
disisi lain, tepatnya di desa terpencil. Selvi yang sudah kehilangan bayinya saat didalam kandungan .ia ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah menyiksanya dan membuangnya sehingga bayi yang masih dalam kandungannya meninggal.
ia pergi ke kota dan kembali ke apartemennya yang sudah beberapa bulan ia tinggalkan.
ia menaikkan sudut bibirnya saat mengetahui jika istri andreaz sedang hamil. Ia mengetahui itu lewat surat kabar yang ia temukan di jalan saat hendak ke apartemennya.
''aku tidak akan membiarkan kalian bahagia, jika aku sudah kehilangan bayi ku maka aku tidak akan membiarkan bayi kalian lahir ke dunia ini. ''ucapnya dengan tatapan tajam.
...****************...
hari ini andreaz sudah mulai masuk kantor karena lift yang dipasang oleh para pekerja sudah selesai, dan ia tidak perlu mengkhawatirkan sang istri lagi.
''sayang, aku berangkat dulu. ''ucap andreaz mengecup kening arini lalu bibirnya sekilas dan tak lupa ia mencium perut rata arini.
''hati-hati, mas. ''ucap arini tersenyum.
''iya, sayang. Assalamualaikum. ''ucap andreaz dan masuk kedalam mobil.
''wa'alaikumsalam. ''jawab arini, ia pun masuk kedalam rumah setelah mobil sang suami sudah tak terlihat.
Dari kejauhan seseorang sedang mengepalkan tangannya melihat ke harmonisan anderaz dan arini.
''tunggu sebentar lagi, kebahagian yang kalian rasakan saat ini akan segera berakhir. ''ucapnya tersenyum sinis.
''hey, siapa kamu?''teriak salah satu bodyguard yang melihat selvi sedang mengintip di luar gerbang .
Selvi masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan sangat cepat ia tidak ingin ketahuan jika dirinya masih hidup.
''siapa?''tanya bodyguard lainnya.
''entah, mukanya tidak nampak jelas karena menggunakan kacamata serta kain yang menutupi kepalanya. ''jawab bodyguard yang melihat selvi tadi.
''ya sudahlah, yang terpenting buk bos masih aman. ''sahut bodyguard lainnya.
para bodyguard memang di persiapkan untuk menjaga serta mengawal arini kemana pun dia pergi kecuali saat bersama andreaz.
''buk , bos. Sudah akan pergi ke toko?''tanya salah satu bodyguard.
''iya, pak. ''jawab arini dengan lembut dan masuk kedalam mobil yang sudah disediakan oleh andreaz beserta supirnya.
Mobil pun melaju dan diikuti oleh mobil yang didalamnya pata bodyguard , buat menjaga arini.
''selamat pagi, bu. ''ucap karyawan saat arini sampai di toko kuenya.
Sedangkan para bodyguard berjaga-jaga di depan toko kue, untungnya para bodyguard tersebut memakai pakain biasa ada juga yang jadi security di toko kue tersebut . Jadi tidak membuat para pembeli takut ataupun curiga.
''pagi, bagaimana ?apa semuanya sudah siap?''tanya arini dengan lembut namun tegas kepada karyawannya. Ini adalah hari ke dua pembukaan toko kue tersebut. Hari pertama pembukaan toko kuenya ramai peminatnya. Dan hari kedua ini ia juga berharap pengunjung toko kuenya juga semakin ramai peminatnya.
toko kue pun dibuka, semua orang yang sudah menunggu toko kue dibuka l, mereka langsung beramai-ramai masuk kedalam dan membeli kue yang sudah di sediakan di rak-rak khusus kue.
arini tersenyum bahagia saat melihat banyaknya pembeli yang membeli kuenya. Ia memang tidak turun langsung melayani pembeli atas permintaan suami posesifnya itu. Tapi ia selalu mengawasi tokonya dari dalam ruangan yang dilengkapi oleh cctv.
andreaz hanya mengizinkan arini membuka tokohnya sampai jam tiga sore, jadi karena sudah pukul 3 sore para karyawan sudah beres-beres.
''ina, saya pulang dulu. Tolong, setelah semua selesai jangan lupa tokoh di kunci. ''ucap arini dengan lembut.
''baik, buk. ''jawab ina , ia adalah orang yang dipercaya arini untuk memegang kunci tokoh . Jadi dia juga harus datang lebih pagi agar karyawan lain bisa masuk dan menyiapkan perlengkapan untuk membuat kue.
Arini pun masuk kedalam mobil dan di ikuti oleh beberapa bodyguard.
