
🐰happy reading guys 😘
Akhirnya andreaz mengeluarkan ponselnya , ia membuka ponselnya dan membuka aplikasi yang terkenal banyak video-videonya itu . Ia mengetik tulisan tutorial membuat nasi goreng , setelah keluar beberapa cara di sana , lalu ia memilih salah satunya dan mengklik salah satu video tersebut.
Ia mempraktekan apa yang ia lihat di video. Nampak dapur yang tadi rapi sekarang jadi berantakan hanya karena masak nasi goreng , lengan bajunya ia gulung sampai atas dan tak lupa ia juga ia memakai apron yang berwarna pink.
Para karyawan sedikit mengintip disela kesibukan mereka, mereka ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh pak bosnya itu di dapur.
Mereka tertawa pelan saat melihat andreaz yang memakai apron berwarna pink serta dapur yang berantakan.
''wah , pak bos. Walaupun kayak gitu tetap kelihatan tampan ya. ''puji salah satu karyawan.
''aduh, andai gue punya laki kayak gitu pasti sudah aku kurung aja di rumah biar gak dilirik sama cewek. ''sahut salah satu karyawan yang kagum dengan ketampanan andreaz.
''husttt ! Sudah, lebih baik kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian , kalau bu bos lihat dan dengar kalian membicarakan , pak bos. Bisa-bisa kalian di pecat. ''ucap ina yang baru saja lewat untuk mengambil roti yang sudah jadi.
para karyawan pun bubar dan melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
Sedangkan arini , ia fokus melihat suaminya yang sedang sibuk di sana. Kadang ia tertawa saat melihat andreaz yang meniup-niup tangannya yang tidak sengaja memegang wajan tanpa menggunakan pelindung .
Hingga tiga puluh menit, akhirnya nasi goreng buatan andreaz sudah matang dan tinggal dibawa ke sang istri.
Andreaz melepas apronnya dan mencuci tangannya yang penuh dengan bau bumbu nasi goreng. Setelah itu, ia membawa sepiring nasi goreng ke arah arini.
''sayang, ini nasi gorengnya. ''ucap andreaz tersenyum. Nampak keringat membasahi tubuhnya , terlihat dari kemeja putih yang ia pakai nampak basah dan rambutnya yang juga ikut lepek terkena keringat.
''makasih, mas. Kamu memang paling the best deh , mas. ''puji arini , ia sangat senang melihat nasi goreng di depannya.
''iya, sayang. Sama-sama. ''jawabnya dengan senyum, ia bahagia melihat istrinya yang nampak antusias dengan nasi goreng buatannya .
''kita makan di ruangan aku aja yuk , mas. ''ajaknya sambil membawa nasi goreng buatan suaminya itu. Andreaz hanya mengikuti dari belakang, ia ingin segera merebahkan dirinya di atas tempat tidur . Lelah , itulah yang di rasakan andreaz saat ini.
''mas , kamu mau kemana?''tanya arini menghentikan langkah andreaz yang hendak rebahan di atas tempat tidur.
''kenapa, sayang?''tanyanya sambil menghentikan langkahnya.
''sini , mas. Duduk disini temenin aku. ''pintanya manja.
''baiklah. ''jawab andreaz dengan terpaksa dari pada istrinya itu ngambek lebih baik ia menuruti saja kemauan istrinya.
''wangi ya, mas. Nasi gorengnya, pasti enak banget rasanya. ''ucap arini tersenyum. Ia sudah melepas cadarnya dan sudah mengunci pintu ruangannya agar tidak ada yang masuk dengan tiba-tiba saat ia tidak memakai cadarnya.
''ya sudah, kalau gitu di makan biar baby kita kenyang . ''ucapnya sambil mengelus perut arini.
''tapi, mas. Aku pengennya kamu yang makan. ''ucapnya santai.
''loh, kok aku ! ''andreaz kaget saat arini menyuruhnya memakan nasi goreng yang ia buat tadi.
''iya, mas. baby nya pengen kamu yang makan, lagian aku juga sudah pesan makanan lainnya . Paling sebentar lagi sampai. ''ucap arini tanpa bersalah.
