
Devandra melajukan kendaraannya menuju ke apartemennya dimana isterinya sudah menunggu disana, sementara itu Arini menatap jam di dinding dengan perasaan gelisah dan tidak menentu, Dimana suaminya Devandra masih belum menghubungi dirinya, di khawatir kalau dia yang menghubungi terlebih dahulu malah dianggap menganggu kesibukan Devandra, jadi dia lebih baik menunggu di ruang tamu berharap suaminya bisa segera datang, sementara suaminya masih belum juga datang
Berkali kali Arini menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam
"Apa dia disuruh menginap oleh orangtuanya?" tanya Arini dengan dirinya sendiri
Berkali kali juga Arini melihat handphonenya berharap ada pesan masuk atau telpon yang masuk, namun handphonenya hanya tergeletak diam di atas meja, Arini langsung mengambil handphone di atas meja mencoba mengirimkan pesan untuk suaminya hanya ingin menanyakan keberadaannya dimana, dia menulis pesan di handphonenya namun buru buru dia hapus lagi akhirnya memilih untuk menunggu Devandra pulang aja di ruang tamu
Arini menguap, matanya sangat berat dan akhirnya dia jatuh tertidur di sofa karena tidak kuasa menahan rasa kantuknya, matanya sangat berat apalagi dia seharian merapihkan satu apartemen yang lumayan cukup besar, dan itu menguras tenaga Arini yang bertubuh mungil itu
Devandra memarkirkan mobilnya di bassement apartemen tempat dimana dia biasanya memarkirkan mobilnya, setelah dirasa cukup aman, Devandra langsung menuju lift yang menghubungkan bassement dan langsung ke mansion tempat dia dan Arini tinggal disana
Devandra menekan tombol lift dan menunggu pintu lift terbuka, tidak berapa lama kemudian pintu lift terbuka dan Devandra langsung masuk ke dalam, pintu lift itu langsung menutup dengan sendiri membawa naik Devandra ke lantai dua puluhan
Setelah sampai ke lantai dua puluh lima, Devandra langsung membuka pintu apartemennya dengan menggunakan kunci elektrik, begitu Devandra masuk ke dalam dilihatnya Arini sedang tertidur di sofa menunggu dia pulang, Devandra mendekati Arini dan mencolek pipi Arini, tidak ingin membangunkan Arini, Devandra langsung menggendong Arini untuk dibawa masuk ke dalam kamar, dan kemudian merebahkan Arini di tempat tidur
Arini masih tidak bergeming sama sekali, mata Arini masih terpejam dan dengkuran halusnya terdengar di telinga Arini, Devandra langsung menyelimuti tubuh Arini yang sedang meringkuk
Devandra langsung segera menuju ke kamar mandi dan bebersih hingga badannya kembali terasa sangat segar, setelah itu Devandra mengambil baju tidur dan kemudian dia langsung berbaring di sebelah Arini, menarik selimut dan kemudian memeluk Arini, hari ini dia terlihat sangat begitu lelah akhirnya tidak butuh waktu lama dia jatuh tertidur
Arini meregangkan tubuhnya, menyadari ada yang sesuatu yang memeluk perutnya, Arini langsung menoleh ke belakang dan terlihat ada Devandra yang sedang tertidur lelap dengan mata yang terpejam, Arini menatap Devandra dengan penuh rasa sayang, dia membelai rambut Devandra yang menutupi mata Devandra, tampak disana bulu mata yang lentik, alis mata yang tebal hidung yang Bangir dan bibir yang tidak terlalu tebal dan tipis membentuk sudut yang sempurna
Arini langsung teringat kalau dia harus menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua, dengan hati hati dia beringsut agar tidak membangunkan Devandra, lengannya Devandra diangkat pelan pelan dan ditaruh diatas bantal guling, ada gerakan sedikit dari Devandra namun itu tidak membuat Devandra langsung terbangun
Arini menyisir rambutnya dan kemudian menggelung rambutnya lalu dia langsung menutup pintu kamarnya pelan pelan, Arini langsung turun menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua
