
"Maafkan kami terlambat" ucap Devandra berjalan menghampiri mereka yang sudah berada di kursi makan mereka masing masing, tampak Nyonya Rivanna dan Tuan Sanjaya menatap tajam ke arah Devandra putra mereka lalu menoleh ke arah Arini
"Mah Pah" sapa Devandra sambil mencium kedua pipi mereka masing masing, sementara Arini hanya terdiam tidak bergerak sama sekali, memandang mantan kedua majikannya
"Siapa yang kamu bawa itu Devandra?" tanya salah seorang wanita yang terlihat lebih tua diantara yang lain, menatap Arini dengan tatapan tajamnya, wanita itu masih terlihat cantik walaupun sisa sisa kecantikannya sudah memudar
"Perkenalkan dia adalah isteri aku Oma, namanya Arini" ucap Devandra mengumumkan anggota keluarga baru, Arini yang mendengar itu langsung tertunduk sambil mengaitkan jemarinya satu dengan yang lainnya, hatinya berdebar kencang dan entah kenapa dia ingin rasanya menghilang
Tiba tiba terdengar suara sendok terjatuh dari piringnya, Arini langsung menoleh ke arah suara sendok yang terjatuh tadi, tampak wajah Nyonya Rivanna langsung terkejut kaget dan memandang Arini dengan tatapan yang tidak bisa dibaca, Nyonya Rivanna langsung berdiri menghampiri Arini dan berjalan mengelilingi Arini, membuat Arini tampak ketakutan kemudian Nyonya Rivanna mendekati Arini dan menatap tajam ke arah Arini
"Sepertinya saya mengenal kamu?" tanya Nyonya Rivanna sambil menatap Arini dengan tatapan tajamnya, Arini langsung menundukkan kepalanya
"Kamu jangan bilang adalah pelayan yang berkerja di rumah kamu, apa benar begitu?" tanya Nyonya Rivanna menatap tajam kepada Arini, membuat Arini semakin menunduk ketakutan
"Jawab kalau ditanya!" ucap Nyonya Rivanna dengan nada tegas sambil memegang dagu Arini dan mendongakkan wajah Arini ke atas, menatap tajam ke wajah Arini yang terlihat sangat ketakutan
"Be benar nyonya saya adalah pelayan di rumah anda dulunya" jawab Arini dengan penuh rasa ketakutan, mendengar pengakuan jujur dari Arini tiba tiba Nyonya Rivanna menampar keras wajah Arini hingga wajah Arini hampir terpental ke belakang ditampar sedemikian rupa oleh Nyonya Rivanna ibu dari Devandra, Devandra yang melihat kejadian itu langsung terkejut begitu juga dengan yang lainnya
"Mamah, apa yang mamah lakukan dengan Arini, dia itu menantu mamah, saya sudah menikah dengan dirinya !" teriak Devandra tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Nyonya Rivanna, Nyonya Rivanna langsung menatap tajam ke arah Devandra anaknya
"Menantu mamah, katamu mamah tidak punya menantu seperti dirinya, kamu tahu dia siapa dan kita ini siapa Devandra!" teriak Nyonya Rivanna dengan geram dan wajahnya sangat terlihat marah, dia tidak terima Devandra membela Arini sedemikian rupa di hadapan dirinya
"Apa yang sudah kamu berikan kepada anak saya Devandra, hingga Devandra menjadikan kamu sebagai isterinya?" tanya Nyonya Rivanna dengan nada geram menatap Arini lekat lekat seakan akan ingin melahapnya hidup hidup
Arini hanya terdiam tidak berkata apa apa, dia tahu jika dia berkata satu kata parah pasti akan semakin runyam, sudah cukup wajahnya yang ditampar hingga sedemikian rupa, dia hanya bisa menahan tangisannya, dia tidak boleh menangis karena dia tidak boleh lemah, dia tahu dan sadar dia sudah mengambil resiko ini namun tetap saja hatinya terasa dicabik cabik
