Arini

Arini
Bab 10



Arini dan Devandra langsung terkejut dan keduanya langsung menoleh ke arah pak Agus dengan penuh salah tingkah seperti sedang terpergok berbuat tidak senonoh, pak Agus mendekati mereka berdua dengan pandangan menyelidik


"Apa yang kalian lakukan berdua di kamar mandi ?" tanya pak Agus sambil menatap Devandra dan Arini secara bergantian dengan tatapan yang menyelidik


"Kami tidak melakukan apa apa ayah, kebetulan mas Devandra ingin ke kamar mandi dan Arini baru keluar dari kamar mandi " jawab Arini dengan jujur, karena memang benar adanya Arini saat itu baru keluar dari kamar mandi dan Devandra sedang mau ke kamar mandi, dan tidak ada yang salah dengan itu semua


"Apa benar begitu Devandra?" tanya Pak Agus dengan suara tegas sambil menatap Devandra dengan pandangan tegas


"Itu benar pak, kami hanya saling berpapasan saja tidak lebih" jawab dengan serius sambil menatap Arini


Pak Agus langsung menganggukkan kepalanya


"Bapak mau keluar sebentar ada urusan, tolong jaga ibumu" ucap Pak Agus sambil menatap Arini


"Baik pak, memangnya bapak mau kemana?" tanya Arini ingin tahu


"Pak RT meminta tolong sama bapak, ga tau ada urusan apa sampai pak RT memanggil bapak" jawab pak Agus dengan tidak mengerti


" Mungkin ada yang perlu dimintai tolong kali pak, ya sudah biar saya saja yang menjaga ibu" jawab Arini kepada Pak Agus


"Bapak jalan dulu kalau begitu, nanti kalau masalah sudah selesai dengan pak RT bapak pasti akan kembali" jawab pak Agus sambil berpamitan pergi menuju ke rumah pak RT


Sepeninggal pak Agus, tinggallah Devandra dan Arini berdua disitu masih didepan kamar mandi


"Kamu lama amat di kamar mandi?" tanya Devandra dengan mata menyipit


"Aku habis basuh wajah lagian memangnya kenapa kalau aku lama di kamar mandi?" tanya Arini balik menatap Devandra


Dia merasa sangat kesal karena Devandra telah merusak suasana pagi ini apalagi sampai harus mengatakan kalau Devandra akan menikah dengannya, wajah cantiknya masih terlihat cemberut dan Arini tidak menyadari kalau wajahnya sedang cemberut


"Kamu marah sama aku Arini?" tanya Devandra dengan nada suara sedikit tajam dan mata tajamnya menatap wajah Arini yang masih cemberut


"Gag aku ga marah sama kamu, aku mau ke kamar dulu mau melihat ibu" kata Arini berusaha menghindar dari Devandra, lebih baik seperti itu karena mengingat sama sama memiliki suasana hati yang sedang tidak baik, mereka lebih baik menghindar terlebih dahulu begitu pikir Arini


Sebelum Devandra sempat menjawab, Arini sudah berlalu pergi meninggalkan Devandra yang masih terpaku diam di depan kamar mandi, sambil mendesah kasar Devandra langsung masuk ke kamar mandi


Begitu Devandra keluar dari kamar mandi, tampak dari arah dapur Devandra melihat Arini sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka makan, tidak lupa makanan yang semalam Arini panaskan juga untuk disiapkan di atas meja makan


Menu sarapan pagi itu adalah nasi dengan tumis sayur, ikan pindang beserta tahu tempe goreng tidak juga sambal terasi, bagi yang mencium aroma masakannya membuat perut menjadi lapar seketika


Arini sedang bersenandung kecil, tanpa menyadari jika Devandra sedang memperhatikan dirinya sambil tersenyum kecil, melihat calon isterinya tampak begitu cantik dan lucu membuat mood Devandra langsung berubah seratus delapan puluh derajat, yang tadinya moodnya jelek langsung berubah menjadi baik seketika


Sebelum Arini menyadari keberadaan Devandra disitu, Devandra langsung berlalu menuju ke kamar untuk berganti pakaian dengan pakaian casual, Devandra memilih menggunakan kaos dan celana selutut dan itu membuat dirinya semakin terlihat tampan


Begitu juga dengan Arini yang setelah selesai persiapan sarapan pagi, Arini langsung menuju kamar mandi untuk mandi pagi dan kemudian berganti pakaian dengan menggunakan celana setengah lutut dan kaos, rambut hitam panjangnya dia cepol menampilkan leher jenjangnya yang putih dan mulus


"Bu sarapan sudah siap" kata Arini kepada ibunya yang saat itu sedang terbaring, dia membangunkan ibunya dengan pelan, dan ibunya langsung membuka matanya, melihat anak semata wayangnya sedang duduk disamping tempat tidurnya Bu Sumi langsung tersenyum