Ia sudah sampai di rumah dan sudah mengganti bajunya , ia terlihat sangat bahagia karena tokoh kuenya dua hati ini selalu ramai pengunjungnya.
Andreaz yang sudah pulang dari kantor, ia masuk ke kamar dan mencari sang istri.
andreaz mencari ke kamar mandi dan ke ruang ganti bahkan ke ruang kerjanya yang menjadi satu dengan kamar mereka. Tapi ia tidak juga menemukan arini.
''kenapa gak ada, apa dia di dapur?''gumam andreaz , tanpa mengganti pakaiannya ia keluar dari kamar dan turun kebawah mencari sang istri.
''andreaz ! Kamu sudah pulang?''tanya nyonya rey tersenyum.
''mah, istriku dimana?''bukannya menjawab andreaz malah berbalik nanya.
''gak tahu. ''jawab nyonya rey. Ia ingin mengerjai anak nakalnya ini.
''mah ! Andreaz serius, arini dimana. Bukankah mama seharian ini di rumah. ''ucapnya yang mulai kesal .
''iya, tapikan mama dari tadi belum melihat arini. Mungkin belum pulang. ''jawab nyonya rey dengan santai. Ia ingin tertawa melihat ekspresi panik sang anak.
tidak lama kemudian terdengar suara arini memanggilnya.
''mas . ''panggil arini dengan lembut sambil membawa masakan yang baru saja dia masak.
nyonya rey cuek saat andreaz melirik ke arahnya, ia nampak tidak bersalah.
''mama, ini tidak lucu. Aku hampir saja mengobrak-abrik seluruh kota ini jika istriku benar-benar menghilang. ''ucap andreaz terduduk lemas di kursi makan menenangkan jantungnya yang tadi terus berdetak kencang.
''mas, jangan marah seperti itu sama mama. ''tegur arini dengan lembut.
''iya-iya. Mama salah.lagian kamu sih masa gak lihat istrinya lagi masak ''ucap nyonya rey .
''namanya juga orang khawatir , mah. Ya mana panik , mah. ''jawab andreaz yang tidak mau kalah.
''ya sudah, kalau begitu arini temani mas andreaz ke atas dulu ,mah.''ucap arini dengan lembut agar perdebatan antara suami dan mama mertuanya itu berakhir.
''iya, sayang. Disuruh mandi anak nakal mama ini biar otaknya bisa konsen dan gak panikan lahi ''ledek nyonya rey .
arini hanya tersenyum mendengar ucapan mama mertuanya itu.
''mas, kamu jangan bersikap seperti itu sama mama. Mama itu hanya bercanda. ''ucap arini saat mereka berada didalam kamar.
''hmm. ''jawab andreaz singkat. Ia sebenarnya kesal , karena arini hanya diam saat ia mencarinya di ruang makan tadi sore.
''suami ku, kenapa?masih marah?''tanya arini tersenyum .
Andreaz hanya diam , di sibuk mainkan game di ponselnya tanpa mau melihat ke arah arini. Ia masih merasa kesal atas kejadian tadi sore, dimana detak jantungnya seolah akan berhenti saat arini tidak ia temukan. Tapi ternyata istrinya itu sibuk masak di dapur .
''baiklah , jika tidak ingin bicara. lebih baik aku kebawah dan mengobrol sama mama.''ucapnya lalu melangkahkan kakinya pergi keluar. Tapi langkahnya tertahan karena andreaz lebih dulu memegang tangannya.
''jangan turun dan tetaplah disini. ''pintanya. Arini tersenyum tipis , karena andreaz menahannya agar tidak keluar dari kamar.
''kenapa, mas? apa mas menginginkan sesuatu?jika tidak akau mau keluar. ''ucap arini, ia sengaja berkata seperti itu agar andreaz mau mengatakan sesuatu padanya.
''hmm. ''jawabnya.
''aku tidak ingin kamu bersikap seperti tadi, aku takut setengah mati karena tidak menemuka mu. ''ucap andreaz lirih.
''iya, mas. Maaf ya sudah bikin kamu khawatir. ''ucap arini lalu tersenyum .
''maaf aku telah mengabaikan mu tadi. ''ucapnya sambil menggenggam tangan arini.
''tidak masalah, mas. Aku senang kamu sangat mengkhawatirkan ku. ''ucap arini lalu berhamburan kedalam pelukan sang suami.
🐰 jangan lupa vote like dan giftnya buat author biar semakin semangat up nya🙏🏻😘😘😘😘