Arini

Arini
tidak mengingat cahaya



setelah bertemu kedua orang tuanya, kini air berada di rumah sakit yang sama dengan istrinya hanya berbeda ruangan.


"bagaimana kondisi,air ,zein?''tanya andreaz . zein adalah salah satu dokter yang bekerja di rumah sakit milik tuan David.ia juga adalah sahabat andreaz.


" setelah melakukan beberapa pemeriksaan, kondisi, air sekarang sudah jauh lebih baik dan tidak ada yang harus dikhawatirkan. mungkin karena obat herbal yang ia konsumsi dan mungkin dua atau tiga hari lagi air sudah diperbolehkan pulang. "ucap dokter zein.


"alhamdulillah."arini mengucap syukur setelah mendengar penjelasan dokter.


" sudah jangan khawatir. "dokter zein menepuk pundak andreaz. " saya permisi dulu, ada visit. "lanjutnya lalu pergi dari ruang rawat air.


" sayang, bagaimana keadaan kamu? "tanya arini dengan lembut.


" sudah lebih baik, mom. mommy, sendiri dengarkan apa yang dikatakan oleh ,om zein . jadi , mommy gak perlu terlalu mengkhawatirkan air. " ucapnya.


pintu kamar rawat air dibuka, seorang perawat masuk membawa nampan berisi makan.


"maaf, tuan , nyonya. ini makan buat , mas air. " ucap perawat tersebut.


"terimakasih, Sus. " ucap arini dengan ramah.


arini mengambil makanan yang diberikan oleh perawat . "mommy , suapin ya. " ucap arini. air mengangguk tersenyum.


"sayang, aku ke musholah dulu. sudah adzan. " ucap andreaz.


"iya, mas. " jawabnya dengan tangan yang sedang menyuapi air.


"oh iya, sayang. kamu gak ingin tahu keadaan, cahaya? " tanya arini.


"cahaya? siapa, mom? " tanyanya bingung.


"masa kamu lupa sama, cahaya?! " tanya arini kaget.


"serius, mom. cahaya itu siapa? " tanya air lagi.


"kamu benar-benar gak ingat siapa, cahaya? " tanya arini tak percaya. Air menganggukkan kepala tanda jika ia memang tidak mengenal siapa cahaya.


"ya sudah, kamu habisin makanan mu dulu. nanti mommy akan ajak kamu melihat , cahaya. siapa tahu setelah kamu melihatnya, kamu bisa mengingatnya. " ucap arini yang masih berfikiran positif jika anaknya hanya kelelahan sehingga memori tentang cahaya hilang.


setelah selesai menyuapi air, arini memanggil perawat pria untuk membantu air duduk di kursi roda.


"memangnya kita mau kemana, mom?"tanya air.


"keruangan cahaya, sayang. dia sudah lama menunggu mu. "jawab arini . arini mendorong kursi roda air keluar ruangannya menuju ruangan cahaya yang hanya berbatasan tembok dengan ruangannya.


"lihat, apa kamu masih tidak bisa mengingat siapa gadis yang sedang terbaring di sana?"tanya arini dengan lembut.


"entah, mom. seperti aku pernah melihatnya tapi entah dimana. "jawabnya.ia mencoba mengingat tapi sayang ia tidak bisa mengingat siapa gadis yang sedang terbaring lemas di atas hospital bad dengan tubuh yang dipenuhi dengan alat medis.


hanya karena air masuk kedalam ruang rawatnya, cahaya yang tidak pernah menunjukan respon apa pun, kini tiba-tiba jarinya bergerak pelan.


"mom ! jari gadis itu bergerak. "ucap air.


"ya Allah, subhanallah. "ucap arini. ia langsung memencet tombol yang berfungsi untuk memanggil dokter jika ada yang diperlukan atau dalam keadaan darurat.


dokter pun masuk dengan satu orang perawat.


"dok, tadi dia menggerakkan jarinya. "ucap arini saat dokter masuk.


"baik, nyonya. kami akan memeriksanya sebentar. "ucap dokter.


dokter pun memeriksa denyut jantung cahaya dan melihat semua alat yang terpasang di tubuh cahaya.


"bagaimana, dok?"tanya arini khawatir.


"alhamdulillah.kondisinya sudah mulai membaik. sepertinya ia sudah sadar dari komanya hanya menunggu ia membuka matanya. "ucap dokter dengan ramah.


"alhamdulillah.terimakasih, dok. "ucap arini. ia merasa lega saat mengetahui menantunya sudah mulai membaik.


"hanya dengan kehadiran mu, cahaya mau menggerakkan jarinya. apa lagi jika kamu mengingatnya, mommy yakin ia pasti akan membuka matanya. "ucap arini mengelus tangan cahaya dengan lembut.


