
🐰happy reading, maaf jika kepanjangan . Semoga tidak bosan 🙏🏻😘😘
''ah itu, papa mu masih sibuk. Mungkin nanti ia akan menyusul. ''jawab istri tuan mateo bingung.
''oh, ya sudah kalau begitu mama sama indah disini aja dulu sampai papa kesini. ''ucap arini dengan senyum yang tampak dari matanya.
Mereka semakin bingung harus menjawab apa ucapan arini, indah tiba-tiba pergi ke kamar mandi karena tidak tahan dengan ucapan arini yang terus menanyakan sang papa.
''a...aku ke kamar mandi dulu. ''ucap indah terbata karena menahan air matanya yang hendak jatuh. Indah berdiri dan sedikit berlari ke kamar mandi.
''ah iya, sayang. Coba kamu lihat baby air , siapa tahu sudah bangun . beritahu juga , mama. Kalau ada mama rita disini. ''ucap andreaz mencoba mengalihkan perhatian arini agar tidak menanyakan ayah mertuanya lagi.
''astarfirullah, aku sampai lupa. Sebentar ya , mah. Arini ke atas dulu . ''ucap arini dengan lembut dan pergi menuju lift untuk melihat baby air di kamarnya.
mama rita menghela nafas beratnya, lalu menyenderkan tubuhnya di senderan sofa.
''maaf, mah. Jika istri ku sudah membuat mama bersedih. ''ucap andreaz yang merasa tidak enak melihat mama mertuanya yang terlihat bersedih.
''tidak, andreaz. mama sedih bukan karena itu, tapi mama memikirkan arini. Bagaimana jika dia mengetahui yang sebenarnya. ''ucap nyonya rey.
''sudah, kita akan pikirkan ini bersama-sama. Kita juga tidak mungkin menyembunyikan kebenaran ini dari istri mu. ''ucap tama menepuk pundak andreaz. Ia tahu ini juga berat bagi , andreaz untuk mengatakan semuanya kepada arini.
''kebenaran apa, mas?''tanya arini yang tiba-tiba datang bersama nyonya rey dan baby air. Nyonya rey hanya diam,ia ingin memberitahu jika ada ia dan arini sudah berada disini tapi terlambat . Arini sudah mendengarkan ucapan tama walau tidak mendengar semuanya.
''ah itu, sayang. Kebenaran jika aku orangnya sebenarnya pemalu. ''ucap andreaz yang sangat tidak masuk akal.
''iyakan, tama?''tanya andreaz melirik ke arah tama.
''ah, iya. andreaz sebenarnya dulu sangat pemalu. ''jawab tama sedikit terbata.
''hah ! Benarkah itu,mas.aku tidak menyangka ,mas.jika kamu dulu itu pemalu''sahut arini yang tidak merasa aneh dengan ucapan andreaz dan tama.
Andreaz dan tama kompak menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal.
''eh, jeng. Apa kabar?''tanya nyonya rey mengalihkan pembicaraan.
''ah, iya. Baik , jeng. Jeng sendiri bagaimana?''tanya mama rita .
''baik. ''jawab nyonya rey tersenyum.
''ah, cucu oma makin gembul. ''ucap mama rita melihat baby air dalam gendongan nyonya rey.
''iya, jeng. Ini ikut, oma rita ya sayang. ''ucap nyonya rey memberikan baby air kepada mama rita.
''ya ampun, baru satu minggu oma tidak kesini kamu semakin tampan. ''ucap mama rita bahagia. Ia merasa kesedihannya hilang saat melihat baby air. Walaupun bukan cucu kandung tapi ia sangat menyayangi baby air .
''indah , kemana ?''tanya nyonya rey.
''ke kamar mandi, mah. Biar aku samperin dulu. ''ucap tama dan bangun dari duduknya.
''sayang. ''ucap tama dengan lembut. mata istrinya tampak merah.
''kak. ''ucap indah dan langsung memeluk tubuh sang suami.
''sudah, dengan kamu begini akan membuat kakak mu semakin curiga. ''ucap tama .tangannya terulur mengelus rambut panjang sang istri.
''sudah, ya. Lebih baik sekarang kamu cuci muka setelah itu kita ke depan. ''ucap tama tersenyum.
akhirnya , indah dan tama kembali keruang tamu .
''deg, kamu kenapa?''tanya arini yang merasa aneh melihat mata indah yang terlihat merah.
