Arini

Arini
pindah ke rumah baru



🐥happy reading😘


Hari ini, air dan cahaya akan langsung pindah ke rumah yang sudah air bangun sebelum menikah. karena perabotan serta furniture yang belum lengkap, cahaya dan air pergi ke mall untuk membeli perlengkapan rumah mereka.


''memangnya rumah , mas isinya sudah ada apa saja?''tanya cahaya saat mereka berada didalam mobil menuju mall .


''emm, sepertinya hanya ada kasur . ''ucapnya santai.


''berarti banyak dong yang mau dibeli ?"tanya cahaya.


:"ya begitulah, aku tidak ingin istri ku tidak nyaman di rumah sendiri. Jadi kita akan beli semua keperluan rumah kita hari ini. "ucapnya tersenyum .


"tapi, mas. Lebih baik kita nyicil saja dulu belinya, kita beli yang penting-penting saja gimana?''tanya cahaya. Ia pikir jika akan membeli semuanya itu akan terlalu boros.


''sekarang sebutin sama , mas. Apa saja yang menurut mu penting dan harus dibeli?''tanya air .


cahaya tampak berpikir, ia belum pernah membeli perabotan rumah tangga. Jadi dia sedikit bingung apa saja yang harus mereka beli.


''aku juga gak tahu, mas. Aku gak pernah beli barang-barang buat mengisi rumah. ''ucapnya bingung.


Air tersenyum, lalu mengelus kepala sang istri yang tertutup oleh hijab itu.


''kalau sofa perlu gak?''tanya air. Cahaya menganggukkan kepala.


''kalau peralatan masak?''tanyanya lagi. Cahaya menganggukkan kepalanya lagi.


''kalau lemari pakaian ?''tanyanya.cahaya ya mengangguk.


''kalau mesin cuci, lemari es sama meja makan?''tanyanya lagi. Cahaya pun menganggukkan kepala.


'' itu berarti semuanya penting bukan?berarti kita sudah punya list apa saja yang akan kita beli. ''ucap air .


''tapi, mas. Apa gak boros jika kita beli semua itu berbarengan?''tanya cahaya yang masih ragu.


''insyaallah tidak, sayang. Lagian semua itu penting buat rumah kita dan lagi , uang mas gak akan habis kalau cuma buat beli perabotan rumah. ''ucapnya tersenyum.


''sombong itu mas. ''sahutnya.


''hahaha, mas gak sombong sayang . Kenyataannya memang seperti itu. ''ucap air tertawa.


''itu sama aja , mas. ''ucap cahaya yang juga ikut tersenyum.


''hehehe, maaf ya sayang. Mas bukannya mau sombong , hanya saja mas tidak ingin kamu merasa khawatir . Mas hanya ingin kamu nyaman ketika tinggal di rumah kita. ''ucap air mengelus kepala sang istri dengan lembut.


Tidak terasa , merekapun sampai di tempat tujuan. Salah satu mall terbesar yang ada di kota tersebut. Saat masuk kedalam mall, air senantiasa menggandeng tangan sang istri. Ia tidak memperdulikan setiap mata yang melihat mereka, toh bagi air mereka sudah sah jadi tidak ada yang perlu di takuti .tapi berbeda jika mereka bukan pasangan sah , air akan sangat menjaga jarak dengan yang namanya wanita yang bukan mahramnya karena ia takut akan murkanya sang pencipta.


''yang mana ya, maa?''tanya cahaya saat mereka sampai di tempat furniture.


''terserah kamu saja , sayang. apapun pilihan mu , mas pasti akan menyukainya. ''ucap air dengan lembut.


cahaya nampak berpikir, sofa yang bagus buat rumah mereka apa?


''memangnya warna di ruangan tamu kita apa, mas?''tanya cahaya. Sebab ia belum melihat bentuk dan warna rumah yang akan mereka tempati.


''putih, sayang. Tapi kalau yang di kamar semuanya berwarna krem. Tapi jika kamu tidak suka , nanti kita bisa ganti warna catnya sesuai dengan apa yang kamu suka. ''ucap air.


''gak usah, mas. Warna putih juga bagus kok. Berarti sekarang bagaimana kalau kita beli sofa nya yang ini aja. ''ucap cahaya menunjuk sofa berwarna biru tua .


''boleh, sayang. sepertinya ini sangat pas buat ruang tamu. ''ucap air menyetujui pilihan sang istri.


Hingga hampir tiga jam , mereka akhirnya selesai memilih barang-barang yang mereka perlukan.


