Arini

Arini
Bab 16



Devandra menatap Arini dan Anjas dengan tatapan cemburunya, tidak sengaja tangannya mengepal dengan kuat seakan tidak ikhlas melihat mereka berdua akrab padahal hanya sebagai teman saja tidak lebih


"Aku pamit dulu ya Arini, semoga kamu bahagia dengan kehidupan barumu itu" kata Anjas dengan tulus, dia berusaha mengikhlaskan Arini di tangan orang lain, meski hatinya terasa berat dan sedih tapi namanya takdir apa mau dikata


"Aku titipkan Arini kepada kamu, tolong jangan sakiti dia" ucap Anjas begitu mereka berdua bersalaman


"Itu urusan aku, kamu tidak ada hubungannya dengan ini" kata Devandra dengan suara dingin, namun Anjas tidak merasa terintimidasi dengan suara dingin dari Devandra


Begitu acara resepsi yang sederhana itu berakhir, Arini sudah ada di dalam kamarnya lagi, dan kali ini dia tidak sendiri ada Devandra disana yang sedang menatap dirinya dengan tatapan dalamnya, Devandra menatap Arini dengan tatapan intensnya dan dalam hatinya dia benar benar memuji kecantikan isterinya itu, sementara yang ditatap merasa salah tingkah dibuatnya


"Kenapa kamu menatap aku seperti itu?" tanya Arini dengan suara yang canggung


"Kamu cantik" jawab Devandra pendek dan tegas


Arini langsung memerah wajahnya mendengar pujian itu, mungkin untuk bilangan gadis gadis yang lain ketika dipuji seperti itu apalagi dipuji oleh seorang pria yang tampan, akan bersikap sama seperti Arini yaitu tersipu malu, begitu juga dengan Arini dia mengalihkannya dengan pura pura sibuk melepaskan aksesoris yang ada di tubuhnya


"Sini biar aku bantu" kata Devandra sambil duduk di sebelah Arini


"Tidak usah biar aku saja" kata Arini berusaha menolak Devandra, bukannya apa apa dia merasa malam ini sangat canggung sekali dengan Devandra padahal Devandra kini sudah menjadi suaminya yang sah di mata hukum dan agama


"Jangan menolak bantuanku atau kamu lebih senang dibantu oleh cowok itu" kata Devandra dengan wajah cemberutnya


Arini langsung memutar tubuhnya dan kini berhadapan dengan Devandra, menatap Devandra dengan tatapan heran dan bertanya


"Cowok siapa?" tanya Arini menatap Devandra


"Cowok yang bernama Anjas dan kulihat kalian berdua tampak asyik mengobrol hingga lupa ada aku disamping kamu " kata Devandra dengan suara ketusnya


"Jangan berpikiran yang aneh aneh dan jangan mulai lagi, hubungan aku dengan Anjas adalah hubungan biasa tidak ada yang istimewa" kata Arini dengan suara lugas


"Iya karena ada aku tapi kalau tidak ada aku, pasti akan menjadi hubungan yang istimewa bukan" ucap Devandra yang entah kenapa hatinya tiba tiba terbakar cemburu


Arini yang mendengar nada suara Devandra berubah menjadi cemburu hanya bisa menghela nafas panjang


"Kamu sekarang adalah suamiku dan aku adalah isteri kamu,aku cuman minta sama kamu tolong jangan berpikiran seperti itu kepada aku karena aku tidak akan mengkhianati perjanjian pernikahan kita namun jika ada salah satu yang mengkhianati perjanjian pernikahan kita salah satu dari kita boleh meninggalkan " kata Arini kali ini dengan suara yang tegas


Devandra yang mendengar itu langsung terkejut, apalagi melihat ketegasan dari sikap Arini, dia tidak menyangka Arini seorang yang lembut dan patuh bisa berubah menjadi tegas bahkan cukup tegas berkata seperti itu


"Bagaimana kalau misalkan dia tidak mau meninggalkan pasangannya meski dia mempunyai cinta yang lain?" tanya Devandra hati hati sambil menatap Arini dengan tatapan menyelidik


Arini langsung tersenyum sambil memandang Devandra lalu wajahnya berubah serius


"Aku tidak akan mentolerir apapun yang berbentuk perselingkuhan karena pernikahan buat aku bukanlah hal yang main main, jadi tidak ada maaf buat yang mengkhianati perjanjian pernikahan" ucap Arini serius sambil menatap tajam ke arah Devandra


Devandra yang ditatap tajam oleh Arini merasa salah tingkah dibuatnya


"Jadi berpikirlah sebelum bertindak" kata Arini lagi lalu kemudian dia mendekati Devandra


"Aku yakin mas tidak akan melakukan itu kepada aku kan?" tanya Arini dengan suara lembut sambil menyentuh lengan Devandra yang kini sudah menjadi suaminya itu