"dia, istri mu, nak. kalian baru menikah beberapa bulan yang lalu dan kecelakaan yang menimpa kalian membuat cahaya seperti ini. "ucap arini dengan lembut.


"istri !"ucapnya kaget sekaligus tidak percaya.


saat keterkejutan air mengenai siapa cahaya, tiba-tiba pintu dibuka oleh kedua orang tua cahaya. Arini dan air menengok kebelakang melihat siapa yang masuk.


"alhamdulillah, air. bagaimana keadaan kamu, nak. cahaya pasti sangat senang kamu sudah kembali. "ucap mamanya cahaya tersenyum bahagia. Ia berharap dengan kehadiran suami dari anaknya cahaya mau membuka matanya.


"maaf tadi kami meninggalkan , cahaya sendirian. tadi saya baru saja menemui dokter, karena kondisi cahaya yang tidak ada progres. "ucapnya.


"tidak apa-apa, mbak. "ucap arini.


"sayang, salim sama mertua mu. "ucap arini. karena air hanya diam saja dan lebih terlihat bingung.


"tidak apa-apa, jeng. mungkin , nak air masih lelah. ''ucapnya, walau sebenarnya ia merasa aneh dengan sikap air yang tidak seperti biasanya.


air yang merasa kepalanya terasa sakit dan tiba-tiba ia tidak sadarkan diri.


''air ! sayang. ''panggil arini yang terlihat khawatir karena air yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


mamanya cahaya menekan tombol yang berada di di atas meja. tidak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memindahkan air ke hospital bad yang ada di samping cahaya.


''bagaimana, dok?''tanya arini khawatir.


''sepertinya putra nyonya kelelahan dan butuh istirahat, kalau bisa jangan membicarakan hal yang berat dulu agar ia bisa benar-benar sehat. dan juga, jangan membuat ia berfikir terlalu berat untuk saat ini. ''ucap dokter.


''kalau begitu, saya permisi dulu. ''pamitnya.


''iya, dok. terimakasih. ''ucapan arini.


kini cahaya dan air tidur di satu ruangan dengan tempat tidur yang terpisah, arini dan mamanya cahaya yaitu jeng ratu duduk di samping hospital bed milik anak mereka masing-masing.


"jeng, apa air akan bisa mengingat cahaya lagi? jika tidak bagaimana, jeng? " tanya jeng ratu sedih dengan tangan yang menggenggam tangan cahaya .


arini berdiri dan berjalan menghampiri besannya yang terlihat sedih. "kita berdoa saja , mbak. semoga air bisa mengingat istrinya, dan jika ia masih belum bisa mengingat siapa ,cahaya . maka saya yang akan membantunya mengingat semuanya. " ucap arini dengan lembut, tangannya mengelus punggung besannya itu. ia pun sedih mendengar air yang tidak mengingat istrinya.


"assalamu'alaikum." ucap andreaz .


"wa'alaikumsalam, mas. " jawab arini .


"bagaimana keadaan , air dan cahaya? " tanyanya.


"tadi cahaya sudah menggerakkan jarinya walaupun matanya masih tertutup . dan dokter bilang jika kondisi, cahaya sudah jauh lebih baik. hanya saja ia masih belum ingin membuka matanya. " ucap arini.


"tapi , air tidak sadarkan diri saat aku memberitahukan jika, cahaya adalah istrinya. dokter juga berpesan agar tidak mengatakan hal yang terlalu berat. " ia berhenti sejenak , suaranya terasa tertahan di tenggorokan. tak kuat untuk menceritakan tentang kondisi putranya sekarang.


"bagaimana jika, air tidak bisa mengingat istrinya, mas? " tanya arini dengan memeluk tubuh sang suami. ia berusaha kuat tapi akhirnya tumpah sudah air mata yang ia tahan sejak tadi.


jeng ratu juga ikut meneteskan air mata, manakala mengingat ucapan air yang tak mengenal cahaya.


"nanti kita tanyakan masalah ini dengan, zein. karena ia yang menangani kondisi, air. lebih baik kamu sholat agar pikiran mu lebih tenang. " ucap andreaz dengan lembut.


"aku akan keruangan, zein. " ucapnya kepada sang istri.


"baiklah, mas. kalau begitu aku ikut keluar. " ucapnya.


"mbak,kami keluar dulu sebentar . saya titip air sama cahaya. " ucap arini.


"iya, jeng. tenang saja, jika ada apa-apa, saya akan segera memberitahu, jeng. " sahut jeng ratu.


cahaya dengan pelan membuka matanya"mas."ucapnya pelan.


**tinggal beberapa bab lagi akan author selesain ceritanya arini, semoga masih suka ya cerita kelanjutannya. **


jangan lupa like dan votenya🙏😉