
Akad nikah sudah hampir tiba, tampak rumah Arini sedang sibuk menyiapkan akad pernikahan, Ibu Sumi yang sudah sehat sedang sibuk membuat kue kue kecil untuk di sajikan kepada para tamu undangan, sementara yang lainnya diserahkan sepenuhnya oleh catering dan wedding organizer setempat, Devandra tidak ingin membuat calon mertua dan isterinya menjadi repot dengan acara mereka berdua, itupun sempat ditentang oleh ayah dan ibu Arini, namun Devandra dan Arini memberikan penjelasan penuh kepada mereka berdua bahwa mereka hanya ingin yang sederhana saja dan yang tidak tidak merepotkan kedua orang tuanya Arini
Pak Agus dan Bu Sumi pun pada akhirnya setuju, mereka akhirnya hanya mengikuti apa yang menjadi keinginan anak dan calon menantunya, malamnya dekorasi di rumah Arini sudah dipasang, umbul umbul sudah dipasang didepan jalan untuk menunjukkan siapa yang akan menikah esok harinya
Dekorasi yang bertemakan warna putih dengan banyak bunga bunga di pelaminan, serta tenda di depan rumah, Ryan yang bertugas untuk mengurus perizinan keramaian kepada pihak polisi, RT, RW dan kelurahan setempat
Banyak warga yang penasaran dengan calon suaminya Arini, mereka dengan rasa penuh ingin tahu yang besar datang mengunjungi rumah Arini hanya untuk melihat siapa calon suaminya Arini, karena yang para warga tahu dan tetangga tetangga yang tahu Anjas lah yang menjadi calon suaminya Arini, hingga ada tetangga ibu ibu yang datang hanya untuk melihat siapa suaminya Arini langsung celetuk di hadapan Devandra dan Arini
"Ibu pikir kamu dengan Anjas" ucap ibu Asih yang terkenal dengan julid dan nyinyir nya, padahal dia mempunyai seorang anak wanita yang masih belum menikah juga bernama Aminah
Arini hanya menanggapi dengan senyuman, sementara dibelakangnya Devandra langsung cemberut kesal mendengar nyinyiran dari Bu Asih
"Memangnya kamu tidak suka dengan warga lokal, apa sampai harus mencari yang di kota?" tanya Bu Asih kepada Arini dengan nada julid nya, sebenarnya dia sangat iri kepada Arini, karena bisa berhasil mendapatkan pria dari kota yang ganteng, tampan dan kaya raya melihat dari mobil yang digunakan
"Yah bukannya begitu Bu, namanya juga takdir mau gimana lagi" jawab Arini dengan lugas
"Terus kamu pakai pelet apa, sampai kamu bisa dapat pria itu?" tanya Bu Asih dengan rasa ingin tahu yang besar
Arini hanya tersenyum saja tidak menanggapi jawaban dari Bu Asih yang sudah mulai kepo, Bu Sumi yang baru datang dari tetangga untuk mengantarkan undangan pernikahan anaknya, melihat bu Asih yang sedang mengintrogasi anaknya langsung segera mendekati Bu Asih
"Bu Asih kapan datang?" tanya Bu Sumi ber basa basi kepada Bu Asih, lalu duduk di tengah tengah mereka
"Sudah dari tadi Bu" jawab Bu Asih dengan segan
Bu Asih sebenarnya sangat segan kepada Bu Sumi, ibunya Arini karena ibunya Arini jarang pernah ngobrol dengan dirinya, namun dia sangat senang membantu tetangga tetangga yang sedang kesusahan atau kesulitan, Bu Sumi juga kadang memberikan kursus untuk ibu ibu yang lain seperti merangkai kembang, menjahit dan sebagainya, dan para tetangga sangat segan terhadap Bu Sumi
"Arini apa undangan akadnya sudah diberikan kepada Bu Asih?" tanya Bu Sumi sambil menoleh kepada Arini
"Sudah Bu, kemarin sudah Arini kasih" jawab Arini yang duduk di sebelah Bu Sumi ibunya
"Ibu pikir belum" jawab Bu Sumi singkat menatap Bu Asih yang kini duduk diam tanpa banyak bertanya
"Mohon maaf Bu Asih, saya tinggal sebentar saya lupa kalau saya mau membeli sesuatu di warung" kata Bu Asih akhirnya.