"Sarapan dulu ya Bu nanti baru minum obat" kata Arini mengajak ibunya untuk sarapan bersama


Bu Sumi langsung terbangun dari tempat tidurnya


"Mana ayahmu?" tanya Bu Sumi kepada Arini


"Ya sudah kamu saja dulu yang sarapan sama Devandra, nanti ibu tunggu ayah lagian ibu juga belum mandi juga" ucap Bu Sumi


"Ya sudah gini aja, ibu mandi dulu mungkin habis ibu mandi ayah juga sudah datang" kata Arini memberikan saran kepada Bu Sumi dan Bu Sumi pun menganggukan kepalanya, dia setuju dengan ucapan anaknya Arini


Bu Sumi bangun dari duduknya di tempat tidur sambil dibantu oleh Arini, Bu Sumi langsung dibawa ke kamar mandi dan tidak lupa juga Arini menyiapkan perlengkapan mandi untuk ibunya


Selama Bu Sumi mandi, Arini menyiapkan keperluan ibunya di kamar orang tuanya, ketika Arini keluar dari kamar Bu Sumi tampak Devandra yang sedang duduk di kursi sofa yang sudah sedikit usang itu menatap Arini dengan pandangan terpukau


Devandra melihat Arini dengan mata yang tidak berkedip sama sekali


"Hati hati mas sama biji bola matanya takut copot" jawab Arini asal memergoki Devandra yang sedang menatap dirinya tanpa berkedip sama sekali


"Kamu cantik banget Arini makanya aku tadi sempat terpana" puji Devandra dengan nada jujur


"Kamu itu bisa saja mas mas" kata Arini sambil menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Devandra meski hatinya sangat senang dipuji cantik oleh anak majikannya meski itu adalah sebuah kebohongan, begitu pikir Arini


" Aku itu serius Arini" ucap Devandra dengan serius


"Iya iya aku percaya kok mas" ucap Arini sambil tersenyum kearah Devandra, entah kenapa hati Devandra terasa bergetar begitu melihat senyuman Arini


Begitu selesai Arini bicara, pak Agus datang dari luar, setelah mengucapkan salam pak Agus langsung masuk ke dalam rumah, ditemuinya disana ada Arini dan Devandra, yang satu sedang duduk dan yang satunya lagi sedang berdiri


"Bapak pulang, ibu mana?" tanya pak Agus kepada Arini yang masih berdiri di seberang Devandra


"Ibu ada di kamar mandi pak, tadi ibu menanyakan bapak" jawab Arini memandang bapaknya yang sudah tidak lagi muda itu


Pak Agus hanya menganggukkan kepalanya saja


"Ya sudah kalau begitu bapak masuk rumah dulu" kata pak Agus yang dibalas dengan anggukan Arini


"Nak Devandra kamu sudah sarapan?" tanya pak Agus tiba tiba sambil menatap Devandra yang masih terus memandangi Arini, Devandra yang ditanya oleh pak Agus langsung menoleh ke arah pak Agus lalu dia pun menjawab dengan sopan


"Belum pak"


Pak Agus kembali menganggukkan kepalanya


"Nanti kita makan bareng ya" ucap pak Agus kepada Devandra


"Siap pak" jawab Devandra sambil tersenyum ke arah pak Agus


Pak Agus pun langsung masuk kamar dan tidak lama kemudian Bu Sumi juga keluar dari kamar mandi, sudah berganti pakaian


"Ibu tadi mendengar ada suara bapakmu?" tanya Bu Sumi kepada Arini, yang saat itu Bu Sumi melewati Arini yang masih berdiri


"Oh iya, bapak sudah pulang sekarang masuk ke dalam kamar" jawab Arini begitu melihat Bu Sumi sudah keluar dari kamar mandi


"Ya sudah ibu masuk ke kamar dulu sebentar buat nemuin bapak, kalian langsung saja ke meja makan nanti kamu berdua menyusul" ucap Bu Sumi sambil menyuruh Arini dan Devandra untuk ke meja makan


"Oh iya Bu, nanti kami kesana" jawab Arini kepada ibunya dan setelah itu ibunya masuk ke kamar meninggalkan mereka berdua di rumah tamu


"Yuk ah mas, kita ke meja makan nanti orang tuaku menyusul" ajak Arini kepada Devandra yang langsung disambut setuju oleh Devandra, dan Devandra pun berdiri menyusul Arini yang sudah menuju ke meja makan yang dekat dengan dapur, tak lama kemudian kedua orang tua Arini datang menyusul ke meja makan untuk ikut gabung bersama dengan mereka berdua