Dibukanya kulkas, tidak banyak bahan yang tersedia kembali Arini memutuskan untuk membuatkan sarapan nasi goreng dengan bahan seadanya, hari ini Arini meminta Devandra untuk meluangkan waktunya berbelanja bahan bahan keperluan dapur, agar dia bisa menyiapkan makanan untuk mereka berdua tinggal
Tercium aroma bau nasi goreng, Devandra langsung membuka netranya, menatap ke sebelah tempat tidur dan dia melihat sudah tidak ada Arini disebelahnya, Devandra langsung beringsut berdiri menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan dia langsung turun dari kamar tidur dan melihat Arini sedang sibuk menyiapkan sarapan nasi goreng untuk mereka berdua
"Pagi" sapa Devandra sambil mencium pucuk kepala Arini yang saat itu sedang menaruh nasi goreng dari atas wajan ke piring masing masing
"Pagi mas" sapa Arini sambil tersenyum ke arah Devandra, Devandra langsung duduk di kursi makan, Arini langsung menyerahkan nasi goreng ke Devandra
"Terima kasih banyak"
"Sama sama"
Arini langsung duduk berhadapan dengan Devandra, dia mengambilkan sendok untuk mereka berdua, dan mereka berdua makan sambil menikmati sarapan pagi mereka
"Semalam pulang jam berapa?" tanya Arini sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya
"Jam sepuluh malam dan kamu sudah tidur jadi aku yang angkat kamu ke kamar tidur"
"Pasti berat ya" kata Arini malu malu
"Ga juga sih ringan malah, kamu kurang makan ya"
"Gag, aku makan cukup kok"
"Tapi kenapa ringan tubuh kamu, makan yang banyak"
"Aku sudah makan banyak"
Arini memasang wajah yang cemberut begitu dibilang kurang makan oleh Devandra
"Ya sudah kalau begitu antarkan aku belanja bahan makanan, bahan makanan kita sudah habis"
"Ya sudah ayo, nanti setelah sarapan bersiaplah aku akan mengantarmu untuk belanja bahan makanan, nanti setelah itu aku akan berangkat ke kantor"
Arini langsung berdiri dan membawa piring kotornya ke tempat pencuci piring
"Sudah biar aku saja yang mencuci piring, kamu segera mandi dan berganti pakaian"
Devandra langsung mengambil alih tugas Arini untuk mencuci piring, Arini langsung naik ke atas menuju ke kamar, bergegas mandi dan berganti pakaian dengan menggunakan celana jeans setengah lutut dan kaos casual, Arini langsung menyambar dompet di atas meja rias dan segera berlari turun ke bawah
"Aku sudah siap" kata Arini sambil merapihkan pakaiannya, lalu dia melihat Devandra yang sedang menunggu Arini di bawah di sofa sedang sibuk memainkan gadgetnya
"Mas aku sudah siap" panggil Arini sekali lagi
Devandra langsung menatap Arini, tanpa banyak bicara Devandra langsung berdiri mendahului Arini untuk membuka pintu apartemen
"Silahkan Nyonya Devandra tercinta"
"Terima kasih Tuan Devandra"
Arini langsung tersenyum ke arah Devandra yang dibalas oleh Devandra, lalu mereka berdua pergi menuju lift dan Devandra menekan tombol yang menuju langsung ke bassement parkiran
Arini dan Devandra berjalan masuk menuju ke lift yang terbuka, dan ketika pintu lift terbuka mereka langsung keluar menuju ke mobil yang diparkir tidak jauh dari pintu lift, Devandra membukakan pintu mobil untuk Arini, setelah mengucapkan terima kasih Arini langsung masuk ke dalam mobil dan kemudian Devandra membuka pintu mobil disebelah Arini
"Kamu sudah siap?" tanya Devandra kepada Arini, Arini menganggukkan kepalanya, dan Devandra langsung menyalakan mesin mobilnya, mobil pun langsung melaju menuju keluar bassement dan bergabung ke jalan raya utama bersama dengan mobil mobil lain
Pagi itu jalanan cukup lenggang belum banyak mobil yang keluar, Devandra menuju ke salah satu supermarket terbesar yang buka dua puluh empat jam, yang tidak jauh dari apartemen tempat mereka tinggal
Arini menatap Devandra dengan wajah yang bingung
"Ada apa?"
