Arini

Arini
Bab 22



Devandra yang sedari tadi memperhatikan Arini yang sedang kesulitan memasangkan dasinya hanya tersenyum simpul


"Kamu bisa gag menunduk sedikit saja, aku kesulitan memasangkan dasi kamu ini" ucap Arini kepada Devandra


Devandra yang mendengar itu langsung tersenyum seraya bertanya kepada Arini dengan lembut


"Begini?" tanya Devandra sambil membungkukkan badannya sedikit yang kali ini wajahnya hampir berdekatan dengan wajah Arini, Arini langsung menatap tajam tajam ke arah Devandra


"Mas aku benar benar serius ini, kamu kan tahu aku ga bisa memakaikan dasi" ucap Arini sedikit kesal dengan suaminya itu


Devandra langsung tertawa lebar, dia langsung menegakkan kembali badannya


"Sekarang perhatikan, nanti kamu praktekkan lagi supaya kamu bisa memakaikan dasi untuk aku" ucap Devandra


Arini menganggukkan kepalanya tanda setuju dan Devandra kemudian mengajarkan Arini cara memakaikan dasi dengan benar, Arini pun memperhatikannya dengan cermat


"Sekarang apa kamu sudah paham?" tanya Devandra kepada Arini


"Sudah, nanti biar aku praktekkan lagi biar aku besok bisa memaksimalkan dasi buat kamu mas" jawab Arini dengan cepat


"Bagus, isteri pintar" ucap Devandra sambil membelai pucuk kepala isterinya


"Ya sudah aku mau berangkat ke kantor dulu, kamu ga apa apa kan di apartemen sendirian?" tanya Devandra sambil menatap Arini mencoba memastikan kalau Arini tidak masalah jika dia sendirian ditinggal di Apartemen


"Aku tidak apa apa, sudah sana nanti kamu terlambat " kata Arini sambil mendorong tubuh Devandra keluar kamar yang diikuti oleh Arini


Namun sebelum Devandra pergi, Devandra langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Arini kali ini dengan pandangan seriusnya


"Ada apa lagi?" tanya Arini menatap Devandra


"Nanti malam aku pulang agak larut, aku mau ke rumah utama untuk menemui keluargaku" ucap Devandra kepada Arini


"Oh iya tidak apa apa mas, lagian juga kamu juga sudah lama tidak menemui orang tua kamu kan?" kata Arini sambil balik bertanya kepada Devandra


"Iya kamu benar, makanya aku bertanya tadi apa kamu tidak apa apa ditinggal sendiri di apartemen atau aku akan menyuruh pelayan datang ke apartemen untuk menemani kamu sampai kamu pula g?" tanya Devandra


Arini menggelengkan kepala sambil tersenyum


"Tidak usah, jangan merepotkan aku baik baik saja lagian suamiku ini kan mempunyai apartemen yang cukup aman, jadi aku pikir ga masalah ditinggal sendirian" ucap Arini berusaha meyakinkan Devandra kalau dia baik baik saja


"Ya sudah kalau kamu bosan, pergilah berjalan jalan nanti aku siapkan sopir buat kamu" kata Devandra


"Tidak hari ini aku mau beristirahat saja dulu, nanti kalau ada apa apa aku akan telpon kamu " jawab Arini


Devandra langsung menganggukkankan kepalanya


"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu, nanti aku kabarin kalau aku sudah sampai di rumah utama" ucap Devandra sambil mencium pipi isterinya


"Hati hati di jalan" kata Arini


Devandra langsung menuju ke lift penghubung antara apartemen dengan bassement, setelah sampai di bassement Devandra langsung menaiki mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya, dengan kecepatan sedang Devandra langsung mengemudikan mobilnya menuju ke kantor


Arini yang ditinggal sendiri oleh Devandra, langsung menutup pintu apartemennya, tidak senang dengan duduk diam Arini langsung mengambil sapu dan pel dan tidak lama kemudian Arini langsung membersihkan apartemen, dan setelah itu Arini langsung beristirahat setelah lelah bersih bersih apartemen


