Arini

Arini
buka segel



Air mulai mencium kening sang istri, tampak cahaya hanya pasrah dengan perlakuan lembut sang suami. Hingga ciuman tersebut turun ke mata , hidung dan berakhir di bibi . Setelah keduanya merasa kehabisan nafas, air pun melepas pagutannya.


''mas, buka ya. ''ucap air .


cahaya hanya mengangguk tersenyum. Air pun membuka jilbab sang istri dan meletakkannya disamping. tampak rambut hitam tebal nan lurus , air tersenyum. Lalu ia kembali mencium sang istri hingga tanpa sadar kini cahaya sudah berada di bawah kungkungan suaminya.


Akhirnya malam itu mereka lalui dengan nikmatnya surga dunia yang baru mereka rasakan .tampak mereka sedang tertidur nyenyak setelah merasakan surga dunia , hingga suara alarm di ponsel milik air berbunyi menandakan waktu sholat malam.


walau merasa lelah, air tetap bangun karena sudah menjadi kebiasaannya untuk bangun dan melaksanakan sholat malam. Melihat istrinya yang masih terlelap nyenyak ia pun tidak tega untuk membangunkannya, karena ulahnya semalam sang istri terlihat sangat lelah.


Air tersenyum melihat wajah cahaya yang tertidur sangat pulas. Ia menyelimuti tubuh sang istri dan beranjak dari sana untuk membersihkan tubuhnya dan melaksanakan sholat malamnya.


Terdengar suara adzan subuh, air pun menghampiri sang istri .


''deg, deg. Bangun . ''ucapnya dengan lembut.


Cahaya dengan pelan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya tepat di depan wajahnya . Tampak sang suami yang sudah memakai kokoh dan pecinya.


''bangun mandi, habis itu kita sholat subuh berjamaah. ''ajak air dengan lembut.


''iya ustad. ''sahutnya, air memicingkan matanya mendengar panggilan cahaya.


''maksud saya, ia mas. ''ralat cahaya yang merasa ucapannya tadi salah.


dengan pelan cahaya turun dari tempat tidur, sedikit nyeri tapi ia tetap berusaha berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Tapi air yang melihat wajah istrinya yang tampak menahan sakit dengan cepat ia menghentikan langkah sang istri dan menggendongnya membawanya ke kamar mandi.


''mas ! ''teriak cahaya kaget saat tubuhnya melayang ke udara.


''maaf sudah bikin kamu seperti ini. ''ucap air yang merasa bersalah membuat istrinya susah untuk berjalan.


''tidak, mas. Sudah kewajiban mu meminta hak mu. jadi jangan pernah merasa bersalah. ''ucap cahaya dengan lembut.


''terimakasih, mas sangat bersyukur memiliki istri seperti mu. ''ucap air. Air mendudukkan istrinya didalam bathub dan ia mulai mengisi bathub tersebut dengan air hangat .


''mas. ''panggil cahaya.


''iya, sayang. ''sahut air, dan itu membuat wajah cahaya memerah dengan panggilan sayang dari suaminya.


''mas , gak keluar?''tanyanya.


''tidak, aku akan membantu mu membersihkan tubuh mu. ''ucap air tersenyum.


''tidak usah, mas. Kamu juga sudah rapi nanti kokoh dan sarung mu basah. ''ucapnya tak enak.


''baiklah, akan aku lepaskan ini semua. ''ucap air dengan santai melepas kokoh dan sarungnya , sehingga menyisakan bokser dan kaos putih yang ia kenakan.


Cahaya langsung menutup matanya, walau mereka sudah melakukannya tapi bagi cahaya ia masih malu untuk melihatnya lagi.


''kamu , kenapa menutup mata?''tanya air dengan senyum jahil. Ia tahu apa yang dipikirkan istrinya itu.


''mas, lebih baik kamu pakai lagi saja baju mu. ''pinta cahaya .


''kenapa?bukannya kita sudah sah bahkan kita juga sudah melakukannya. ''goda air .


''tapi itu beda, mas. Aku... ''ucapannya terputus saat air menarik tangannya dan memaksanya untuk membuka mata.


''lihat, aku. ''pinta air. Cahaya terpaksa membuka matanya saat air memaksanya untuk membuka mata.


''apa ada yang aneh?''tanya air dengan senyum menggoda.


''ah, tidak. Aku pikir itu, ada tikus tadi. Iya ada tikus, tapi ternyata tidak ada. ''ucapnya kikuk.


air tertawa mendengar alasan sang istri sungguh membuatnya gemas.


''tidak dosa jika kamu melihat suami mu sendiri bertelanj***.bahkan jika kamu meminta lebih dulu , aku akan sangat senang. ''ucap air dan itu membuat wajah cahaya bersemu merah.


''ya sudah,lebih baik sekarang mas gosok punggung mu karena waktu subuh sudah mau habis. ''ucap air. Cahaya sudah tidak bisa menolak kemauan suaminya itu.


Senyum terbit dari bibirnya, sungguh ia sangat beruntung menjadi istri dari ustadz air . air sangat perhatian serta tutur katanya yang lembut membuatnya semakin bahagia.