Devandra langsung menoleh ke arah Arini lalu menatap dalam dalam ke arah Arini, lalu dia pun menyentuh pergelangan tangan Arini, lalu dia menggelengkan kepalanya


"Aku akan berusaha tidak mengkhianati perjanjian pernikahan kita" ucap Devandra pada akhirnya, Arini menganggukkan kepalanya puas


Malam itu pun mereka berdua langsung memadu kasih, berusaha saling memberikan kasih sayang dengan bukti cinta mereka berdua dan penyatuan mereka kembali seakan akan mereka ingin saling membuktikan kalau mereka saling mencintai tanpa ada keraguan atau penghalang sedikitpun, hingga malam semakin larut dan suara bunyi jangkrik saling bersahutan


Keesokan paginya, Arini sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, apalagi sekarang anggota keluarga mereka sudah bertambah satu orang yaitu Devandra yang sudah menjadi suaminya Arini sekarang


"Selamat pagi" sapa Devandra yang saat itu baru bangun tidur dan menghampiri Arini lalu memeluknya dengan penuh mesra


"Pagi mas" jawab Arini yang masih sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka


"Mas bisa lepasin aku dulu ga?" tanya Arini yang merasa risih dipeluk sedemikian rupa oleh Devandra apalagi Devandra selalu mencium leher belakang Arini yang jenjang dan membuat Arini langsung bergidik begitu lehernya dicium oleh Devandra


"Memangnya kenapa?" tanya Devandra yang seolah tidak mendengar permintaan Arini


"Malu mas, ada ayah dan ibu bagaimana kalau mereka keluar?" tanya Arini berusaha melepaskan diri dari Devandra


"Baurkan saja,toh mereka dulunya pernah muda kayak kita" ucap Devandra acuh


"Jangan begitu mas, gag enak ini" protes Arini kepada Devandra sambil melepaskan dirinya dari pelukan Devandra


Hingga tiba tiba terdengar suara batuk batuk dari kamar kedua orangtuanya Arini, tampak Pak Agus keluar dari kamarnya sambil terbatuk batuk, entah dia melihat adegan mesra anak dan menantunya atau tidak namun Devandra pura pura tidak tahu sementara Arini langsung menjadi salah tingkah dibuatnya


"Pak sudah bangun?" tanya Arini kepada ayahnya mencoba untuk menyembunyikan salah tingkahnya sendiri


"Lah kamu ga lihat kalau bapak sudah bangun, kalau masih tidur bapak masih ada di dal kamar nak" ucap pak Agus kepada Arini dengan nada menggoda anaknya, yang membuat anaknya semakin salah tingkah dibuatnya dan wajah Arini dibuat merah padam


"Ma maksud Arini apakah ibu sudah bangun?" tanya Arini berusaha memperbaiki kesalahannya, pak Agus langsung tertawa terbahak-bahak melihat anaknya yang salah tingkah seperti itu


"Ibumu sebentar lagi akan keluar" Jawab pak Agus disela sela tawanya


"Sarapan apa pagi ini?" tanya pak Agus sambil melihat makanan yang ada di meja makan


"Nasi goreng pak sama ayam goreng, kerupuk" jawab Arini lugas


Pak Agus tampak mengangguk anggukkan kepalanya dan tidak lama kemudian Bu Sumi keluar dari dalam kamar, tampak wajahnya sudah semakin segar


"Selamat pagi semua" sapa Bu Sumi sambil tersenyum lalu duduk di sebelah suaminya


"Pagi" jawab mereka serentak seperti anak SD yang menyambut gitu kelasnya di pagi hari


Bu Sumi yang mendengar itu langsung tertawa, hatinya merasa sangat senang melihat seluruh keluarganya berkumpul apalagi sekarang sudah ditambah dengan salah satu anggota keluarga baru yaitu suami dari anaknya


Mereka kemudian menikmati sarapan pagi hari dengan rasa nikmat dalam hati Devandra, dia memuji masakan isterinya yang sangat enak itu bahkan dia yang pertama kali nambah


"Enak ya masakannya Arini?" tanya Bu Sumi sambil tersenyum ke arah Devandra


Devandra yang ditanya seperti itu langsung salah tingkah dibuatnya


"Masakan Arini tidak pernah gagal, dia kalau bikin masakan itu sangat apalagi dia sangat pintar membuat kue dan roti,dia sangat ingin sekali membuka toko roti kelak jika sudah tidak bekerja lagi" ucap Bu Sumi kepada Devandra


Devandra yang mendengar itu langsung menatap ke arah Arini dengan pandangan ingin tahu


"Ibu apaan sih" kata Arini tidak senang ibunya berkata seperti itu di hadapan Devandra, dia tidak ingin Devandra berpikir macam macam tentang dirinya, baginya biarlah itu menjadi impiannya