Arini

Arini
mencari ruko buat toko kue



๐Ÿฐhai reader semua, maaf baru bisa up lagi๐Ÿ™๐Ÿป . Author lagi gak bisa up banyak-banyak , author lagi ngurusin anak yang lagi rewel jadi gak bisa up banyak-banyak. Mohon di maklumi ๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿฐhappy reading๐Ÿฐ


keesokan harinya, sesuai janji andreaz. Kini mereka sedang mencari-cari tempat yang cocok untuk toko kue arini.


''sepertinya itu cocok, mas. Buat buka toko kue. ''ucap arini sambil menunjuk ke arah bangunan yang bertulisan ''dijual''.


''kamu yakin, sayang. memang sih tempatnya sangat strategis, tapi bangunannya terlihat sangat tidak terurus , sayang. ''ucap andreaz saat mereka sudah melihat kondisi bangunan tersebut.


''gak apa-apa, mas. Ini bisa kita renovasi , aku yang akan mendesain ulang ruangan serta warna nya. ''ucap arini tersenyum bahagia. Setidak ia sudah mendapatkan tempat buat toko kuenya, hanya tinggal renovasi bangunannya saja.


''boleh ya, mas ! ''ucap arini dengan lembut.


''ya sudah , besok aku akan suruh orang buat bantuin kamu renovasi tempat ini. ''ucap andreaz tersenyum sambil mengelus kepala arini yang tertutup oleh hijab.


''makasih, mas. Kamu memang yang terbaik. ''ucap arini tersenyum memeluk tubuh sang suami.


''sama-sama, kalau gitu kita sekarang kita ketempat yang punya bangunan .''tanya andreaz.


''kita pulang apa langsung belanja buat keperluan toko, sayang?''tanya andreaz saat selesai mengurus pembelian bangunan ruko untuk toko kue arini.


''mmm, kita pulang aja mas. Nanti kalau tempatnya sudah direnovasi kita baru belanja buat keperluan toko. ''ucap arini lembut.


''baiklah, kalau gitu kita mampir ke restoran dulu . kita makan siang dulu. ''ucap andreaz saat berada di dalam mobil.


''iya, mas. Aku juga udah lapar . ''ucap arini tersenyum.


Mobil andreaz akhirnya melaju , menuju restoran tempat mereka biasa makan.


Andreaz membukakan pintu buat arini saat mereka sampai di restoran.


''silahkan, tuan putri. ''ucap andreaz tersenyum memberikan tangannya kepada arini.


''makasih, mas. ''sahut arini dengan lembut dan tersenyum menyambut uluran tangan sang suami lalu keluar dari mobil.


Sikap andreaz tersebut membuat para pengunjung restoran yang baru saja datang merasa iri dengan arini.


tanpa memperdulikan tatapan dari orang lain, andreaz yang nampak cuek terus merangkul pinggang sang istri dan masuk kedalam restoran.


''kamu pesan apa, mas?''tanya arini dengan lembut.


''terserah kamu, sayang. Apapun yang kamu pesan, aku ikut. ''ucap andreaz tersenyum.


''mmm, baiklah. ''jawab arini .


Lima belas menit , pesanan merekapun datang. Nampak andreaz membersihkan sisa saus yang menempel di bawah bibir sang istri. Karena mereka memesan ruangan yang tertutup dan tanpa ada cctv , jadi arini dengan leluasa melepas cadarnya .


selesai makan, akhirnya mereka pulang . Saat diperjalanan , arini tiba-tiba menginginkan jagung bakar yang ada dipinggiran jalan.


''mas ! Aku pengen itu. ''tunjuk arini kepada bapak-bapak yang yang sedang membakar jagung bakar pesanan pelanggannya.


Andreaz menepikan mobilnya, ia melirik sekilas kepada bapak-bapak yang sedang membakar jagung.


''kamu yakin mau beli itu?''tanya andreaz dan mendapat anggukan dari arini.


''apa kamu gak jijik , sayang lihat saja tempat bakarnya saja sudah seperti itu . Lebih baik kita bakar sendiri di rumah, nanti aku suruh bibi bakarin buat kamu. ''ucap andreaz yang merasa tempat tersebut tidak higienis.


''mas ! Aku maunya yang disini , masa kamu gak mau nurutin kemauan aku. ''ucap arini manja .