"Mah sudah cukup, Arini tidak bersalah Devandra yang meminta Arini untuk menjadi isteri Devandra, karena Devandra yang pertama kali mengambil keperawanan Arini, jadi tolong jangan salahkan Arini atas ini, Arini tidak bersalah sama sekali, Arini hanya menjadi korban atas nafsu bejad Devandra mah" kata Devandra dengan nada serius, berharap Nyonya Rivanna mengerti dan tidak lagi menyalahkan Arini
Nyonya Rivanna langsung tersenyum sinis, sambil menatap Devandra dan Arini satu persatu
"Baik kalau begitu apa perempuan murahan ini tahu kalau kamu tidak bisa berpaling sedikitpun bahkan masih mencintai seorang wanita yang bernama Cassandra yang sampai saat ini masih belum tau dimana keberadaan wanita tersebut?" tanya Nyonya Rivanna dengan wajah dan nada yang sinis
Arini yang mendengar itu langsung terkejut kaget, dia menatap tajam ke arah Devandra mencoba meminta penjelasannya namun Devandra hanya terdiam saja tanpa berkata apapun
"Kenapa Devandra, kenapa kamu dia n saja, tidak tahukah dia kalau selama ini sampai dengan sekarang kamu masih mencari keberadaan Cassandra bahkan mama tahu kamu mengurus banyak bodyguard untuk mencari keberadaan wanita itu bukan" tanya Nyonya Rivanna menatap wajah anaknya yang sudah mulai mengeras, terlihat telapak tangannya mengepal sedemikan rupa, dia tidak menyangka mamanya Nyonya Rivanna akan melakukan seperti ini kepada dirinya
Nyonya Rivanna kembali berbalik menatap Arini dengan tatapan tajamnya, namun kali ini Arini tidak gentar dia juga ikut menatap mantan majikannya itu dengan tatapan tajamnya, melihat Arini tidak takut menghadapi dirinya, Nyonya Rivanna langsung tersenyum sinis dan kemudian dia berkata dengan nada berbisik di telinga Arini namun terasa seperti pisau di hati Arini
"Teruslah bertahan dan berusaha untuk bisa mengubah hati anak saya, tapi percayalah hatinya tidak akan kemana mana karena cintanya telah habis oleh seorang wanita yang bernama Cassandra, dan saya harap kamu tidak akan menyesal jika dia kembali ke pelukan anak saya, karena kamu tahu hanya dia wanita yang sangat dicintainya sampai sekarang, sementara kamu hanyalah pemuas nafsu anak saya di ranjang, hanya itu saja"
Arini langsung mengepalkan tangannya, mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Rivanna
"Ingin menjadi Nyonya muda, jangan bermimpi ketinggian ingat kita tidak sederajat, harusnya kamu sadar posisi kamu itu apa, jangan berharap lebih dan jika anak saya sudah bosan , saya yakin kamu akan ditendang keluar dan pada saat itu menangis menyesal pun percuma" ucap Nyonya Rivanna dengan nada menghina Arini
"Benar Nyonya, dan jika saat itu tiba kita akan membuktikan siapa yang akan keluar sebagai juaranya" jawab Arini tegas karena tidak tahan diperlakukan hina oleh mantan majikannya, Nyonya Rivanna langsung tersenyum sinis ke arah Arini, suasana semakin memanas, melihat keadaan yang sudah tidak kondusif lagi Devandra langsung membawa Arini keluar ruangan, namun sebelum pintu ditutup oleh Devandra tampak tubuh Devandra menegak begitu Nyonya Rivanna mengatakan sambil berseru jika Cassandra sudah berada di Indonesia, dan itu juga membuat Arini langsung menegang seketika
Melihat keduanya terpengaruh oleh ucapan Nyonya Rivanna, Nyonya Rivanna langsung tersenyum senang namun Devandra langsung menutup pintu ruangan itu dan meninggalkan ruangan itu bersama dengan Arini dengan hati yang kacau dan pikiran yang tidak menentu sama sekali