Lift itu langsung naik ke atas membawa Devandra naik, tanpa berhenti di setiap lantainya, hingga sampai di lantai atas tempat dimana Devandra berkerja disana, Devandra langsung keluar dari dalam lift


Di ujung kanan dan kiri ada ruangan masing masing untuk assisten pribadinya dan sekretaris pribadinya


Untuk assisten pribadinya ruangannya bertepatan di sebelah kanan Devandra sekaligus komisaris utamanya dan di sebelah kanannya terdapat ruangan untuk sekretaris pribadinya, hanya saja ruangan sekertaris pribadinya dibuat ruangan kaca, sang sekretaris bisa melihat siapa yang masuk atau keluar dari dalam maupun dari luar ruangan


Devandra langsung menghampiri July, sekretaris pribadi yang sedang sibuk bekerja, perempuan yang setengah baya ini fokus dengan pekerjaan utama, dan diakui oleh Devandra kinerjanya sangat baik dan dia adalah juga sebagai salah satu tangan kanannya Devandra


"Pagi July" sapa Devandra kepada sekretarisnya itu yang masih fokus dengan pekerjaannya itu


"Pagi pak" jawab July sambil menengadahkan kepalanya lalu kembali dengan pekerjaannya


"Ryan sudah ada?" tanya Devandra sambil melirik ke arah ruangan Ryan yang masih tertutup


"Belum pak, mungkin sebentar lagi pak Ryan datang" jawab July yang masih fokus dengan pekerjaannya


Devandra langsung menganggukkan kepalanya, kembali dia berpikir sebentar


"Hari ini apa ada meeting buat saya, dan bagaimana keadaan kantor selama saya tinggal?" tanya Devandra menatap July dengan pandangan ingin tahu


"Sejauh ini aman aman saja Pak, dan hari ini tidak ada meeting besok atau lusa baru ada meeting pak" kata July sambil tangannya masih memainkan tuts tuts keyboard


Devandra langsung menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu saya masuk ke dalam terlebih dahulu, nanti bilang ke pak Ryan kalau dia datang suruh ke ruangan saya" kata Devandra sambil memberikan perintah cepat kepada July


"Baik pak, nanti akan saya sampaikan kalau beliau datang " ucap July dengan nada spontan


"Oh iya satu lagi pak, minuman sudah saya buatkan dan sudah ditaruh di atas meja bapak" kata July dengan spontan


"Baiklah kalau begitu terima kasih banyak" jawab Devandra


Devandra langsung berjalan masuk ke dalam ruangan kantornya, dia langsung menaruh tas kerjanya di samping dan kemudian duduk di kursi meja kerjanya, ada banyak berkas tumpukan dokumen di meja kerja sana


Sambil menarik nafas panjang, dan tidak banyak cakap Devandra langsung memeriksa berkas berkas dokumen yang sudah lama tidak disentuh selama beberapa hari, tidak lupa juga dia menyalakan laptopnya untuk memeriksa laporan yang datang


Ketika Devandra sibuk memeriksa berkas berkas dokumen, Ryan datang dan masuk ke dalam namun sebelumnya dia mengetuk pintu terlebih dahulu dan setelah diijinkan masuk, Ryan langsung masuk ke dalam, disana dia mendapati tampak Devandra sibuk berjibaku dengan dokumen dokumen dan berkas berkas dengan wajah yang serius


"Tumben baru datang habis darimana?" tanya Devandra sambil menoleh sekilas kepada Ryan, lalu perhatiannya kembali lagian tersita dengan tumpukan tumpukan dokumen


"Darimana lagi kalau ga dipanggil sama papah mu dan masih bertanya dimana gerangan dirimu sekarang?" ucap Ryan sambil duduk di sofa yang terletak di tengah tengah ruang kantor Devandra


"Nanti malam aku akan kesana" tukas Devandra cepat


"Dan mengenai keluarga mu aku dapat kabar kalau kamu akan dijodohkan" ucap Ryan dengan cepat


Tangan Devandra langsung berhenti dan menatap Ryan dengan tatapan tajamnya


"Apa maksudmu?" tanya Devandra menatap Ryan dengan tatapan tajamnya seakan akan dia seperti disambar petir begitu mendengar keterangan dari Ryan tersebut.