''baiklah, tapi kamu tetap di mobil biar aku yang keluar . ''ucap andreaz dan di jawab anggukan dan senyuman manis oleh arini.


andreaz pun keluar dari mobil dan menghampiri penjual jagung bakar tersebut. Nampak antrian yang panjang, tapi semua pembeli yang rata-rata cewek nampak terpesona dengan ketampanan andreaz, hingga andreaz menerobos antrian .semua pembeli yang sudah mengantri lebih dulu hanya melongo melihat andreaz yang melewati mereka.


''pak, jagung bakarnya dua. Saya tunggu di mobil yang ada di sana. ''ucap andreaz . sambil menunjuk ke arah di mobil berwarna hitam yang berada di pinggir jalan lalu ia memberikan uang selembaran kertas berwarna merah.


''kembalinya di ambil saja, tapi jagung bakarnya dipercepat ya , pak. ''ucap andreaz dengan wajah datarnya.


''oh baik ,den. ini sebentar lagi matang dan akan saya antar ke mobil aden. ''ucap bapak penjual jagung bakar. dengan senang hati bapak tersebut memberikan jagung bakar yang dipesan oleh pembeli yang lebih dulu datang kepada andreaz, karena uang yang diberikan andreaz bisa buat bayar 10 jagung bakarnya dan itu berarti bapak tersebut untung banyak .


Setelah memesan jagung bakar tersebut, andreaz pun kembali masuk kedalam mobilnya . Semua pembeli yang sedang mengantri masih saja menatap andreaz saat ia melewati mereka hingga andreaz masuk kedalam mobil pembeli tersebut barulah sadar dari keterpesonaan mereka kepada laki-laki tampan tersebut.


''mas ! Lihat, mereka sampai tidak berkedip melihat mu. ''goda arini. Bukannya cemburu arini malah menggoda suaminya itu.


''mereka terpesona dengan ketampanan suamimu ini. ''sahut andreaz dengan bangga.


''ya ya ya, suamiku memang tampan. ''jawab arini yang membenarkan jika suaminya sangatlah tampan .


Tok


Tok


Ketukan dari luar


''ini , den. Pesanan jagung bakarnya. ''ucap penjual jagung bakar saat andreaz menurunkan kaca mobilnya.


''hmm. ''jawab andreaz lalu mengambil plastik yang berisi jagung bakar tersebut.


''makasih, pak. ''ucap arini dengan lembut kepada penjual jagung bakar.


''iya, non. ''jawab bapak penjual jagung bakar.


andreaz langsung menutup kaca mobilnya dan langsung melajukan mobilnya .


''mmm ! baunya jagung bakarnya wangi banget ya, mas. ''ucap arini mengeluarkan jagung bakar dari tempatnya.


Arini langsung memakan jagung bakar tersebut setelah ia melepaskan cadarnya . Beruntungnya , kaca mobil andreaz berwarna gelap jadi tidak ada yang bisa melihat mereka dari luar , sehingga arini dengan puas bisa menikmati jagungnya tanpa khawatir wajahnya dilihat oleh orang lain.


''emang segitu enaknya?''tanya andreaz saat melihat istri yang begitu menikmati jagung bakar tersebut dan dijawab anggukan oleh arini.


''mas, mau nyoba?''tanya arini menyodorkan jagung bakar yang ia makan.


''tidak ! kamu saja, aku sudah kenyang. ''jawab andreaz tersenyum.gemas rasanya melihat istri sholehanya ini saat makan seperti ini , tidak ada jaim-jaimnya .


''benar gak mau ! Enak loh , mas. Mmm. ''ucap arini memejamkan matanya menikmati jagung bakar tersebut. Entah mengapa , arini sepertinya menikmati sekali jagung bakarnya padahal rasanya sama seperti jagung bakar biasanya.


''alhamdulillah. ''ucap arini saat ia sudah menghabiskan dua jagung bakar yang dipesan andreaz.


''sayang, kamu benar-benar sudah menghabiskan semua jagung bakarnya?''tanya andreaz kaget. Pasalnya mereka belum juga sampai di rumah tapi jagung bakarnya sudah habis.


''hehehe. ''arini tertawa pelan. Andreaz hanya geleng-geleng kepala lalu tersenyum.


Tidak lama mobil merekapun sampai di depan rumah , andreaz keluar dari mobil dan membukakan pintu buat arini.


''terimakasih, mas. Harusnya kamu tidak perlu seperti ini , mas. ''ucap arini tersenyum .


''tidak, sayang. Aku akan terus seperti ini selama aku bisa. ''ucap andreaz tersenyum , dengan merangkul pinggang sang istri , mereka masuk kedalam rumah.