''tapikan, sayang. Tadi kamu yang minta aku masakin nasi goreng , masa sekarang aku juga yang makannya. ''?protes andreaz.
''mas, gak mau. ''ucapnya dengan wajah sedih. Entahlah, semenjak hamil ia semakin sensitif dan perasa.
''huffp. Baiklah, sayang ku. Aku akan makan masi gorengnya. ''ucap andreaz pasrah.
''nah gitu dong , mas. Sini biar aku yang suapin. ''ucapnya senang.
''iya. ''jawab andreaz lemas.
Dalam hati, andreaz berdoa moga-moga aja nasi gorengnya enak .
''aak. ''pinta kiran sambil menyodorkan satu sendok nasi goreng ke mulut andreaz.
''mas, ayo buka mulutnya. ''ucap kiran dengan lembut.
Dengan terpaksa , andreaz membuka mulutnya dan mengunyah pelan nasi goreng yang ia buat. Seketika senyum terukir di bibirnya, tidak di sangka nasi goreng yang ia buat sendiri rasanya tidak jauh beda dengan buatan sang istri ,enak.
''gimana, mas. Enak gak nasi gorengnya?''tanya arini sambil menopang dagu melihat suaminya yang sedang makan.
''enak . ''jawabnya singkat.
''benar, mas. Wah, daddy hebat. ''puji arini .
''iya, dong.''jawab andreaz dengan bangga .
Tok
Tok
Tok
''iya, sebentar. ''ucap arini.
''biar aku aja yang buka kamu menghadap ke sana aja dulu. ''ucapnya, lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek
''maaf, tuan. Ini pesanan bu bos. ''ucap seorang karyawan.
''hmm. ''jawabnya singkat. Lalu mengambil plastik yang berisi makanan yang arini pesan.
''kalau begitu saya permisi dulu, tuan. ''pamit karyawan tersebut.
Andreaz kembali menutup dan mengunci pintu tersebut dan kembali duduk bersama arini.
''alhamdulilah , akhirnya makanan yang di tunggu-tunggu datang juga. ''ucap arini tersenyum lalu mengeluarkan makanan yang ada di dalam plastik tersebut dan membukanya.
''loh, sayang. itukan nasi goreng ! ''ucap andreaz kaget.
''iya, mas. Hehe, aku tadi tiba-tiba pengen nasi goreng yang ada di mall dekat sini mas, katanya enak. Makanya aku pesan. ''ucapnya tertawa lalu makan nasi goreng tersebut dengan lahap.
dia pikir sang istri tidak jadi makan nasi goreng buatannya, karena ingin makanan yang lain dan ternyata sama-sama nasi goreng. Haduh, ada-ada saja kelakuan bumil satu ini.
Andreaz mengusap tengkuknya yang tiba-tiba gatal, rasanya ingin teriak saat itu juga. Karena sikap sang istri.
''mas, kok diam. Ayo , dimakan lagi. Katanya enak, apa mau nyobain punya ku. ''ucap arini.
''ah tidak, sayang. Aku makan yang ini saja, lebih baik kamu makan yang banyak biar kamu sama baby kita sehat. ''ucapnya dengan lembut. Walaupun kesal dengan kelakuan sang istri tapi ia tidak bisa marah dan bersikap acuh kepadanya.
setelah selesai makan, karena hari juga sudah hampir jam tiga sore , andreaz tidak lagi kembali ke kantor dan menunggu istrinya sampai tokoh kue nya tutup. Karena lelah , andreaz pun tertidur.
''mas , ayo pulang. ''ucap arini menggoyangkan tubuh andreaz agar bangun.
''huam. ''andreaz menutup mulutnya dan bangun dari tidurnya.
''emang udah jam berapa, sayang?''tanya nya.
''udah jam empat sore , mas. ''jawabnya tersenyum.
''haa, jam empat sore ! Kenapa kamu gak bangunin aku , sayang. ''ucap andreaz yang langsung berdiri dan ke kamar mandi mencuci mukanya. Arini hanya geleng-geleng melihat suaminya itu.
''yuk ! ''ajak andreaz .