
"Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi percayalah kepada aku kita akan berjuang bersama sama, cukup kamu percaya saja kepada aku" ucap Devandra pelan, seakan akan Arini mendengar itu apa yang dikatakan oleh Devandra
Devandra menguap lebar, matanya terasa sangat berat sekali apalagi besok ada pekerjaan yang menanti dirinya, dan ada banyak yang harus dia kerjakan, hingga akhirnya matanya yang berat itu menutup rapat rapat hingga terdengar dengkuran perlahan, Devandra tertidur sambil memeluk Arini
Keesokan paginya Arini pagi pagi sekali terbangun dari tempat tidurnya, dia mendapati Devandra masih tertidur di sebelahnya sambil memeluk erat dirinya, dengan hati hati dia mengangkat tangan Devandra agar dia bisa leluasa bergerak bangun, Arini langsung bangkit dari tidurnya dengan hati hati, setelah mencuci wajahnya dia kemudian turun ke bawah menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat suaminya
Arini langsung membuka kulkas dan melihat isi yang ada di dalam kulkas, didalam kulkas tampak lengkap semua bahan makanan hingga Arini tersenyum puas melihat isi di dalam kulkas yang berjejer rapi, hingga dia memutuskan membuatkan nasi goreng untuk Devandra