
🐰happy reading😘 maaf baru bisa up🙏🏻
Sudah satu minggu arini dan baby air berada di rumah, tapi ia belum melihat sang papa datang untuk menjenguk dirinya dan baby air.
''mas, apa sesibuk itukah papa mateo hingga tidak sempat datang kesini . Apa ia tidak ingin melihat cucunya yang tampan ini. ''ucap arini yang sedang sibuk memakaikan baju pada baby air.
Andreaz menghentikan aktivitasnya yang sedang membuka email dari asistennya . Ia diam terpaku mendengar penuturan dari sang istri yang mengeluhkan sang papa mertua yang tidak kunjung datang. Entah harus mulai dari mana ia menceritakan semuanya, walaupun arini sudah benar-benar sehat tapi ia tidak tega untuk memberitahunya, ia tidak tega melihat arini yang nantinya terpukul ketika ia mengatakan yang sebenarnya. Tapi ia juga tidak mungkin menutupi semua kebenaran itu selama nya, istrinya pasti akan curiga. Bingung , itulah yang sedang dirasakan oleh andreaz.
''mas, kok bengong. ''ucap arini dengan senyum menghampiri, suaminya itu.
''eh iya , sayang. ''ucapnya kaget.
''kamu ngelamunin apa, mas? ''tanya arini dengan lembut.
''tidak , sayang. Tadi manggil ada apa?''tanyanya yang langsung menarik tubuh arini dan arini pun jatuh dalam pelukannya dengan posisi saling berhadapan . Tangan arini ia lingkarkan di leher suaminya.
''aku kangen, sayang. Apa sudah bisa kita melakukannya?''tanya andreaz menatap wajah cantik sang istri.
''belum,mas.tunggu satu minggu lagi ya. ''ucap arini dengan lembut dan tersenyum.
''hmm,ya sudah. kalau begitu aku mau yang ini saja. ''ucapnya akan membuka kancing piyama arini.
''mas !''ucapan arini menghentikan tangan andreaz.
''aku tidak akan mengambilnya, sayang. Aku hanya ingin mere masnya pelan lalu menciumnya itu saja. ''ucap andreaz yang mengerti maksud sang istri. Ia melanjutkan aksinya ,sesuai dengan ucapannya yang hanya mere mas dan menciumnya. Tapi ia hampir saja tidak bisa menahan hasratnya jika arini tidak menyadarkannya.
''mas. ''ucap arini lagi saat suaminya itu hendak melepas semua pakaian arini.
''hehe maaf, sayang.''ucap andreaz tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya.
''huuf, hampir saja. ''batin arini. Ia juga hampir ikut larut dengan sentuhan suaminya itu . Untungnya ia tersadar jika tidak arini pasti akan sangat menyesal.
tiba-tiba terdengar baby air yang sedang menangis di atas kasur, untungnya baby air baru berusia satu bulan, jika ia sudah bisa merangkak sudah dipastikan baby air jatuh dari tempat tidur karena kelalaian mommy dan daddy nya.
''oh ya ampun ! gara-gara kamu sih , mas. Aku jadi lupa sama baby air. ''ucap arini yang baru tersadar jika ia meninggalkan putranya itu di atas tempat tidur.
arini turun dari pangkuan sang suami dan berjalan ke arah tempat tidur dimana baby air berada. Andreaz hanya tersenyum melihat sang istri yang sudah berada di atas tempat tidur sambil menyusui sang putra. Andreaz , juga ikut naik ke atas tempat tidur.
''emm, anak daddy sudah wangi. ''ucap andreaz tersenyum mencium pipi gembul baby air.
''ya sudah, aku mandi dulu. setelah mandi nanti aku yang jaga baby air. ''ucap andreaz tersenyum, dan mencium kening sang istri sebelum pergi ke kamar mandi.
hanya butuh waktu setengah jam, andreaz sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Ia memakai baju santai karena ia masih ingin menemani sang istri di rumah.
''mas, kamu gak kekantor?''tanya arini saat melihat suaminya yang hanya memakai pakaian santainya.
''gak, sayang. Tanggung, besok juga hari minggu jadi senin saja aku masuk kantornya. ''jawabnya santai .
''hmm, ya sudah. Aku mau mandi dulu, kamu jagain baby air dulu takutnya bangun. ''ucap arini lalu melangkah ke kamar mandi.
andreaz duduk di sofa sambil membuka laptopnya kembali, walaupun ia tidak berangkat ke kantor tapi ia tetap bekerja karena asistennya sudah memberikan banyak file yang harus ia cek.
''mas,minta tolong bibi kesini buat jagain baby air selama kita sarapan. ''ucap arini yang sedang merapikan hijabnya di depan kaca.