''capek gak, sayang?''tanya air.


Cahaya menganggukkan kepala , dengan manja ia menyenderkan kepalanya dipundak sang suami.


''mas, haus. ''ucapnya manja.


Air tersenyum, ia sangat senang melihat sang istri yang bersikap manja kepadanya.


''bagaimana kalau kita ke restoran dulu baru pulang. ''ajaknya. Salain haus , perut mereka juga perlu diisi karena hampir tiga jam mereka mencari-cari barang-barang yang mereka butuhkan.


''ayo!'' ajak cahaya dengan manja.


''mas, sudah minta tolong sama amin untuk membantu memasukan barang-barang yang kita beli kedalam rumah. ''ucap air.


''Alhamdulillah. kalau begitu, mas. Kita bisa makan dengan tenang. ''ucap cahaya merasa lega , merekapun memulai memakan makanan yang mereka pesan.


. ''ayo turun. ''ajak air saat mereka sudah sampai di depan rumah.


''ini rumah, mas?''tanya cahaya penuh dengan kekagumannya.


''rumah kita. ''ralat air.


''iya, mas. Maksud aku rumah kita. ''ucap cahaya.


''bagaimana , sayang suka?''tanya air merangkul pundak sang istri.


''sangat, mas. Tapi terlalu besar , mas. ''ucapnya . Menurutnya hidup berdua dengan suami rumah ini terlalu besar.


''tidak , sayang. kan nanti ada anak-anak kita . ''ucapnya tersenyum dengan menaik turunkan alisnya.


Mendengar kata anak, membuat wajah cahaya bersemu merah mengingat kejadian semalam yang mereka lakukan.


''gimana, sayang. sepertinya nanti malam kita akan bekerja lagi supaya mereka cepat hadir. ''ucap air yang semakin gencar menggoda sang istri yang wajahnya sudah kemerah-merahan .


''mas . ''cahaya menepuk pundak sang suami pelan, ia sangat malu jika mengingat apa yang mereka lakukan semalam. air hanya tertawa puas melihat wajah sang istri yang bersemu merah.


''ayo , masuk . ''cahaya mendorong tubuh tegap sang suami masuk kedalam rumah mereka , ia tidak ingin digoda lagi oleh sang suami.


''kamu udah pengen, sayang. Udah pengen cepat-cepat aja masuk rumahnya. ''air tertawa.


''mas ! ''teriak cahaya pelan, ia menutupi wajahnya yang semakin bersemu merah.


''sudah ah, aku mau masuk duluan. Mas mesum. ''ucapnya. Ia sedikit berlari masuk kedalam rumah mereka. Air hanya tertawa melihat tingkah sang istri yang malu-malu.


''ning. ''ucap amin yang baru saja selesai memasukkan barang-barang yang tadi air dan cahaya beli.


cahaya mengangguk sopan lalu ia masuk kedalam rumah .


''ustadz. ''ucap amin.


''amin, terimakasih kalian sudah mau membantu saya. ''ucap air dengan ramah.


''iya, ustadz. Sama-sama, kalau begitu kami permisi ustadz. ''ucapnya.


''assalamu'alaikum. ''ucap amin dan kedua santri lainnya.


''wa'alaikumsalam. ''ucap air.


Setelah amin dan santri lainnya pamit, air melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Ia tersenyum melihat sang istri yang sedang memperhatikan setiap sudut ruangan rumah mereka.


''bagaimana, sayang. Apa menurut mu ada yang perlu dirubah?''tanya air dengan memeluk sang istri dari belakang.


cahaya mengelus pipi sang suami yang menempel di pipinya.


''tidak, mas. Semuanya sudah sangat bagus. Kamu sangat pintar mendekorasi rumah mas. ''ucap cahaya bangga. Walaupun rumah mereka masih kosong tapi bentuk dan desain rumah tersebut sederhana tapi tetap elegan.


''sini ikut , mas. ''ajak air dengan menarik pelan tangan sang istri.


''mas , ini taman?''tanya cahaya kagum. Tampak rumah yang sederhana itu memiliki taman yang cukup luas.


.'iya, apa kamu suka?''tanya air.


''aku sangat suja, mas. Apa aku boleh menanam bunga disini, mas?''tanyanya.


''tentu, sayang.taman dan rumah ini milik mu. ''ucap air.


cup


''terimakasih, mas. ''ucap cahaya setelah mengecup bibir sang suami.


Jangan lupa tinggalkan jejakmu😘