
🐰happy reading😘
ranti tersadar dari lamunannya saat mendengar suara ketukan pintu dari luar.
''siapa?''ucapnya pelan. Ia menggendong baby air dengan tangannya yang membekap mulut baby air agar berhenti menangis . Ia berjalan pelan ke arah jendela, ia mengintip lewat gorden . Betapa kagetnya ia saat melihat beberapa polisi di depan kontrakannya.
''polisi ? ''ucapnya sambil terus membekap mulut baby air.
''gimana ini? Aku harus kabur sekarang. ''ucapnya , ia membawa baby air keluar lewat pintu belakang dan tanpa ia duga ternyata polisi juga sudah menunggunya di sana.
''mau kemana kamu?''tanya pak polisi saat melihat ranti keluar lewat pintu belakang.
''serahkan bayi itu !''ucap pak polisi dengan tegas.
''tidak ! ini anak saya. ''ucap ranti yang masih menggendong baby air dengan erat.
tiba-tiba , arini dan andreaz muncul . Arini dengan mata sembabnya sedangkan andreaz dengan wajah dingin serta rahang yang mengeras. andreaz sangat emosi saat polisi mengatakan jika ranti akan kabur lewat belakang dan dengan cepat ia juga ikut kebelakang kontrakan dan ternyata benar , ranti sedang berusaha kabur dengan menggendong baby air .
''ranti, kembalikan baby air. ''ucap arini dengan memohon. Ia tidak ingin ranti berbuat nekat kepada baby air.
''tidak, buk. sebelum ibu memberikan suami ibu , saya tidak akan mengembalikan baby air. ''ucapnya yang masih kekek ingin memiliki andreaz.
''tapi , ranti. ''arini tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena ia sendiri bingung harus apa.
''saya hitung sampai tiga, buk. Jika ibu tidak memberikan suami ibu kepada saya, maka jangan salahkan saya jika saya akan melempar baby air ke sumur ink. ''ucapnya yang terlihat tidak main-main.
Semua polisi bersiap siaga, karena memang benar posisi ranti saat ini sangat dekat dengan sumur yang biasa digunakan para warga mengambil air jika listrik sedang padam.
''mas . ''arini menatap sang suami, meminta agar suaminya segera mengambil tindakan sebelum ranti benar-benar menjalankan aksinya.
''kamu tenang, sayang. ''ucap andreaz , tangannya sudah mengepal di sana. Geram dengan ucapan ranti yang nekat, ia harus bisa berfikir jernih agar bisa membuat ranti mengurungkan niatnya.
''baik, saya akan menyerahkan diri saya kepada mu. ''ucap andreaz dengan tegas. Semua orang menatap ke arahnya termasuk arini.
tidak terasa buliran bening semakin deras jatuh di pipinya,ia tidak tahu apakah langkah yang di ambil suaminya ini akan membuat ranti mengembalikan baby air atau tidak. Ia hanya bisa berdoa , memohon perlindungan untuk suami dan juga putranya.
''wah, ternyata papa mu mau sama tante , sayang. ''ucapnya dengan senyum lebar di wajahnya.
''tapi tidak semudah itu, aku tidak ingin tertipu. ''ucap ranti .
''aku ingin kalian bawakan penghulu sekarang juga , dan aku ingin kami menikah disini . ''ucap ranti , dan itu membuat semua orang terkejut atas permintaan ranti . Andreaz semakin tersulut emosi, tapi arini menahan tangannya agar bisa lebih tenang menghadapi ranti .
''kau gila. ''ucap andreaz meninggi.
''iya, aku gila.karena sejak kecil tidak ada yang menganggap ku , karena aku dari keluarga miskin . Dan sekarang aku ingin menjadi istri mu agar semua orang bisa menghargai ku dan menghormati ku. ''teriaknya.
''lebih baik sekarang bawakan penghulu dan kita menikah. ''ucapnya yang sudah mulai muak dengan situasinya saat ini. Sepertinya ia sudah kehilangan akal sehatnya, hingga memaksakan sesuatu untuk menjadi miliknya.
''baiklah, aku akan bawakan penghulu. Tunggu sepuluh menit . ''ucap arini dan membuat andreaz menatapnya tajam.
''mas , tenang saja. ''ucap arini yang seolah tahu kerisauan suaminya.
Tidak sampai sepuluh menit, arini sudah kembali dengan membawa seseorang paruh baya dengan baju kokoh serta sarung yang menempel di tubuhnya dan tak lupa peci hitam yang ia kenakan.