"Kamu kenapa ke tempat sini, kenapa kita tidak ke pasar saja?"
"Kamu ini, disini juga sama saja, sama sama lengkap dan adem pulak"
"Tapi kan harganya mahal, beda sama yang di pasar, di pasar barang masih murah dan masih bisa ditawar kalau disini tidak bisa ditawar"
"Next time aja kita ke pasar, sekarang kita belanja disini saja ya" bujuk Devandra dengan sabar
Arini langsung menurut begitu Devandra menyuruhnya untuk belanja di supermarket tersebut
Devandra langsung memarkirkan mobilnya di parkiran mobil, setelah itu Devandra membuka pintu kemudi, begitu juga dengan Arini membuka pintu mobilnya lalu mereka berdua berjalan beriringan bersama menuju ke supermarket tersebut
Supermarket tersebut tidak terlalu ramai dan juga tidak terlalu sepi, banyak yang belanja kebutuhan rumah tangga, Devandra langsung mengambil troli dan menyusul Arini untuk masuk ke dalam, hari ini rencananya Arini akan belanja bulanan dan mingguan
"Belilah sesuatu yang ingin kamu beli" begitu kata Devandra menyuruh Arini untuk membeli sesuatu
"Aku hanya belanja kebutuhan dapur l, untuk kebutuhan aku sudah ada"
"Ya sudah intinya belanja aja apa yang ingin kamu belanjakan" kata Devandra sambil mendorong kereta trolly mengikuti Arini dari belakang
Arini melihat lihat apa yang ingin dia beli, dia mengambil susu satu buah kotak besar dan menaruhnya di dalam trolly, kemudian bumbu bumbu dapur yang sudah habis, dia mengambil daging ayam, daging sapi dan daging ikan, banyak juga yang Arini ambil untuk bahan bahan dapur dan perlengkapan dapur lainnya, begitu juga dengan Devandra yang mengambil keperluan pribadinya dan cemilan cemilan untuk di apartemen
"Apa ini sudah cukup?" tanya Devandra kepada Arini
"Aku pikir sudah" jawab Arini sambil menatap trolly yang sudah penuh dengan bahan belanjaan
"Apa masih ada lagi yang perlu ditambah?" tanya Devandra sambil menatap Arini, Arini menggelengkan kepalanya
"Aku pikir sudah cukup, lagian ini juga sudah banyak banget"
"Ya sudah ayo kita ke kasir" ajak Devandra sambil mendorong trolly belanjaan menuju kasir, dan kebetulan kasir yang dia tuju tidak begitu banyak antriannya, hingga mereka tidak perlu menunggu lama untuk mengantri di kasir
Devandra mendorong barang belanjaan menuju ke mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari supermarket, dan setelah itu Devandra membuka pintu belakang bagasi mobil dan menaruh barang barang belanjaan disana, disusunnya barang belanjaan itu dengan sangat rapih sekali, dibantu dengan Arini mereka berdua sibuk mengatur barang belanjaan di bagasi mobil
"Oke sudah beres" kata Devandra sambil menutup pintu belakang bagasi mobil, Arini langsung menuju ke pintu penumpang depan sementara Devandra membuka pintu kemudi, setelah dirasa semua suda siap Devandra langsung menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan supermarket besar tersebut menuju ke apartemen mereka
Setiba mereka di apartemen Devandra langsung menghubungi salah satu petugas kebersihan hotel untuk segera menuju ke bassement, tidak lama kemudian salah satu petugas kebersihan apartemen mendatangi mereka berdua
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya petugas tersebut sambil menatap Devandra
"Aku minta tolong untuk mengangkat barang barang belanjaan ini semua ke apartemen aku" perintah Devandra kepada petugas itu sambil menunjukkan barang barang belanjaan yang sudah diturunkan dari mobil
"Baik kalau begitu, sini saya bantu angkat"
Petugas itu langsung mengangkat barang barang belanjaan mereka berdua dibantu dengan Arini dan Devandra, kemudian mereka bertiga langsung menuju ke lantai atas dengan menggunakan lift, begitu pintu lift terbuka mereka bertiga langsung masuk ke dalam, Arini langsung menekan tombol lift menuju ke lantai apartemen mereka