Setelah selesai drama di kamar mandi, pasangan pengantin baru itu pun melaksanakan sholat subuh dengan khusyuk. Hari ini mereka akan pulang ke pesantren , dan menemui kedua orang air yang sudah akan meninggalkan pesantren .


''sudah siap?''tanya air kepada istrinya .


''ya sudah, ayo. ''ajak air sambil memberikan lengan tangannya untuk di gandeng sang istri.


Cahaya tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan sang suami.


Tidak butuh waktu lama, merekapun sampai di pesantren . Air keluar terlebih dulu lalu mengulurkan tangannya untuk di genggam sang istri.


''makasih, mas. ''ucap cahaya setelah keluar dari mobil.


''sama-sama. ''jawab air dengan senyum.


Banyak santriwati yang melihat adegan tersebut, banyak santriwati yang iri melihat keromantisan yang dilakukan oleh air kepada istrinya.


''wah, pengantin baru sudah pulang. ''ucap aira menggoda.


''assalamu'alaikum, dek. ''ucap air yang enggan meladeni ucapan sang adik yang sengaja untuk menggodanya.


''heheh, wa.alaikumsalam.''ucap aira .


''hai, kakak ipar. Bagaimana kabar mu?''tanya aira kepada cahaya.


''baik, deg. ''jawabnya dengan lembut.


''gaya mu, dek. Memangnya kita sudah lama tidak bertemu. ''ucap air geleng-geleng lalu masuk kedalam rumah sambil mengacak-acak pucuk kepala aira yang tertutup oleh hijab .


''abang !"teriak aira kesal. Air hanya tertawa lalu masuk kedalam rumah ustad hasan dengan menggandeng tangan sang istri.


''assalamu'alaikum. ''ucap air dan cahaya.


''wa'alaikumsalam. ''jawab semua orang yang ada di dalam.


''alhamdulillah, pengantin baru kita sudah pulang. Tampak berseri sekali wajah mu , leh. ''goda ustad hasan. Sontak semua orang tersenyum mendengar ucapan ustad hasan. Sedangkan pengantin baru sudah tersipu malu.


''abah. ''panggil ummi khodijah agar suaminya itu tidak menggoda air dan cahaya lagi.


''sudah, kalian ke kamar dulu.istirahat, nanti makan siang kita berkumpul lagi.''ucap ummi khodijah dengan lembut.


air mengajak cahaya untuk masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan oleh ummi khodijah dan juga arini. Sebenarnya, air sudah mempunyai rumah yang cukup luas di sekitaran pesantren hanya saja ia belum ingin menempati karena merasa kesepian jika ia sendirian di sana. Tapi sekarang ia sudah menikah dan akan segera mengajak istrinya untuk pindah ke rumahnya.


semua orang berkumpul untuk makan siang, termasuk pasangan pengantin baru yang baru dua hari sah menjadi pasangan suami istri.


''air , cahaya. Mommy sama daddy dan juga opa, oma . Hari ini akan langsung pulang karena pekerjaan daddy menumpuk . Kalian tahu sendirikan jika akhir bulan seperti daddy mu sibuk. ''ucap arini dengan pelan agar keduanya mengerti.


''iya, mom. Nanti insyaallah air akan kesana sama cahaya. ''jawabnya .


''iya, sayang. Terimakasih, maaf kami karena tidak bisa lama-lama . Tapi mommy janji akan membuat pesta pernikahan kalian di sana setelah daddy mu sudah tidak terlalu sibuk. Iya kan, dad?''tanya arini kepada sang suami.


''iya, daddy harap kalian tidak kecewa karena kami tidak bisa berlama-lama disini. ''sahut andreaz.


''iya, dad. Aku paham, air sangat bahagia karena kalian selalu suport air. Semoga air bisa menjadi suami seperti daddy. ''ucapnya .


Cahaya hanya diam mendengarkan keluarga suaminya yang sedang berbicara, sangat harmonis batinnya. Ia merasa beruntung mendapatkan suami dan mertua yang saling menyayangi.


''cahaya, mommy titip air. Jika ia nakal kamu bilang saja sama mommy. ''ucap arini tersenyum.


''iya, mom. ''sahutnya dengan lembut.


Akhirnya , keluarga besar air dan juga cahaya pulang dan hanya menyisakan air, cahaya dan juga ustad hasan beserta ummi khodijah.


''bah, mungkin besok kami akan langsung pindah ke rumah kami. ''ucap air.


''iya, nanti ummi akan minta tolong santri-santri untuk membantu membersihkan rumah mu itu. ''ucap ummi khodijah.


''tidak usah , ummi. Semuanya sudah bersih , paling besok air dan cahaya hanya perlu berbelanja perabotan karena rumah yang air bangun belum terlalu lengkap dengan perabotan. ''ucap air.


''ya sudah, kalau begitu kalian istirahatlah. ''ucap ummi khodijah dengan lembut.


''iya, ummi. ''sahut keduanya.


Jangan lupa tinggalkan jejak😘