''ini tadi kemasukan hewan , kak. Jadi merah deh. ''jawab indah sesantai mungkin.
''ya sudah, kakak ambil tetes mata dulu biar gak merah lagi. ''ucap arini dan pergi ke kamar untuk mengambil obat tetes mata .
''kak, tidak usah. ''teriak indah, tapi arini tetap melangkahkan kakinya masuk kedalam lift.
''mah. ''ucap indah kepada nyonya rey.
''iya, sayang. Sudah jangan di pikirkan biar ini jadi urusan , andreaz. ''ucap nyonya rey tersenyum.
''hai, ponakan aunty. ''ucap indah tersenyum. Bayi gembul itu seolah mengerti apa yang diucapkan oleh aunty nya itu, ia pun tersenyum.
''wah, lihat . Dia tersenyum. ''ucap indah yang terlihat bahagia saat melihat baby air.
''iya, dia sangat menggemaskan. ''sahut mama rita.
''oh iya, kalian bagaimana? Apa sudah ada tanda-tanda?''goda nyonya rey.
''doakan saja, mah.mungkin sebentar lagi ''sahut tama santai.
''aww, sakit sayang. ''ucapnya kepada indah. Karena indah mencubit perutnya dengan sedikit kencang.wajah indah sudah bersemu merah mendengar ucapan suaminya itu.
''alhamdulillah, semoga saja bisa cepat nyusul kakak mu. ''ucap mama mita tersenyum.
''oh iya, mas. Nanti sore aku rencananya mau ikut mama dan indah pulang , aku ingin bertemu papa. Ia sungguh tega tidak menyempatkan waktunya buat menjenguk aku dan cucunya. ''ucap arini membuat suasana yang tadinya damai kembali menegang,Semua orang terdiam.
''kenapa? Apa ada yang salah?''tanya arini yang heran melihat semua orang terdiam. Apa salah ia ingin menemui papanya, pikir arini.
''baiklah, sayang. Kita akan menemui papa bersama-sama. ''ucap andreaz yang sudah tidak bisa menyembunyikan kebenaran dari istrinya. Mungkin sudah saatnya, semoga saja istrinya bisa menerima kenyataan jika papa mateo sudah tiada, pikir andreaz.
Semua orang dibuat terkejut dengan ucapan andreaz yang mengiyakan permintaan arini. Andreaz hanya mengedipkan matanya kepada semua orang , seolah ia berkata tidak apa mungkin ini waktunya untuk istrinya itu tahu jika papanya sudah pergi meninggalkan mereka selamanya.
andreaz mengangguk lalu tersenyum.
akhirnya hari pun sudah sore, arini sedang sibuk memandikan baby air sedangkan yang lain nampak cemas dan khawatir terhadap arini.
''andreaz, kamu yakin ini yang terbaik?''tanya mama rita.
''iya, mah. Aku tidak ingin istri ku makin curiga dan akan menyalahkan kita . ''ucapnya dengan yakin, walaupun ia tahu ini akan sangat menyakitkan hati sang istri tapi lebih baik dia beritahu sekarang dari pada istrinya itu tahu dari orang lain , itu akan membuat ia lebih terluka.
''ya sudah, jika menurut mu ini lebih baik. Semoga kamu bisa menenangkan arini nanti. ''ucap mama rita.
''aku , keatas dulu . ''ucap andreaz bangun dari duduknya dan melangkah kedalam lift.
''kak, apa kak andreaz sudah memikirkan ini semua. ''ucap indah kepada sang suami.
''mungkin ini memang yang terbaik, sayang. Kita juga tidak bisa menyembunyikan kebenaran ini . Lebih cepat lebih baik, agar papa mateo juga lebih tenang di sana. ''ucap tama yang menyetujui tindakan andreaz.
''jeng, saya ke kamar dulu buat ganti baju. ''ucap nyonya rey tersenyum. Mama rita mengangguk tersenyum.
''indah , tama. Mama ke ke kamar dulu. ''sambungnya.
''iya, mah. ''jawab indah dan tama.
di kamar , andreaz sudah mandi dan tinggal menunggu sang istri yang masih berada di kamar mandi.
''sayang, aku sama baby air ke bawah ya. Kami akan menunggu mu di sana. ''ucap andreaz dari balik pintu.