''pak, nikahkan mereka. ''ucap arini.
''baiklah, nama perempuannya siapa?''tanya pria paruh baya tersebut.
''ranti, pak. ''ucapnya .
''ranti rahma. ''ucapnya , ia terlihat bahagia dan melupakan mulai mengendorkan baby air dari gendongannya.
''nama orang tua laki-laki?''tanya pria paruh baya lagi. Ia sengaja terus bertanya untuk mengalihkan perhatian ranti kepada semua orang dan terfokus pada pertanyaan pria paruh bayah tersebut.
''ahmad taufik, pak. ''ucapnya.
''usia kamu?''tanyanya lagi.
polisi dengan pelan mendekat ke arah ranti , saat ranti sedang fokus dengan pertanyaan pria paruh bayah tersebut. Dengan cepat polisi mengambil paksa baby air dari gendongan ranti , ranti sempat mempertahankan baby air dari gendongannya tapi, tenaganya kalah kuat dengan polisi . Karena merasa terancam , ranti dengan cepat berlari ia tidak ingin tertangkap oleh polisi. Tapi sayang langkahnya kalah cepat dari andreaz , karena andreaz sudah lebih dulu memegang lengannya dengan begitu kencang.
''aww, lepaskan saya. ''teriak ranti. Polisi langsung memborgol tangan ranti dan membawanya kedalam mobil polisi.
''sayang. ''ucap arini bahagia saat polisi memberikan baby air kepadanya.
''maafkan, mommy. Mommy lalai menjaga mu. ''ucap arini , ia terus mencium pipi baby air dan memeluknya erat.
andreaz menghampiri istri dan anaknya , ia pun memeluk keduanya. lega rasanya , karena putranya tidak kenapa-kenapa.
''mas, maaf. Karena kecerobohan ku. ''ucap arini terputus.
''tidak ada yang perlu minta maaf, ini semua pelajaran buat kita agar bisa menjaga baby air lebih baik lagi. ''ucap andreaz .
''lebih baik kita pulang, kasihan baby air . Ia kelaparan. ''ucap andreaz dan mengajak istri dan anaknya untuk masuk kedalam mobil .
''lebih baik kamu susui baby air sekarang saja, sepertinya ia sangat haus. ''ucap andreaz yang melihat putranya itu mengendus-ngendus ke dada sang mommy.
Arini membuka resleting gamisnya dan mengeluarkan bola kesukaan suaminya yang sekarang menjadi milik putranya . Dengan lahap , baby air menge**** put*** milik mommy nya itu. Hingga andreaz tampak menelan ludah melihat kelakuan putranya itu.
''pelan-pelan , deg. Daddy gak bakal minta. ''ucap andreaz sambil fokus menyetir mobil.
''tapi kalau udah selesai , daddy boleh ya. ''ucapnya dan langsung mendapat cubitan dari sang istri.
''aww, sakit mommy. ''ucap andreaz mengelus perutnya yang terasa panas akibat cubitan dari istrinya.
''memangnya , aku tidak boleh merasakan apa yang pernah jadi milikku. ''keluhnya . Arini hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.
Akhirnya mereka sampai di rumah, tuan david dan nyonya rey menyambut mereka dengan senyum bahagia.
Nyonya rey langsung mengambil alih baby air dari gendongan arini. Ia sangat mencemaskan cucu tampannya ini , ia terus mencium pipi gemoy baby air.
''alhamdulillah, cucu oma sudah baik-baik saja. ''ucap nyonya rey.
''bagiamana dengan baby sitter itu?''tanya tuan david.
''dia sudah di bawah ke kantor polisi, pah. Besok andreaz dan arini akan ke kantor polisi untuk di mintai keterangan. ''ucap andreaz.
''syukurlah, yasudah . Kalian istirahatlah, kasihan baby air ia pasti sudah sangat lelah. ''ucap tuan david. Nyonya rey mengembalikan baby air kepada arini setelah mencium pipi sang cucu.
''selamat malam, sayang. Tidur yang nyenyak ya. ''ucap nyonya rey mengelus kepala baby air.
''kita ke kamar dulu, mah, pah. ''pamit arini dengan lembut.
''iya, sayang. Istirahatlah, kalian hari ini pasti sangat lelah. ''ucap nyonya rey dengan lembut.
Arini dan baby air dan juga andreaz akhirnya masuk ke kamar, hari ini benar-benar menguras hati dan emosi mereka.
''