"Oh iya Bu hati hati di jalan" jawab Bu Sumi sambil tersenyum
Setelah Bu Asih pamit pergi, tinggallah mereka bertiga di rumah sementara wajah Devandra masih saja cemberut, Bu Sumi yang melihat wajah Devandra yang cemberut langsung bertanya kepada Devandra
"Tidak apa apa Bu" jawab Devandra
"Biasalah Bu, Bu Asih menanyakan tentang Anjas didepannya mas Devandra " jawab Arini sambil tertawa
Bu Sumi yang mendengar itu langsung tersenyum, sesaat dia ingin menggoda Devandra yang masih saja cemberut begitu nama Anjas dibicarakan, namun dia menahan diri agar Devandra tidak lagi cemberut dan bermuka masam
Akhirnya Bu Sumi memilih untuk bercerita kepada Devandra dan Arini disuruh mengambil air minum untuk mereka bertiga, Bu Sumi akhirnya bercerita mengenai Anjas dan Arini agar setelah pernikahan tidak ada lagi kesalahpahaman, karena pernikahan harus diawali dengan keterbukaan, kepercayaan dan kejujuran begitu menurut Bu Sumi
"Jadi Arini dan Anjas itu hanyalah berteman biasa dan kalaupun masih ada rasa itu wajar karena mereka sudah mengenal akrab satu dengan yang lainnya" cerita Bu Sumi kepada Devandra
Devandra yang mendengar cerita dari Bu Sumi sendiri langsung terdiam
"Boleh ibu memberikan nasihat kepada nak Devandra?" tanya Bu Sumi dengan lembut, menatap Devandra dengan pandangan keibuannya
Devandra langsung menoleh menatap Bu Sumi dan tiba tiba Devandra merasa Bu Sumi adalah ibu yang hilang, dia yang jarang dimanjakan dengan kasih sayang, dan hanya dimanjakan dengan materi membuat Devandra merasa kembali pulang ketika melihat Bu Sumi dengan tatapan keibuannya sedang menatap dirinya
"Apa itu Bu?" tanya Devandra kepada Bu Sumi
"Ibu hanya memberikan nasihat jika ingin pernikahan itu awet, terbuka, jujur dan rasa saling percaya, jangan kecewakan istrimu, terbukalah katakan apa yang kamu rasakan, apa yang kamu alami dan apa yang kamu inginkan, tinggalkan semua rasa ego kalian, begitu juga dengan kamu Arini jadilah isteri yang peka terhadap suami meski suamimu tidak meminta apapun dari kamu tapi tetaplah menjadi istri yang peka terhadap perasaan suami, karena suami itu adalah seperti seorang anak kecil namun hanya fisiknya saja yang dewasa" nasihat Bu Sumi kepada Arini dan Devandra
Devandra langsung terdiam mendengar nasihat dari Bu Sumi
"Jangan sakiti istrimu, dan jangan membuat isteri mu menangis bola kamu sudah tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan kalian jangan kamu selingkuh di belakang isterinya, hanya karena kamu merasa ada wanita lain yang lebih baik dari dia tapi katakan sejujurnya, kembalikan dia dengan baik baik kepada kedua orangtuanya seperti kamu meminta kepada kamu dengan cara yang baik" nasihat Bu Sumi kepada Devandra
Entah kenapa Bu Sumi merasa perjalanan pernikahan Arini terasa berat untuk anaknya, namun Bu Sumi hanya bisa berdoa untuk Arini anaknya dan pernikahan agar bisa langgeng sampai akhir hayat mereka, meski begitu banyak rintangan yang harus mereka hadapi
"Bu, Arini janji akan selalu mengingat nasihat ibu kepada Arini" jawab Arini dengan suara lembut sambil memegang tangan ibunya, untuk meyakinkan kepada ibunya bahwa semuanya akan baik baik saja
"Nak Devandra ibu titipkan anak ibu kepada kamu dan ibu harap kamu jangan sakiti hatinya, tolong jaga dia seperti kami menjaga dia sampai dia dilepaskan dengan kamu " kata Bu Sumi dengan nada memohon kepada Devandra, ada setitik air mata di mata Bu Sumi, memandang Devandra dengan penuh harap
"Saya janji akan menjaga Arini, dan tidak akan mengecewakan ibu dan bapak" kata Devandra dengan sungguh sungguh sambil berjanji
Bu Sumi akhirnya menganggukan kepala dengan puas mendengar janji dari Devandra