''iya, mas. ''jawab arini dari dalam kamar mandi.
andreaz dan baby air pun turun, mereka kompak menggunakan kaos putih serta celana jeans hitam . Semua itu atas permintaan sang istri yang ingin mereka memakai pakaian seperti itu.
setelah semuanya berkumpul, merekapun masuk kedalam mobil masing-masing.mobil andreaz yang berjalan lebih dulu dan di ikuti mobil tama, tuan david tidak bisa ikut karena banyak kerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan.
Arini yang merasa tidak asing dengan jalan yang mereka lewati , tiba-tiba mengucapkan sesuatu.
''mas, ini bukan ke rumah papa tapi ini ke arah pesantren. ''ucap arini.
''apa papa ada di pesantren?''tanyanya bingung.
''iya, sayang. ''jawab andreaz.
''syukurlah kalau begitu, jadi kita sekalian bertemu dengan ustadz hasan sama ummi khodijah. ''ucapnya senang.
saat sampai di pesantren, merekapun keluar dari mobil dan di sambut oleh tuan david dan ummi khodijah. Mereka sebelumnya sudah diberitahu jika arini ingin bertemu papanya.
''assalamu'alaikum. ''ucap semua orang.
''Wa'alaikumsalam. ''jawab ustadz hasan dan ummi khodijah .
mereka berjalan ke arah makam ibu arini, arini yang merasa heran bukannya mereka akan ke rumah ustadz hasan untuk menemui papanya tapi kenapa mereka berjalan kaki ke arah makam sang ibu.
arini hanya diam dan mengikuti saja langkah suaminya, ia pikir mungkin mereka akan ziarah terlebih dahulu ke makam sang ibu.
Saat sampai di sana , arini bingung saat semua orang berhenti tepat di sebuah makam yang tanahnya masih terlihat basah dan bertabur bunga yang juga masih terlihat fresh.
''mas, kita kenapa berdiri disini?bukankah makam ibu di yang itu?''tanya arini.
''sini biar mama yang gendong baby air. ''ucap nyonya rey mengambil baby air dari gendongan andreaz.
''duduk , sayang. ''pinta andreaz dengan lembut. Arini menurut dan duduk didepan makam tersebut.
''sayang, ini rumah papa. ''ucap andreaz dengan pelan dan lembut mengelus batu nisan yang bertuliskan mateo angkasa binti angkasa adijaya Semua orang yang berada di sana sudah mulai meneteskan air mata .
Deg, arini tiba-tiba lemas saat membaca tulisan yang ada di batu nisan tersebut.
''mas, kamu gak bercandakan. ''ucapnya .
''maaf, sayang. Aku baru memberitahu mu. ''ucap andreaz dengan lembut.
''tidak, mas. Tidak mungkin, papa berada di rumah abah hasan , mas. Ini bukan papa. ''ucap arini yang masih berusaha menepis kenyataan.
''tidak, sayang. disinilah rumah papa sekarang, maaf aku baru memberitahu mu. ''ucap andreaz dengan nada berat , ia mencoba menahan kesedihannya.
''pa.. Papa. ''ucap arini terbata , air matanya sudah tidak bisa ia bendung. Rasanya sesak saat mengetahui jika orang yang beberapa hari ini ia harapkan kehadirannya ternyata sudah tiada di dunia ini.
Andreaz mencoba memeluk tubuh sang istri yang terlihat lemas.
''kenapa , mas. Kenapa baru sekarang kamu memberitahu ku. Apa tidak begitu berartinya aku , mas. ''ucap arini dengan lirih.
''tidak , sayang. Maafkan , aku. Maafkan aku. ''ucap andreaz yang juga ikut meneteskan air mata , ia tidak tahan melihat istrinya yang seperti ini . Istrinya benar-benar hancur sekarang.
''mas, tinggalkan aku sendiri. ''ucap arini . Ia rasanya telah dibohongi oleh semua orang apalagi oleh suaminya sendiri .
''sayang. ''ucap andreaz , ia tidak ingin meninggalkan arini sendirian disini dengan kondisi yang seperti itu.
''tinggalkan aku sekarang , mas. ''ucapnya penuh penekanan.
''mari kita pulang , nak andreaz. Biarkan arini sendirian dulu. ''ucap ustadz hasan dengan lembut.
dengan terpaksa, andreaz berdiri dari duduknya dan perlahan melangkah meninggalkan sang istri sendirian di sana.
''pah. ''ucap arini lirih sambil mengelus batu nisan tuan mateo.