''iya, sayang. ''ucap andreaz, lalu memencet telpon yang ada di meja .
''bik, tolong ke atas sebentar. Saya dan istri saya akan saran. ''ucap andreaz.
''baik, tuan. ''jawab asisten rumah tangga mereka .
Tidak lama suara ketukan pintu dari luar.
ceklek
''mama. ''ucap andreaz, ia kira asisten rumah tangga yang mengetuk pintu.
''papa, bagaimana mah. ''ucap arini tidak enak .
''papa sudah berangkat, katanya ada meeting di rumah sakit jadi ia berangkat lebih pagi. ''ucap nyonya rey.
''oh ya udah , kalau gitu arini titip baby air dulu ya, mah. Maaf merepotkan mama. ''ucapnya dengan lembut.
''jangan sungkan, baby air kan cucu mama. Jadi mana mungkin merepotkan. Sudah kalian sarapan saja , nanti kalau baby air bangun mama akan bawa dia ke bawah. ''ucap nyonya rey tersenyum.
''iya, mah. Kalau begitu kita turun dulu, mah. ''ucap arini . Nyonya rey mengangguk tersenyum.
''ayo, mas. Ada mama yang jagain baby air. ''ajak arini. Andreaz menutup laptopnya dan ikut bersama arini turun kebawah.
''sayang, bagaimana jika kita sewa baby sitter aja buat jagain baby air biar kita bisa bebas buatin baby air adik. ''ucap andreaz saat mereka sedang menyantap sarapan.
''uhuk-uhuk. ''arini terbatuk mendengar ucapan suamianya itu.
''sayang, pelan-pelan . nih minum dulu. ''ucap andreaz sambil memberikan segelas air putih kepada sang istri.
''lagian kamu, mas. Ada-ada aja, baby air aja baru satu bulan udah mikirin adik buat baby air. ''ucap arini setelah minum air putih yang diberikan suaminya .
''ya kan gak apa-apa, sayang. Aku gak mau baby air nanti kesepian jika tidak punya saudara. ''ucapnya.
''iya, mas. Tapikan gak secepat itu juga mas. ''ucap arini menggelengkan kepalanya . Suaminya ini ada-ada saja, dia saja belum selesai masa nifasnya udah ngomongin adik buat baby air.
''baiklah, kalau begitu kita sewa baby sitter buat jagain baby air supaya kita bisa berduaan , gimana?''tanya andreaz yang tidak kehilangan akal untuk menggoda sang istri.
''ya sudah jika maunya kamu gitu, mas. Yang penting baby sitternya baik , terus aku mau yang pakai hijab . ''ucap arini.
''baiklah , permaisuriku . ''ucap andreaz tersenyum bahagia.
baru selesai mereka makan, tiba-tiba ada indah , tama dan juga istri tuan mateo datang.
''assalau'alaikum. ''ucap mereka.
''wa'alaikumsalam''jawab arini.
''kakak. ''ucap indah dan langsung merentangkan tangannya memeluk arini .
''kak, baby air mana?''tanya indah yang tak melihat ponakan gembulnya itu.
''lagi tidur di kamar sama, mama. ''jawab arini.
''mah. ''ucap arini mencium punggung tangan mama tirinya itu diikuti oleh andreaz yang ikut mencium punggung tangan mertuanya .
''ayo duduk, mah . ''ajak arini dengan lembut. Istri tuan mateo tersenyum lalu duduk .
''ku kira kau ke kantor hari ini. ''ucap tama yang sudah mendudukkan bokongnya di sofa.
''tanggung, besok hari libur. ''jawabnya santai.
''haha, aku sudah bisa menebak apa yang dilakukan adit sekarang. ''tama tertawa membayangkan adit yang dulu sekertaris nya sekarang menjadi asisten andreaz menggantikan dirinya. Jadi ia sangat tahu apa yang sedang adit rasakan, kesibukan ! Ya , itulah yang sedang adit lakukan . Kesibukan menggantikan andreaz di kantor.
''maksud, lho apa?''tanya andreaz yang merasa jengkel mendengar tawa tama.
''tidak , hanya saja aku pernah merasakan di posisinya saat ini. Kau harus memberinya banyak bonus, karena sudah menggantikan mu selama kau berada di rumah sakit.''ucap tama.
''hmm, itu sudah aku lakukan. ''jawabnya santai. Ia tahu ,adit pasti sangat bekerja keras menggantikannya selama ia tidak masuk kantor.
''baguslah kalau begitu. ''jawab tama.
''oh iya, mah. papa gak ikut?''tanya arini dan itu membuat semua orang yang ada di sana terdiam.
🐰dukungan kalian adalah semangat buat author😘